Pasar Monopoli: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Dampak

21 Mar 2022 by Laruan, Last edit: 28 Mar 2022

Salah satu jenis pasar yang ada di dunia ekonomi adalah pasar persaingan tidak sempurna. Dalam pasar ini, antara penjual yang satu dengan yang lain menjual produk yang berbeda. Salah satu contoh pasar ini adalah pasar monopoli.

Pasar Monopoli Adalah

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), monopoli diartikan sebagai keadaan yang pengadaan produk dagangannya tertentu memiliki harga yang dapat dikendalikan karena sekurang-kurangnya sepertiga dari kekuasaannya dimiliki oleh satu orang atau satu kelompok.

Salah satu pengertian pasar monopoli dikemukakan oleh Toman Sony Tambunan dan Wilson RG dalam bukunya (Hukum Bisnis, 2019), yakni suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu perusahaan saja. Perusahaan tersebut menawarkan barang yang tidak ada penggantinya (yang sangat dekat) dan keuntungan yang didapat melampaui normal.

Dengan demikian, pasar monopoli adalah situasi pasar yang di dalamnya terdapat satu atau sedikit penjual sehingga tidak timbul persaingan antar penjual. Kalaupun di dalamnya banyak penjual, setiap penjual pasti memiliki barang dagangan yang berbeda. Dengan begitu, setiap penjual menawarkan barang yang tidak dijual oleh penjual lain.

Baca juga: Mengenal Holding Company Beserta Contoh Perusahaannya

Selain itu, penjual yang berada di pasar ini dapat menentukan harga barangnya sendiri tanpa ada yang menyainginya. Dalam menaikkan harga, perusahaan ini dapat mengurangi jumlah dagangannya. Namun, perusahaan mempunyai keterbatasan dalam menentukan harga apabila terdapat banyak pembeli.

Ciri Pasar Monopoli

Jika mencermati definisi yang telah dipaparkan, sebenarnya sudah diketahui beberapa ciri pasar monopoli. Namun, kali ini ciri-ciri tersebut akan dijelaskan secara lebih rinci.

  1. Industri Satu Perusahaan

Berdasarkan definisinya, tampak jelas bahwa pasar ini hanya dihuni oleh satu perusahaan saja. Adanya perusahaan tunggal dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lisensi pemerintah, kepemilikan hak paten, kepemilikan sumber daya, dan pengeluaran biaya awal yang tidak sedikit.

Hal itu menjadikan produk yang dijual hanya dapat ditemukan di perusahaan tersebut. Artinya, pembeli tidak dapat menemukan barang serupa di tempat lain. Selain itu, pembeli tidak bisa terlibat dalam penentuan syarat jual beli yang terjadi.

  1. Perusahaan Lain Sukar untuk Masuk

Kendati perusahaan pada pasar ini meraup keuntungan yang lebih dari normal, tidak menjadikan perusahaan lain tertarik untuk masuk. Terlebih perusahaan lain kemungkinan akan terganjal beberapa hal, seperti lisensi pemerintah, dan sebagainya. Ciri inilah yang menjadikan perusahaan lain enggan menjadi pesaing.

  1. Produk yang Dijual Tidak Memiliki Substitusi

Produk yang dijual di pasar ini tidak dapat ditemukan di tempat lain. Selain itu, produk tersebut tidak dapat diganti dengan produk lain alias tidak memiliki substitusi. 

Contoh produk pasar monopoli adalah listrik. Listrik di Indonesia dikelola oleh satu perusahaan saja, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

  1. Harga Produk Ditentukan Perusahaan Sendiri

Perusahaan tunggal dapat menetapkan harga produknya sendiri. Hal itu karena tidak adanya perusahaan lain yang menyaingi.

  1. Tidak Begitu Membutuhkan Promosi Iklan

Sudah jelas bahwa perusahaan pada pasar ini hanya ada satu sehingga tidak begitu membutuhkan promosi iklan. Masyarakat sudah pasti akan menggunakan produk yang dijual oleh perusahaan tersebut.

Kalaupun ada, iklan yang dibuat biasanya hanya sebagai penjaga hubungan dengan masyarakat sebagai pelanggan.

Baca juga: Mengenal Ilmu Agribisnis Beserta Ruang Lingkupnya Secara Lengkap

Dampak Positif

Beberapa dampak positif dari adanya pasar monopoli adalah sebagai berikut.

  1. Menghindari Adanya Produk Tiruan

Dengan adanya perusahaan tunggal, maka adanya produk-produk tiruan dapat dihindari. Hal itu termasuk dampak positif karena produk tiruan dapat menimbulkan adanya persaingan yang tidak bermanfaat. Terlebih bagi perusahaan yang memanfaatkan sumber daya langka sebagai bahan baku produk.

  1. Stabilitas Perusahaan Terjaga

Perusahaan pada pasar ini umumnya mampu bertahan karena stabilitasnya terjaga. Bahkan, sangat jarang ditemui perusahaan yang mengalami kebangkrutan. 

  1. Menurunkan Biaya Produksi

Pada umumnya, perusahaan monopoli termasuk perusahaan yang besar. Dengan begitu, perusahaan mampu menekan biaya produksi yang dikeluarkan.

  1. Memicu Peningkatan Kinerja Departemen Penelitian dan Pengembangan

Demi menjaga kualitas produk, perusahaan dapat mendorong departemen penelitian dan pengembangan untuk terus berinovasi. Adanya inovasi tentu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  1. Mendorong Pemanfaatan Teknologi Baru

Dampak positif yang terakhir adalah perusahaan berpotensi mampu mendorong penggunaan teknologi baru dalam menjalankan usahanya. Adanya mesin-mesin termutakhir tentu dapat mengefisiensi proses produksi.

Dampak Negatif

Di samping kebaikan yang telah disebutkan, pasar jenis ini juga memiliki dampak negatif. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Berpotensi Menurunkan Kualitas Produk

Tidak adanya perusahaan lain yang masuk sebagai pesaing dapat berpotensi menurunkan kualitas produk. Perusahaan bisa saja terlena dengan kenyamanannya sendiri sehingga mengakibatkan kualitas produk menjadi rendah.

  1. Pembeli Tidak Dapat Berbuat Banyak

Seperti yang telah dijelaskan bahwa harga barang pada pasar ini ditetapkan oleh perusahaan sendiri. Hal itu menyebabkan pembeli tidak dapat berbuat banyak dalam proses jual beli. Pembeli diharuskan untuk menerima produk apa pun yang ditawarkan penjual.

  1. Kesenjangan dalam Pembagian Pendapatan Usaha

Pada pasar persaingan sempurna, perusahaan di dalamnya memperoleh pendapatan normal dalam jangka panjang. Hal itu berbeda dengan pasar persaingan tidak sempurna, seperti monopoli, yang berpotensi meraup keuntungan luar biasa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

  1. Mengurangi Kesejahteraan Masyarakat

Akibat dari ketidakmampuan pembeli berbuat banyak dalam hal penentuan harga adalah berkurangnya kesejahteraan masyarakat. Pembeli diharuskan membayar harga yang mungkin dinilai relatif tinggi. Hal itu dapat mengurangi kesejahteraan masyarakat selaku pembeli.

Baca juga: Dampak COVID 19 Terhadap Perekonomian Indonesia

Contoh Perusahaan yang Termasuk di Pasar Monopoli Indonesia

Di Indonesia, terdapat beberapa perusahaan yang tergolong sebagai perusahaan monopoli. Contoh perusahaan monopoli di Indonesia antara lain: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pemasok listrik, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai pemasok air bersih, dan PT Pertamina sebagai pemasok bahan bakar.

Selain itu, beberapa perusahaan lain yang termasuk perusahaan monopoli, yaitu PT Pos Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, PT Pelayaran Nasional Indonesia, dan Badan Urusan Logistik. Mayoritas perusahaan monopoli di Indonesia memang bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nah, kurang lebih itulah pengertian, ciri, contoh, beserta dampak positif dan negatif dari pasar monopoli. Semoga bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
28 Mar 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download