Jenis dan Tujuan Laporan Keuangan

28 Oct 2021 by Kredit Pintar., Last edit: 21 Sep 2022

Laporan keuangan merupakan informasi keuangan berisi arsip semua aktivitas keuangan perusahaan. Laporan ini disiapkan oleh manajemen suatu perusahaan dan disajikan kepada pihak internal dan eksternal, sebagai bentuk komunikasi dan pertanggungjawaban kepada pihak-pihak terkait. Dalam artikel ini akan dijelaskan jenis-jenis dan tujuan laporan keuangan.

A picture containing text, person, indoor

Description automatically generated

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

  1. Neraca Kesetimbangan Keuangan (Balance Sheet)

Neraca keuangan memberikan informasi detail mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas pemegang saham. Neraca memberikan dasar untuk menghitung pengembalian bagi investor dan mengevaluasi struktur modal perusahaan.

Aset merupakan hal-hal yang dimiliki perusahaan yang memiliki nilai, yaitu apa saja yang dapat dijual atau digunakan untuk membuat produk atau menyediakan jasa yang dapat dijual. Aset-aset ini termasuk aset uang, aset properti fisik seperti pabrik, mesin, dan inventaris, serta aset non-fisis yang juga memiliki nilai seperti hak paten dan hak cipta.

Liabilitas merupakan utang perusahaan kepada orang lain. Bentuknya tidak hanya uang, melainkan bisa juga kewajiban menyediakan barang atau jasa kepada pelanggan di masa depan.

Ekuitas pemegang saham adalah kekayaan bersih atau net worth dari perusahaan. Ini adalah uang yang akan tersisa jika perusahaan menjual semua aset dan membayar semua liabilitas. Sisa ini bisa jadi milik pemegang saham atau pemilik perusahaan

  1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi menunjukkan besar pendapatan perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Semua pemasukan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pendapatan dijabarkan dalam laporan keuangan dan digunakan untuk menghitung berapa banyak keuntungan atau kerugian perusahaan.

Laporan laba rugi juga mengkomunikasikan earnings per share (EPS) kepada pemegang saham. Nilai ini menunjukkan berapa uang yang didapatkan masing-masing pemegang saham bila perusahaan mendistribusikan penghasilan bersih pada jangka waktu tertentu.

  1. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan arus kas memberi informasi arus kas masuk dan keluar perusahaan. Berbeda dengan laporan laba rugi yang mengkalkulasi keuntungan perusahaan, laporan arus kas memberikan informasi apakah perusahaan menghasilkan uang tunai.

Laporan arus kas tidak menunjukkan jumlah uang pada satu titik waktu melainkan menunjukkan perubahan keuangan dari waktu ke waktu. Jadi laporan ini menunjukkan apakah kas meningkat atau menurun pada suatu periode waktu.

  1. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes of Equity)

Laporan perubahan ekuitas melaporkan perubahan ekuitas selama periode waktu tertentu. Perubahan ini termasuk penerbitan atau pembelian saham, dividen yang diterbitkan, serta laba atau rugi. Dokumen ini secara khusus hanya ditujukan pada para pemegang saham dan tidak dilaporkan secara internal karena secara umum tidak mempengaruhi kinerja perusahaan.

  1. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement)

Laporan keuangan disertai catatan laporan keuangan yang memberikan penjelasan atas segala informasi yang tertera pada laporan keuangan. Kadang-kadang disebut juga dengan footnotes atau catatan kaki, contoh dari catatan ini adalah aset tetap goodwill dan aset tidak berwujud lainnya, serta operasi yang dihentikan.

Jadi itu adalah jenis-jenis laporan keuangan. Pada dasarnya, tujuan utama yang harus dicapai oleh keuangan suatu perusahaan adalah meminimalisir biaya dan memaksimalkan keuntungan. Untuk mengawasi apakah tujuan itu tercapai, berapa tepatnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan, serta pengeluaran dan pemasukan apa saja yang berkontribusi pada laba atau rugi, semua kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan uang selalu didata dan dicatat. Akan tetapi mengapa data itu harus dilaporkan? Dan kepada siapa dilaporkan?

Pihak yang Membutuhkan dan Berhak atas Laporan Keuangan Perusahaan

  1. Pemegang saham atau pihak-pihak yang memiliki saham di perusahaan tersebut.
  2. Kreditur atau pihak yang diutangi oleh perusahaan. 
  3. Investor atau pihak-pihak yang mengalokasikan modal untuk kegiatan suatu perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan.
  4. Manajemen atau bagian perusahaan yang bertugas merencanakan, mengawasi, dan mengendalikan seluruh aktivitas perusahaan.
  5. Direktorat Jenderal Pajak atau pemerintah yang bertugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan yang berhubungan dengan perpajakan.
  6. Seluruh pegawai perusahaan atau semua orang yang bekerja pada perusahaan tersebut.
  7. Publik dan pelanggan
  8. Laporan Keuangan juga dapat diberikan (opsional) kepada perusahaan lain yang diharapkan dapat membangun kerja sama dengan perusahaan.

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan  secara umum adalah melacak riwayat keuangan perusahaan dan menyajikan datanya kepada segala pihak yang terkait baik internal maupun eksternal sebagai pertanggungjawaban. Jika dibagi menjadi dua kategori berdasarkan sasaran laporan keuangan, tujuan laporan keuangan dapat dijabarkan sebagai berikut.

Diagram

Description automatically generated

Tujuan Laporan Keuangan untuk Internal Perusahaan

  • Memberikan informasi pengeluaran dan pemasukan untuk mengetahui bahwa pemasukan yang ada cukup untuk membayar pengeluaran
  • Memberikan informasi keuangan mengenai aktiva, modal, dan kewajiban perusahaan supaya dapat melihat dari mana saja uang masuk dan kemudian digunakan untuk apa
  • Menganalisis data keuangan supaya dapat memprediksi keuangan di masa depan.
  • Menganalisis tindakan benar dan kesalahan apa yang telah dilakukan supaya ke depannya dapat melakukan pengembangan.
  • Memberi informasi kepada pegawai supaya para pegawai lebih memahami posisi perusahaan secara finansial.
  • Pegawai dapat melihat hasil dari kinerja mereka dengan harapan mereka akan termotivasi untuk bekerja lebih baik.
  • Meminimalisir kemungkinan korupsi karena seluruh alokasi dana dirincikan kegunaannya.

Tujuan Laporan Keuangan untuk Eksternal Perusahaan

  • Memberikan pertanggungjawaban kepada investor mengenai ke mana dialirkannya dana yang mereka investasikan.
  • Memberikan informasi kepada pemerintah dan publik mengenai pemasukan dan pengeluaran perusahaan untuk menjaga transparansi serta menghindari korupsi.
  • Memenuhi persyaratan Undang-Undang.
  • Agar pemerintah dapat mengkalkulasikan pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan, karena pajak bisnis ditentukan dari aset dan keuntungannya.
  • Menarik investor untuk melakukan investasi ke perusahaan. Laporan keuangan yang menunjukkan penjualan, cash flow, dan net profit yang baik menandakan perusahaan memiliki kemungkinan besar untuk bertahan sehingga layak untuk diinvestasi.
  • Meyakinkan kreditur untuk memberi pinjaman biaya. Tidak hanya investor, kreditur juga mengambil keputusan untuk memberi pinjaman berdasarkan laporan keuangan perusahaan.
  • Menarik perusahaan lain untuk membentuk kerja sama atau bahkan perserikatan; semakin besar kemampuan perusahaan membayar, semakin besar kemungkinan ada perusahaan yang ingin melakukan kerja sama.

Laporan keuangan memberikan banyak manfaat bagi keberlanjutan suatu perusahaan. Tidak hanya untuk mengetahui keuntungan atau kerugian, ternyata tujuan laporan keuangan sangat banyak dan beragam. Jika Anda ingin meningkatkan keuangan usaha Anda, lakukan pinjaman dana dengan Kredit Pintar. Dengan tenor dan limit pinjaman yang tinggi serta bunga rendah, Kredit Pintar akan membantu supaya cash flow perusahaan Anda lebih baik.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
21 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download