Jenis-Jenis Awan dan Ciri-Ciri Hujan Deras

04 Jul 2022 by Laruan, Last edit: 04 Jul 2022

Awan memberitahu orang bagaimana cuaca akan terbentuk ke depan. Ketika mendung, itu tanda hujan akan turun. Di artikel ini, Sobat Pintar akan mengenali jenis-jenis awan dan ciri-cirinya.

Awan punya beberapa karakteristik unik dari ketinggian dan bentuk fisiknya. Ini membuat perbedaan pada jenis-jenis awan. Dunia penerbangan, kelautan, bahkan petani sekalipun begitu antusias terhadapnya. 

Saat naik pesawat, orang akan menyaksikan gumpalan putih awan melayang di langit. Penumpang mungkin merasa bosan di kursi karena tidak melihat pemandangan indah apapun. 

Dari bawah, awan dapat menutupi matahari dan melindungi manusia dari terik matahari. Bayangannya terbentuk di tanah.

Keberadaan awan sering menimbulkan berbagai persepsi. Anak-anak mungkin mengiranya benda padat sehingga dapat didiami oleh manusia. 

Namun faktanya, awan tidak dapat menampung berat badan manusia. Pengetahuan tentang berbagai jenis-jenis awan akan berguna untuk kehidupan sehari-hari. Daripada berandai-andai, mari mengenali lebih dalam jenis-jenis awan di langit. 

Baca juga: Ini Dia Negara Tertua Di Dunia Ini Yuk!

Pengertian awan

Awan merupakan sekumpulan tetesan air yang menjadi kristal es dan melayang udara. Kristal tersebut berasal dari uap air yang terdapat dalam udara. 

Secara kasat mata, orang tidak dapat melihat uap air di udara. Saat panas, udara akan memiliki air dan terbang tinggi sampai menyentuh lapisan suhu rendah. Di sana, terdapat titik air yang terkumpul dan membuat beban awan semakin berat. 

Ketika titik air semakin banyak, maka dia akan jatuh ke bawah. Dari sana, hujan turun membasahi bumi. Di satu sisi, ini berkah untuk pertanian, namun bisa menjadi ancaman banjir untuk pemukiman warga.

Bila diperhatikan, bentuk awan tidak pernah selalu sama. Mereka sering berubah menyesuaikan kondisi atmosfer. 

Perbedaan tersebut terjadi karena proses pertemuan titik air dan udara yang panas. Titik tersebut kemudian menguap. Dari proses ini, awan dapat menghilang untuk membentuk awan lainnya.

Fenomena-fenomena di langit bisa terbaca dari penampakan awan. Mana saja jenis awan yang dapat berdampak langsung dengan kehidupan? Selengkapnya, pantau terus ulasan artikel ini.

Klasifikasi dan ciri-ciri awan 

Perbedaan awan membuatnya terbagi atas beberapa susunan. Ini berdasarkan ketinggiannya di langit. Secara umum ada empat tingkatan dalam mengklasifikasikan ciri-ciri awan. 

  1. Awan tingkat atas berada antara 5.000 – 13.000 meter. Jenis awan ini dikenal dengan namanya yang berawalan “cirro”.
  2. Awan tingkat menengah berada antara 2.000 – 5.000 meter. Jenis awan ini dimulai dengan nama “alto” 
  3. Awan tingkat rendah berada di antara tanah dan 2.000 meter. Awan ini punya nama “strato”.
  4. Awan perkembangan vertikal seperti nimbostratus, cumulus dan cumulonimbus.

Baca juga: Manfaat dan Tips Hidup Hemat, Siap Bebas Finansial!

Jenis-jenis awan dan gambarnya

Sobat Pintar tentu penasaran apa saja jenis awan dan gambarnya. Ini akan membantu untuk mengenali fenomena cuaca yang umum. 

Bila memperhatikan bentuknya, orang mungkin berpikir awan tampak begitu tenang di atas langit. Tetapi, siapa sangka, dia bisa memberikan kegelapan dan guntur yang membuat orang kaget dan harus melakukan antisipasi ketika titik air jatuh dari sana membuat hujan.

Jenis awan tingkat atas

Awan yang berada pada tingkatan ini masuk pada suhu udara yang sangat rendah. Kelembaban sangat sedikit sehingga awan ini sebagian besar terdiri dari kristal es. Ciri-ciri mereka umumnya terlihat tipis dan warna putih.

  1. Awan Cirrus

Awan Cirrus adalah awan yang berbentuk filamen halus yang tampak seperti rambut atau serat. Mereka hanya terdiri dari kristal es. Bila Sobat Pintar memandang langit, maka awan Cirrus terlihat bergerak tertiup angin.

  1. Cirrocumulus

Awan Cirrocumulus berbentuk tebak dan tampak bagaikan selimut putih di langit. Kemunculan jenis awan ini jarang terlihat di langit karena sering didahului oleh perubahan cuaca akibat badai dan petir.

  1. Cirrostratus

Cirrostratus biasanya berukuran besar dan menyerupai permadani. Kemunculannya terlihat ketika terdapat lingkaran menyerupai pelangi. Itu adalah lingkaran Cirrostratus yang menandai adanya perubahan cuaca.

Jenis awan tingkat menengah

Awan tingkat menengah terbentuk di ketinggian antara 2.000 sampai 5.000 meter. Mereka biasanya terdiri dari tetesan air. Namun, bila berada dalam suhu cukup rendah, mereka dapat membentuk kristal es.

  1. Altostratus

Awan ini membentuk selimut dan cenderung menutupi seluruh langit. Bentuknya dapat terlihat ketika memasuki senja di mana sebagian besar langit tertutup oleh awan. Mereka tidak membuat bayangan di tanah.

  1. Altocumulus

Mirip dengan awan cirrocumulus dalam bentuk permadani dengan beberapa pola yang teratur. Altocumulus cenderung memiliki warna gelap pada beberapa bagian, dan terang di bagian lainnya.

Jika jenis awan ini muncul pada awal hari yang panas dan lembab, seringkali itu memberitahu akan ada badai petir.

  1. Nimbostratus

Nimbostratus membentuk lapisan awan tebal berwarna abu-abu gelap. Jenis awan ini mampu menyembunyikan matahari. Terdiri dari tetesan air atau kristal es dan terbentuk dari gerakan vertikal udara lembab yang bergerak di bagian depan yang hangat. 

Kemunculan awan ini seringkali tampak karena hujan dengan durasi lama selama beberapa jam.

Jenis awan tingkat rendah

Awan tingkat rendah terbentuk di bawah 2.000 meter. Jika berada di iklim yang lebih dingin, dia bisa mengandung partikel salju atau es.

  1. Stratocumulus

Mereka bisa dikenal sebagai awan mendung. Bentuknya bulat dan tebal. Awan stratocumulus dapat berwarna abu-abu gelap, putih dan menampakan jelas warna biru langit, tetapi jarang melibatkan curah hujan.

  1. Stratus

Awan stratus dapat disebut sebagai kabut ketika dia menyentuh tanah. Dia bisa menyebabkan gerimis dan kemunculannya dapat terlihat di daerah perkotaan akibat polusi udara.

Jenis Awan Perkembangan Vertikal

Sobat Pintar dapat membedakan dengan baik awan ini. Sebabnya, mereka bisa dekat ke permukaan bumi dan dapat melebihi ketinggian 10.000 meter. Tampaknya, awan ini cukup penting untuk diketahui banyak orang karena dapat berdampak pada keseharian.

  1. Cumulus

Awan cumulus sering berwarna putih cerah. Awan ini muncul ketika langit cerah. Sepintas, bentuknya dapat menyerupai bunga kol. 

  1. Cumulonimbus

Awan cumulonimbus berbentuk sangat besar. Pada dasarnya, dia adalah cumulus tetapi menggumpal dengan sangat besar. Jenis awan Ini dasarnya gelap dengan ketinggian  mencapai 500 meter sampai melebihi ketinggian 10.000 meter. 

Mereka mengandung air di bagian bawah dan es di bagian atas dan kadang menyebabkan guntur dan tanda turunnya hujan. Karena itu, awan ini selalu dihindari oleh pilot pesawat dalam penerbangan.

Baca juga: Cara Hidup Hemat Bagi Pelajar dan Mahasiswa

Kesimpulan

Itulah jenis-jenis awan yang terdapat di langit. Awan akan selalu ada saat cerah maupun badai. Perbedaannya dapat terlihat dari bentuk dan ketinggian. 

Secara kasat mata, posisi awan bisa sangat dekat dengan permukaan tanah, seperti terlihat di daerah pegunungan. Namun, mereka dapat melayang dalam ketinggian lebih dari 10.000 meter. 

Pengertian Sboat Pintar terhadap awan sangat membantu untuk mengenali kondisi cuaca selanjutnya. Saat ingin beraktivitas di luar ruangan, melihat bentuk awan akan memberi tahu apakah Sobat Pintar harus keluar rumah atau tidak demi menghindari hujan.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
04 Jul 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download