6 Tips yang Harus Diketahui Sebelum Mengajukan Pinjaman Daring

11 Aug 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 11 Aug 2026

Pinjaman daring menjadi populer karena menawarkan kemudahan dalam proses pinjaman. Layanan pendanaan berbasis digital kian digandrungi lantaran menyuguhkan fleksibilitas yang lebih unggul ketimbang kredit perbankan konvensional, salah satunya adalah proses pengajuan dan pencairannya yang relatif cepat. Di sisi lain, tak dapat dipungkiri masih ada banyak kejadian penipuan yang berkedok pinjaman online di Indonesia. Agar senantiasa waspada dan bijak dalam mengatur keuangan, perhatikan 6 tips berikut sebelum mengajukan pinjaman daring. 

sebelum mengajukan pinjaman daring

Baca juga: Risiko Galbay Pinjaman Daring

1. Pilihlah penyedia pinjaman resmi berizin dan diawasi OJK

Ada banyak aplikasi penyedia pinjaman daring di Indonesia. Penting untuk memastikan aplikasi pilihanmu telah berizin dan diawasi OJK.  Tujuannya adalah agar terhindar dari penipuan dari penyedia pinjaman online “gadungan”, selain itu untuk menjaga keamanan data pribadi yang dimasukkan ke website atau aplikasi pinjaman online. 

Selain itu, pastikan website pinjaman online tersebut telah diverifikasi sebagai situs resmi. Caranya adalah dengan melihat tanda ikon “gembok” pada bagian link alamat web sebagai penanda bahwa website tersebut aman untuk diakses, contohnya adalah pada website www.kreditpintar.com.  Saat mengakses situs tersebut, terdapat ikon gembok yang menandakan situs aman untuk diakses. 

2. Perhatikan syarat dan ketentuan pada setiap penyedia pinjaman daring

Sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk membaca dan mempelajari terlebih dahulu ketentuan yang telah ditetapkan oleh penyedia pinjaman daring karena dengan menyetujui syarat tersebut artinya peminjam siap dengan risiko yang akan diterima jika terjadi pelanggaran.

Hal pertama yang wajib diperhatikan pada syarat dan ketentuan adalah berbagai jenis biaya yang menyertai saat menerima pinjaman, seperti; biaya administrasi atau biaya admin, biaya provinsi, dan denda keterlambatan. Tentunya biaya-biaya ini perlu dipahami terlebih dahulu supaya tidak terjadi kesalahpahaman saat membayar pengembalian pinjaman. 

Kemudian, pahami syarat dan ketentuan terkait dengan informasi dan data pribadi yang harus dipenuhi sebelum pengajuan pinjaman, di antaranya; KTP dan NPWP, informasi akun bank (tanpa meminta foto buku rekening atau rekening koran), dan informasi pekerjaan. Jika terdapat penyedia pinjaman online yang meminta data pribadi lebih dari itu maka lebih baik untuk tidak melanjutkan transaksi, karena terdapat kemungkinan data tersebut dipergunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

3. Hitung jumlah bunga pinjaman yang harus dibayarkan

Setiap pinjaman daring pasti membebankan sejumlah bunga pinjaman yang harus dibayarkan saat pengembalian. Jumlah bunga pinjaman dapat bervariasi pada setiap aplikasi pinjaman. Penyedia pinjaman online biasanya akan menampilkan bunga pinjaman dalam satuan per hari, per bulan dan per tahun. Pilihlah penyedia pinjaman yang menawarkan bunga pinjaman dari pinjaman yang cenderung ringan, sehingga tidak akan memberatkan saat pengembalian dana pinjaman. 

Baca juga: Mengenal Apa itu KTA, Syarat dan Tipsnya

4. Pinjamlah dana sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar

Sebelum membuat pengajuan, ada baiknya untuk mempertimbangkan meminjam sesuai dengan jumlah dana yang dibutuhkan, dengan kapasitas membayar kembali pinjaman tersebut. Pastikan dana pinjaman tersebut memang benar-benar dibutuhkan, baik untuk modal usaha, kebutuhan pendidikan, dan sebagainya. Hindari pengajuan pinjaman untuk memenuhi gaya hidup dan kebutuhan yang bersifat konsumtif, seperti untuk belanja, liburan, dan lain-lain.

5. Sesuaikan rencana keuangan dengan tenor pinjaman

Pertimbangkan jumlah penghasilan, tenor pinjaman dan jumlah yang harus dibayarkan saat pengembalian pinjaman. Hindari risiko beban pinjaman melebihi penghasilan yang dapat menyebabkan keterlambatan pengembalian pinjaman. Tenor pinjaman bisa sangat bervariasi, mulai dari 14 hingga 360 hari. Dengan bekal pengetahuan tersebut, peminjam bisa membuat penyesuaian rencana keuangan yang lebih baik.  

6. Perhatikan risiko jika gagal bayar pinjaman

Gagal bayar pinjaman adalah risiko yang jarang dipertimbangkan saat proses pengambilan pinjaman. Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang gagal bayar pinjaman, di antaranya;

  1. Mengandalkan penghasilan yang tidak pasti
  2. Tidak mencatat tanggal jatuh tempo pembayaran
  3. Gali lubang tutup lubang

Jika gagal bayar pinjaman terjadi, ada berbagai konsekuensi yang harus dihadapi oleh peminjam, seperti;

  1. Denda keterlambatan pembayaran yang terus berjalan
  2. Riwayat kredit macet yang tercatat dalam SLIK OJK
  3. Mendapatkan kunjungan debt collector sesuai dengan prosedur yang berlaku

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam dan Cara Memilihnya

Jika masih ragu, tunda dulu pengajuanmu

Setelah menilai berbagai pertimbangan yang disampaikan pada tips di atas, artinya kamu bisa selangkah lebih bijaksana dalam memutuskan apakah akan menggunakan pinjaman daring atau tidak. Jika siap menerima seluruh syarat dan ketentuannya, kamu bisa memproses lebih lanjut pengajuan pinjamanmu. Namun, jika merasa ragu karena terlalu berisiko, kamu bisa menunda pengajuan pinjaman dan mempertimbangkan opsi lain, seperti; membuat bisnis sampingan maupun menjual barang preloved/secondhand untuk mendapatkan dana yang sesuai kebutuhanmu.  

Kredit Pintar solusi keuanganmu

Kredit Pintar hadir sebagai solusi keuangan untuk berbagai kebutuhanmu. Ajukan dana ekstra dari aplikasi Kredit Pintar dengan limit hingga 50 juta rupiah. Install aplikasi Kredit Pintar dan buat pengajuan dengan lengkapi data diri, KTP, dan dokumen tambahan lainnya. Kredit Pintar telah berizin dan diawasi OJK. 

Frequently Asked Questions

1. Apa saja yang diperlukan untuk pinjaman daring?

Pertama, lengkapi data diri yang diminta saat pengajuan pinjaman daring. Kemudian, kamu juga akan membutuhkan KTP dan kemungkinan juga data pendukung seperti NPWP dan slip gaji. 

2. Bagaimana cara pengajuan pinjaman daring agar diacc? 

Pastikan untuk melengkapi kolom data diri dengan benar. Jika diwajibkan untuk melampirkan foto dokumen tambahan, pastikan foto diambil dengan pencahayaan yang baik dan tidak kabur. 

3. Skor kredit jelek apakah bisa pinjam lagi?

Dengan skor kredit jelek, kemungkinan besar pengajuan pinjaman tidak bisa diproses. Oleh karenanya, waspadai penawaran pinjaman yang bisa diproses tanpa pengecekan skor kredit/BI Checking karena umumnya beroperasi di luar pengawasan OJK. 

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

11 Aug 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download