Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan dengan Mudah

05 May 2022 by Laruan, Last edit: 09 May 2022

Cara membuat laporan keuangan merupakan salah satu hal penting yang harus diketahui oleh setiap perusahaan, terutama oleh bagian keuangan. Laporan keuangan merupakan sebuah pencatatan transaksi keuangan yang terjadi di dalam perusahaan selama satu periode. Maju atau mundurnya sebuah perusahaan tidak terlepas dari keberadaan uang yang ada di perusahaan tersebut. Kira-kira bagaimana cara membuat laporan keuangan paling mudah? 

Laporan keuangan berguna untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keuangan yang masuk dan keluar di perusahaan. Selain itu, laporan keuangan dapat menjadi acuan perusahaan untuk menentukan langkah yang akan diambil selanjutnya.

Apabila Sobat Pintar adalah pemilik sebuah perusahaan atau bekerja di bagian keuangan sebuah perusahaan atau berniat melamar di posisi keuangan sebuah perusahaan, maka diharapkan ulasan berikut dapat memberi gambaran mengenai cara membuat laporan keuangan, jenis-jenis laporan keuangan dan contoh laporan keuangan perusahaan yang sederhana.

Cara Membuat Laporan Keuangan

Sebelum membuat laporan keuangan dalam sebuah perusahaan, ada beberapa hal yang harus Sobat Pintar siapkan, seperti bukti transaksi dan kolom jurnal yang akan diisi oleh akun-akun yang terkait dengan transaksi yang terjadi. Berikut cara membuat laporan keuangan yang bisa Sobat Pintar ikuti dengan mudah:

  1. Mencatat Setiap Transaksi 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam sebuah jurnal umum. Dalam proses ini, dibutuhkan bukti transaksi yang merupakan dasar sebuah pencatatan. 

Baca juga: Cara membuat laporan posisi keuangan yang baik

Bukti transaksi tersebut bisa berupa kwitansi, faktur, cek dan lain sebagainya. Seluruh transaksi yang terjadi di dalam perusahaan selama satu periode harus dicatat di dalam jurnal secara rinci.

  1. Memposting ke dalam Buku Besar

Selanjutnya, data transaksi dalam jurnal umum dipindahbukukan atau diposting ke dalam buku besar. Buku besar merupakan rincian dari setiap akun-akun yang berkaitan dengan transaksi yang terjadi. Dengan adanya buku besar, Sobat Pintar dapat mengetahui saldo akun berikut transaksinya secara detail. Pada akhir periode, data-data dalam buku besar akan diikhtisarkan dalam neraca saldo.

  1. Membuat Neraca Saldo 

Langkah ketiga yaitu menyusun neraca saldo. Neraca saldo merupakan daftar yang berisi informasi mengenai saldo akun-akun yang terdapat dalam buku besar. Daftar akun di neraca saldo disajikan dengan saldo debit atau kredit, serta dikelompokkan dalam kelompok aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas).

  1. Membuat Jurnal Penyesuaian 

Setelah menyusun neraca saldo, maka langkah selanjutnya adalah membuat jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan akun-akun yang menunjukkan saldo yang tidak sesuai. Hal ini bisa dipengaruhi oleh transaksi yang belum tercatat atau terlewat saat menyusun laporan keuangan.

  1. Menyusun Neraca Lajur

Neraca lajur atau yang bisa disebut kertas kerja merupakan salah satu langkah yang dapat memudahkan penyusunan laporan keuangan. Dalam penyusunan neraca lajur, saldo akun-akun dalam neraca saldo akan disesuaikan dengan transaksi yang ada di jurnal penyesuaian sampai menghasilkan ikhtisar keuangan untuk menyusun laporan laba rugi dan neraca akhir.

Baca Juga: Jenis dan Tujuan Laporan Keuangan

  1. Membuat laporan keuangan 

Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan ini biasanya disusun berdasarkan data-data yang sudah dicatat dalam neraca lajur. Laporan keuangan biasanya meliputi empat unsur, yaitu laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan neraca.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan terdiri atas bermacam-macam aspek yang mencakup seluruh kondisi keuangan di dalam sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan, laporan keuangan sekurang-kurangnya disajikan setiap satu tahun sekali. Di bawah ini akan diulas mengenai berbagai jenis laporan keuangan yang secara umum ada di dalam sebuah perusahaan, di antaranya:

  1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan sebuah laporan keuangan yang berisi mengenai penghasilan dan beban-beban kerja yang terjadi selama satu periode. Laporan ini biasanya disajikan dalam bentuk single step atau multiple step. Bentuk laporan laba rugi yang umum digunakan yaitu bentuk multiple step, dimana dalam bentuk ini penghasilan dan beban di luar usaha akan dipisahkan dari penghasilan dan beban usaha. 

  1. Laporan Perubahan Modal

Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan, laporan perubahan modal biasanya disebut sebagai laporan perubahan ekuitas pemegang saham. Laporan perubahan modal ini berisi jumlah dan jenis modal yang dimiliki perusahaan pada periode yang sedang berjalan.

  1. Laporan Arus Kas

Salah satu unsur penting dalam laporan keuangan adalah laporan perubahan posisi keuangan. Laporan perubahan posisi keuangan tersebut dapat disajikan dalam laporan arus kas. Laporan arus kas berisi mengenai informasi sumber penambahan kas dan pengeluaran kas. 

  1. Neraca

Neraca merupakan laporan keuangan yang berisi informasi mengenai posisi keuangan perusahaan yang meliputi aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas). Neraca bisa disajikan dalam bentuk dua kolom (T form) dan bentuk laporan (L form). Dalam T form, aktiva disimpan di kiri dan pasiva disimpan di kanan, sedangkan dalam L form aktiva akan disimpan di bagian atas dan pasiva disimpan di bagian bawah.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan

Setelah Sobat Pintar mengetahui cara membuat laporan keuangan dan jenis jenis laporan keuangan, berikut akan disajikan contoh laporan keuangan perusahaan yang sederhana dan dapat dipelajari dengan mudah. Laporan keuangan yang pertama adalah laporan laba rugi yang menunjukkan keuntungan atau kerugian yang didapatkan oleh perusahaan dalam satu periode. Berikut contoh laporan laba rugi:

Baca Juga: Cara Membuat Cover Laporan Keuangan yang Menarik

Laporan keuangan yang kedua adalah laporan perubahan modal yang berisi mengenai perubahan modal yang dimiliki setelah ditambah oleh laba dan dikurangi oleh prive atau kepentingan pribadi pemilik. Berikut contoh laporan perubahan modal atau laporan perubahan ekuitas:

Laporan keuangan selanjutnya adalah laporan arus kas. Tujuan pembuatan laporan arus kas ini adalah agar Sobat Pintar mengetahui rincian kas masuk dan keluar yang terjadi di perusahaan selama satu periode. Biasanya dalam laporan arus kas, terdapat tiga jenis arus kas yaitu dari aktivitas operasional, investasi dan pendanaan. Berikut contoh laporan arus kas:

Laporan keuangan terakhir adalah neraca yang dapat menunjukkan harta yang dimiliki dan hutang yang ditanggung oleh perusahaan. Dalam menyusun neraca, hal penting yang harus diperhatikan adalah jumlah harta harus sama nilainya dengan kewajiban ditambah modal. Berikut contoh neraca  perusahaan yang sederhana:

Setelah sobat pintar mengetahui langkah-langkah membuat laporan keuangan, Sobat pintar bisa mengikuti cara tersebut untuk menyusun laporan keuangan di perusahaan yang dimiliki. Dengan adanya laporan keuangan, Sobat pintar dapat mengontrol keuangan perusahaan dan melihat kemajuan bisnis yang sedang dikelola dengan mudah.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
09 May 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download