6 Cara Agar Pinjol Tidak Sebar Data

01 Nov 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 01 Nov 2022

Kemudahan pengajuan yang diberikan oleh aplikasi pinjaman online (pinjol) adalah sebuah bukti bahwa inklusi keuangan tersedia di Indonesia. Namun, kemajuan ini juga dimanfaatkan oleh pinjol tidak resmi untuk melakukan kejahatan digital yang berujung pada penyebaran data secara ilegal. Untuk itu, ketahui apa itu penyebaran data 5 cara agar pinjol tidak sebar data dalam artikel berikut.

cara agar pinjol tidak sebar data

Baca juga: Waspada Joki Pinjol dan Kenali 3 Cara Menghindarinya

Apa Itu Penyebaran Data

Penyebaran data adalah sebuah tindakan berupa penyebaran informasi seseorang yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang dan dilakukan tanpa mendapatkan izin dari pihak pemilik data. Kegiatan ini juga dikenal dengan istilah doxing dan umumnya dilakukan oleh individu, secara anonim/tanpa mengungkapkan identitas asli pelakunya. Contoh data pribadi yang kerap kali disebarkan adalah berupa nama lengkap, alamat, NIK, berbagai informasi yang umumnya terdapat dalam KTP maupun tanda pengenal lainnya, dan lain-lain.

Kenapa Ada Pinjol yang Melakukan Sebar Data?

Penyebaran data kerap kali terjadi umumnya karena pihak pelaku ingin menuntut sesuatu terhadap korban dengan cara menyerang pribadinya. Dalam kasus penyebaran data yang dilakukan oleh pinjol, umumnya terjadi karena adanya keterlambatan pembayaran pinjaman yang dilakukan oleh korban. Penyebaran data tersebut seringkali dilakukan dengan cara mengirimkan suatu ancaman melalui pesan Whatsapp yang dikirimkan langsung ke korban dan kontak yang dimiliki oleh korban. Meskipun sudah banyak orang yang menjadi korban penyebaran data akibat lalai membayar pinjaman, nyatanya tidak banyak korban yang tahu bahwa data pribadi dilindungi oleh UU di Indonesia. 

cara agar pinjol tidak bisa sebar data

Perlindungan data pribadi bisa ditemukan pada Pasal 58 UU No. 24 tahun 2013 atas perubahan UU No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana diubah oleh UU No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Pasal 29 UU ITE.

Dengan Penjelasan di Atas, Bagaimana Masyarakat Bisa Waspada Terhadap Ancaman Penyebaran Data?

Banyaknya kasus pinjol yang melakukan penyebaran data peminjam yang menunggak pembayaran, kerap kali membuat masyarakat bertanya apakah pinjol sering menagih pembayaran dengan mengirimkan pesan berupa ancaman dan upaya penyebaran data. Nyatanya, kasus penyebaran data kerap dilakukan oleh pinjol yang tidak resmi beroperasi di Indonesia karena tidak memiliki izin dan pengawasan oleh OJK. Pinjaman online resmi yang berizin dan diawasi OJK diizinkan untuk mengakses sebatas CAMILAN (camera, microphone, location) dari ponsel penggunanya.

Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa pinjol ilegal berpotensi melakukan penyebaran data untuk melakukan penagihan karena mereka tidak terdaftar di OJK secara resmi. 

Baca juga: Hati-Hati dengan Pinjaman Online Ilegal yang Menjebak

Bagaimana Cara Agar Pinjol Tidak Sebar Data?

Inilah rekomendasi cara agar pinjol tidak sebar data, yang bisa kamu lakukan. 

cara agar pinjol ilegal tidak sebar data

1. Ajukan pinjaman hanya pada pinjol resmi yang berizin dan diawasi OJK

OJK telah membuat kewajiban bagi pinjol resmi untuk mematuhi segala kebijakan yang berkaitan dengan kepatuhan, salah satunya adalah mengenai kebijakan data pengguna. Seperti yang telah disampaikan pada paragraf sebelumnya, pinjol online resmi hanya berhak untuk mengakses camera, location, dan microphone pada ponsel pengguna. Untuk mencari tahu apa saja yang diakses oleh aplikasi pinjaman pilihanmu, kamu bisa terlebih dahulu download dan install aplikasi.

Kemudian, pilih menu pengaturan > aplikasi > pilih aplikasi pinjaman > klik menu “Izin”, lalu kamu bisa melihat fitur yang diakses oleh aplikasi. Jika sebuah aplikasi pinjaman terbukti mengakses kontakmu, harap waspada, ya. Menghapus aplikasi yang terbukti mengakses kontak, adalah cara pencegahan yang ideal sebagai cara agar pinjol tidak bisa sebar data. 

2. Tepati pembayaran pinjaman sesuai tanggal jatuh tempo

Baik pinjaman online resmi, maupun tidak, keduanya memberikan layanan pinjaman dan mengharuskan adanya pembayaran pinjaman pada tanggal jatuh tempo. Bedanya, pinjaman online resmi berada dalam pengawasan OJK, sehingga wajib memiliki mekanisme pinjaman yang memenuhi standar kepatuhan dari OJK yang meliputi suku bunga, etika penagihan, dan lain-lain. 

Sebaliknya, pada pinjaman online ilegal atau tidak resmi, tidak ada yang tahu persis mekanisme pengajuan pinjaman dan pembayarannya sebab standar yang dibuat bisa jadi kerap berubah dan cenderung merugikan peminjam karena tidak berada pada pengawasan OJK. 

Jika kamu sudah terlanjur menggunakan pinjol tidak resmi, pahamilah bahwa salah satu risiko keterlambatan pembayaran pinjaman adalah penyebaran data pribadi. Jadi, salah satu cara agar pinjol ilegal tidak sebar data adalah menaati jadwal pembayaran pinjaman yang meliputi bunga dan denda keterlambatan pinjaman jika ada. 

3. Pahami syarat dan ketentuan sebelum mengajukan pinjaman

Penting untuk mengetahui syarat dan ketentuan aplikasi pinjaman sebagai cara agar pinjol tidak sebar data. Sebelum masuk ke halaman pengajuan pinjaman, pengguna aplikasi pinjol akan diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan sebagai tanda bahwa pengguna sudah memahami dan menyanggupi kebijakan sebagai seorang peminjam.

Cek kembali apakah aplikasi pinjol pilihanmu meminta akses data kontak pengguna dan apa saja kebijakan yang diterapkan untuk akses data tersebut. Jika sudah benar-benar memahami dan dirasa tidak memberatkan, kamu bisa menyetujuinya dan melanjutkan proses pengajuan pinjaman. 

4. Laporkan ke Polisi

Jika kamu menjadi korban penyebaran data pinjol, jangan ragu untuk membuat laporan ke polisi, sebab tindakan tersebut telah melanggar UU. Sertakan berbagai bukti yang valid untuk mendukung laporan, agar kasus tersebut bisa segera ditanggapi, ya.  

5. Laporkan ke OJK

Selain membuat laporan ke polisi, Sobat Pintar juga wajib melaporkan hal ini ke OJK. Hubungi OJK melalui email di humas@ojk.co.id atau Whatsapp di 081-157-157-157. Menghindari pinjol tidak resmi adalah salah satu cara agar pinjol tidak sebar data. Ajukan pinjaman online secara resmi melalui pinjol yang berizin dan diawasi OJK. 

Berbagai pinjol berizin dan diawasi OJK selalu diperbarui secara berkala di website OJK. Jadi, sebelum ajukan pinjaman, cari tahu dulu apakah pinjol yang akan digunakan telah berizin dan diawasi OJK sebagai tanda bahwa pinjol tersebut resmi beroperasi di Indonesia

6. Memperkaya pengetahuan tentang literasi keuangan

Literasi keuangan adalah kumpulan ilmu tentang pengelolaan uang yang bijaksana. Sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya untuk mengetahui berbagai informasi mengenai pinjaman online resmi, termasuk peraturan, cara pembayaran, dan berbagai risiko dalam penggunaan pinjaman. Dengan memahami hal tersebut, kamu bisa lebih bijaksana dalam memilih pinjaman, sehingga bisa mengusahakan untuk menjaga riwayat kredit yang baik dan terhindar dari kredit macet.

Itulah berbagai cara agar pinjol tidak sebar data. Meskipun begitu, kamu wajib berhati-hati pada jebakan pinjaman online bodong yang seringkali tampil menyerupai pinjaman online resmi. Semoga membantu! 

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Modus Kejahatan Pinjol Abal-Abal


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

infografis cara agar pinjol tidak sebar data

01 Nov 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download