Kenali 4 Ciri dan 3 Cara Melaporkan Penipuan Online Agar Uang Kembali

10 Sep 2021 by Rindang Maulidia

Sobat Pintar, saat ini banyak sekali oknum penipu melancarkan aksinya melalui segala aktivitas online. Maraknya penipuan online bertumbuh seiring dengan munculnya berbagai macam aktivitas yang kerap kita lakukan, seperti belanja online. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin mengetahui cara melaporkan penipuan online agar uang kembali. 

cara melaporkan penipuan online

Belanja online memang terbilang cukup efisien karena pembeli tidak perlu keluar dari rumah untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Selain itu, seringkali penjual menyediakan harga promo yang memiliki selisih cukup besar jika dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran pada umumnya. Keunggulan lainnya yang bisa didapatkan dari belanja online adalah, pembeli bisa mendapatkan barang yang mereka inginkan hanya dari sentuhan layar handphone karena saat ini berbagai jenis barang dagangan bisa dengan mudahnya ditemukan di berbagai media sosial. 

Dari kegiatan belanja online, penipu mampu melihat celah bahwa momen ketika pembeli dan penjual tidak dipertemukan secara langsung, maka penipu lebih mudah untuk melancarkan aksinya dengan bertindak sebagai penjual. Meskipun sudah banyak korban yang mengalami kerugian, nyatanya penipuan online masih saja marak terjadi karena oknum penipu semakin lihai membuat skenario penipuan. Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, ternyata korban penipuan online punya kesempatan untuk mendapatkan uangnya kembali. Di sisi lain kita semua pasti setuju bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan, jadi dalam artikel ini Kredit Pintar akan membagikan berbagai ciri penipuan online dan 5 cara melaporkan penipuan online agar uang kembali. 

Ciri Penipuan Online

1. Harga barang yang sangat murah adalah salah satu cara penipu mengelabui korbannya

Sobat Pintar pernah mendapatkan penawaran suatu barang dengan harga di bawah rata-rata?

Jika iya, berhati-hatilah karena, bisa jadi itu adalah cara penipu melancarkan modus penipuannya. Barang dengan harga murah, tentu saja lebih menarik dibandingkan dengan harga yang lebih tinggi.

Namun, jika Sobat Pintar menemukan barang dengan harga rendah di bawah harga rata-rata dari barang yang beredar, maka sebaiknya berhati-hati.

Besar kemungkinan penjual menjual barang KW atau mungkin barang dengan material yang memiliki kualitas rendah, sehingga tidak sesuai dengan yang ditampilkan di foto sebagai materi promosi.

2. Perubahan nama akun yang kerap terjadi, merupakan salah satu cara penipu menyamarkan jejak digital

Bagaimana penipu menyamarkan jejak digitalnya setelah melakukan penipuan yang menimbulkan kerugian besar pada korbannya? Yap, dengan mengganti nama akun media sosialnya.

Apabila Sobat Pintar adalah pengguna instagram, maka Sobat Pintar akan lebih mudah melakukan pengecekan riwayat nama pengguna yang pernah dipakai oleh suatu akun yang menjual barang dagangan.

Apabila nama akun tersebut sudah kerap berganti, maka besar kemungkinan bahwa akun tersebut sedang mencari mangsa baru dengan menggunakan nama pengguna yang baru.

Hindarilah transaksi jual-beli dengan akun tersebut.

3. Penipu menyarankan calon korban untuk bertransaksi melalui DM saja

Saat melancarkan penipuan, oknum penipu yang bertindak sebagai penjual, akan mengarahkan calon korban sebagai pembeli untuk bertransaksi melalui DM. Bagi pembeli yang memang terbiasa menggunakan DM untuk transaksi jual-beli dengan teman dekat, rasanya bentuk transaksi tersebut sudah dirasa cukup aman.

Padahal ada resiko tersembunyi berupa penipu yang berkedok sebagai penjual, melepaskan tanggung jawab yang ada pada transaksi dengan cara blok akun pembeli.

Akan lebih baik apabila Sobat Pintar memilih e-commerce untuk melakukan transaksi karena sebelum barang dikonfirmasi penerimaannya oleh pembeli, dana yang dikirimkan ke penjual akan ditahan oleh sistem terlebih dahulu.

4. Cara penipu membalas konfirmasi pembayaran yang dilakukan calon korban, terbilang sangat lamban

Setelah menjalankan 3 ciri di atas, biasanya akan sangat mudah bagi oknum menjalankan aksi ini.

Setelah penipu berhasil mengelabui pembeli sebagai korban, maka penipu akan menghilang dengan membawa dana yang ditransfer tanpa mengirimkan barang ke pembeli.

Jadi, kembali ke ciri yang nomor 3, inilah mengapa sebaiknya Sobat Pintar menyelesaikan transaksi jual beli online hanya dari e-commerce. 

Cara Melaporkan Penipuan Online Agar Uang Kembali

Banyak korban yang melaporkan penipuan online dan berharap agar dana yang mereka keluarkan bisa kembali. Untuk mengharapkan uang kembali dari kasus penipuan online, rasanya kecil kemungkinan keberhasilannya. 

Apalagi jika Sobat Pintar pernah melaporkan penipuan online ke pihak kepolisian tanpa ada tanggapan, mungkin Sobat Pintar bisa memilih pelaporan dengan jalur online dengan berbagai pilihan berikut ini.

1. Cara melaporkan akun penipu melalui instagram @indonesiablacklist

Instagram menjadi salah satu media sosial pilihan para oknum penipu untuk menjaring banyak korban melalui akun yang berkedok sebagai akun bisnis yang menjual barang tertentu. 

Maka dari itu, pemilik akun @indonesiablacklist menyediakan wadah bagi para korban penipuan online untuk berbagi informasi akun instagram yang digunakan untuk melancarkan berbagai modus penipuan online. 

Untuk dapat memberikan informasi akun penipu melalui instagram @indonesiablacklist, Sobat Pintar bisa melakukannya tanpa dipungut biaya.

2. Cara melaporkan rekening akun penipuan online melalui laman cekrekening.id

Pihak penipu sudah pasti menyertakan nomor rekening untuk melancarkan modus penipuan online yang telah disusun sedemikian rupa.

Apabila Sobat Pintar pernah terjebak oleh penipuan online dengan modus jual beli, sebaiknya Sobat Pintar melaporkan rekening yang digunakan penipu untuk menerima dana ke laman cekrekening.id. 

Memang dengan melaporkan rekening tersebut tidak akan menjamin korban mendapatkan ganti rugi, namun pelaporan rekening tersebut bisa membantu masyarakat agar tidak terjebak modus penipuan jual-beli.

Untuk membuat laporan tentang rekening penipu, Sobat pintar bisa mengaksesnya melalui menu “laporkan rekening” yang ada di halaman utama cekrekening.id. 

Apabila Sobat Pintar mencurigai suatu rekening sebelum melakukan transaksi, maka Sobat Pintar bisa melakukan cek rekening dengan cara memasukkan rekening penjual.

Nantinya, web akan membuat informasi apakah rekening tersebut pernah dilaporkan sebagai rekening penipu.

3. Cara melaporkan penipuan online dengan pemblokiran rekening bank

Korban juga bisa saja membuat laporan untuk meminta bank yang menaungi rekening penipu agar memblokir rekening milik penipu.

Korban cukup mendatangi CS bank tersebut dan membawa bukti laporan yang valid atas terjadinya penipuan online melalui modus jual beli.

Apabila syarat dan ketentuan lainnya sudah lengkap, maka bank bisa memproses blokir rekening tersebut.

Itulah berbagai ciri penipuan online dan cara melaporkan penipuan online. Penipuan online tidak hanya terjadi dengan modus jual beli, namun bisa juga terjadi dengan modus fintech pinjaman tunai cepat cair.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload