Mengenal Hustle Culture: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

25 May 2022 by Laruan, Last edit: 29 May 2022

Akhir-akhir ini ada istilah yang cukup sering digunakan untuk menggambarkan kondisi di saat orang-orang yang bekerja berlebihan. Istilah tersebut adalah hustle culture yang mana kerap diterjemahkan oleh orang-orang sebagai gila kerja. Tidak sedikit yang justru menganggap hustle culture sebagai hal positif dan sering dipamerkan di sosial media.

hustle culture

Padahal, hustle culture sebenarnya cukup memberikan dampak yang kurang baik. Nah, untuk mengenal lebih dalam mengenai apa itu hustle culture, kamu bisa menyimak penjelasan berikut yang sekaligus membahas mengenai penyebab dan dampak-dampak dari hustle culture tersebut. 

Baca juga: Wajib Diketahui! Ini Pengertian Revolusi Industri 4.0 

Hustle Culture Adalah?

Hustle dalam Oxford Learner’s Dictionary didefinisikan sebagai mendorong seseorang supaya bisa bergerak lebih cepat. Jadi, secara sederhana hustle culture adalah budaya kerja yang mendorong seseorang bergerak dengan cepat dan agresif. 

hustle culture

Dalam definisi lain, disebutkan jika hustle culture adalah budaya yang mendorong para pekerja supaya bekerja secara berlebihan. Hal ini membuat para pekerja kerap melakukan pekerjaan bahkan di waktu luang mereka. 

Para pekerja kerap dituntut oleh perusahaan maupun tempat kerja mereka supaya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan ritme yang lebih cepat dari biasanya. Meskipun istilah ini baru-baru ini diperbincangkan, namun hustle culture sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970-an. 

Tahun tersebut diketahui menjadi munculnya industri-industri di dunia termasuk industri teknologi. Berlanjut ke tahun 1990-an, internet mulai muncul yang menyebabkan hustle culture semakin lazim di masyarakat. Adanya internet membuat pekerja dituntut untuk mampu bekerja dengan lebih cepat, terlebih sudah ada dukungan media yang seharusnya bisa membuat pekerjaan jadi jauh lebih mudah. 

Tidak hanya itu, kemunculan perusahaan-perusahaan berbasis teknologi besar dunia seperti Facebook, SpaceX, Tesla Inc. dan lainnya membuat banyak orang menjadikan hal tersebut sebagai standar kesuksesan.  Bahkan, Elon Musk juga terang-terangan menyebut jika hustle culture adalah salah satu cara terbaik bagi setiap orang untuk mencapai kesuksesannya.

Baca juga: Tentang Hak Paten dan Contohnya 

Jadi, bisa dibilang kalau hustle culture merupakan budaya yang sebenarnya sudah ada sejak lama. Akan tetapi, semakin menggila ketika hadirnya internet dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Hal ini karena internet bisa diakses kapan pun dan di mana pun, sehingga tak ada alasan untuk tidak bekerja secara penuh. Secara tidak langsung, budaya ini bisa membuat orang tak kenal waktu dan isi pikirannya hanya pekerjaan semata. 

Penyebab Hustle Culture

Dari pengertian dan sejarah singkat mengenai hustle culture tersebut, sebenarnya ada hal-hal yang turut menjadi penyebab yang mempengaruhi seseorang untuk terjerat dalam hustle culture ini. Apa sajakah penyebabnya? Berikut penjelasannya. 

Penyebab Hustle Culture

1. Toxic Positivity

Salah satu penyebab utama mengapa hustle culture ini berkembang di lingkungan kerja adalah karena toxic positivity. Toxic positivity merupakan keinginan seseorang untuk mempertahankan asumsi positif meski dalam keadaan tertekan atau stres. 

Penyebab dari toxic positivity bukan hanya berasal dari diri sendiri, tetapi juga berasal dari lingkungan sekitar. Sering kali kita mendengar nasihat seperti jangan menyerah, terus berjuang, dan lain sebagainya. Nasihat tersebut memang sangat baik, akan tetapi ketika diberikan di kondisi yang tidak tepat, tentu akan memberikan efek yang tidak baik pula. 

Toxic positivity juga kerap muncul karena dorongan diri yang memaksa diri sendiri untuk tetap semangat, meski kondisi sudah kelelahan berat. Hal ini pastinya bisa menyebabkan pada toxic hustle culture yang pastinya sangat tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental.

2. Persaingan di Dunia Bisnis

Penyebab kedua dari hustle culture tidak lain karena adanya persaingan di dunia bisnis. Di zaman dan era yang serba digital dan serba cepat ini, ada banyak bisnis yang mulai bermunculan. Tidak jarang hal itu menyebabkan persaingan yang cukup ketat di kalangan para pebisnis itu sendiri. 

Baca juga: Cantik dan Praktis! Ini Cara Membuat Kotak Kado 

Setiap bisnis dituntut memberikan inovasi yang bisa membuat pelanggan tetap tertarik dan tidak beralih ke lainnya. Hal ini membuat setiap perusahaan pun mendorong karyawannya untuk bekerja secara berlebihan demi bisa mencapai target yang tinggi tersebut. 

3. Keberadaan Teknologi Canggih

Berikutnya, kemajuan teknologi juga dinilai menjadi faktor utama mengapa hustle culture bisa terjadi. Smartphone, tablet, PC, dan perangkat lunak yang menyertainya, membuat kita bisa bekerja semakin cepat. Inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai alasan mengapa kita harus bekerja dengan cepat dan dengan beban kerja yang tidak sedikit. 

Menerima panggilan kerja di luar jam kerja dianggap normal, membalas pesan diluar jam kerja dianggap lazim, hingga melakukan video conference saat malam hari dianggap sebagai suatu yang wajar-wajar saja. Padahal, hal tersebut cukup menunjukkan jika pengelolaan waktu yang kurang baik dan bisa berimbas pada kesehatan tubuh. 

4. Pengaruh Sosial

Satu lagi penyebab dari hustle culture adalah adanya pengaruh dari lingkungan sosial. Pengaruh tersebut kerap muncul dalam bentuk pemikiran jika kriteria untuk menjadi sukses mengharuskan seseorang bekerja mati-matian. 

Semakin keras seseorang itu bekerja, semakin cepat karirnya akan mencapai kesuksesan. Ketika karirnya sukses, tentu saja kita akan dipandang sebagai seorang yang berhasil dan terpandang di masyarakat. 

Begitulah hal yang sering dipercayai oleh masyarakat luas. Hal ini secara tidak langsung mendorong orang-orang untuk bekerja berlebihan, karena merasa perlu untuk mendapat pengakuan tersebut. 

Baca juga: Panduan Bagaimana Prosedur Mengajukan HaKI 

Dampak-Dampak Hustle Culture

Dilihat dari penjelasan-penjelasan yang ada, hustle culture bisa tergolong sebagai budaya toxic ketika hal itu dilakukan dengan sangat berlebihan. Diketahui hal ini juga bisa menyebabkan dampak-dampak yang tidak baik untuk kesehatan mental, fisik, dan dampak lainnya seperti dalam penjelasan berikut.

D:\FREELANCE NULIS\_KREDIT PINTAR\5\PIC\2\Dampak-Dampak Hustle Culture.jpg

1. Meningkatnya Risiko Penyakit

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Current Cardiology Reports menunjukkan jika orang yang bekerja lebih dari 50 jam per minggunya, mempunyai risiko penyakit seperti kardiovaskular. Bekerja dengan jam kerja yang panjang juga bisa menyebabkan tekanan darah meningkat. Bahkan, bekerja secara berlebihan mampu meningkatkan risiko stroke dan diabetes. 

2. Gangguan Kesehatan Mental

Selain gangguan kesehatan fisik, gangguan kesehatan mental juga bisa terjadi saat kamu terlalu banyak bekerja. Mulai dari stres, anxiety, hingga burnout. Burnout diketahui menjadi masalah yang sering kali dihadapi pekerja yang kerja lembur, bahkan di weekend sekalipun. Terjadinya burnout pada seorang pekerja bisa mengurangi semangat kerja, bahkan berimbas pada hubungan dan kinerja yang dilakukan saat bekerja. 

3. Hilangnya Keseimbangan Kerja

Life balance atau keseimbangan hidup bisa diperoleh ketika kamu bisa menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ketika kamu terlalu banyak bekerja, tentu hal ini akan sangat berdampak pada hilangnya keseimbangan hidup tersebut. Jika life balance terganggu, ini juga akan turut berdampak pada kehidupan sosial dan kesehatan mental pula. 

Baca juga: 7+ Pinjaman Online Langsung Cair 

Itulah seluruh penjelasan mengenai hustle culture, sebuah budaya kerja berlebihan yang marak terjadi di era sekarang, terutama di masa pandemi Covid-19. Kondisi ini bagi beberapa orang memang tidak terhindarkan. Namun, alangkah baiknya untuk tetap bekerja secara wajar, supaya tidak sampai mengganggu keseimbangan kehidupan dan kesehatan.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. 

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
29 May 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download