Exchange Traded Fund: Investasi Kekinian, Terjangkau!

05 Oct 2021 by Laruan, Last edit: 06 Oct 2021

Saat ini di Indonesia sedang mengalami tren investasi reksadana seperti reksa dana Exchange Traded Fund (ETF). Bagaimana tidak? Reksa dana merupakan investasi yang mudah dilakukan oleh semua orang dan sangat cocok untuk para pemula yang memiliki modal kecil.

Exchange Traded Fund: Investasi Kekinian Yang Sangat Terjangkau

Saat ini, kebanyakan masyarakat Indonesia hanya mengetahui empat jenis reksadana saja, yaitu pasar uang, campuran, reksadana saham, dan pendapatan tetap. Namun, diantara keempat jenis tersebut ada reksadana Exchange Traded Fund (ETF) yang tidak kalah bagusnya dengan keempat jenis yang telah disebutkan.

Mengenal Apa Itu Exchange Traded Fund atau ETF?

Exchange Traded Fund adalah sebuah reksadana yang menawarkan investasi dalam bentuk Kontrak Investasi Kolektif yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Jadi Sobat Pintar bisa melakukan transaksi jual-beli reksadana ETF melalui BEI.

Jadi, ETF merupakan produk investasi reksadana yang menggabungkan antara dua karakteristik yang berbeda. Yaitu sistem pengelolaan dana yang sama dengan reksadana dan mekanisme saham dalam transaksi perdagangan.

Apa Saja Perbedaan ETF vs Reksadana Saham

Sobat Pintar harus tahu bahwa ETF dengan reksadana saham merupakan instrumen investasi yang berbeda. Exchange Traded Fund adalah reksadana yang diperdagangkan melalui bursa efek, sedangkan untuk reksadana adalah jenis investasi dengan minimal 80% dari Nilai Aktiva Bersih yang bersifat ekuitas.

Berikut adalah tabel perbedaan ETF dengan Reksadana Saham:

ETFReksadana Saham/Reksadana Konvensional
Perdagangan melaluiDealer partisipan di pasar primer dan broker manapun di pasar sekunderManajer investasi atau agen penjual reksadana (APERD)
Minimum pembelianPasar Primer: 1.000 lot = 100 ribu unitPasar Sekunder: 1 lot = 100 unit1 unit
Biaya TransaksiSesuai dengan biaya komisi broker (Perusahaan Sekuritas)Biaya pembelian dan penjualan (1-3%)
Risiko transaksiDapat dikontrolRisiko manajer investasi dari pengelolaan portofolio
Perhitungan NAB/UPPerhitungan indikasi NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan) dilakukan setiap saat selama jam perdagangan BEIPerhitungan NAB/UP dilakukan satu kali setelah penutupan jam perdagangan BEI
Harga Real timeAkhir hari
UnderlyingIndeks AcuanSaham
Settlement (Penyelesaian transaksi)T+2 (dua hari setelah transaksi dilakukan)T+7 (tujuh hari setelah transaksi dilakukan)
Dealer Partisipan (anggota bursa yang bekerja sama dengan manajer investasi pengelolaan ETF untuk membeli atau menjual UP ETF)Ada (Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Indopremier Sekuritas, dan Panin Sekuritas)Tidak ada.

Keunggulan ETF

  1. Mudah dan Sangat Fleksibel

ETF dapat Sobat Pintar beli dan jual kapanpun selama jam perdagangan bursa masih berjalan.

  1. Rendah Resiko dan Murah Biaya

Memiliki risiko yang rendah dengan adanya likuiditas yang terjamin. Ditambah, biaya pengelolaan dan biaya transaksi ETF relatif lebih murah dibanding reksa dana. Biaya pengelolaan untuk reksadana konvensional berkisar 2%-4% dan biaya transaksinya adalah 1%-5%.

Sedangkan untuk ETF, biayanya lebih rendah. Biaya pengelolaannya hanya sebesar 0.5% dan komisi broker untuk setiap transaksi hanya berkisar 0.19% dan 0.29% saja.

  1. Cakupan Luas

Bisa dibilang jika memiliki 1 ETF berarti memiliki puluhan saham-saham unggulan dalam satu kali order.

  1. Informasi Transparan 

Informasi dan pergerakan ETF dan saham-saham lainnya dapat kalian pantau dimanapun dan kapanpun melalui sistem yang telah disediakan.

  1. Relatif Murah

Sobat Pintar dapat membeli investasi ETF dengan bermodalkan Rp.10.000 hingga Rp.20.000! Harga ini terbilang cukup terjangkau bahkan untuk siswa-siswi.

  1. Dapat diperdagangkan di pasar primer dan sekunder

Sobat Pintar dapat menghindari kerugian secara terus menerus dengan sistem ini. Pasar primer merupakan tempat transaksi jual beli yang berasal dari pihak Penjamin Emisi melalui Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer) yang bertugas sebagai Agen Penjual Saham. Sedangkan untuk pasar sekunder merupakan transaksi ETF yang kerap dilakukan dari satu investor ke investor lainnya dan seterusnya.

  1. Sudah Teregulasi Oleh OJK

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 49 Tahun 2015 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek menyatakan bahwa ETF sudah teregulasi oleh OJK.

  1. Memiliki Produk ETF variatif

Berdasarkan catatan di BEI, terdapat 48 produk ETF yang tersedia di Indonesia.\

Kelemahan ETF

Kelemahan dari berinvestasi ETF ini adalah selisih biaya atas transaksi jual beli ditanggung oleh investor. Jadi Sobat Pintar yang memiliki investasi ETF ini harus menanggung biaya selisih (spread) antara harga permintaan (bid), dan harga penawaran (offer).

Cara Memilih Produk ETF yang Tepat

  1. Buatlah Strategi Investasi

Sebelum memilih investasi ETF, Sobat Pintar harus menyiapkan strategi investasi yang meliputi, tujuan investasi, jangka waktu investasi, berapa return atau keuntungan yang diharapkan, dan karakter risiko kalian.

Jadi kalian harus bisa menjabarkan poin-poin tersebut. Jika tujuan kalian adalah berinvestasi untuk masa pensiun, maka periode investasinya adalah 20 tahun di umur 55 tahun (jika Sobat Pintar berusia 35 tahun saat ini)

  1. Pahami dan Kenali Produk ETF Yang Tersedia

Setelah kalian membuat sebuah strategi investasi efektif kalian, selanjutnya kalian harus mempelajari setiap produk ETF yang ada di BEI. Hal ini sangat berguna sebagai acuan kamu untuk memilih produk yang sesuai dengan strategi investasi yang sudah kamu buat.

Sobat Pintar bisa mencari tahu indek acuannya, pengelolaannya pasif atau aktif, underlying asset, karakteristik, dan informasi-informasi bermanfaat lainnya. Sebaiknya Sobat Pintar membaca dan menganalisanya dari prospektus atau fund fact sheet yang tersedia.

Contoh, jika Sobat Pintar menargetkan dana pensiun, kalian bisa memilih produk Premier ETF Index IDX30 (XIID). Investasi ini sangat cocok untuk Sobat Pintar yang ingin berinvestasi jangka panjang yang memiliki keuntungan dalam jumlah besar.

  1. Pilih Broker Sesuai Dengan Gaya Investasi Kalian

Selanjutnya, Sobat Pintar harus memilih broker yang memiliki gaya investasi yang sesuai dengan kalian. Terdapat 6 broker yang sudah menjadi anggota bursa pengelola ETF yang bisa kalian pilih.

Pastikan juga kalian memilih broker tersebut yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jadi kalian bisa leluasa dan aman melakukan transaksi investasi ETF di broker tersebut.

Berinvestasi di Exchange Traded Fund merupakan investasi dengan gaya baru yang bisa dilakukan oleh semua kalangan. Karena memiliki sifat yang mirip seperti reksa dana, pemula bisa belajar dan memahami sistem ETF dengan cepat.

Jangan perlu khawatir akan kehilangan uang dalam jumlah banyak. Karena ETF memiliki risiko kerugian yang paling kecil dibandingkan dengan reksa dana. Namun, kami akan lebih merekomendasikan kalian untuk selalu menggunakan “Uang Dingin” saat hendak berinvestasi.

Sekian sudah artikel mengenai Exchange Traded Fund ini. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
06 Oct 2021
Pinjam kilat 20 juta!Download