Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Bayar Utang

13 Aug 2026 by kreditpintar, Last edit: 13 Aug 2026

Secara umum, surat pernyataan kesanggupan didefinisikan sebagai salah satu bentuk surat yang dibuat secara formal atau resmi dan memiliki kekuatan hukum. Contoh keperluan yang dimaksud adalah seperti membayar hutang, menjalani ikatan dinas, menaati suatu peraturan, dan sebagainya. Surat pernyataan kesanggupan dibuat untuk menyatakan kesanggupan seseorang atau sekelompok orang secara tertulis. Bagaimana cara membuat surat pernyataan kesanggupan membayar utang agar sah di mata hukum? Ketahui dalam artikel berikut.

Baca juga: Cara Membuat Surat Perjanjian yang Sah

Kapan Surat Ini Dibutuhkan?

Surat pernyataan kesanggupan bayar utang diperlukan ketika ada perubahan kesepakatan awal terkait pertanggungjawaban pembayaran pinjaman. Berikut adalah gambaran situasinya.

1. Pihak peminjam memohon keringanan pinjaman

Dalam skenario pembayaran pinjaman, terkadang ada situasi yang menyebabkan peminjam kesulitan membayar pinjaman akibat kesulitan keuangan. Oleh karenanya, surat pernyataan ini dibutuhkan untuk meminta keringanan pinjaman, baik melalui perpanjangan tenor maupun perubahan skema cicilan. Dengan adanya surat pernyataan, peminjam bisa mencegah denda yang terus berjalan jika pembayaran macet.

2. Pihak pemberi pinjaman membutuhkan pengakuan utang secara tertulis

Dari skenario di atas, pihak pemberi pinjaman bisa saja mengalami kerugian akibat pembayaran pinjaman yang macet. Oleh karenanya, surat pernyataan dibutuhkan sebagai bukti yang kuat untuk dibawa ke pengadilan apabila peminjam terbukti mengingkari janjinya. Selain itu, surat pernyataan juga berfungsi untuk mengikat peminjam agar memberikan komitmen tertulis yang sah secara hukum. 

Baca juga: Cara Membuat Surat Perjanjian Gadai Mobil yang Benar

Cara Bernegosiasi Sebelum Membuat Surat Pernyataan

Negosiasi adalah salah satu tahapan yang cukup krusial dalam membuat surat pernyataan kesanggupan bayar utang. Berikut langkah-langkah negosiasi dalam menyiapkan surat pernyataan tersebut.

Hubungi Kreditur atau Layanan Pelanggan Resmi

Sebagai peminjam, akan lebih baik untuk tidak menghindari kontak dengan pemberi pinjaman. Menghubungi pemberi pinjaman adalah salah satu inisiatif yang patut diapresiasi dan akan meringankan peminjam dalam proses negosiasi. Hubungi pihak peminjam melalui saluran komunikasi resmi, baik melalui email maupun telepon dan minta untuk dihubungkan dengan divisi penanganan kredit bermasalah. Setelah berhasil, pastikan untuk mencatat nama staf terkait, tanggal, beserta nomor laporan. 

Jelaskan Penghasilan dan Ajukan Angka Cicilan yang Realistis

Meskipun bisa minta keringanan utang, peminjam juga berkewajiban untuk mengkomunikasikan kondisi keuangannya secara jujur terhadap pemberi pinjaman. Dalam permintaan surat, pastikan untuk melampirkan bukti konkret berupa slip gaji maupun rekening koran selama 3 bulan terakhir. Jika kondisi finansial memburuk akibat kehilangan pekerjaan, lampirkan juga surat keterangan Pemutusan Hubungan Kerja yang dirilis oleh perusahaan.

Ajukan Rescheduling, Reconditioning, atau Restructuring

Dalam proses negosiasi, terdapat berbagai istilah perbankan yang bisa digunakan dalam meminta keringanan pembayaran utang. Pelajari perbedaannya agar tak salah memilih.

  1. Rescheduling– Permintaan perpanjangan tenor untuk meringankan nilai cicilan bulanan.
  2. Reconditioning– Permintaan perubahan syarat pinjaman, seperti; penghapusan biaya keterlambatan atau penurunan suku bunga
  3. Restructuring– Gabungan dari permintaan perpanjangan tenor, penurunan bunga, atau mengubah tunggakan menjadi pokok utang baru

Dokumentasikan Kesepakatan Secara Tertulis

Mengingat hasil negosiasi akan disahkan secara hukum, maka penting untuk mendokumentasikan kesepakatan yang dibuat secara tertulis. Peminjam bisa meminta draf Surat Pernyataan Kesanggupan Pembayaran Utang versi terbaru setiap melakukan perubahan negosiasi. Jika semua pihak sudah menyetujui, tanda tangani surat di atas meterai Rp 10.000 dan pastikan peminjam menyimpan satu salinan asli surat pernyataan. 

Komponen yang Wajib Ada dalam Surat

Dalam membuat surat pernyataan kesanggupan pembayaran utang, pastikan untuk memuat rangkaian komponen berikut ini.

  1. Identitas– Cantumkan nama lengkap/nama institusi dari kedua belah pihak, nomor kartu identitas/nomor pendirian institusi, dan alamat domisili kedua belah pihak
  2. Asal utang– Cantumkan tanggal perjanjian awal beserta nomor perjanjian, nama pemberi pinjaman lama, dan alasan pengajuan pinjaman
  3. Nominal utang– Saat menulis nominal utang sertakan jumlah pokok utang yang tersisa, bunga yang disepakati, dan total akumulasi yang wajib dibayar
  4. Jadwal pembayaran– Tuliskan tanggal jatuh tempo pelunasan yang telah disepakati dan sertakan jumlah cicilannya
  5. Cara pembayaran-Cantumkan informasi nama bank, nomor rekening, dan nama pemilik rekening yang disepakati untuk menerima pembayaran pinjaman

Format Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar Hutang

Saat membuat surat pernyataan kesanggupan membayar utang, berikut adalah format yang wajib diikuti. 

  1. Judul berada di tengah atas yang menjelaskan secara garis besar mengenai isi, maksud dan tujuan surat
  2. Identitas pembuat surat, terdiri atas nama lengkap, tanggal lahir, alamat domisili serta nomor ponsel yang masih aktif
  3. Isi dari pernyataan surat 
  4. Penutup
  5. Tempat dan tanggal pembuatan surat
  6. Nama jelas tanpa kesalahan penulisan serta tanda tangan dengan meterai

Ketentuan dan Persyaratan Hukum (KUHD)

KUHD atau Kitab Undang-undang Hukum Dagang menyebutkan bahwa surat kesanggupan membayar utang merupakan sebuah penyanggupan tak bersyarat untuk membayar sejumlah nominal uang pada tempat dan tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan. Berdasarkan pada pasal 174 dalam KUHD, dinyatakan bahwa ada beberapa poin yang semestinya wajib tertera dalam surat tersebut, di antaranya:

  1. Penyebutan kata “surat sanggup membayar” atau bisa juga “promes atas” kepada tertunjuk surat
  2. Memuat pernyataan mengenai kesanggupan yang tidak bersyarat untuk membayar sejumlah nominal uang
  3. Penyertaan tempat pembayaran utang
  4. Penyertaan waktu jatuh tempo utang
  5. Pencantuman nama orang yang akan melakukan pembayaran/pembuat surat
  6. Pencantuman nama tujuan pembayaran atau kepada siapa proses pembayaran dilakukan 
  7. Pencantuman tanggal dan tempat surat ditandatangani
  8. Tanda tangan pembuat surat 

Selain beberapa hal tersebut, ada juga beberapa klausa penting lain yang mesti diperhatikan jika ingin membuat surat pernyataan kesanggupan membayar hutang, seperti:

  1. Jika hari pembayaran hutang tidak ditetapkan, pemberi pinjaman akan menganggap bahwa utang bisa dibayar kapan saja
  2. Apabila dasar bunga tak ditetapkan dalam surat, dianggap tak ada bunga
  3. Jika tempat pembayaran tidak ditentukan, secara otomatis uang diserahkan di tempat penandatanganan
  4. Apabila penerima tak disebutkan, surat tersebut dianggap akan diberikan untuk tanggungan penandatanganan surat pernyataan kesanggupan membayar

Peran Saksi dan Kapan Perlu Notarisasi

Saksi diperlukan dalam proses pembuatan surat kesanggupan pembayaran utang karena akan berperan sebagai alat bukti sah di pengadilan yang menyatakan bahwa penandatanganan surat dilakukan tanpa paksaan. 

Selain saksi, ada beberapa keadaan di mana proses pembuatan surat memerlukan adanya Notaris. Umumnya, Notaris dibutuhkan pada proses legalisasi untuk memastikan tanggal dan identitas penanda tangan tidak dipalsukan. Selain itu, jika pemberi pinjaman ingin membuat Akta Pengakuan Utang demi meminimalisir risiko peminjam ingkar janji, pihak Notaris bisa memfasilitasi hal tersebut. 

Manfaat Pembuatan Surat Pernyataan

Seperti surat pernyataan pada umumnya, sudah seharusnya kedua pihak mendapatkan manfaat dalam pembuatannya. Berikut manfaat surat kesanggupan pembayaran utang bagi masing-masing pihak.

Bagi Pihak Pemberi Utang

Adapun manfaat surat pernyataan kesanggupan membayar hutang bagi pihak yang memberi hutang adalah seperti berikut.

  1. Memberi rasa aman dan percaya terhadap kelancaran pembayaran
  2. Untuk memberikan garansi ataupun jaminan lebih
  3. Bisa menjadi bukti tanggung jawab dari pihak peminjam atau yang berhutang yang sifatnya mengikat beserta dengan sanksi-sanksi jika ada salah satu pihak yang ingkar janji
  4. Dapat menjadi sebuah bukti tambahan agar bisa mengajukan gugatan di pengadilan kelak apabila misalnya pihak yang berhutang atau debitur lalai memenuhi kewajiban mereka

Bagi Pihak Berutang

Berikut adalah manfaat yang diterima pihak penerima pinjaman.

  1. Menjadi acuan bagi pihak peminjam untuk memenuhi kewajibannya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku
  2. Sebagai dasar untuk membangun kepercayaan kepada pihak pemberi pinjaman
  3. Meningkatkan kredibilitas diri 

Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar Hutang

Utang Antar-Individu

Surat Kesanggupan Membayar Utang

Melalui surat ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

NIK :

Alamat : 

Menyatakan kepada

Nama : 

NIK :

Alamat : 

Bahwa saya bersedia melunasi semua kekurangan hutang saya kepada Bapak/Ibu (nama jelas) yang identitasnya sudah saya sebutkan seperti di atas. Adapun jumlah nominal hutang yang harus saya lunasi adalah sebesar …………………. dan saya bersedia untuk melunasi hutang tersebut selambat-lambatnya pada (tanggal, bulan, tahun). 

Jika saya tak bisa melunasi pinjaman hingga tanggal tersebut maka saya bersedia dituntut di muka pengadilan. 

Demikian surat ini saya buat dalam keadaan sadar tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

(Tempat dan tanggal dibuatnya surat)

(Tanda tangan dan meterai)

Nama terang pembuat surat

Permintaan Perpanjangan atau Cicilan

Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar dan Permohonan Cicilan

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : 

NIK :

Alamat : 

Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa saya memiliki kewajiban pembayaran kepada [Nama Instansi/Perusahaan/Bank/Individu Pemberi Pinjaman] sebesar Rp (Total Nominal Utang/Tagihan) (terbilang: [Jumlah uang dalam huruf]) berdasarkan (Sebutkan nomor surat perjanjian atau ID pelanggan, jika ada).

Sehubungan dengan kendala finansial yang saya alami saat ini, dengan ini saya mengajukan permohonan perpanjangan masa pembayaran / pembayaran secara cicilan.

Adapun skema pembayaran yang sanggup saya penuhi adalah sebagai berikut:

  1. Pembayaran Pertama (DP) : Rp[Nominal] pada tanggal [Tanggal/Bulan/Tahun]
  2. Cicilan ke-1 : Rp[Nominal] pada tanggal [Tanggal/Bulan/Tahun]
  3. Cicilan ke-2 : Rp[Nominal] pada tanggal [Tanggal/Bulan/Tahun]
  4. Pelunasan : Rp[Nominal] pada tanggal [Tanggal/Bulan/Tahun]

Total keseluruhan kewajiban akan saya selesaikan selambat-lambatnya pada tanggal [Tanggal Pelunasan Akhir].

Saya bersedia mematuhi jadwal pembayaran di atas. Apabila saya tidak memenuhi kesanggupan pembayaran ini, saya bersedia menerima konsekuensi atau sanksi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan dalam keadaaan sadar serta tidak ada tekanan dari pihak mana pun.

(Tempat dan tanggal dibuatnya surat)

(Tanda tangan dan meterai)

Nama terang pembuat surat

Utang Gaji atau Korporat

SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN MEMBAYAR GAJI

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : 

Jabatan : 

Perusahaan :

Jenis Kelamin :

Nomor KTP :

Tempat, Tanggal Lahir :

Alamat : 

Dengan ini saya menyatakan kepada tim ……… bahwa saya bersedia melunasi kekurangan gaji kepada tim ……..… (nama karyawan), (nama karyawan), (nama karyawan), dan (nama karyawan).

Adapun utang yang harus saya bayar adalah sebesar Rp…….. (……..Rupiah) dan sisa uang operasional pada kwitansi. Saya bersedia membayar lunas nominal seperti yang disebutkan paling lambat pada tanggal….. . 

Jika saya tak dapat memenuhi kewajiban saya seperti yang sudah disebutkan di atas, maka saya bersedia dilaporkan kepada pihak berwajib serta bersedia dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan dalam keadaaan sadar serta tidak ada tekanan dari pihak mana pun.

(Tempat dan tanggal dibuatnya surat)

(Tanda tangan dan meterai)

Nama terang pembuat surat

Surat yang dibuat dengan Saksi

Surat Kesanggupan Membayar Utang

Melalui surat ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

NIK :

Alamat : 

Menyatakan kepada

Nama : 

NIK :

Alamat : 

Bahwa saya bersedia melunasi semua kekurangan hutang saya kepada Bapak/Ibu (nama jelas) yang identitasnya sudah saya sebutkan seperti di atas. Adapun jumlah nominal hutang yang harus saya lunasi adalah sebesar …………………. dan saya bersedia untuk melunasi hutang tersebut selambat-lambatnya pada (tanggal, bulan, tahun). 

Jika saya tak bisa melunasi pinjaman hingga tanggal tersebut maka saya bersedia dituntut di muka pengadilan. 

Demikian surat ini saya buat dalam keadaan sadar tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

(Tempat dan tanggal dibuatnya surat)

(Tanda tangan dan meterai)

Nama terang pembuat surat

SAKSI-SAKSI:

Saksi 1

Nama : [Nama Lengkap Saksi 1]

Alamat : [Alamat Lengkap Saksi 1]

Tanda Tangan: …………………………………

Saksi 2

Nama : [Nama Lengkap Saksi 2]

Alamat : [Alamat Lengkap Saksi 2]

Tanda Tangan: …………………………………

Hal yang Harus Dihindari Sebelum Menandatangani Surat 

Dalam menandatangani surat kesanggupan membayar utang, ada berbagai hal yang harus dihindari mengingat surat tersebut adalah dokumen yang sah di mata hukum, berikut di antaranya.

  1. Rincian tenggat waktu pembayaran yang tidak spesifik
  2. Besaran denda yang tidak sesuai kesepakatan
  3. Menandatangani surat dengan identitas yang keliru, baik dari kedua belah pihak maupun saksi yang tertera dalam surat
  4. Nominal utang yang tertulis tidak jelas (tercoret, terdapat kesalahan penulisan, dan lain-lain)

Setelah Utang Lunas, Apa yang Perlu Dilakukan?

Setelah melunasi utang, tentunya beban keuangan akan lebih ringan. Namun, jangan lengah dulu karena masih ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan, seperti:

  1. Menerima Surat Keterangan Lunas yang ditandatangani di atas meterai oleh pemberi pinjaman
  2. Dalam Surat Keterangan Lunas yang diterima, pastikan data diri, nomor perjanjian utang, tanggal pelunasan, dan rincian total nominal yang telah dibayar ditulis dengan lengkap dan benar
  3. Simpan bukti transaksi bersama dengan Surat Keterangan Lunas sebagai arsip pribadi
  4. Pastikan catatan BI Checking bersih dari blacklist

Frequently Asked Questions

Apakah Surat Kesanggupan Membayar Utang Harus Pakai Meterai?

Penggunaan meterai sangat diwajibkan apabila surat kesanggupan membayar utang diproyeksikan sebagai alat bukti yang kuat di pengadilan. 

Berapa Nilai Meterai yang Berlaku Sekarang?

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2020, saat ini tarif bea meterai yang berlaku adalah Rp10.000,-

Apakah Surat Kesanggupan Membayar Utang Bisa Dipakai di Pengadilan?

Dokumen surat kesanggupan membayar utang bisa menjadi dasar yang kuat untuk mengajukan gugatan di pengadilan jika pihak peminjam terbukti ingkar janji. 

Jika Sobat Pintar sedang mengalami kesulitan pembayaran pada pinjaman resmi, hubungi layanan pelanggan penyedia terkait untuk menanyakan opsi penyelesaian yang tersedia. Hitung ulang kemampuan bayar sebelum menandatangani jadwal pembayaran baru, dan hindari mengambil pinjaman baru hanya untuk menutup tagihan lama.

Artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan nasihat hukum. Untuk nilai utang yang besar atau kasus yang kompleks, konsultasikan dengan pendamping hukum atau notaris.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

13 Aug 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download