Cari Pemasukan Tambahan? Mending Jadi Reseller atau Dropshipper?

25 Feb 2019 by Edwin

Sobat Pintar ingin dapat pemasukan tambahan dengan berjualan online? Sobat Pintar datang ke artikel yang tepat!

Dunia bisnis online memang menjanjikan banyak keuntungan yang menarik minat banyak. Apalagi, sekarang berjualan online sudah jadi tren bisnis yang banyak dilakukan oleh orang Indonesia.

Apapun produknya, dari produk fashion, kecantikan, elektronik, sampai kuliner sudah bisa dijumpai secara online. Dampak semakin meningkatnya minat pembeli dalam berbelanja secara online pun jadi alasan makin suburnya berbagai model bisnis online.

Selain itu, keberadaan aplikasi eCommerce yang bisa jadi wadah penjual untuk mencari pemasukan tambahan dengan berjualan online jadi salah satu alasan utama dunia bisnis online semakin berkembang.

Dalam bisnis jualan online sendiri ada sistem Reseller dan Dropshipper yang menentukan peran dan kerja si penjual.

Lantas, apa sih perbedaan jualan online reseller dan dropshipper?

Reseller

Reseller adalah model jualan online di mana si penjual menjual ulang produk dari supplier yang sudah ada dalam stoknya.

Dengan kata lain, seorang reseller harus membeli dulu produk dari supplier kemudian menjual barang tersebut di toko online miliknya.

Sistem reseller merupakan sistem berjualan yang paling sederhana dan sudah dikenal lama dalam dunia perniagaan.

Kelebihan sistem reseller:

1. Bisa mengontrol secara langsung stok barang karena stok barang sudah di tangan.

2. Harga jual barang dari supplier bisa sangat murah.

3. Keuntungan yang didapat bisa lumayan besar walaupun dengan harga jual yang sama di pasaran. Hal ini disebabkan karena margin harga pembelian stok dan penjualan yang cukup besar seiring banyaknya barang yang dibeli oleh Reseller.

4. Bisa mengetahui spesifikasi barang lebih mendetail. Sehingga bisa menjelaskan produk secara detail kepada pembeli.

Kekurangan sistem reseller:

1. Perlu modal yang tak sedikit untuk membeli barang stok.

2. Harus punya tempat penyimpanan stok barang yang aman agar barang tidak rusak atau hilang.

3. Mau tidak mau harus mengurusi soal pengemasan dan pengiriman ke pelanggan.

4. Bisa mengalami kerugian jika barang dalam stok rusak, hilang, atau tidak laku.

Dropship

Sistem berjualan dropship bisa diartikan sebagai memasarkan produk yang stoknya masih ada di tangan supplier.

Dengan kata lain, penjual dropship atau sering disebut sebagai dropshipper tidak memiliki stok produk untuk dijual langsung.

Dropshipper hanya memasarkan produk yang masih ada di supplier. Dengan kata lain, jualan secara dropship merupakan cara mendapat pemasukan tambahan hanya bermodalkan smartphone.

Jika ada pembeli yang tertarik, dropshipper akan meneruskan pesanan ke supplier. Kemudian supplier sendiri yang akan mengirimkan barang pesanan langsung ke pembeli dengan atas nama toko milik penjual dropshipper.

Kelebihan sistem dropship:

1. Tidak membutuhkan modal banyak karena dropshipper tidak perlu membeli stok barang. Bahkan seringkali, bisnis dropship tidak membutuhkan modal sepeser pun.

2. Dropshipper tidak mengurusi tugas pengemasan dan pengiriman barang karena semuanya dilakukan oleh supplier.

3. Bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun karena komunikasi dengan pembeli maupun supplier dilakukan secara online.

Kekurangan sistem dropship:

1. Keuntungan kecil karena supplier biasanya mematok harga yang berbeda antara reseller dan dropshipper.

2. Terdapat penundaan komunikasi. Artinya, pertanyaan pembeli mengenai spesifikasi barang maupun ketersediaan barang tidak bisa langsung dijawab. Melainkan harus menanyakan dulu kepada supplier, kemudian menjawabnya kepada pembeli.

3. Penjual dropshipper rentan komplain dari pembeli karena tidak mengetahui kondisi barang, kondisi pengemasan, dan waktu pengiriman secara langsung.

Tips berjualan online

1. Tentukan sistem jualan

Setelah membaca perbedaan antara reseller dan dropshipper, Sobat Pintar bisa menentukan sistem jualan online yang ingin dijalankan.

Apakah Sobat Pintar ingin menjadi seorang reseller atau dropshipper?

Keputusan yang diambil tergantung ketersediaan waktu dan modal yang dimiliki.

Sistem berjualan ini juga bisa Sobat Pintar cantumkan dalam akun toko online yang dimiliki untuk memberi gambaran kepada penjual.

2. Buka akun toko online

Setelah menentukan sistem berjualan, langkah selanjutnya adalah membuat akun toko online.

Sobat Pintar perlu memikirkan secara matang nama toko online dan kategori barang yang dijual. Usahakan nama akun toko online yang akan dibuat mudah diingat oleh pembeli.

Sobat Pintar bisa membuka akun dalam berbagai platform, seperti dalam berbagai akun media sosial dan dalam aplikasi eCommerce.

Saat pertama membuka akun toko online, Sobat Pintar juga bisa memasarkannya dengan menggunakan akun media sosial pribadi agar menambah follower di awal.

3. Cari supplier terpercaya

Untuk membuka toko online sebagai sumber pemasukan tambahan, salah satu kunci utamanya adalah supplier yang terpercaya.

Sobat Pintar bisa mencari supplier di database online maupun dari rekomendasi toko online lain.

Jika memilih sistem penjualan dropship, usahakan untuk mencari supplier yang responsif.

Tujuannya agar delay komunikasi antara Sobat Pintar, pembeli dan supplier bisa terminimalisir. Selain itu, supplier yang responsif juga berarti supplier yang menanggapi pesanan dengan cepat.

Hal ini krusial demi menjamin kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan.

4. Pastikan kualitas barang

Sebelum mencari pemasukan tambahan dengan berjualan online, Sobat Pintar perlu memastikan kualitas produk yang akan dijual.

Langkah ini perlu dilakukan agar Sobat Pintar mengetahui kelayakan barang yang akan dijual.

Selain itu, dengan mencoba sendiri produk yang akan dijual, Sobat Pintar bisa lebih jelas saat memberikan informasi produk di etalase toko online yang dimiliki.

5. Bangun kerja sama yang baik dengan supplier

Jika toko online yang dirintis sudah berjalan, Sobat Pintar perlu membangun hubungan kerja sama yang baik dengan supplier.

Hubungan kerja sama yang baik bisa memudahkan proses pesanan-pesanan Sobat Pintar berikutnya.

Selain itu, usahakan untuk memiliki kontrak kerja sama yang jelas antara Sobat Pintar dan supplier. Kontrak tersebut berisi perjanjian minimal pembelian, cepat tanggap respon pesanan, hingga patokan harga jual dari supplier maupun dari Sobat Pintar.

Dengan memiliki kerja sama yang baik dengan supplier, bisnis online milik Sobat Pintar bisa jadi sumber pemasukan tambahan yang bisa diandalkan!

Selamat memulai bisnis online!


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat. Ingin mengenal Kredit Pintar lebih dekat?

[su_button url=”https://kp.onelink.me/o4cz/blog” target=”blank” style=”flat” background=”#79c143″ size=”8″ text_shadow=”3px 2px 3px #000000″]Pinjam Sekarang![/su_button]

mobile-closeKredit PintarDownload