Kelebihan dan Kekurangan Pembayaran Lump Sum

05 Nov 2021 by Laruan, Last edit: 05 Nov 2021

Pernahkah Sobat Pintar melakukan transaksi pembayaran kontrak di muka secara sekaligus? Metode inilah yang sering dikenal dengan istilah Lump Sum. Pembayaran dengan metode lump sum umumnya terjadi pada transaksi pengadaan barang atau jasa. 

Kelebihan dan Kekurangan Pembayaran Lump Sum

Pengertian Lump Sum 

Menurut kamus, istilah Lump Sum berarti dana yang dibayarkan untuk keseluruhan biaya (transport, makan, dll )  secara sekaligus. 

Melansir dari Investopedia, pengertian lump sum yaitu metode pembayaran terjadi pada awal kontrak, dalam jumlah besar yang diberikan kontan. Dengan demikian, pembiayaan Lump Sum lawan dari cara pembayaran bertahap/ mengangsur. 

Metode pembayaran kontan ini dapat Sobat Pintar gunakan untuk berbagai transaksi, misalnya perjalanan dinas, asuransi, pembayaran proyek, pencairan dana pensiun dll.  

Penerapan Kontrak Lump Sum

Berikut beberapa praktik pembayaran lump sum yang di kehidupan sehari-hari, seperti :

  • Bidang Konstruksi

Lazimnya sebelum bertransaksi, pemilik proyek akan menyelenggarakan lelang dengan metode lump sum. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan penyedia jasa / pelaksana terbaik. 

Pemilik proyek akan menerapkan fixed price karena pembayaran secara penuh. Itu artinya, pemilik proyek tidak akan mengeluarkan biaya lainnya jika terjadi kenaikan harga barang di tengah pelaksanaan. Oleh karena itulah, kedua pihak wajib memperhitungkan segala hal dengan akurat dan terperinci. 

  • Pembayaran Uang Pensiun

Uang pensiun adalah bentuk santunan kepada karyawan karena jasa dan pengabdian selama puluhan tahun di perusahaan. Dana pensiun ini merupakan bentuk apresiasi atas loyalitas karyawan. 

Nominal dana pensiun dapat berbeda antara karyawan satu dengan lainnya tergantung dari masa kerja dan jabatan. Biasanya, perusahaan swasta akan membayar dana pensiun secara kontan.  Sebab, ada instansi pemerintah umumnya mencairkan dana pensiun secara periodik. 

  • Perbankan

Kontrak lump sum juga sering terjadi di bidang perbankan, sebagai contohnya adalah asuransi. 

Pihak nasabah akan mendapatkan premi asuransi sesuai dengan kesepakatan di awal.  

  • Perjalanan Dinas

Penerapan sistem pembayaran sekaligus ini juga dapat Sobat Pintar temukan saat perjalanan dinas, baik karyawan swasta atau negara. 

Biasanya perusahaan akan membayar uang transport, akomodasi dan uang saku kepada karyawan yang melakukan perjalanan. 

Namun, jika pelaksanaan perjalanan dinas dilakukan secara mendadak, karyawan tidak mendapatkan pembayaran sekaligus. Sebab, Sobat Pintar harus menanggung biaya tersebut terlebih dahulu, kemudian meminta ganti perusahaan dengan menunjukkan bukti pengeluaran yang sah. 

Lump sum berbeda dengan reimbursement, di mana pelunasan akan terjadi setelah penyerahan bukti pengeluaran yang sah. Jika tidak ada bukti pengeluaran, maka perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk mengganti. 

Kelebihan Pembayaran Lump Sum

Bertransaksi menggunakan metode pembayaran Lump Sum mempunyai kelebihan tersendiri. Apa saja itu? 

  1. Meningkatkan Produktivitas 

Pembayaran metode lump sum yang perusahaan berikan kepada karyawan sebelum perjalanan dinas, tentu saja dapat membuat lebih produktif dalam bertugas. 

Selain itu, karyawan dapat merasa lebih tenang dan tidak lagi mengkhawatirkan pembayaran karena keseluruhan upah telah terbayarkan. Karyawan pun dapat lebih fokus mengerjakan pekerjaan. 

  1. Lebih Praktis

Praktek pembayaran lump sum untuk dana pensiun memang lebih praktis daripada harus membayar setiap bulan seperti gaji. Umumnya perusahaan swasta yang sering menggunakan metode ini. 

Pembayaran secara kontan membuat penerima tidak risau akan pencairan selanjutnya. Mengingat usia karyawan pensiun yang berada di kisaran 55-60 tahun, maka metode pembayaran lump sum lebih menguntungkan bagi penerima. 

  1. Meminimalisir Kendala Finansial

Kelebihan lain dari Lump Sum dari segi perhitungan biaya yaitu dapat meminimalisir kendala finansial yang mungkin saja terjadi di tengah kontrak.

Apabila dana sudah terbayarkan 100% di awal kontrak, maka pelaksana tidak akan khawatir jika suatu hari terkendala biaya. Proyek akan tetap dapat berjalan hingga tuntas. 

  1. Proyek Akan Tetap Berjalan Lancar 

Selanjutnya, kelebihan lump sum yang lain adalah proyek yang tetap dapat berjalan lancar, sebab segala kebutuhan telah terpenuhi. Terutama bagi pelaksana di bidang konstruksi. 

  1. Kendali Keuangan Ada Di Tangan Sobat Pintar

Metode pembayaran lump sum memungkinkan Sobat Pintar mengontrol atau memegang kendali atas keuangan. Sobat Pintar bisa membelanjakan atau menginvestasikan uang tersebut sesuai kebutuhan Sobat Pintar sendiri. 

Begitu juga dalam pengelolaan proyek, di mana kendali keuangan berada d tangan pelaksana proyek. Pemilik dana memang mempunyai hak atas sebuah proyek, namun kenali pengelolaan uang terdapat di tangan pelaksana. 

Kekurangan Lump Sum

Kendati terbilang praktis dan mudah, namun tetap membutuhkan kewaspadaan extra dan kehati-hatian dalam membelanjakan dana. Oleh karena mekanisme pembayaran dilakukan secara sekaligus di awal waktu, tentu mempunyai risiko tersendiri di kemudian hari. 

Berikut beberapa hal yang menjadi kekurangan sistem pembayaran lump sum, seperti :

  1. Dana Terlalu Besar Sehingga Memberatkan Salah Satu Pihak

Kekurangan sistem lump sum yang pertama adalah dapat memberatkan salah satu pihak. Umumnya, pembayaran lump sum melibatkan jumlah yang besar, sehingga akan terasa berat jika tidak dapat membayar dengan bertahap. 

  1. Peluang Mark Up / Penyelewengan Dana Semakin Besar

Kekurangan lain sistem pembayaran ini adalah membuka peluang untuk salah satu pihak melakukan mark up dana. 

Terutama saat pembiayaan proyek di mana pelaksana memegang kendali penuh atas keuangan, maka pemilik proyek hanya berperan sebagai pemantau saja. Oleh karena itu, jika pemilik proyek tidak dapat waspada, maka tidak menutup kemungkinan pihak pelaksana mark up dana. 

Tidak sedikit orang yang tergiur untuk menyelewengkan dana karena jumlah pembayaran lump sum angkanya fantastis. 

  1. Lebih Boros

Tidak jauh berbeda dari pembiayaan proyek, begitu juga yang terjadi jika dana pensiun dibayarkan secara penuh/ kontan. Maka risiko penerima untuk boros pun dapat terjadi. 

Karena penerima pensiun dapat bebas mengeluarkan uang tersebut sesuai kebutuhan. Jika tidak disertai dengan manajemen keuangan yang baik, maka dana pensiun akan habis begitu saja. 

  1. Konsekuensi Penuh Menjadi Tanggung Jawab Pelaksana/ Penerima 

Kekurangan lainnya dari sistem pembayaran ini adalah risiko terburuk menjadi tanggung jawab penuh pihak pelaksana/ penerima. 

Apabila suatu proyek gagal/ tidak sesuai harapan maka pihak pelaksana berkewajiban menanggung penuh berdasar dengan kontrak kesepakatan. 

Melihat kekurangan di atas, maka sistem pembayaran lump sum  membutuhkan perhitungan yang akurat. Sebab jika terjadi kekurangan biaya di tengah proses proyek, maka akan menjadi tanggung jawab pelaksana. 

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat Sobat Pintar ketahui bahwa lump sum merupakan cara pembayaran untuk jumlah besar dalam satu waktu di awal kontrak. 

Ingat, bahwa metode pembayaran lump sum cukup berisiko, maka harus berhati-hati dalam membawa kontrak kesepakatan. 

Agar terjadi kontrak perjanjian yang lancar maka pihak pelaksana dan penyedia jasa harus mengetahui kondisi keuangan masing-masing. 

Begitu juga bagi penerima pensiun harus mempunyai manajemen keuangan yang terkendali agar tidak boros dan keuangan tetap terdistribusi dengan bijak. 

Itulah ulasan tentang kelebihan dan kekurangan lump sum. Bagi Sobat Pintar yang membutuhkan dana darurat, silakan saja ajukan pinjaman uang tunai ke Kredit Pintar sekarang juga. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
05 Nov 2021
Pinjam kilat 20 juta!Download