Mengenal REM Sleep, Tidur yang Perlu Diketahui

16 Nov 2021 by Laruan, Last edit: 17 Nov 2021

Pernahkah Anda mencari tahu apa yang terjadi saat Anda tidur?. Jika tidak, tulisan kali ini akan membahasnya. Saat seseorang tertidur, ada beberapa tahapan yang dilalui. Seseorang yang tidur, tidak bisa langsung tertidur pulas, karena ada beberapa tahapan hingga seseorang tidur pulas atau biasa disebut REM Sleep (Rapid Eye Movement). Kegiatan tidur adalah kegiatan yang tidak sesederhana yang dibayangkan, proses hingga seseorang mengalami REM Sleep merupakan proses panjang.

Mengenal REM Sleep, Tidur yang Perlu Diketahui

Apa yang Terjadi Saat Seseorang Tidur?

Penelitian tentang tidur masih menjadi hal yang sering diteliti. Mempelajari tentang tidur dan pengaruhnya pada tubuh belum banyak diketahui, dan perlu dicari tahu lebih dalam lagi. Kita tahu bahwa bahan kimia pada otak sangat terlibat dalam siklus tidur. Neurotransmitter adalah bahan kimia yang membantu saraf berkomunikasi. 

Bahan ini mengontrol apakah kita bangun atau tidur, tergantung pada neuron (sel saraf) mana yang bekerja. Berikut penjelasan singkat tentang kerja neuron di otak.

Neuron di batang otak (tempat otak dan sumsum tulang belakang bertemu) menghasilkan neurotransmitter yang disebut serotonin dan norepinefrin. Bahan kimia ini membuat otak kita tetap aktif saat kita terjaga. Neuron yang terletak di dasar otak bertanggung jawab atas tertidurnya seseorang. Neuron ini mematikan sinyal yang membuat seseorang tetap terjaga.

Mengapa Tidur Sangat Penting bagi Tubuh?

  • Pertumbuhan: Pada usia anak-anak dan remaja, tidur nyenyak (tidur yang lebih sulit untuk dibangunkan) mendukung pertumbuhan. Tubuh melepaskan hormon pertumbuhan selama seseorang tertidur nyenyak. Tubuh juga meningkatkan produksi protein, yang Anda butuhkan untuk pertumbuhan sel dan untuk memperbaiki kerusakan.
  • Fungsi sistem saraf: Kurang tidur mempengaruhi memori, kinerja, dan kemampuan kita untuk berpikir jernih. Jika seseorang kurang tidur, seseorang akan mengalami masalah neurologis seperti perubahan suasana hati dan halusinasi. Tidur juga membantu sel saraf Anda. Sel saraf pada dasarnya dapat memperbaiki dirinya sendiri, sehingga mereka berfungsi sebaik mungkin. Koneksi saraf tertentu mendapat kesempatan untuk hidup, memperkuat otak dan kemampuan berpikir Anda
  • Kesejahteraan: Orang yang kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai kondisi kesehatan termasuk obesitas, diabetes, dan masalah jantung.

Seseorang tidak bisa langsung menuju taha REM Sleep begitu saja, sebelumnya ada tiga tahap terlebih dahulu yang perlu dilalui. Apa saja tahapannya?. Berikut penjelasannya.

Tahapan Tidur

  1. Tahap Pertama NREM Sleep

Tahap pertama adalah NREM Sleep (Non-Rapid Eye Movement). NREM Sleep adalah kondisi di mana seseorang baru saja memejamkan mata namun, pikiran, mental, dan tubuh berada di tengah-tengah antara tidur terlelap dan setengah sadar. Mengapa tahap ini terjadi?. Tahap ini terjadi karena otak sedang bekerja dengan merilis gelombang beta, gelombang cepat dan gelombang kecil. Seseorang yang sedang ada dalam tahap ini, masih mudah dibangunkan, karena belum sepenuhnya tertidur pulas.

Kinerja otak mulai melambat pada tahap ini. Anda mungkin sering merasa hal yang aneh, seperti sesuatu terjadi nyata namun Anda sedang memejamkan mata. Badan Anda bisa mengalami gerakan aneh, seperti tiba-tiba kaget, tersentak, atau merasakan gerakan mendadak.

  1. Tahap Kedua NREM Sleep

Tahapan ini bisa Anda rasakan saat Anda mulai tertidur pulas. Kerja jantung dan paru-paru mulai melambat, serta otot lebih rileks. Selain hal tersebut, gerak mata mulai berhenti dan gelombang aktivitas otak melambat. Namun, terjadi juga gerakan cepat pada gelombang elektrik di otak. Dua aktivitas ini bekerja untuk melindungi Anda saat tertidur, serta merespons rangsangan luar.

Tahap REM Sleep yang kedua membuat Anda lebih nyenyak tertidur dibandingkan fase pertama. Kesadaran Anda berkurang, Anda semakin samar-samar mendengar suara di sekeliling. Pada umumnya, seseorang merasakan REM Sleep tahap kedua ini selama 10-25 menit sejak Anda memejamkan mata.

  1. Tahap Ketiga NREM Sleep

Merupakan tahap di mana seseorang sudah tertidur pulas, lebih pulas dari NREM Sleep tahap kedua. Secara reaksi kimia, aktivitas otak diselingi oleh gelombang yang lebih kecil dan cepat, tetapi kemudian secara eksklusif didominasi oleh gelombang delta. Saat ada pada tahap ini, seseorang tidak akan merespons hal di sekitarnya. Seseorang merasa tenang, dengan tidak menimbulkan gerakan pada mata atau otot.

Seseorang dalam tahap ini akan sulit dibangunkan, jika terbangun, seseorang memerlukan beberapa saat untuk tersadar dan melakukan pergerakan. Tubuh melakukan perbaikan atau biasa disebut regenerasi jaringan untuk meningkatkan cadangan darah menuju otot, juga memperkuat sistem imunitas.

  1. REM Sleep

Tahap ini sering disebut juga tahapan tidur bermimpi. REM Sleep menjadi tahapan yang lebih tinggi daripada ketiga tahap NREM Sleep, di mana terjadi peningkatan aktivitias sehingga seseorang bisa bermimpi. Jika seseorang sedang ada pada tahap REM Sleep, biasanya ditandai dengan napas dan detak jantung yang semakin cepat, pergerakan mata yang cenderung agresif, gelisah, hingga tekanan darah yang mengalami peningkatan. 

Biasanya, REM sleep terjadi sekitar satu setengah jam setelah Anda tidur. Periode REM Sleep pertama berlangsung sekitar 10 menit. Jumlah REM Sleep yang Anda alami berubah seiring bertambahnya usia. Persentase REM Sleep dapat dijelaskan seperti berikut.

  • Paling tinggi selama masa bayi dan anak usia dini.
  • Menurun selama masa remaja dan dewasa muda.
  • Semakin menurun seiring bertambahnya usia menuju masa tua.

Keempat tahap yang dialami seseorang saat tidur, bisa saja tidak dialami orang lain, karena ada beberapa kondisi yang dialami yang dialami dan kebiasaan yang dilakukan. Kebiasaan tersebut akan mengacaukan tahapan tidur seseorang, bahkan bisa juga berdampak pada kesehatan. Kebiasaan tersebut, bisa dijelaskan seperti:

  • Meminum kafein

Kafein dan pseudoefedrin (bahan obat) dapat merangsang otak. Zat tersebut dapat menyebabkan insomnia, yakni ketidakmampuan untuk tidur. Waspadai minuman berkafein seperti kopi dan obat-obatan seperti pil diet dan dekongestan.

  • Obat-obatan seperti antidepresan dapat menyebabkan REM Sleep yang kurang baik.
  • Orang yang merokok berat sering tidur ringan dan REM sleep berkurang. Orang tersebut mungkin bangun setelah beberapa jam karena mereka mengalami penarikan nikotin.
  • Suhu yang sangat panas atau dingin dapat mengganggu tidur pada tahap REM Sleep. Anda kurang mampu mengatur suhu tubuh selama REM Sleep.

Berapa lama waktu tidur yang diperlukan seseorang?

Banyak faktor yang mempengaruhi berapa banyak tidur yang Anda butuhkan. Usia adalah faktor utama yang menentukan lama waktu tidur seseorang. 

  • Bayi membutuhkan sekitar 16 jam sehari.
  • Balita dan anak-anak prasekolah membutuhkan sekitar 12 jam.
  • Remaja membutuhkan sekitar sembilan jam.
  • Orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan (meskipun beberapa baik-baik saja dengan lima dan yang lain membutuhkan lebih dekat dengan 10).
  • Orang hamil sering membutuhkan lebih banyak tidur selama trimester pertama.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

17 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload