Apa yang Dimaksud dengan Siklus Hidup Produk?

21 May 2022 by Laruan, Last edit: 29 May 2022
siklus hidup

Siklus hidup produk sangat berkaitan erat dengan proses penjualan di perusahaan. Mempelajari siklus hidup produk dapat dipelajari untuk menghadapi penjualan yang naik ataupun turun. Lalu, apa yang dimaksud dengan siklus hidup produk?

Penjelasan berikut ini bisa disimak baik-baik agar lebih paham mengenai siklus hidup produk. Selain itu, perlu dipahami juga mengenai tahapan, contoh, dan bagaimana strategi untuk menghadapi siklus hidup produk.

Apa yang Dimaksud dengan Siklus Hidup Produk?

Kita lihat dari asal istilahnya terlebih dahulu, yang dimaksud dengan siklus hidup adalah tahapan perubahan selama masa hidup yang dialami oleh setiap makhluk hidup. Dinamakan siklus karena memang jika digambarkan prosesnya akan membentuk suatu lingkaran.

Tidak hanya makhluk hidup, dalam dunia bisnis juga dikenal yang namanya siklus hidup produk. Siklus hidup produk (product life cycle) adalah konsep yang menggambarkan serangkaian tahapan dari suatu produk mulai dari proses produksi bahan baku hingga menjadi suatu produk yang layak konsumsi.

Baca juga: Simak Berbagai Cara Mempromosikan Produk Menarik

Mengenal siklus hidup produk membantu perusahaan dapat menetapkan mana strategi yang tepat dalam memasarkan produk tersebut. Bukan hanya itu, perusahaan juga dapat mengambil langkah yang tepat untuk memperpanjang usia produk dengan cara meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya.

Dari pengertian di atas kita bisa memahami bahwa ketika penjualan mengalami penurunan secara tiba-tiba, maka bukan berarti produk tidak memiliki kualitas yang bagus. Bisa jadi ada kejenuhan terhadap produk tersebut.

Tahapan dalam Siklus Hidup Produk

siklus hidup

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan siklus hidup produk, langkah selanjutnya adalah memahami tahapannya. 

Terdapat empat tahapan dalam siklus hidup produk, yaitu:

1. Perkenalan

Setiap produk perusahaan mengalami tahapan pertama yaitu perkenalan. Di tahap ini produk baru mulai diproduksi dari bahan baku yang telah tersedia. Dinamakan tahap perkenalan karena hasil dari produksi tersebut masih berupa produk yang baru di pasaran.

Setelah itu, barulah produk diperkenalkan pada masyarakat luas dengan strategi pemasaran yang bermacam-macam. Karena masih dalam tahap pengenalan produk baru, umumnya keuntungan yang dihasilkan masih sedikit karena biaya produksi yang lebih besar.

Selain itu perusahaan juga umumnya hanya memproduksi produk baru tersebut dalam jumlah kecil. 

Contoh tahap ini adalah ketika sebuah aplikasi belanja online meluncurkan fitur baru delivery food. Fitur tersebut tergolong baru dan belum terlalu dikenal penggunanya, maka perusahaan akan memasarkannya secara masif disertai dengan promo menarik yang bisa mengundang pengguna.

2. Pertumbuhan

Setelah mengalami tahap perkenalan, produk akan mengalami tahap berikutnya yang dinamakan dengan tahap pertumbuhan. Pada tahap inilah produk akan dilihat apakah dapat dikembangkan lebih lanjut atau justru mengalami penolakan oleh masyarakat.

Jika masih terdapat penolakan oleh masyarakat terhadap produk tersebut, perusahaan perlu melakukan evaluasi dan perbaikan agar dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Penerimaan produk oleh masyarakat yang menjadi tanda pertumbuhan bisa dilihat dari semakin banyaknya konsumen.

Tidak hanya itu, intensitas produksi juga bisa menjadi salah satu indikator pertumbuhan. Sebaliknya, jika produk tidak membawa peningkatan konsumen maupun intensitas produksi, bisa dibilang produk kurang diminati masyarakat.

Contohnya, setelah fitur delivery food pada aplikasi belanja online tadi diperkenalkan, rupanya pengguna aplikasi tersebut semakin meningkat dan jumlah driver maupun rumah makan yang bekerja sama semakin banyak. Tak hanya itu, fitur tersebut pun kian dikenal luas dan menjadi viral.

3. Kedewasaan

Ibarat sebuah naskah cerita yang memiliki alur,  tahap ini adalah tahap konflik mereda sebelum ending cerita. Apa yang dimaksud dengan siklus hidup produk ini sama dengan alur dalam sebuah cerita tadi.

Memasuki tahap kedewasaan, produk sudah tak lagi mengalami penjualan atau pemakaian secara drastis, melainkan berjalan seperti pada garis lurus. Hal ini karena masyarakat atau konsumen sudah akrab dan terbiasa dengan produk tersebut.

Contohnya, dari fitur delivery food tersebut keuntungan yang didapatkan perusahaan mulai stabil, tidak mengalami penurunan maupun kenaikan secara signifikan. Pada tahap inilah perusahaan harus bisa melakukan evaluasi terhadap produk tersebut.

Jika tidak segera melakukan pembaruan atau peningkatan strategi siklus hidup produk, produk akan terancam mengalami tahap berikutnya.

4. Penurunan

Tahap penurunan adalah tahap terakhir yang akan dialami sebuah produk dalam siklus hidupnya. Di tahap ini, minat konsumen terhadap produk semakin menurun, yang mengakibatkan penjualan juga semakin menurun.

Adanya penurunan ini bisa muncul karena konsumen sudah merasa bosan dengan produk atau adanya penurunan kualitas produk.

Contohnya, karena munculnya fitur serupa pada aplikasi belanja online kompetitor, pengguna aplikasi tersebut mulai berpindah ke fitur kompetitor yang lebih banyak menawarkan promo dan inovasi layanan. Di tahap inilah perusahaan harus mampu melakukan pembaharuan terhadap layanan delivery food.

Baca juga: 5+ Ide Desain Kemasan Kreatif untuk Produk Usahamu

Cara Menghadapi Siklus Hidup Produk

Memahami apa yang dimaksud dengan siklus hidup produk beserta tahapannya kurang lengkap tanpa mengetahui bagaimana cara menghadapinya. 

Berikut cara menghadapi siklus hidup produk agar dapat meraih kesuksesan.

1. Rencanakan Beberapa Produk Sekaligus

Untuk menghindari adanya kegagalan pada produk yang diuji coba di pasaran, perusahaan dapat merencanakan beberapa produk sekaligus agar perusahaan memiliki cadangan produk berikutnya yang bisa diuji coba.

2. Rilis Satu Per Satu

Setelah merencanakan beberapa produk, langkah selanjutnya adalah melakukan perilisan satu per satu menurut minat konsumen. Merilis produk secara bersamaan tidak disarankan karena dapat membuat konsentrasi masyarakat buyar terhadap produk perusahaan.

Dengan memetakan manakah produk yang sesuai dengan minat masyarakat, perusahaan dapat terfokus pada produk tersebut hingga berhasil.

3. Lihat Reaksi Masyarakat

Untuk mengetahui apakah produk berhasil atau gagal, perusahaan bisa melihat bagaimana reaksi yang diberikan oleh masyarakat. Dari reaksi tersebut perusahaan bisa mempelajarinya agar dapat menentukan keputusan yang tepat untuk langkah selanjutnya.

4. Promosikan Produk selagi Masih Laris

Promosi di awal perilisan produk memang sangat diperlukan, namun bukan berarti perusahaan menghentikan promosi ketika produk mulai banyak dikenal masyarakat. Justru ketika produk sedang laris di pasaran, promosi harus semakin gencar dilakukan agar bisa masuk ke tahap kedewasaan.

5. Perbarui Strategi Promosi

Setelah produk terlihat mengalami penurunan, udah selayaknya perusahaan harus memperbarui strategi promosi terhadap produk tersebut. Perusahaan bisa mengumpulkan ide kreatif atau mencari referensi dari kompetitor untuk memperbarui promosi.

6. Siapkan Perilisan Berikutnya

Agar siklus hidup produk perusahaan tidak mati, langkah berikutnya adalah mempersiapkan perilisan produk berikutnya. Ibaratnya tanah yang sudah kering harus disiram kembali agar bisa kembali subur dan menghijau.

Konsumen yang sudah bosan dengan produk lama harus segera disuguhi dengan produk baru agar nama perusahaan bisa tetap dikenal baik.

Baca juga: Pasar Monopoli: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Dampak

Begitu banyak yang bisa dipelajari dari apa yang dimaksud dengan siklus hidup produk, tahapan, serta strategi menghadapinya. Ilmu ini sangat penting dipelajari perusahaan agar dapat berjalan meraih tujuan.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
29 May 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download