Ciri dan Penyebab Pengidap Bipolar Disorder

07 Sep 2021 by Laruan

Bipolar disorder atau sering disebut juga dengan gangguan bipolar adalah suatu perubahan kondisi mental yang cukup berbahaya, di mana pasien yang memiliki bipolar disorder akan mengalami perubahan mood dari yang sangat bahagia (mania) sampai merasa sangat tertekan, putus asa bahkan kondisi terburuknya ialah merasa ingin bunuh diri (depresi).

Ciri dan Penyebab Pengidap Bipolar Disorder

Tak jarang beberapa pasien bipolar disorder tetap memiliki suasana hati yang normal saat sedang mengalami periode perubahan kedua mood tersebut. Namun ada hal yang harus diketahui oleh orang-orang terdekat pasien bipolar disorder bahwa, penyakit depresi dan bipolar disorder bukanlah hal yang sama. 

Saat pasien bipolar disorder merasa sedih, ia akan merasa malas untuk melakukan kegiatan sehari-hari, merasa sangat tertekan, dan putus asa. Di samping itu, ketika ia merasa bahagia, maka ia akan merasa penuh semangat dan gairah bahkan sangat energik. Perubahan suasana hati tersebut biasanya akan terjadi beberapa kali dalam setahun.

Kondisi jiwa yang seperti ini dapat memberikan efek yang kurang baik, dalam kehidupan pribadi pasien. Pasien akan mengalami kurangnya motivasi serta menurunnya produktivitas di tempat kerja. Oleh karena itu pasien bipolar disorder sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami perubahan psikis yang signifikan. 

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) sebanyak 45 juta orang di dunia menderita gangguan bipolar atau bipolar disorder. Karena itu bipolar disorder termasuk ke dalam salah satu jenis mental illnes yang umum terjadi. Pada umumnya pasien yang memiliki bipolar disorder ialah mereka yang berusia sekitar masa akhir remaja atau pada masa awal dewasa, karena sebagian besar pasien berumur di bawah 25 tahun. Namun bukan tidak ada pasien yang masih anak-anak atau dewasa, hanya saja jumlahnya lebih sedikit dan jarang.

Pasien yang memiliki bipolar disorder akan memiliki perubahan mood yang sangat signifikan, kondisi perubahan mood tersebut akan terjadi pada waktu-waktu tertentu. Dalam istilah medis masa perubahan mood ini di sebut ‘episode mood’, saat sedang mengalami suasana hati yang bahagia di sebut sebagai ‘episode manic (mania) dan hipomania’ namun saat suasana hati sedang sedih disebut sebagai ‘episode depresi’.

Berikut adalah penjelasan terkait episode mood. 

Ciri dan Penyebab Pengidap Bipolar Disorder
  • Episode manic (mania) dan hipomania

Kondisi mood dari mania dan hipomania ini jelas berbeda, dimana kondisi lebih buruk daripada kondisi hipomania. Episode mania dapat memicu kondisi pasien menjadi psikosis atau merasakan asing terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga akan mempengaruhi kehidupan sehari-sehari pasien. Karena itu jika pasien yang sedang berada pada episode mania harus di rawat inap atau berada dalam jangkauan tim medis.

Inilah beberapa gejala yang akan dialami pasien saat episode mania, 

  • Terlalu bahagia, berenergi, dan bersemangat
  • Sangat sensitif dan mudah tersinggung
  • Kurang tidur, kebanyakan dari pasien pada episode ini akan merasa kalau dirinya tidak membutuhkan tidur yang terlalu lama
  • Sering mengganti topik pembicaraan dan berbicara dengan sangat cepat
  • Berpacu dengan pikiran mereka sendiri
  • Berpikir bahwa mereka dapat melakukan banyak hal dalam waktu yang sama
  • Tergesa-gesa dalam bertindak
  • Episode depresi

Episode depresi adalah masa paling berbahaya bagi pasien bipolar disorder, karena pada kondisi ini pasien akan cenderung menarik diri dari kegiatan sosial sehari-hari, seperti pergi sekolah, bekerja, dan kegiatan lainnya. 

Berikut adalah beberapa ciri yang akan dialami oleh pasien pada episode depresi

  • Merasa sangat sedih, hampa, khawatir yang berlebihan serta merasa putus asa
  • Muncul rasa malas untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan sering mengantuk
  • Nafsu makan yang berkurang
  • Terlalu sadar diri dan minder dengan keadaan sekitar
  • Sulit untuk fokus, atau berkonsentrasi
  • Kondisi terburuknya yakni merasa ingin mengakhiri hidup. 

Selain ciri-ciri di atas, pasien dengan kondisi ini juga akan menderita gangguan kecemasan, melankolis, dan psikosis.  Kondisi tersebut biasanya akan muncul saat masa kehamilan dan perubahan musim. 

Gangguan bipolar atau bipolar disorder memiliki beberapa jenis atau tipe yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis gangguan bipolar atau bipolar disorder tersebut. 

  1. Gangguan bipolar 1

Pasien yang berada pada tipe ini setidaknya pernah mengalami gejala episode mania satu kali atau lebih dengan diikuti oleh episode hipomania atau depresi

  1. Gangguan bipolar 2

Pasien yang berada pada tipe ini mengalami kebalikan dari tipe gangguan bipolar 1, yaitu pasien setidaknya mengalami satu kali atau lebih gejala episode depresi atau hipomania, namun tidak pernah mengalami episode mania. 

  1. Gangguan siklotimia

Gangguan siklotimia disebutkan untuk pasien yang mengalami gejala hipomania dan depresi yang berlangsung selama 2 tahun. Namun pada tipe ini, gejala yang dialami pasien tidak seburuk yang dialami oleh pasien tipe gangguan bipolar satu dan dua. 

  1. Jenis gangguan bipolar lain

Pada tipe ini, pasien cenderung memiliki kondisi perubahan mood yang abnormal atau sangat signifikan, hal ini biasanya disebabkan oleh adanya gangguan dari penyakit lain atau efek dari mengkonsumsi obat-obatan tertentu dan alkohol.

Meski gejala yang ditimbulkan oleh bipolar disorder sudah cukup jelas, namun sampai saat ini belum dipastikan apa penyebab utama yang bisa membuat orang memiliki gangguan bipolar. Akan tetapi, para medis menyebutkan beberapa faktor yang mungkin menjadi pemicu munculnya gangguan bipolar atau bipolar disorder. 

Berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya bipolar disorder :

  1. Kondisi otak

Perubahan kondisi fisik otak dapat mempengaruhi zat kimia yang ada di dalamnya, seperti noradrenalin, serotonin, dan dopamin, zat kimia tersebut berperan aktif dalam mempengaruhi kondisi mood seseorang. Karena itu, jika zat-zat tersebut mengalami kondisi yang tidak seimbang, maka akan mengakibatkan munculnya gejala bipolar disorder. 

  1.  Keturunan (genetik) 

Faktor genetik atau keturunan ini, biasanya berdampak pada orang yang memiliki keluarga kandung atau orang tua  dengan kondisi ini.

  1.  Pengaruh lingkungan sosial

Lingkungan sosial yang menjadi faktor penyebab munculnya gejala bipolar disorder adalah lingkungan yang banyak memberikan tekanan emosional seperti trauma, kematian orang terdekat, atau hubungan sosial yang buruk dengan orang sekitar. 

Beberapa faktor tersebut dapat meningkatkan risiko timbulnya gejala bipolar disorder, terutama jika dalam kondisi seperti stres yang berkepanjangan, entah karena pekerjaan atau kegiatan sosial lainnya, kemudian kehilangan orang-orang yang disayang secara berurutan atau bersamaan, penyalahgunaan obat-obat tertentu dan alkohol, serta kondisi keluarga yang memiliki riwayat gangguan bipolar atau bipolar disorder. 

Pasien dengan kondisi gangguan bipolar atau bipolar disorder tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, terapi dan pencegahan hanya berfungsi untuk mengendalikan atau menstabilkan perubahan mood yang dialami. 

Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi gangguan bipolar atau bipolar disorder

  1. Obat-obatan

Dokter atau tim medis akan meresepkan beberapa obat untuk pasien, seperti anti depresi, penstabil mood, antipsikotik dan anti kecemasan

  1. Psikoterapi

Psikoterapi yang diberikan untuk pasien dengan gangguan bipolar yaitu bertujuan untuk mengubah emosi

  1. Program perawatan rumah sakit

Jika kondisi pasien sudah lebih buruk, maka akan disarankan untuk mengikuti perawatan di rumah sakit. 

Itulah beberapa ciri yang mengenai orang yang memiliki gangguan bipolar. Semoga artikel ini bermanfaat.Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload