5 Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

04 Nov 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 04 Nov 2022

Investasi adalah suatu tindakan para investor atau pebisnis untuk menambah penghasilan pasif mereka. Di dalam kegiatan investasi, penting untuk paham mengenai perbedaan pasar uang dan pasar modal. Dengan demikian, apa sajakah perbedaan mendasar yang perlu dipahami sebelum benar-benar terjun di dunia investasi?

Sebelum benar-benar mengetahui dan memahami perbedaan pasar uang dan pasar modal, Sobat Pintar perlu memahami dasar dari masing-masing subjek pembahasan yang ada terlebih dahulu.

Baca juga: Alasan Reksadana Pasar Uang Pantas Menjadi Pilihan

Apa yang Dimaksud dengan Pasar Uang?

Secara umum, pasar uang adalah tempat utama bagi banyak orang untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam hal atau urusan yang berkenaan dengan dana. Untuk bisa mendapatkan dana tersebut, pelaku harus meminjam dana kepada peminjam dana dengan syarat memenuhi persetujuan berupa imbalan dalam bentuk bunga sebagai keuntungan untuk peminjam atau pemberi dana.

Sederhananya, jika Sobat Pintar sedang membutuhkan dana tambahan untuk mengelola perusahaan, maka dengan adanya pasar uang inilah perusahaan milik Sobat Pintar dapat terbantu. Sebab, di dalam pasar uang, para investor mempunyai banyak dana untuk menjadi solusi bagi mereka yang sedang membutuhkan dana.   

Pasar uang juga hadir karena adanya supply and demand antara peminjam dana dan pihak yang tengah membutuhkan dana. Di dalam praktiknya, pasar uang memiliki jatuh tempo yang singkat dengan cara melakukan aktivitas perniagaan surat berharga.

Lalu, Apa itu Pasar Modal?

Pasar modal sendiri sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi para milenial yang sudah melek finansial. Contoh pasar modal yang paling mudah diketahui ialah Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa Efek Indonesia sendiri bisa dikatakan sebagai tempat atau platform yang menyuguhkan tempat kepada berbagai macam pihak untuk melakukan transaksi jual beli atau investasi.

Dalam artian luas, pasar modal adalah sebuah fenomena ketika sebuah perusahaan membutuhkan modal untuk tetap menjalankan perusahaannya dan objek utama untuk bisa mendapatkan modal itu adalah dengan menerbitkan saham yang nantinya dapat dibeli oleh masyarakat sebagai bentuk investasi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Jadi, kalau perusahaan A sedang membutuhkan modal dan pada saat itu pula mereka sudah bisa menjual saham, Sobat Pintar sebagai masyarakat Indonesia dapat mengambil kesempatan untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut dengan cara membeli saham. Ketika perusahaan tersebut berjalan dengan baik dan berkembang pesat, maka Sobat Pintar bisa mendapatkan keuntungan berupa dividen.

Kesimpulannya terletak pada apa yang dijadikan sebagai bahan transaksi dan juga jatuh temponya. Dalam transaksinya, pasar uang menjual surat berharga jangka pendek dan pasar modal menjual surat berharga dengan jangka panjang.

Setelah mengetahui pengertian dari masing-masing subjek di atas, langkah berikutnya adalah memahami beragam perbedaan pasar uang dan pasar modal.

Baca juga: Definisi dan Fungsi Pasar Modal yang Penting

1. Berdasarkan Segi Risiko

Perbedaan pasar uang dan pasar modal yang paling utama ialah terletak pada risikonya. Setiap instrumen investasi pastinya memiliki manajemen risikonya masing-masing. Dalam hal ini, pasar modal lebih memberikan risiko yang mendalam ketimbang pasar uang karena pasar modal memberlakukan investasi dengan yang namanya jual beli saham.

Seperti yang kita ketahui, dalam berinvestasi saham, diperlukan analisa yang akurat agar ke depannya tidak mengalami kerugian akibat penurunan performa sebuah perusahaan. Oleh karena itu, Sobat Pintar harus pandai dalam menganalisa sebuah saham ketika hendak memasuki dunia pasar modal.

2. Berdasarkan Segi Jangka Waktu

Perbedaan selanjutnya antara pasar uang dan pasar modal terletak pada jangka waktunya yang sangat jauh berbeda. Jika kita kembali mengacu pada salah satu instrumen investasi pasar modal, yaitu saham, maka pasar modal lebih memiliki jangka waktu yang panjang karena di dalamnya ada berbagai macam operasi yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengelola modal tersebut. 

Berbeda dengan pasar uang yang sistem transaksinya lebih memprioritaskan kepada terpenuhinya keinginan dana dari peminjam dana yang didapat dari investor. Sebab di dalam praktiknya, peminjam dana dan pemberi dana dapat bertemu secara langsung. Hal itu menyebabkan penawaran transaksi berada pada jangka waktu yang lebih pendek.

3. Berdasarkan Segi Institusi

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Perbedaan pasar uang dan pasar modal selanjutnya yang perlu diketahui adalah dari segi institusinya. Sebenarnya, walaupun memiliki institusi yang berbeda, pasar uang dan pasar modal tetaplah sama jika dipandang dari sudut ranah segi ekonominya. Namun, institusi yang menaungi jelas berbeda.

Pasar modal berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai otoritas terpilih untuk terus mengelola kegiatan di dalam pasar modal. Sedangkan pasar uang sendiri hingga saat ini tetap di bawah pengawasan bank sentral seperti Bank Indonesia untuk tetap membuat segala transaksi dapat berjalan dengan lancar, aman dan terkendali.

4. Berdasarkan Tipe Keuntungan

Jika kita mengacu pada kata “investasi”, tentunya pasar uang dan pasar modal memiliki beragam keuntungan baik untuk investor maupun penerimanya. Nah, apa saja keuntungan yang membuat pasar uang dan pasar modal itu berbeda? Berikut penjelasannya.

Keuntungan Transaksi Pasar Modal

  1. Pasar modal memiliki berbagai macam opsi instrumen investasi yang menarik
  2. Bisa mendapatkan jaminan yang menguntungkan yang berasal dari kepemilikan saham
  3. Tingkat keuntungan atau ROI yang relatif lebih baik dan keuntungannya pun dapat diterima secara berkala selama prospek perusahaan berada di jalur yang berpotensi

Keuntungan Transaksi Pasar Uang

  1. Tingkat likuiditasnya tinggi atau dalam arti lain, Sobat Pintar bisa meraih keuntungan dengan lebih cepat dan mudah
  2. Pergerakan nilai aset yang dimiliki sangatlah stabil, sehingga lebih tepat untuk Sobat Pintar yang mungkin masih awam dengan dunia investasi
  3. Dapat dipraktikkan di mana saja dan kapan saja, bahkan kini bisa dilakukan melalui aplikasi

5. Berdasarkan Tujuan Keuangan

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Setiap aktivitas pastinya memiliki tujuan, termasuk dengan melakukan kegiatan transaksi di pasar modal dan pasar uang. Perbedaan pasar uang dan pasar modal kali ini sangatlah menonjol. Di Indonesia, kita dapat mengambil keuntungan finansial dalam jangka pendek di pasar uang dan bisa juga menanti keuntungan finansial dalam jangka panjang di pasar modal.

Itulah 5 perbedaan pasar uang dan pasar modal di Indonesia yang harus dipahami dan diketahui. Namun, setelah mencerna informasi di atas, mungkin Sobat Pintar mulai bertanya-tanya tentang di mana saja instrumen investasi yang terkait dengan pasar uang dan pasar modal. Berikut Kredit Pintar rangkum sebagai informasi tambahan.

Instrumen Pasar Uang

  1. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
  2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  3. Sertifikat Deposito
  4. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Instrumen Pasar Modal

  1. Saham
  2. Obligasi
  3. Derivatif
  4. Reksadana

Baca juga: Ingin Berinvestasi? Pahami Jenis-Jenis Investasi Berikut

Nah, itulah beragam pembahasan mengenai perbedaan pasar uang dan pasar modal yang penting untuk kita ketahui secara mendalam. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencapai kegiatan investasi yang baik dan terencana.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
04 Nov 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download