Mata Uang Negara Asean dan Urutan Nilai Tukar Terendah

12 Sep 2022 by Kredit Pintar, Last edit: 12 Sep 2022

ASEAN merupakan singkatan dari Association of South East Asian Nations, sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi yang terdiri dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Setiap negara tentunya memiliki mata uang, lalu apa saja mata uang negara ASEAN itu?

Mata Uang Negara ASEAN Dalam Peringkat, Cek Posisi Rupiah - Ajaib

Tujuan terbentuknya ASEAN adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan kebudayaan dan menjaga stabilitas negara anggotanya. Kawasan Asia Tenggara sendiri memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup besar. 

Peluang dan potensi besar ini dalam hal perdagangan, jika mampu meningkatkan performa ekspornya maka bisa menjadi suatu kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. 

Baca Juga: Berbagai Cara Cek Nilai Tukar Rupiah

Daftar Mata Uang Negara ASEAN

Daftar Peringkat 11 Mata Uang Negara ASEAN dari Urutan Tertinggi sampai  Terendah, Rupiah Urutan Berapa? - Semua Halaman - Kids

Seperti mata uang negara lain di dunia, mata uang negara ASEAN juga berbeda-beda nilainya. Ada yang tertinggi, ada juga yang terendah dengan berbagai faktor yang mempengaruhi besaran nilai setiap mata uang tersebut. 

Rupiah – Indonesia

Sebelum menyatakan merdeka, Indonesia menggunakan banyak jenis mata uang baik di masa penjajahan Belanda atau Jepang. Di tahun 1945, setelah proklamasi kemerdekaan, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membuat mata uang sendiri. 

Rupiah Indonesia pertama kali dikeluarkan pada 3 Oktober 1946, sementara mata uang yang berlaku sebelumnya NICA atau mata uang Jepang harus diserahkan ke Bank paling lambat 30 Oktober 1946. 

Perlu Anda ketahui, satu rupiah baru itu bernilai setara dengan 0,5 gram emas. Hingga kini Rupiah menjadi mata uang resmi negara Indonesia dengan desain terakhirnya tahun 2016. 

Ringgit – Malaysia

Mata uang negara ASEAN yang kedua adalah Ringgit Malaysia atau disimbolkan dengan RM atau kode MYR. 

Sama seperti rupiah, Ringgit Malaysia juga memiliki pecahan koin dan uang kertas dengan nominal berbeda-beda. Menariknya, gambar yang tertera di mata uang ringgit hanya ada satu gambar untuk setiap nominalnya. 

Gambar yang dimaksud adalah Tuanku Abdul Rahman, Yang Dipertuan Agung pertama setelah Malaysia merdeka dari Inggris. 

Dollar Singapura

Setelah berpisah dari Malaysia, Singapura mendirikan Board of Commisioners of Currency, Singapore tahun 1967 dan mengeluarkan serial uang yang disebut uang Orkid. Simbol dari dolar Singapura ditampilkan sebagai S$ atau dengan kode SGD. 

Uang pecahan 10.000 SGD memiliki beberapa serie yaitu Orchid Aranda Majulah, Aranda Singapura, Majulah Singapura dan Yusuf bin Ishak series. 

Baht – Thailand

Mata uang negara Thailand bernama Baht yang sudah ada sejak tahun 1897, simbolnya yaitu ฿. Seperti halnya mata uang Rupiah, mata uang yang berlaku Thailand terbuat dari bahan uang kertas dan logam. 

Penanggung jawab mata uang Baht adalah Bank of Thailand dimana menerbitkan pecahan yang cukup beragam. Menariknya setiap denominasi uang kertas memiliki warna dominan yang berbeda, warna hijau untuk ฿20, Warna biru untuk ฿50, dan warna merah untuk ฿100. 

Peso – Filipina

Selanjutnya ada mata uang negara ASEAN Filipina yang bernama Peso atau memiliki kode PHP. Penanggung jawab mata uang Filipina yaitu Bangko Sentral Pilipinas atau bank sentral-nya Filipina. 

Karena merupakan koloni Amerika Serikat, Filipina baru menggunakan bahasa Filipina pada mata uang kertasnya. Tepatnya pada tahun 1969 pada pecahan 1 peso, 5 peso, 10 peso, 20 peso 50 peso dan 100 peso. 

Dolar – Brunei Darussalam

Meski nama mata uang Brunei Darussalam adalah ringgit, namun nama yang populernya adalah dolar Brunei. Mata uang ini memiliki simbol B$ dan kodenya adalah BND. 

Ada yang menarik dari mata uang Brunei Darussalam ini yakni pada lembaran uang kertas tercantum dua nama. Pada bagian atas tertulis nilai nominal dalam ringgit, sedangkan di bagian belakangnya tercantum nominal dalam dolar. 

Dong – Vietnam

Mata uang Vietnam termasuk ke dalam daftar 10 mata uang terendah di dunia, tepatnya berada di posisi kelima terbawah. 

Dong, mata uang resmi Vietnam digunakan sejak 3 Mei 1978 dan diatur oleh State Bank of Vietnam. Untuk mendefinisikan mata uang Dong Vietnam, maka kode yang digunakannya adalah VND. 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Dong Vietnam merupakan uang terendah bahkan nilai tukarnya berada di bawah rupiah. Jika dihitung dari kurs sekarang, Rp. 10.000 setara dengan 16.000 – 17.000 Dong. 

Riel – Kamboja

Negara yang berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di utara dan Vietnam di timur ini memiliki mata uang yang bernama Riel. Mata uang Kamboja disimbolkan sebagai ៛ dan menggunakan kode KHR. 

Riel bukan mata uang satu-satunya yang berlaku di Kamboja, contohnya saja seperti di Phnom Penh dimana warganya bisa menggunakan mata uang lain seperti USD. Bahkan di daerah perbatasan langsung dengan Thailand dan Vietnam, masyarakatnya menggunakan mata uang Baht dan Dong Vietnam. 

Kip – Laos

Selanjutnya ada mata uang negara ASEAN yang bernama Kip, tepatnya berasal dari Negara Laos. Mata uang ini disimbolkan sebagai ₭ dan kodenya adalah LAK. Karena pernah dijajah Prancis, Kip sempat digantikan oleh French Indochinese Piastre, barulah di tahun 1952 kembali menggunakan Kip. 

Meski Kip merupakan mata uang resmi negara Laos, Dolar Amerika dan Bath Thailand lebih populer digunakan di Laos. Salahsatu penyebabnya dalah kompleksitas ekonomi Laos yang tidak stabil dan inflasi yang berkepanjangan. 

Kyat – Myanmar

Myanmar merupakan salah satu anggota negara ASEAN yang memiliki mata uang bernama Kyat atau biasa disingkat dengan simbol K dan kode internasionalnya adalah MMK. Yang bertanggung jawab terhadap penerbitan uang Kyat yaitu Bank Sentral Myanmar. 

Sampai saat ini, ada tiga versi Kyat Myanmar yang pernah diterbitkan. Versi pertama diterbitkan tahun 1852 – 1889, versi kedua diterbitkan tahun 1943 hingga 1945, sedangkan versi ketiga diterbitkan tahun 1952 hingga saat ini. 

Dolar AS – Timor Leste

Meski sudah pisah dari Indonesia sejak tahun 2000, Timor Leste menjadi salah satu negara di ASEAN yang belum memiliki mata uang sendiri. Dengan demikian mata uang negara ASEAN satu ini masih menggunakan dolar Amerika Serikat untuk uang kertas dan centavo untuk uang koinnya. 

Untuk keseharian masyarakat Timor Leste, uang centavo banyak digunakan untuk bertransaksi dimana produksi dan pemasoknya adalah Portugal secara langsung. Perlu Anda ketahui, Negara ini belum memiliki mata uang kertas nasional keluaran sendiri, masih setia menggunakan dolar AS sebagai nilai pecahan yang lebih tinggi. 

Baca Juga: 10 Daftar Negara dengan Mata Uang Terendah

Mata Uang Negara ASEAN yang Terendah, Mana Saja?

Daftar Nama Mata Uang Negara-Negara ASEAN dan Kodenya - Semua Halaman -  Adjar

Setiap mata uang di dunia pasti memiliki nilai tertinggi dan nilai terendah dibandingkan negara lain, termasuk mata uang di ASEAN. Berikut ini ada beberapa mata uang di Asia Tenggara yang memiliki nilai terendah, yaitu:

  1. Kyat Myanmar
  2. Riel Kamboja
  3. Kip Laos 
  4. Rupiah Indonesia
  5. Dong Vietnam

Dari kelima mata uang negara ASEAN tersebut, Rupiah Indonesia masuk ke dalam mata uang dengan nilai terendah. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah masing-masing untuk meningkatkan nilai mata uang tersebut seperti penguatan nilai ekspor dan sektor ekonomi. 

Baca Juga: Intip Urutan Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2022

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
12 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download