Modal bisnis adalah salah satu hal yang penting untuk direncanakan saat memulai bisnis. Dengan memiliki modal yang cukup, pemilik bisnis bisa menjalankan rencana bisnisnya dengan baik. Selain itu, pemilik bisnis juga bisa lebih mudah menyiapkan jaring pengaman dalam kondisi keuangan saat bisnis berjalan di luar rencana. Tentunya, semua hal tersebut berkaitan dengan pengelolaan modal yang dimiliki. Agar tak salah langkah, simak langkah awal untuk kelola modal bisnis sebelum memulai usaha berikut ini.

Baca juga: 4 Pinjaman Modal Usaha Ini Bisa Jadi Solusi Bisnis Anda
1. Hitung Total Kebutuhan Modal Bisnis
Kebutuhan modal bisnis umumnya dikategorikan dalam 3 kelompok, yaitu; modal awal, modal operasional, dan dana cadangan. Masing-masing kategori memiliki kegunaannya dan penting bagi pemilik bisnis untuk memastikan bahwa masing-masing modal sudah digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Modal Awal
Modal awal adalah modal yang umumnya digunakan sebelum bisnis beroperasi. Kisaran modal awal dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan bisnis, namun umumnya meliputi; biaya sewa tahunan kantor/ruko, biaya perizinan, mesin produksi, peralatan serta perlengkapan yang dibutuhkan untuk memulai usaha.
Modal Operasional
Modal operasional adalah modal yang dibutuhkan untuk suatu bisnis beroperasi sesuai jam kerjanya dan umumnya dikeluarkan secara rutin sesuai jadwalnya. Modal operasional biasanya digunakan untuk membayarkan gaji karyawan, sewa tempat bulanan, utilitas dan layanan berbayar, dan sebagainya. Karena bersifat rutin, modal operasional tetap harus dibayarkan terlepas dari naik-turunnya volume penjualan.
Dana Cadangan/Darurat
Seperti pada manajemen keuangan pribadi, dana cadangan juga dibutuhkan agar bisnis tetap berjalan meskipun terdapat kejadian yang bersifat mendesak. Dalam berbisnis, tak jarang pemiliknya akan menghadapi situasi yang berdampak kerugian sewaktu-waktu. Dalam situasi tersebut, pengusaha bisa mengandalkan dana cadangan agar operasional perusahaan bisa berjalan dengan stabil. Besaran ideal dana cadangan untuk usaha yang disarankan adalah 3-6 bulan biaya operasional rutin.
2. Pisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Bisnis
Tak sengaja menggabungkan pengaturan keuangan pribadi dan perusahaan memang terlihat sepele. Namun hal tersebut bisa membawa masalah di kemudian hari, sehingga penting untuk memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis. Dengan membuka rekening baru untuk keperluan bisnis, pemilik usaha bisa melihat mutasi rekening dengan mudah, sehingga bisa menghindari kesalahan laporan keuangan, termasuk di dalamnya laporan pajak dan untung-rugi perusahaan.
3. Tentukan Sumber Modal Bisnis yang Tepat
Ada berbagai cara untuk mendapatkan dana modal bisnis. Masing-masing sumber modal bisnis memiliki keunggulan dan kekurangannya, pelajari selengkapnya.

Tabungan Pribadi
Tabungan pribadi adalah salah satu modal bisnis yang rendah risiko. Di sisi lain, tabungan pribadi kemungkinan mengalami keterbatasan dalam nominal. Akibatnya, terdapat kemungkinan usaha tidak berkembang secara maksimal. Namun hal tersebut bisa juga dikelola risikonya dengan menerapkan pengelolaan keuangan usaha dengan baik.
Patungan atau Investor
Dengan mencari rekan untuk patungan ataupun sebagai investor, pemilik usaha harus siap untuk membagikan keuntungan perusahaannya terhadap rekan/investor. Selain membutuhkan proposal bisnis yang jelas dan menarik, pemilik usaha juga harus bisa menilai apakah partner/investor merupakan pihak yang memiliki kredibilitas/akuntabilitas yang mendukung berkembangnya usaha.
Pinjaman Modal Usaha
Pinjaman adalah salah satu alternatif yang cukup populer bagi pemilik usaha untuk mendapatkan modal usaha. Umumnya di Indonesia pinjaman untuk modal usaha disediakan oleh bank maupun lembaga keuangan resmi dan bisa diakses oleh masyarakat Indonesia. Pelajari tenor, bunga, dan ketentuan yang disediakan oleh pemberi pinjaman sebelum mengajukan pinjaman modal usaha. Jika perlu, lakukan survei bank/lembaga keuangan pemberi pinjaman untuk mencari pilihan terbaik.
Baca juga: Bisnis Rice Bowl: Panduan Lengkap Modal, Strategi, dan Tips Sukses
4. Pilih Pinjaman Modal Usaha yang Aman dan Terpercaya
Pinjaman modal usaha yang aman dan terpercaya bisa didapatkan melalui bank maupun aplikasi pinjaman daring. Akibat kemudahan proses pengajuan dan kecepatan pencairan pinjaman, aplikasi pinjaman daring menjadi salah satu pilihan yang populer bagi masyarakat untuk mendapatkan modal usaha. Penting untuk memilih aplikasi penyedia pinjaman modal usaha yang bisa diandalkan dengan ikuti tips berikut.
Pastikan Berizin dan Diawasi OJK
OJK bertugas untuk mengawasi, mengatur, dan melindungi masyarakat yang menggunakan layanan pinjaman daring. Tugas tersebut meliputi pengaturan syarat perizinan dan operasional perusahaan pinjaman daring. Oleh karenanya, pastikan aplikasi pinjaman daring pilihanmu telah berizin dan diawasi OJK sebagai tanda bahwa aplikasi tersebut resmi beroperasi di Indonesia.
Cek Transparansi Bunga dan Biaya
Bukan rahasia lagi jika bunga dan biaya adalah dua hal yang cukup krusial untuk dipertimbangkan saat memilih pinjaman daring. Saat memilih pinjaman daring, ada berbagai jenis biaya yang wajib untuk disampaikan secara rinci, di antaranya; suku bunga, biaya admin, dana pinjaman yang diterima.
Sesuaikan dengan Kemampuan Bayar
Kewajiban pembayaran adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi bagi penerima pinjaman. Untuk menjaga agar arus kas usaha tetap sehat, pengusaha juga harus menghitung kemampuan bayar pinjaman sebelum mengajukannya, mengingat pengajuan pinjaman adalah salah satu transaksi keuangan berisiko tinggi.
5. Buat Proyeksi Arus Kas Sederhana
Proyeksi arus kas sederhana adalah gambaran sederhana dari dana yang dimiliki dan dikeluarkan selama kurun waktu tertentu. Bagi pengusaha, proyeksi arus kas bisa menjadi indikator pencapaian yang bermanfaat bagi pengembangan usaha. Saat menyusun proyeksi arus kas sederhana, pastikan untuk menulis pemasukan, pengeluaran, dan dana darurat di dalamnya. Berikut contoh proyeksi arus kas selama 3 bulan dan 6 bulan pertama.
| Kategori Dana | Proyeksi 3 bulan | Proyeksi 6 bulan |
| Saldo awal kas | Rp50.000.000,- | Rp50.000.000,- |
| Total kas masuk | Rp90.000.000,- (asumsi Rp30.000.000,- per bulan) | Rp180.000.000,- (asumsi Rp30.000.000,- per bulan) |
| Total kas keluar | Rp60.000.000,- (asumsi Rp20.000.000,- per bulan) | Rp120.000.000,- (asumsi Rp20.000.000,- per bulan) |
| Surplus operasional | Rp30.000.000,- | Rp60.000.000,- |
| Saldo akhir kas | Rp80.000.000,- | Rp110.000.000,- |
Kredit Pintar Solusi Modal Usahamu
Kredit Pintar hadir dengan kemudahan pengajuan dan limit hingga Rp50.000.000,- dan tenor hingga 12 bulan, cocok untuk modal usahamu. Ajukan pinjaman modal usaha dari Kredit Pintar dengan submit data diri, KTP, dan berbagai berkas lainnya dengan mudah lewat aplikasi. Download aplikasi Kredit Pintar di Play Store/App Store bebas biaya dan nikmati kemudahan pengajuannya.
Baca juga: Cara Dapatkan Pinjaman Modal Usaha tanpa Jaminan
Pertanyaan Terkait
Berapa Modal Minimal untuk Memulai Usaha Kecil?
Umumnya, usaha kecil bisa dimulai dengan modal di bawah 1 juta rupiah, bergantung pada usaha yang dijalankan. Semakin besar modal yang dibutuhkan, semakin besar pula kapasitas produksi yang harus dipenuhi agar usaha bisa berjalan dengan stabil.
Apakah Boleh Pakai Pinjaman Daring untuk Modal Usaha?
Pakai pinjaman daring untuk modal usaha diperbolehkan selama peminjam memahami berbagai kewajiban beserta syarat dan ketentuan yang ditetapkan aplikasi pemberi pinjaman.
Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.


