Ketahui Seluk Beluk Meroketnya Utang Indonesia di sini

01 Jan 2022 by Laruan, Last edit: 03 Jan 2022

Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas seputar utang Indonesia yang kian meroket. Pembicaraan tentang utang terdengar menarik dan seolah tidak ada habisnya. Beragam pertanyaan pun dilontarkan, mengapa utang negara kita bisa meroket? Mari temukan jawabannya di sini.

Perlu Sobat Pintar ketahui hingga akhir 2021, per 7 desember 2021, utang negara kita tengah mencapai Rp 1.186,2 triliun atau 88,3% dari target yang ditentukan. Peningkatan ini tentunya bukan tanpa alasan. Terdapat banyak beban negara yang tidak mampu dicukupi oleh pendapatan negara.

Utang sebetulnya merupakan sesuatu yang wajar selama mampu dikelola dengan baik. Sebab negara sebesar apapun tidak terlepas dari yang namanya utang, salah satunya Amerika Serikat (AS). Amerika tercatat sebagai negara dengan utang tertinggi di dunia dengan besar utang 28,4 triliun dollar AS atau setara Rp 404.000 triliun dalam kurs Rp 14.250.

Apa Itu Utang Indonesia?

Utang Indonesia merupakan sejumlah pinjaman yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah dalam suatu suatu negara. Langkah utang diambil oleh pemerintah untuk membiayai beban belanja negara yang semakin meningkat tiap tahunnya, terlebih saat ini Indonesia tengah menggencarkan beragam pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Mengapa Utang Negara Kita Meningkat?

Meroketnya utang negara tentunya bukan tanpa alasan karena pada dasarnya siapapun tidak menginginkan utang. Namun apa daya beragam permasalahan yang dialami membawa langkah utang menjadi suatu keputusan yang tepat di tengah keadaan yang semakin menghimpit. Berikut beberapa alasan utang negara meningkat di antaranya:

Baca juga: Pinjam Uang Untuk Bayar Hutang? Eits, Nanti Dulu!

  1.  Penanganan Kesehatan di Masa Pandemi

Salah satu alasan utang Indonesia meningkat dan perlu Sobat Pintar ketahui ialah menutup defisit yang semakin membengkak. Ini karena banyaknya pengeluaran pemerintah, terlebih pada masa pandemi Covid-19 pembengkakan biaya semakin terasa. Untuk menyelamatkan nyawa manusia yang tidak dapat ditawar, pemerintah harus jor-joran menambah anggaran untuk penanganan kesehatan.

  1.  Pembangunan Infrastruktur

Sebelum masa pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, Indonesia tengah melakukan beragam pembangunan dalam bidang infrastruktur. Infrastruktur memiliki peran cukup  penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, sandang, papan dan lainnya. Tidak hanya itu, infrastruktur merupakan salah satu modal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

  1.  Pemulihan Ekonomi

Pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu alasan utang Indonesia kian meroket. Mungkin banyak di antara Sobat Pintar yang sudah mendapat beragam bantuan sosial dari pemerintah? Hal ini dilakukan tidak lain untuk mensejahterakan masyarakat di tengah perekonomian yang semakin terpuruk.

Sejumlah lembaga khawatir pemerintah Indonesia tidak mampu membayar utang, salah satunya dikhawatirkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebab besar utang dan bunga yang ditanggung pemerintah melampaui pertumbuhan PDB Nasional. Khawatirnya indikator tingkat kerentanan utang Indonesia melebihi batas yang direkomendasikan oleh International Debt Relief (IDR) dan IMF.

Perlu Sobat Pintar tahu, Rasio debt service terhadap penerimaannya mencapai 46,77%. Rasio ini melampaui angka yang direkomendasikan yaitu 25-35%, begitu juga dengan jumlah pembayaran bunga terhadap penerimaannya mencapai 19,06% melampaui rekomendasi dari International Debt Relief (IDR) sebesar 4,6 hingga 6,8 persen dan rekomendasi  dari IMF sebesar 7 hingga 10 persen. Lalu bagaimana cara Indonesia membayar utang? Berikut di antaranya:

  • Melakukan Rekap Utang

Salah satu cara bayar utang Indonesia di akhir 2021 ialah dengan melakukan rekap tagihan utang terlebih dahulu, hal ini perlu dilakukan dalam sebuah negara yang besar. Dengan begitu beragam utang bisa diurutkan berdasarkan utang terbesar berikut suku bunga tertinggi hingga terendah serta tanggal jatuh temponya, untuk menghindari gagal bayar.

  • Dari Aset Negara

Coba perhatikan berapa aset yang dimiliki oleh Indonesia, beragam aset yang disewakan dapat menjadi alternatif untuk mencicil utang negara. Perlu Sobat Pintar tahu, Indonesia memiliki aset senilai 1100 triliun hingga akhir 2021 di Jakarta dan siap disewakan kepada pihak swasta, selain untuk membiayai pemindahan ibu kota, rencananya menyewakan aset diperlukan untuk membayar sebagian utang negara.

  • Sumber Pendapatan Negara Lainnya

Cara Indonesia membayar utang selanjutnya ialah dari sumber pendapatan negara lainnya seperti pajak, baik pajak kendaraan, banyak rumah, pajak penghasilan dan sumber pajak lainnya. Tidak hanya itu, cara pemerintah membayar utang selanjutnya dengan menerbitkan beberapa jenis surat berharga di pasar obligasi. 

Cara Membayar Utang Untuk Sobat Pintar

Kurs Rupiah Tembus Rp 15.000, Berikut Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS  di 10 Bank Besar - Serambinews.com

Setelah Sobat Pintar mengetahui seputar utang Indonesia menjelang akhir 2021 berikut cara membayarnya. Sobat Pintar juga dapat menerapkan cara membayar utang dengan baik, di antaranya:

Baca juga: Tips Bayar Hutang sampai Lunas dengan Cepat, Tanpa Ribet!

  1.  Mencari Penghasilan Tambahan

Jika gaji bulanan Sobat Pintar mengalami penurunan karena masa pandemi yang akhirnya tidak cukup untuk membayar utang. Sobat Pintar bisa mencari penghasilan tambahan dengan menjual keahlian berikut:

  • Mengajar les mata pelajaran yang dikuasai
  • Bekerja paruh waktu, misalnya sebagai driver ojek online
  • Menjual jasa seperti penulis artikel
  • Menjual jasa foto
  • Menjual pakaian secara online
  • Menjual pulsa
  • Membuka usaha warung
  1.  Mengurangi Pengeluaran

Mengurangi pengeluaran akan membantu Sobat Pintar melunasi utang lebih cepat. Misalnya jika sobat pintar banyak menghabiskan 50 hingga 70 persen untuk konsumsi, sisanya bisa digunakan untuk membayar utang atau mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting. Selain itu, berikut cara penghematan lain yang dapat dilakukan di antaranya:

  • Jika Sobat Pintar masih menyewa rumah, cari sewaan rumah yang lebih murah
  • Membawa bekal makan
  • Menghemat bensin dan listrik
  • Menghemat pengeluaran pulsa atau data internet
  1.  Minta Bantuan Teman atau Kerabat

Jika Sobat Pintar tidak memiliki cara lain untuk membayar utang, cobalah minta teman atau kerabat yang dapat dipercaya untuk membantu. Coba sampaikan keadaan Sobat Pintar sejujur-jujurnya, jelaskan keadaan sebenarnya dengan detail dan mintalah secara baik-baik untuk membantu keadaan Sobat Pintar.

  1.  Catat Semua Utang dan Urutkan

Seperti membayar utang Indonesia, Sobat Pintar juga perlu menerapkan cara ini untuk membayar utang. Urutkan utang hingga akhir 2021 dari yang paling mendesak untuk dibayar, bisa dilihat dari tanggal jatuh tempo terdekat beserta besar jumlah pinjaman yang harus dibayar.

Utang merupakan sesuatu hal yang wajar karena bagaimana pun, kita tidak pernah tahu kapan hal tidak terduga menimpa saat keadaan ekonomi belum siap sekalipun. Jadi bagi Sobat Pintar yang tengah mengalami masalah ekonomi, tidak ada salahnya untuk mengambil langkah utang di Kredit Pintar. Tidak perlu khawatir karena Kredit Pintar telah terdaftar di OJK.

Melalui Kredit Pintar, Sobat Pintar bisa mengajukan pinjaman dengan cepat. Dalam hitungan menit sekalipun sejumlah uang yang dipinjam akan langsung masuk ke rekening. 

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
03 Jan 2022
mobile-closeKredit PintarDownload