Pentingnya Asuransi Kematian Untuk Keluarga

18 Oct 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 19 Oct 2022

Pandemi Covid-19 membuat tingginya angka kematian. Menyadari situasi yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan bahkan kematian, membuat banyak orang menyadari pentingnya punya asuransi kematian.

Asuransi kematian adalah salah satu jenis asuransi yang berguna untuk menghadapi berbagai resiko tidak terduga. Jenis asuransi ini juga sama dengan asuransi jiwa karena mempunyai tujuan yang sama.

Baca juga: Harga Vaksin Covid-19 dari yang Terendah Hingga Tertinggi

Apa Itu Asuransi Kematian?

Asuransi kematian atau bisa disebut asuransi jiwa merupakan perlindungan bagi keluarga peserta pemegang polis asuransi apabila terjadi kematian. Dengan adanya asuransi jiwa memungkinkan keluarga yang mempunyai polis asuransi untuk mendapatkan keamanan finansial dan perlindungan dengan adanya santunan kepada ahli waris.

Selain itu, asuransi ini memberikan jaminan kepada nasabah guna menutupi risiko finansial seperti biaya-biaya rumah sakit dan pemakaman. Supaya dapat memperoleh manfaatnya, nasabah polis asuransi pastinya wajib membayar sejumlah premi sebagai ganti atas risiko kematian. Tujuannya untuk menanggung kerugian finansial yang tak terduga karena kematian.

Manfaat Asuransi Kematian

Asuransi penting buat kehidupan Anda, sebab memberikan untuk menutupi risiko finansial yang berkaitan dengan biaya seperti rumah sakit, pemakaman, dan sebagainya. Beberapa poin manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Keluarga tidak terbebani

Asuransi kematian sangat membantu anggota keluarga Anda agar terhindar dari krisis finansial saat Anda tiada. Premi asuransi kematian cenderung lebih murah jika Anda mendaftarkannya saat usia muda. Maka, jangan menunggu sampai berumur tua untuk memiliki asuransi kematian karena kematian tidak tahu kapan datangnya.

  1. Bantu keluarga yang ditinggalkan

Bayangkan saat seseorang tulang punggung keluarga meninggal dunia. Bagaimana anggota keluarganya dapat bertahan hidup. Nah, setelah membantu semua tanggungan biaya kematian mulai dari biaya rumah sakit hingga pemakaman, tapi juga membantu biaya hidup keluarga yang ditinggalkan. 

Paling tidak bisa mencukupi kebutuhan harian dalam beberapa tahun, seperti makan dan pendidikan. 

  1. Persiapan biaya pemakaman

Biaya pemakaman tentunya tidak murah dan akan ada biaya perawatan jangka panjang. Setiap pemakaman dibedakan berdasarkan blok dan ukuran tanah diperlukan. Jika Anda tidak memesan atau memerhatikan rincian biaya yang diperlukan, tentunya ini akan menjadi masalah bagi keuangan keluarga yang ditinggalkan. Namun, tidak semua asuransi kematian menanggung biaya pemakaman.

  1. Perlindungan atas risiko meninggal dunia akibat penyakit atau penyebab utama kematian

Sepuluh penyebab kematian menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah jantung koroner, kelainan pembuluh darah, tuberculosis, gangguan pernapasan, paru-paru, diabetes, darah tinggi, diare, penyakit bayi baru lahir, dan kecelakaan lalu lintas. 

  1. Melunasi pinjaman

Manfaat lainnya dari asuransi kematian adalah bisa melunasi pinjaman yang ditinggalkan nasabah saat ia telah meninggal dunia.

Baca juga: 7 Pinjaman KTA Tanpa Kartu Kredit dan Pengajuannya

Jenis-jenis Asuransi Kematian

Asuransi kematian adalah salah satu produk asuransi dengan kontrak antara pemegang polis atau tertanggung dengan perusahaan penyedia asuransi. Perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang saat terjadi kematian pemegang polis selama masa polis masih berlaku.

Jadi, tujuannya agar kerugian finansial yang tak terduga saat atau setelah kematian bisa ditanggung. Asuransi kematian bisa dibeli atas nama sendiri atau untuk tertanggung saja, seperti suami untuk istrinya. Ada beberapa jenis asuransi kematian, yaitu:

  1. Asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance)

Masa perlindungan yang diberikan dari asuransi ini adalah seumur hidup meskipun biasanya perusahaan asuransi membatasi hanya sampai usia 100 tahun saja. Adapun keuntungan yang didapat seperti memungkinkan mendapat nilai tunai dari premi yang dibayakan. Pun dengan bunganya hanya 4% per tahun belum dipotong pajak.

Nilai premi yang dibayarkan bisa digunakan untuk bayar premi setelahnya saat Anda tidak bisa membayar premi secara berkala. Lalu, uang pertanggungan akan diserahkan seluruhnya saat kontrak habis dan pastinya tidak bisa hangus jika tidak ada klaim. 

Kendati demikian, asuransi jiwa seumur hidup ini preminya lebih besar daripada jenis lainnya sebab angka harapan hidup di Indonesia hanya 65 tahun untuk laki-laki dan 70 tahun untuk perempuan. Maka mengklaim asuransi sebelum berakhir akan lebih tinggi. 

  1. Asuransi jiwa berjangka (term life insurance)

Asuransi jenis ini berfungsi memberi perlindungan kepada tertanggung dengan jangka waktu tertentu saja. Biasanya ada tawaran kontrak dalam 5, 10, atau 20 tahun dengan premi yang terjangkau.

Keuntungan yang diperoleh, yakni bebas menentukan besarnya premi sesuai kemampuan. Kemudian uang pertanggungan yang didapat bisa mencapai miliaran rupiah, apabila tertanggung meninggal saat kontrak masih aktif, maka keluargalah yang akan mendapatkan uang tersebut.

Namun, bukan berarti tidak ada kekurangan. Tertanggung memiliki kemungkinan kehilangan uang premi saat tertanggung tidak mengalami masalah kesehatan atau meninggal saaat masa kontrak habis.

  1. Asuransi jiwa dwiguna (endowment insurance)

Seperti namanya, asuransi ini punya dua guna atau dua manfaat, sebagai asuransi jiwa berjangka dan tabungan. Artinya, Anda bisa mendapatkan nilai tunai dari premi yang sudah dibayarkan jika tertanggung meninggal dunia sesuai kebijakan polis asuransi.

Menariknya, Anda bisa menarik polis asuransi dalam waktu tertentu sebelum kontrak berakhir. Sebagai tertanggung, Anda akan memperoleh semua pertanggungan meski masih hidup. Karena ada dua manfaat, preminya cukup besar sampai jutaan rupiah tiap bulannya.

  1. Asuransi jiwa unit link

Jenis asuransi terakhir ini berupa gabungan manfaat asuransi dan investasi. Anda sebagai pemegang polis tidak hanya dapat jaminan perlindungan saja, tetapi juga hasil investasi dengan bunga tinggi per tahun. 

Baca juga: Tutorial Investasi Tanpa Modal, Memangnya Bisa?

Bagi Anda yang tertarik memiliki asuransi kematian, berikut cara mengklaim produk asuransi kematian. Pertama, keluarga dari peserta asuransi yang telah meninggal dunia wajib melaporkan meninggalnya tertanggung kepada pihak asuransi. Biasanya asuransi kematian ada batas waktu pengajuan klaim selama 30 hari hingga 60 hari setelah kematian tertanggung.

Kedua, setelah melaporkan ke pihak asuransi, siapkan beberapa dokumen untuk pengajuan klaim. Dokumen tersebut berupa polis asli, identitas diri tertanggung, identitas ahli waris, dan dokumen lain bila diperlukan.

Ketiga, jika semua berkas telah lengkap, perusahaan asuransi akan memverifikasi data. Biasanya proses ini akan memakan waktu 14 hari kerja terhitung dari tanggal berkas diterima dengan lengkap. Saat setelah semua dokumen yang diperlukan lengkap, pihak asuransi akan mencairkan uang pertanggungan ke rekening ahli waris.

Dari banyaknya produk jiwa yang termasuk ke dalam asuransi kematian, pastikan Anda memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
19 Oct 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download