Jenis Investasi untuk Pemula: Risiko, Keuntungan, dan Contohnya

27 Oct 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 27 Oct 2026

Investasi adalah tindakan menempatkan modal ke instrumen keuangan atau aset rill dengan harapan memperoleh imbal hasil atau pertumbuhan nilai pada masa mendatang. Namun, setiap investasi memiliki tingkat risiko dan likuiditas yang berbeda.

Concerned trader surrounded by monitors showing sharply falling stock market charts

Semua investasi memiliki potensi risiko kerugian dan fluktuasi harga. Pemahaman mengenai hubungan high risk, high return menjadi fondasi wajib sebelum menempatkan dana untuk keperluan investasi.

Baca Juga : Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

Ringkasan Perbandingan 10 Instrumen Investasi

Tabel perbandingan berikut ini bisa membantu untuk memetakan instrumen investasi berdasarkan profil risiko, estimasi imbal hasil, serta tingkat likuiditas.

InstrumenTingkat RisikoJangka WaktuLikuditasMin. CapitalSumber KeuntunganCocok Untuk
Deposito BankSangat RendahShort (< 1 tahun)Sedang (Penalti jika cair cepat)Rp1.000.000Bunga depositoKonservatif, dana darurat
EmasRendah-sedangMedium-Long (> 3 tahunTinggiRp10.000 (digital)Capital gainKonservatif, pelindung nilai
Reksa Dana Pasar UangSangat rendahShort (< 1 tahun)TinggiRp10.000Pertumbuhan NAVPemula, dana jangka pendek
Reksa dana pendapatan tetapRendah-sedangMedium (1-3 tahun)TinggiRp10.000Pertumbuhan NAVModerat, tujuan menengah
Reksa Dana CampuranSedang – tinggiMedium – Long (3-5 tahun)TinggiRp10.000Pertumbuhan NAVModerat-agresif
Reksa Dana SahamTinggiLong (> 5 tahun)TinggiRp10.000Pertumbuhan NAVAgresif, pertumbuhan jangka panjang
Surat Berharga NegaraSangat rendahMedium (2-4 tahun)Rendah – SedangRp1.000.000Kupon / Imbal hasil bulananPemula, pencari passive income aman
Obligasi KorporasiSedang – tinggiMedium – Long (1-5 tahun)SedangRp1.000.000+Kupon periodik + capital gainModerat-agresif
SahamSangat tinggiLong (> 5 tahun)Sangat tinggiRp10.000+ (1 lot)Dividen + Capital gainAgresif, memiliki keahlian analisis
PropertiSedangLong (> 5 tahun)Sangat rendahRp50.000.000+Uang sewa + apresiasi hargaModal besar, jangka panjang

10 Jenis Investasi secara Komprehensif

Deposito Bank

Simpanan berjangka di bank konvensional atau digital yang hanya bisa ditarik setelah periode tertentu.

  • Sumber Keuntungan: Bunga deposito tetap.
  • Risiko Utama: Risiko inflasi.
  • Likuiditas: Sedang (penarikan sebelum jatuh tempo dikenakan penalti).
  • Jangka Waktu: 1, 3, 6, hingga 12 bulan.
  • Profil Pemodal: Konservatif yang mengutamakan keamanan modal.
  • Hal yang Harus Dicek: Suku bunga tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (LPS Rate) agar simpanan tetap dijamin penuh oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.

Emas (Logam Mulia)

Investasi kepada fisik emas murni (batangan) atau akun emas digital yang teregulasi.

  • Sumber Keuntungan: Kenaikan harga emas.
  • Risiko Utama: Fluktuasi harga jangka pendek akibat pengaruh suku bunga global, pergerakan mata uang US Dolar, dan sentimen ekonomi.
  • Likuiditas: Tinggi (mudah dijual)
  • Jangka Waktu: Jangka menengah hingga panjang (>3-5 tahun).
  • Profil Pemodal: Konservatif sebagai instrumen pelindung nilai aset.
  • Hal yang Harus Dicek: Selisih harga jual dan beli serta legalitas platform penyedia simpanan emas digital.

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Wadah investasi yang menghimpun dana masyarakat untuk diinvestasikan ke instrumen pasar uang seperti deposito bank dan surat berharga jatuh tempo < 1 tahun.

  • Sumber Keuntungan: Kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari akumulasi bunga instrumen pasar uang.
  • Risiko Utama: Risiko wanprestasi penerbit surat utang jangka pendek.
  • Likuiditas: Tinggi (dapat dicairkan kapan saja tanpa penalti dalam T+1 hingga T+7 hari kerja).
  • Jangka Waktu: Jangka pendek (<1 tahun).
  • Profil Pemodal: Pemula, penyimpan dana darurat, atau investor konservatif.
  • Hal yang Harus Dicek: Biaya pengelolaan dan reputasi Manajer Investasi yang terdaftar di OJK.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

Reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% portofolionya kepada instrumen surat utang.

  • Sumber Keuntungan: Pembayaran kupon obligasi dan kenaikan harga obligasi dalam portofolio.
  • Risiko Utama: Fluktuasi harga obligasi akibat perubahan suku bunga acuan.
  • Likuiditas: Tinggi.
  • Jangka Waktu: Jangka menengah (1–3 tahun).
  • Profil Pemodal: Moderat.
  • Hal yang Harus Dicek: Alokasi obligasi di dalamnya, apakah dominan obligasi negara atau obligasi korporasi.

Reksa Dana Campuran

Reksa dana yang mengombinasikan instrumen pasar uang, obligasi, dan saham dalam satu portofolio dengan porsi fleksibel.

  • Sumber Keuntungan: Pertumbuhan nilai campuran dari bunga, kupon, dividen, dan capital gain saham.
  • Risiko Utama: Volatilitas sedang hingga tinggi mengikuti pergerakan pasar saham dan obligasi.
  • Likuiditas: Tinggi.
  • Jangka Waktu: Jangka menengah hingga panjang (3–5 tahun).
  • Profil Pemodal: Moderat hingga Agresif.
  • Hal yang Harus Dicek: Kebijakan alokasi aset Manajer Investasi dalam prospektus.

Reksa Dana Saham (RDS)

Reksa dana yang menempatkan minimal 80% portofolionya kepada instrumen saham di bursa efek.

  • Sumber Keuntungan: Pertumbuhan harga saham dan dividen dari saham-saham pilihan Manajer Investasi.
  • Risiko Utama: Risiko penurunan harga pasar saham yang signifikan.
  • Likuiditas: Tinggi.
  • Jangka Waktu: Jangka panjang (>5 tahun).
  • Profil Pemodal: Agresif.
  • Hal yang Harus Dicek: Rekam jejak Manajer Investasi dan daftar 10 aset terbesar dalam Fund Fact Sheet.

Surat Berharga Negara (SBN Ritel)

Surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk warga negara Indonesia (ORI, SBR, Sukuk Ritel, ST).

  • Sumber Keuntungan: Kupon/imbal hasil bulanan yang ditransfer langsung ke rekening investor.
  • Risiko Utama: Hampir nol risiko gagal bayar karena pokok dan kupon dijamin oleh Undang-Undang. Memiliki risiko likuiditas jika memegang tipe non-tradable sebelum batas early redemption.
  • Likuiditas: Sedang (Tipe ORI/SR bisa diperjualbelikan di pasar sekunder; Tipe SBR/ST memiliki fasilitas penarikan sebagian sebelum jatuh tempo).
  • Jangka Waktu: 2 hingga 4 tahun.
  • Profil Pemodal: Pemula hingga konservatif yang mencari passive income aman.
  • Hal yang Harus Dicek: Skema kupon (fixed rate vs floating with floor), masa penawaran resmi dari Kemenkeu, serta status kemitraan agen penjual (Midas/Bibit/Bareksa/Bank).

Obligasi Korporasi

Surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta atau BUMN untuk mendanai ekspansi atau operasional perusahaan.

  • Sumber Keuntungan: Kupon periodik (triwulanan/semesteran) yang biasanya lebih tinggi dari SBN dan deposito.
  • Risiko Utama: Risiko gagal bayar jika perusahaan penerbit mengalami masalah keuangan, serta risiko likuiditas di pasar sekunder.
  • Likuiditas: Sedang (tergantung keaktifan perdagangan seri obligasi tersebut).
  • Jangka Waktu: 1 hingga 5+ tahun.
  • Profil Pemodal: Moderat hingga Agresif.
  • Hal yang Harus Dicek: Peringkat obligasi dari lembaga pemeringkat (seperti Pefindo, min. kriteria investment grade idAAA hingga idBBB).

Saham (Equity)

Bukti kepemilikan atas sebagian modal kepada suatu perusahaan terbuka (Tbk) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

  • Sumber Keuntungan: Pembagian keuntungan perusahaan (Dividen) dan kenaikan harga jual saham (Capital Gain).
  • Risiko Utama: Volatilitas harga yang tinggi, risiko capital loss, hingga risiko likuidasi jika perusahaan bangkrut.
  • Likuiditas: Sangat Tinggi (bisa ditransaksikan setiap jam kerja bursa).
  • Jangka Waktu: Jangka panjang (>5 tahun).
  • Profil Pemodal: Agresif yang siap melakukan analisis fundamental & teknikal.
  • Hal yang Harus Dicek: Laporan keuangan perusahaan, rasio valuasi (PER, PBV), kompetensi manajemen, dan arus kas operasi.

Properti

Investasi fisik kepada aset tanah, rumah, ruko, atau apartemen.

  • Sumber Keuntungan: Pendapatan sewa bulanan/tahunan dan kenaikan harga tanah/bangunan.
  • Risiko Utama: Risiko sepi penyewa, biaya perawatan tinggi, kenaikan pajak, serta lokasi yang tidak berkembang.
  • Likuiditas: Sangat Rendah (membutuhkan waktu bulanan hingga tahunan untuk menjual aset properti secara tunai).
  • Jangka Waktu: Jangka panjang (>5–10 tahun).
  • Profil Pemodal: Investor bernilai bersih tinggi atau pemodal jangka panjang.
  • Hal yang Harus Dicek: Legalitas sertifikat (SHM/HGB), rencana tata kota setempat, serta keterjangkauan akses lokasi.

Baca Juga : Cara Investasi Emas di Shopee, Bisa Dicetak!

Panduan Langkah Demi Langkah Memilih Investasi

Two professionals celebrate as a tablet shows 340% investment portfolio growth
  1. Amankan Dana Darurat & Asuransi: Pastikan telah memiliki dana simpanan cair (min. 3-6 kali pengeluaran bulanan) di tabungan atau RDPU untuk mengantisipasi kondisi darurat tanpa perlu mencairkan aset investasi saat rugi.
  2. Tentukan Tujuan Finansial yang Spesifik: Tentukan secara jelas target, misalnya dana pendidikan anak 5 tahun lagi, DP rumah 3 tahun lagi, atau persiapan pensiun 20 tahun lagi.
  3. Sesuaikan dengan Horison Waktu: Jangka Pendek (Deposito, RDPU), Jangka Menengah (SBN Ritel, RDPT, Obligasi), Jangka Panjang (saham, RDS, properti).
  4. Pahami Profil Risiko Pribadi: Evaluasi ketahanan mental saat harga aset turun. Jika tidak nyaman melihat nilai portofolio berfluktuasi, prioritaskan instrumen berisiko rendah.
  5. Verifikasi Regulasi Lembaga Finansial: Sebelum modal ke beberapa jenis aset berbeda untuk meminimalisasi potensi risiko kerugian total jika salah satu sektor mengalami penurunan.
  6. Lakukan Diversifikasi Portofolio: Sebarkan modal ke beberapa jenis aset berbeda untuk meminimalisasi potensi risiko kerugian total jika salah satu sektor mengalami penurunan.

Peringatan Risiko Keuangan & Kesalahan Umum Pemula

Agar tidak mengalami kerugian signifikan, hindari perangkap berikut ini:

  • Berinvestasi Menggunakan Uang Pinjaman: Jangan sekali-kali berinvestasi dengan modal hasil pinjaman. Jika instrumen mengalami penurunan nilai, pelaku investasi tetap wajib membayar cicilan utang dan bunganya.
  • Tergiur Iming-Iming Keuntungan Pasti: Lembaga keuangan resmi tidak pernah menjamin keuntungan tetap kepada instrumen berisiko seperti saham atau reksa dana. Tawaran keuntungan pasti berpresentase tinggi umumnya indikasi investasi bodong.
  • Menggunakan Modal Utama untuk Membayar Utang: Menggunakan dana investasi jangka pendek untuk memutar utang adalah langkah berisiko tinggi yang dapat merusak kesehatan finansial.
  • Hanya Melihat Performa Masa Lalu: Kinerja masa lalu sebuah aset atau reksa dana tidak menjamin hasil yang sama di masa depan.
  • Mengabaikan Biaya Tambahan & Pajak: Selalu perhitungkan biaya transaksi, biaya pengelolaan, penalti pencairan, serta beban pajak atas hasil investasi.
  • Menggunakan Platform Tanpa Izin: Selalu bertransaksi melalui aplikasi atau lembaga penyedia yang memiliki lisensi OJK, BI, atau Bappebti.
  • Kelalaian Keamanan Siber: Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN transaksi, password, atau identitas perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku petugas resmi.

Baca Juga : 10 Aplikasi Investasi Saham Terbaik, Terdaftar OJK

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

27 Oct 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download