Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

04 May 2022 by Kredit Pintar., Last edit: 21 Sep 2022

Cara investasi reksadana kini sedang menjadi topik populer di kalangan investor pemula. Bagi mereka yang masih awam mengenai investasi, memilih produk investasi memang bukan hal yang mudah. Terkadang, rasa ragu dan bimbang turut menghantui saat memutuskan untuk mulai berinvestasi.

Bagi investor pemula, produk reksadana bisa menjadi jawaban akan kekhawatiran Anda. Investasi reksadana tergolong lebih mudah karena kita tidak perlu melakukan analisa yang rumit ketika berinvestasi. 

Semua uang yang kita serahkan nantinya akan diurus langsung oleh manajer investasi. Oleh karenanya, reksadana dianggap cocok untuk investor pemula. Cara investasi reksadana juga tidak rumit dan bisa dilakukan oleh siapapun.

Baca juga: Harga Saham GoTo dan 7 Hal Tentang IPO GoTo

Mengenal Reksadana

Reksadana adalah produk keuangan dimana para investor mengumpulkan dana ke perusahaan yang menjadi manajer investasi. Nantinya, uang tersebut akan diinvestasikan ke instrumen keuangan lain seperti obligasi, saham, pasar uang, dan sebagainya.

Jenis reksadana yang kita pilih juga menentukan akan kemana uang kita diinvestasikan. Di Indonesia, ada berbagai jenis reksadana. Berikut jenis-jenis reksadana di Indonesia:

1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang adalah produk keuangan yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Isi dari reksadana pasar uang kebanyakan berupa deposito bank atau obligasi. 

Jenis reksadana ini paling rendah resikonya karena selalu mengalami kenaikan namun return tidak terlalu besar. Jenis reksadana ini cocok untuk investasi jangka pendek.

2. Reksadana pendapatan tetap

Jenis reksadana ini berisi produk-produk yang menghasilkan pendapatan tetap dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun. Reksadana pendapatan tetap cocok untuk investasi jangka menengah.

3. Reksadana saham

Jenis reksadana ini berisi saham dari beberapa emiten yang tercatat di bursa efek. Reksadana saham cocok untuk investasi jangka panjang karena fluktuasinya cukup tinggi. Reksadana saham memiliki return dan risikonya paling tinggi daripada reksadana lainnya.

4. Reksadana campuran

Reksadana campuran berisi saham dari emiten yang tercatat di bursa efek dan obligasi atau surat hutang dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun. Jenis reksadana ini cocok untuk investasi jangka panjang, yaitu sekitar tujuh hingga 10 tahun.

5. Reksadana indeks

Indeks adalah nilai dari semua produk keuangan dalam satu kelompok. Misalnya, kelompok saham di seluruh Indonesia yang disebut dengan indeks harga saham gabungan. Lalu ada IDX30 yang berisi saham Indonesia yang paling banyak diperdagangkan. 

Reksadana indeks dikelola untuk mendapatkan return sesuai saham yang menjadi acuan. Jenis reksadana ini cocok untuk investasi jangka panjang yang jangka waktunya lebih dari lima tahun.

Baca juga: Yuk, Mengenal Lebih Dalam soal Utang Jangka Pendek

Alasan Reksadana Cocok untuk Investor Pemula

Bagi kalian yang masih pemula dalam hal investasi, produk reksadana akan memberikan sejumlah keuntungan. Berikut berbagai keuntungan memilih produk reksadana sebagai instrumen investasi:

1. Terdapat manajer investasi

Manajer investasi adalah seorang profesional keuangan yang ahli dan berpengalaman dalam berinvestasi. Ketika memilih produk reksadana, kita tinggal menitipkan uang kita ke manajer investasi. 

Nantinya, manajer investasi yang akan memikirkan bagaimana caranya mendiversifikasi dan mendapatkan keuntungan maksimal. Dengan kata lain, kita menitipkan uang yang ahli dalam berinvestasi  dan dia yang akan mengembangkan uang kita.

2. Bisa dibeli eceran

Investasi reksadana bisa dibeli mulai dari harga Rp 10.000. Jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan produk investasi lainnya. Misalnya, jika ingin investasi saham, minimal kita harus membeli 1 lot yang harganya bisa mencapai ratusan ribu. 

Terkadang, pihak broker pun mensyaratkan minimum deposit. Jadi, Anda bisa mulai berinvestasi dengan modal yang minimal.

3. Bisa dijual kapan saja

Reksadana bisa dijual kapan pun kita inginkan. Hanya saja, uang hasil penjualan biasanya masuk ke rekening sekitar 2 hari kerja. Durasi waktu tersebut tergolong cepat. Kita bandingkan saja dengan investasi deposito yang harus menunggu tahunan agar bisa dicairkan.

Baca juga:  10 Daftar Aplikasi Trading Terpercaya OJK

4. Bisa diversifikasi portofolio

Reksadana memiliki berbagai jenis sehingga Anda bisa melakukan diversifikasi portofolio. Dengan diversifikasi portofolio, risiko kerugian pun semakin kecil. Selain itu, dana yang kita berikan ke manajer investasi biasanya ditanamkan di beberapa jenis instrumen keuangan dalam waktu bersamaan. Jadi, resiko rugi pun semakin kecil.

Tips Investasi Reksadana untuk Pemula

Meski tergolong menguntungkan, cara investasi reksadana tidak bisa dilakukan sembarangan. kita tetap tidak boleh sembarangan dalam berinvestasi. Apapun jenis instrumen investasi yang dipilih, kita perlu menerapkan langkahi khusus agar mendapatkan return yang maksimal sekaligus meminimalisir kerugian. 

Ketika kita memilih berinvestasi di reksadana, kita bukan hanya memilih manajer investasi. kita juga perlu memperhatikan produk atau jenis reksadana yang akan dipilih. Setiap manajer investasi menawarkan produk yang berbeda-beda. 

Produk yang kita pilih juga menentukan cara investasi reksadana yang akan kita gunakan.. Secara rinci, berikut tips berinvestasi reksadana:

1. Tentukan tujuan investasi

Sebelum memilih jenis reksadana yang akan digunakan, kita perlu menentukan tujuan investasi. Jika kita ingin investasi jangka menengah, kita bisa memilih reksadana pendapatan tetap. 

Untuk investasi jangka pendek, kita bisa memilih reksadana pasar uang. Jika ingin berinvestasi jangka panjang, kita bisa memilih reksadana saham atau reksadana indeks.

2. Baca  fund fact sheet dan prospektus

Untuk memilih manajer dan produk investasi yang tepat, kita juga perlu membaca dokumen fund fact sheet dan prospektus. Dokumen tersebut bisa Anda download di situs resmi tempat kita membeli reksadana atau manajer investasinya secara langsung.

Dari fund fact sheet, kita bisa melihat kinerja reksadana tersebut dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, dokumen prospektus memberikan informasi mengenai detail manajer investasi dan bank kustodian serta strategi investasi produk.

3. Terapkan menabung rutin

Jika Anda malas melihat pergerakan harga produk reksadana, Anda bisa menerapkan investasi dengan sistem menabung rutin. Anda hanya perlu menabung sejumlah uang yang sama setiap minggu atau setiap bulan tanpa perlu melihat pergerakan harga produk.

Sistem investasi menabung rutin juga membantu Anda  untuk menanamkan sikap disiplin. Investasi dengan cara menabung rutin juga membantu Anda terhindar dari keputusan emosional.

Setelah mengetahui cara investasi reksadana, Anda perlu mempraktekkannya secara langsung dengan membeli produk reksadana di tempat terpercaya. Saat ini, pembelian reksadana sudah bisa dilakukan secara online lewat aplikasi khusus. 

Namun saat membeli reksadana, pastikan tempat yang Anda pilih sudah memiliki izin resmi dari otoritas jasa keuangan. Lalu pastikan pula bahwa uang yang Anda setorkan ditampung di bank kustodian. Jadi saat perusahaan penyedia reksadana tersebut bangkrut, uang yang Anda setorkan tetap aman. 

Nah, itulah cara investasi reksadana untuk pemula. Investasi adalah hal penting untuk melindungi uang kita dari inflasi sekaligus membantu kita untuk meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu.

Bagi investor pemula, investasi reksadana adalah pilihan yang cocok karena Anda tidak perlu memikirkan kemana uang Anda akan dikelola. Cukup dengan menyerahkan uang ke manajer investasi, Anda bisa mendapatkan return.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
21 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download