Jenis Font untuk Desain dari Family dan Fungsinya

04 Jul 2022 by Laruan, Last edit: 04 Jul 2022

Saat membuat desain atau menciptakan karya tulis, pernahkah muncul di benak Anda banyak pertimbangan untuk memilih tipografi? Itu wajar saja karena pemilihan yang tepat akan jenis font adalah aspek penting dalam pemilihan gaya huruf baik untuk keperluan desain maupun kepenulisan. 

Font sendiri merupakan bentuk grafis dari teks dengan sejumlah kategori. Ketentuannya berdasarkan jenis huruf, ketebalan, warna, serta ukuran titik.

Dalam membuat desain grafis misalnya, pemilihan font yang tepat akan membuat suatu karya desain mudah dikenal, membawa emosi tertentu, dan memiliki karakter yang khas. Para pengguna juga biasanya memanfaatkan font untuk mengatur intonasi atau rasa dari suatu teks berdasarkan konten yang dimuat.

Jika Anda sedang membuat sebuah konten berupa karya rupa, seperti logo contohnya. Keterbacaan suatu tipografi tidak terlalu dianggap penting.

Ini kembali pada selera setiap individu. Sobat Pintar harus menyesuaikan media. Karya rupa logo pada umumnya terpaku pada aspek grafis berupa lekukan, titik, serta garis, dan keterbacaan akan tipografi tidak mengambil peran banyak dalam media tersebut.

Berbeda saat Anda menggunakan font dalam membuat konten tulisan, maka satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana audiens nyaman membaca konten tersebut, maka kuncinya terletak pada pemilihan font. Terdengar remeh namun nampak krusial.

Sementara itu, pembahasan tentang font tak lengkap jika Sobat Pintar tidak mengetahui fakta bahwasanya ia juga terdiri dari beragam pola dan bentuk. Sama halnya dengan makhluk hidup, font memiliki kelompok yang mana setiap grupnya berakar dari satu induk font tunggal yang sama.

Baca Juga: Rekomendasi Browser Anti Blokir untuk Smartphone dan PC

Apa Itu Family Font?

Family font atau dapat disebut keluarga font adalah suatu kelompok tipografi yang memiliki kesamaan pola namun juga berbeda gaya dalam beberapa tipe. Adapun tipe yang dimaksud adalah gaya miring, normal, tebal, atau semacamnya pada suatu font. Family font ini pada umumnya dibuat untuk memudahkan pengguna untuk mengira-ngira kepantasan dalam penulisan.

Sederhananya begini, saat pengguna membuka perangkat lunak pengetikan Microsoft Word, bisa ditemukan bentuk lain dalam satu gaya font sekaligus semacam Bold, Italic, atau Bold-Italic. Perbedaan jenis inilah yang disebut sebagai family font.

Atau contoh lain semisal Bahnschrifft yang memiliki family font dengan berbagi kategorinya: Condensed, Light Condensed, Light Semi-Condensed, Bold, atau Semi-Bold.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Jenis Font Berdasarkan Fungsi

Nah, setelah melihat ulasan sekilas tentang font, orang menjadi semakin mengerti bagaimana seharusnya memperlakukan font sesuai kegunaan. Dan daftar di bawah ini akan membahas fungsi dari masing-masing font:

1.       Font Serif dan Fungsinya

Serif merupakan tipe font paling umum dan basic dalam bidang tipografi. Para profesional menganggap gaya tipografi ini memiliki fungsi dalam kegiatan operasional perusahaan semacam formalitas menulis email hingga urusan desain grafis.

Ciri khas yang dapat dilihat dari jenis font Serif adalah bentuk tipografinya memiliki semacam busur elit atau goresan kecil pada akhiran huruf. Busur elit ini diklaim dapat memnjakan mata pembaca saat melihat jumlah huruf kecil yang banyak.

Varian dari jenis font Serif ini juga beragam, di antaranya yang populer yaitu: Georgia, times New Roman, Rockwell, Perpetua, dan lain-lain.

2.      Font San Serif dan Fungsinya

Dalam dunia tipografi, San Serif identik dengan jenis tipografi yang karakteristiknya memiliki goresan kecil di akhir hurufnya, seperti yang dapat Anda lihat pada kaki di huruf “K.” San Serif sendiri merupakan kebalikan dari jenis font Serif yang mana kata ‘San’-nya berarti tanpa.

Biasanya, orang-orang menggunakan tipografi ini dalam menyampaikan presentasi, karya tulis penelitian, atau kegiatan formal lainnya. Bentuk San Serif ini nampak standar sehingga mengindikasikan kesan normal pada pembacanya.

Ragam jenis font San Serif yang lazim dipakai adalah: Tahoma, Univers, Arial, Arial, Reguler, Arial Black, dan semacamnya.

3.       Font Script dan Fungsinya

Tipe font berikut ini memiliki ciri bergaya bebas, seolah tipografi ditulis dengan tangan manusia. Pada konsepnya, fungsi font Script ini ditujukan untuk menyesuaikan sisi seni kepenulisan yaitu kaligrafi. Anda dapat memaksimalkan fungsi jenis tipografi ini untuk tujuan pembuatan logo atau desain poster alih-alih membuat tulisan panjang.

Seperti halnya dengan jenis lain, font Script ini juga memiliki turunan ragamnya: Liesel, Amarone, Lucinda, dan Script Brush.

4.     Font Decorative dan Fungsinya

Karakteristik mencolok yang nampak dari font decorative ini adalah keunikannya dan penegasan akan orisinalitas. Bentuknya yang cair menggambarkan suatu emosi tertentu semacam perasaan kasual, ceria, dan kreatif. Sebagai tambahan, jenis tipografi ini dibentuk dari kombinasi berbagai macam font berbeda.

Font decorative juga kental akan corak ornamental yang memungkinkannya cocok digunakan sebagai tagline dan perencanaan desain. Seperti Script, jenis font ini tidak bagus dipakai pada penulisan panjang.

Terdapat banyak sekali varian dari jenis font Decorative ini, namun yang paling banyak digunakan adalah Leah Gaviota, Cherie Bomb, dan The Crow.

Setelan Font dan Ukuran Default Perangkat Lunak Populer 

Setiap perangkat lunak memiliki karakteristik font-nya masing-masing, hal ini bertujuan agar suatu program memiliki karakter unik yang berimplikasi pada kenyamanan pembaca. Tak jarang saat orang membuka perangkat pengolah kata semacam Microsoft Word atau yang lainnya menemukan ukuran dan setelan bawaan dari suatu font.

Berikut adalah daftar setelan default gaya serta ukuran font dari beberapa perangkat pengolah kata populer, baik online maupun layanan offline:

Google Doc (Arial: 11)

Google Sheet (Arial: 10)

Google Mail (Sans Serif: Normal)

Notepad (Consolas: 11)

Microsoft Word (Calibri: 11)

Microsoft PowerPoint (Calibri: 24)

Microsoft Excel (Calibri: 11)

OpenOffice Calc (Arial: 10)

OpenOffice Writer (Times New Roman: 12)

WordPad (Calibri: 11)

Apa Saja Jenis Lisensi Font?

Pada era industri, penggunaan jenis huruf dalam bidang tertentu menjadi penting sebagai bagian dari kampanye branding suatu perusahaan. Selain itu, kelalaian sepele yang biasanya menimbulkan akibat fatal adalah lisensi, yaitu saat font yang digunakan pada suatu karya komersial memiliki kemiripan dengan font lain. 

Dalam hal ini, sebuah font berdiri sebagai karya intelektual yang harus diperhatikan betul-betul aspek legalitasnya. Ini berpotensi menimbulkan masalah pelanggaran properti.

Terdapat bermacam lisensi yang disematkan pada font. Beberapa di antaranya adalah lisensi penggunaan bebas 100%. 

Jika Sobat Pintar menemukan label ini saat akan mendownload suatu jenis tipografi maka pemakaiannya berarti gratis untuk keperluan apapun. Baik itu personal maupun komersial. Jenis lisensi semacam ini dapat ditemui di Google Font.

Baca Juga: Berbagai Cara Mengusir Kucing Dengan Aman | Kredit Pintar

Lisensi berikutnya adalah free for personal use, di mana orang dapat menggunakan font tersebut untuk kebutuhan personal semata. Jika Sobat Pintar menghendakinya untuk keperluan komersial maka pembuat akan mengenakan tarif berbayar pada pihak yang akan menggunakannya.

Selanjutnya adalah font dengan lisensi komersial, yang berarti penggunaannya harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari si pemilik. Setelah melakukan pembayaran, Sobat Pintar bebas menggunakannya dalam urusan apapun, termasuk personal dan komersial. Demikian penjelasan mengenai jenis font berdasarkan family dan fungsinya, semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
04 Jul 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download