Syarat Kerja di Jepang Untuk Wanita dan Pria, Apa Saja?

13 May 2024 by Laruan, Last edit: 13 May 2024

Jepang adalah salah satu negara maju yang memiliki hubungan ekonomi dengan Indonesia. Hubungan ekonomi tersebut berjalan dalam bentuk penyediaan lapangan kerja oleh Jepang dan penyaluran tenaga kerja oleh Indonesia. Oleh karenanya, cukup banyak angkatan kerja di Indonesia yang memiliki mata pencaharian di Jepang. Tertarik untuk bekerja di Jepang? Ketahui berbagai syarat kerja di Jepang untuk wanita dan pria berikut ini.

syarat bekerja di Jepang

Syarat kerja di Jepang secara umum

Syarat kerja di Jepang untuk wanita dan pria sangat bervariasi dan sebagian besar diatur oleh hal-hal seperti jenis pekerjaan dan program kerja yang dijalani. Meski begitu, jika Anda memang ingin bekerja di Jepang, ada beberapa syarat umum yang harus dipenuhi.

1. Lulus Tingkat Pendidikan Tertentu

Dalam kebanyakan kasus, persyaratan yang dibutuhkan dalam hal pendidikan sebagian besar ditentukan oleh profesi yang akan Anda lamar di Jepang. Misalnya, jika memilih bekerja sebagai pemetik buah di perkebunan, Anda mungkin bisa masuk ke Jepang sebagai lulusan SMA atau sederajat. Namun, jika ingin bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di Jepang, Anda harus memiliki pendidikan minimal S1.

Melanjutkan pendidikan di Jepang merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan oleh orang asing agar bisa mendapatkan pekerjaan di Jepang. Lebih dari 30% orang asing yang lulus dari universitas yang ada di Jepang bisa bekerja di Jepang, dengan lulusan program sarjana sebanyak 45,5%. 

2. Memiliki Kecakapan Berbahasa Jepang

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang merupakan salah satu syarat bekerja di Jepang. Untuk memenuhi kualifikasi tersebut, Anda dapat mengikuti tes JLPT (Japanese-Language Proficiency Test) untuk menunjukkan keahlian Anda dalam bahasa Jepang. Untuk bekerja sebagai pekerja terampil di Jepang, seperti perawat atau insinyur, Anda harus memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal pada level N4 (paham)

Penting untuk dipahami bahwa JLPT hanya mengevaluasi kemampuan seseorang untuk membaca dan mendengarkan bahasa Jepang. Namun, Anda mungkin oleh beberapa perusahaan diminta untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Jepang agar dapat bekerja di Jepang. Selain itu, denga bergabung dengan komunitas bahasa Jepang, baik offline maupun online, adalah salah satu teknik untuk melatih kemampuan ini.

Beberapa profesi di Jepang mungkin menuntut kefasihan bahasa Inggris selain bahasa Jepang sekaligus. Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Institut Komunikasi Bisnis Internasional Jepang, kurang dari 10% bisnis Jepang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi utama mereka. Hampir 60% dari organisasi yang sama, di sisi lain, menjawab bahwa kemampuan bahasa Inggris diperlukan untuk departemen yang sering berinteraksi dengan orang asing. Jadi, apakah Anda perlu fasih berbahasa Inggris untuk bekerja di Jepang ditentukan oleh tempat Anda bekerja nantinya.

3. Menjalani Pemeriksaan Kesehatan 

Sebagian besar perusahaan Indonesia menetapkan syarat pemeriksaan kesehatan bagi calon pegawainya dan hal tersebut juga berlaku di Jepang. Dengan menjalani pemeriksaan kesehatan, tenaga kerja dapat memantau kondisi kesehatan terkini dan mengantisipasi adanya potensi penyakit yang dapat menyerang sebelum tinggal di Jepang untuk bekerja dalam kurun waktu tertentu. 

Baca juga Kiat Sukses Membangun Bisnis Sendiri dari Bawah

Cara Kerja di Jepang Melalui Program pemerintah

Setelah semua syarat dipenuhi, sekarang saatnya untuk mencari tahu cara mencari pekerjaan di Jepang. Berikut adalah pilihan yang dapat dipertimbangkan. Program magang dan program G to G merupakan dua program kerjasama Indonesia-Jepang yang memberikan kemungkinan bagi orang Indonesia untuk bekerja di sana. Jika Anda tertarik untuk berpartisipasi dalam salah satu program ini, inilah yang perlu diketahui.

syarat kerja di jepang

1. Program magang Jepang Melalui Disnaker Indonesia. 

Program ini diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang ingin bekerja di Jepang sebagai tenaga magang untuk jangka waktu tertentu. Untuk berpartisipasi dalam program ini, Anda harus terlebih dahulu menghubungi Dinas Tenaga Kerja provinsi. Jika mendaftar di program ini, Anda akan dapat bekerja sebagai tenaga magang di Jepang selama maksimal lima tahun, tergantung pada bidang studi yang dijalani sebelumnya.

Meskipun peserta dalam program ini hanya magang, mereka harus melewati sejumlah syarat dan ketentuan umum untuk dapat berpartisipasi. Walaupun mungkin ada sedikit perbedaan tergantung pada tahun pendaftaran dan lokasi tempat Anda melamar, persyaratan ini pada umumnya sama di semua Dinas Tenaga Kerja dan juga bisa digunakan sebagai syarat kerja di Jepang untuk wanita Berikut ini adalah contoh syarat dan ketentuan untuk mendaftar program magang beberapa tahun ini:

  1. Berusia 18-26 tahun
  2. Memiliki ijazah SMA atau sederajat 
  3. Menyertakan sertifikat Pelatihan Kerja 160 jam untuk pendaftaran yang bukan lulusan jurusan Teknik atau Keperawatan (baik di tingkat sekolah menengah, diploma, atau gelar)
  4. Tinggi badan pria minimal 160 cm dan tinggi wanita minimal 150 cm
  5. Memiliki berat badan yang proporsional dengan tinggi badan
  6. Tidak pernah ditato, hanya ditindik telinga (dilarang untuk laki-laki), tidak memiliki keterbatasan fisik, gangguan penglihatan, bekas luka operasi, patah tulang, dan memakai kawat gigi atau gigi palsu

Anda juga harus melewati banyak tahapan seleksi, antara lain:

  1. Seleksi administrasi
  2. ujian matematika
  3. Persamaan
  4. Stamina dan  fisik
  5. Wawancara
  6. Pemeriksaan kesehatan 

2. Program G to G 

Selain program magang, pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan pemerintah Jepang melalui program G to G (government-to-government) untuk mempekerjakan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan terdidik.Berbeda dengan program magang yang diawasi oleh Disnaker masing-masing provinsi, program G to G diawasi oleh BNP2TKI. Perawat dan pekerja perawatan adalah bidang prioritas utama dari program ini.

Cara Kerja di Jepang melalui Program Perusahaan Swasta

Selain ikut dalam program yang disponsori pemerintah, Anda juga dapat bekerja di Jepang melalui program sektor swasta. Ini adalah pilihan yang baik bagi Anda yang ingin bekerja di bidang selain pengasuhan atau keperawatan. Program transfer dan agen tenaga kerja adalah dua program perusahaan swasta di mana Anda dapat berpartisipasi.

Cara kerja di Jepang

1. Program transfer

Jika Anda sudah bekerja untuk perusahaan Jepang di Indonesia, Anda bisa jadi memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam program transfer pekerjaan di sana. Perusahaan biasanya menawarkan karyawan mereka kesempatan untuk pindah ke salah satu lokasi mereka di area lain, termasuk di seluruh dunia, sebagai bagian dari program transfer kerja.

2. Agen penyalur tenaga kerja Indonesia ke Jepang.

Anda bisa bekerja di Jepang dengan menggunakan jasa agen penyalur tenaga kerja atau PJTKI, selain melalui perusahaan Jepang di Indonesia (Penyedia Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Dalam program semacam ini, PJTKI bertindak sebagai penghubung antara pencari kerja Indonesia dan pengusaha Jepang yang membutuhkan. Minori, Sakura Mitra, dan JIAEC adalah beberapa dari PJTKI resmi yang mengkhususkan diri dalam mengangkut tenaga kerja Indonesia ke Jepang.

Tidak seperti program pindah kerja, program PJTKI biasanya menerima pelamar yang merupakan lulusan baru atau memiliki sedikit pengalaman kerja sebelumnya. Persyaratan yang diperlukan pun tidak kalah ketatnya dengan program transfer pekerjaan. Syarat kerja di Jepang untuk wanita melalui program ini juga sama , yaitu Anda harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Antara usia 18 dan 35
  2. Memiliki setidaknya kemampuan bahasa Jepang tingkat N4, seperti yang ditunjukkan oleh hasil JLPT
  3. Sudah memiliki visa pekerja terampil khusus

Baca juga 4 Tips Interview Kerja Agar Tembus Proses Lamaran

Pertanyaan Seputar Cara Kerja di Jepang

1. Kerja di Jepang Digaji Berapa?

Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di pabrik dan manufaktur di Jepang tercatat dapat nberpenghasilan sekitar 351.000 JPY per bulan atau Rp37.217.928 (kurs Rp 106,03). Kisaran gaji yang diberikan mulai dari 130.000 JPY hingga 880.000 JPY per bulan atau Rp13.784.418 – Rp93.309.906 per bulan

2. Berapa biaya hidup di Jepang?

Untuk dapat hidup layak Jepang, umumnya masyarakat membutuhkan biaya hidup sekitar 550 ribu yen atau setara dengan Rp64,5 juta per bulan bagi yang sudah berkeluarga. Sedangkan bagi yang masih lajang, rata-rata memerlukan Rp41 juta per bulan.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

13 May 2024
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download