Hati-Hati dengan Investasi Online Bodong! Ketahui Cirinya

11 Sep 2018 by Edwin

Seiring kemajuan zaman, semakin banyak pula jenis-jenis investasi yang ditawarkan. Mulai dari investasi fisik sampai investasi online yang belakangan marak ditawarkan perusahaan fintech. Ditengah banyaknya pilihan investasi online yang menguntungkan, Sobat Pintar perlu berhati-hati karena banyak diantaranya yang ternyata investasi bodong. Alih-alih meraup untung, uang Sobat Pintar malah hilang entah kemana.

Salah satu contoh bentuk investasi bodong yang sudah lama dan banyak dijumpai praktiknya adalah bisnis investasi dengan skema Ponzi. Menurut Investopedia, skema Ponzi merupakan penipuan dalam bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan risiko minim. Skema ini mirip dengan skema piramida, dimana keuntungan investor lama didapat dari uang yang ditanam/uang pendaftaran investor baru. Begitu seterusnya hingga tidak ada lagi investor baru yang mendaftar sehingga kerugian akan baru dirasakan oleh para investor.

Menurut OJK, ciri-ciri investasi bodong sebagai berikut:

Menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat

Seperti yang sudah disinggung di atas, biasanya tawaran akan investasi imbal hasil tinggi dalam waktu singkat dan dengan risiko kecil merupakan modus penipuan. Selain skema ponzi, ada juga modus cryptocurrency yang menawarkan keuntungan hingga 5% per harinya.

Pada dasarnya, investasi akan memberikan keuntungan yang lebih besar seiring dengan lamanya dana ditanamkan. Sehingga jika ada penawaran investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat, bisa dipastikan kalau investasi tersebut merupakan modus penipuan.

Produk investasi online yang tidak jelas

Iming-iming keuntungan yang besar dan kurangnya pemahaman calon korban akan berinvestasi akan menyebabkan mereka terjebak dalam investasi fiktif. Teliti sebelum melakukan investasi dengan mengetahui detail-detail investasi yang diminati merupakan langkah wajib sebelum melakukan investasi. OJK juga menyediakan layanan call center di nomor 157 jika Sobat Pintar ingin menanyakan tentang produk investasi yang diminati.

Imbal hasil tinggi di awal, namun setelahnya akan macet

Kasus seperti ini biasanya didapati di skema Ponzi. Biasanya imbal hasil pada bulan-bulan pertama akan lancar sesuai yang dijanjikan. Namun pada bulan kesekian pembagian imbal hasil akan macet lantaran tidak adanya pendaftar baru. Bahkan di banyak kasus perusahaan investasi yang bersangkutan akan tutup dan meninggalkan nasabah.

Pesta mewah untuk menggaet calon investor baru

Acara-acara yang terkesan mewah hingga mengundang artis terkenal diadakan oleh perusahaan investasi untuk meyakinkan calon investor baru agar menginvestasikan uangnya kepada mereka. Meskipun tidak selalu, namun jika hal demikian dilakukan oleh perusahaan investasi terkait, hampir bisa dipastikan perusahaan tersebut mempraktikan modus penipuan investasi.

Tidak diawasi OJK

Sebenarnya ini yang paling fatal untuk dilewatkan oleh para calon investor. Seperti yang sudah disebutkan diatas, OJK sudah menyediakan layanan call center jika memiliki pertanyaan mengenai investasi. OJK pun sudah menerbitkan daftar investasi bodong yang harus dihindari oleh para calon investor. Tanpa pengawasan dan izin dari OJK, kerugian yang ditanggung oleh investor yang tertipu investasi bodong tidak bisa kembali.


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat. Ingin mengenal Kredit Pintar lebih dekat?

mobile-closeKredit PintarDownload