Susunan Surat Perjanjian Pinjam Uang dan Contohnya

21 Aug 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 21 Aug 2026

Pinjam uang adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan dana saat ada keperluan mendesak. Sayangnya, pemenuhan kebutuhan keuangan dari pinjaman berpotensi menimbulkan perselisihan yang cukup rumit. Oleh karenanya, penting untuk membuat surat perjanjian pinjam uang agar pemberi dan penerima pinjaman bisa menjalankan kewajibannya satu sama lain secara transparan. Pelajari susunan surat pinjam uang beserta contohnya dalam artikel berikut ini.

surat perjanjian pinjam uang

Baca juga: 6 Tips yang Harus Diketahui Sebelum Mengajukan Pinjaman Daring

Pengertian Surat Perjanjian Pinjam Uang

Surat perjanjian pinjam uang ini dibuat untuk menghindari adanya hal-hal yang tak diinginkan yang bisa saja terjadi di kemudian hari terkait pinjam uang dan menjadi bukti tertulis untuk menjamin kedua belah pihak. Selain itu, surat perjanjian pinjam uang dibuat untuk mengatur batasan hak dan kewajiban dari kedua belah pihak. Terkait dengan jenisnya, contoh surat pinjam uang dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Surat perjanjian autentik-jenis surat perjanjian pinjam uang yang prosesnya dihadiri oleh pejabat pemerintah sebagai saksi
  2. Surat perjanjian di bawah tangan-surat perjanjuan yang proses pembuatannya tidak dihadiri oleh pejabat pemerintah sebagai saksi. 

Susunan dalam Surat Perjanjian Pinjam Uang

Surat perjanjian pinjam uang memang memiliki nilai yang sangat penting. Oleh karenanya, susunan dari surat perjanjian tersebut pun harus sesuai dengan ketentuan yang ada. Berikut adalah susunan surat yang bisa menjadi referensi.

  1. Identitas kedua belah pihak

Identitas dari kedua belah pihak yang terdiri dari nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, status pekerjaan, dan nomor KTP harus ditulis dengan jelas dan sebenar-benarnya.

  1. Ketentuan-ketentuan perjanjian

Bagian ini berisi kesepakatan dengan rinci dan harus mencakup pula mekanisme penyelesaian sengketa. Hal tersebut sejalan dengan tujuan dari surat perjanjian yang ingin mengatasi jika ada perselisihan yang muncul.

  1. Nominal pinjaman beserta bunganya (jika ada)

Nominal atau jumlah pinjaman uang juga beserta bunganya menjadi hal wajib untuk dicantumkan sebagai bagian dari transparansi surat perjanjian.

  1. Jaminan/agunan (jika ada)

Beberapa penyedia pinjaman mewajibkan adanya agunan dalam pengajuan pinjaman. Cermati kembali kebijakan penyedia pinjaman dan jika ada agunan yang dibutuhkan, pastikan untuk menuliskan rinciannya dalam surat perjanjian. Jika tidak adam cukup sampaikan bahwa pinjaman diberikan tanpa agunan.

  1. Tanda tangan di atas meterai

Sebelum menandatangani surat perjanjian, pastikan untuk menuliskan nama lengkap dengan benar. Kemudian, bubuhkan tanda tangan melintasi meterai agar penggunaan meterai dalam dokumen dinyatakan valid. 

Baca juga: Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Bayar Utang

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menandatangani

Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam surat pinjam uang oleh kedua pihak. Mengingat surat ini bersifat sangat penting, maka isi surat harus dipahami dengan benar oleh kedua pihak, berikut di antaranya:

  1. Hak dan kewajiban dari kedua belah pihak
  2. Ketentuan pengenaan denda yang umumnya diberlakukan berupa penyitaan aset hingga pemberian sanksi tertentu
  3. Cara penyelesaian perselisihan  

Tentunya, kedua belah pihak harus membaca dengan saksama sebelum menandatangani surat. Apabila merasa keberatan dengan beberapa hal tersebut, kedua belah pihak bisa bernegosiasi kembali. Namun, jika kedua belah pihak telah sepakat, surat bisa segera ditandatangani.  

Baca juga: Apa Sanksi Tidak Bayar Pinjaman Daring? Ini Daftar Lengkapnya

Contoh Surat Perjanjian Pinjam Uang

SURAT PERJANJIAN PINJAM UANG

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : [Nama Lengkap Pemberi Pinjaman]
NIK : [Nomor KTP]
Alamat : [Alamat Lengkap]

Selanjutnya disebut Pihak Pertama (Pemberi Pinjaman).

Nama : [Nama Lengkap Peminjam]
NIK : [Nomor KTP]
Alamat : [Alamat Lengkap]

Selanjutnya disebut Pihak Kedua (Peminjam).

Kedua belah pihak sepakat membuat perjanjian pinjam uang dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Pihak Pertama meminjamkan uang sebesar Rp[Nominal] ([Terbilang]) kepada Pihak Kedua.
  2. Pinjaman ini [dikenakan bunga sebesar …% per bulan / tidak dikenakan bunga].
  3. Pinjaman wajib dilunasi selambat-lambatnya pada [Tanggal Jatuh Tempo].
  4. Apabila pembayaran terlambat, Pihak Kedua dikenakan denda sebesar [Rp…/% per hari] dari sisa pinjaman.
  5. [Jika ada jaminan] Sebagai jaminan, Pihak Kedua menyerahkan [jenis barang jaminan].

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak mana pun.

[Tempat], [Tanggal]

Pihak Pertama Pihak Kedua


(Tanda tangan & meterai) (Tanda tangan & meterai)

Frequently Asked Questions

  1. Apakah Wajib Pakai Meterai?

Surat perjanjian wajib pakai meterai untuk dibawa ke pengadilan, sebab meterai berfungsi sebagai pajak dokumen yang menjadikan surat perjanjian sebagai dokumen penting.  Meski begitu, surat tanpa meterai tetap dinyatakan sah secara hukum.

  1. Apa Bedanya dengan Surat Pernyataan Kesanggupan Bayar? 

Surat perjanjian utang dibuat saat proses pengajuan pinjaman terjadi sehingga penerima dan pemberi pinjaman bisa menjalankan kewajibannya kepada satu sama lain. Sementara surat kesanggupan bayar dibuat saat peminjam tidak bisa membayar dengan tepat waktu.

Membuat surat perjanjian pinjam uang secara lengkap dan jelas merupakan langkah penting untuk mencegah risiko perselisihan di kemudian hari bagi penerima dan penyedia pinjaman. Jika berencana mengajukan pinjaman dalam jumlah besar, pertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan notaris.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

21 Aug 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download