Capital Loss: Definisi, Jenis, dan Cara Menghindarinya

23 May 2022 by Laruan, Last edit: 29 May 2022

Risiko merupakan hal yang sulit dipisahkan dengan investasi. Salah satu risiko dari investasi adalah kerugian dari modal yang ditanamkan. Kerugian ini biasa dikenal dengan capital loss

Capital Loss

Sumber: Pexels

Istilah capital loss juga bisa disebut sebagai penurunan nilai pada investasi. Penurunan nilai saham dalam investasi tersebut juga dapat diartikan sebagai kerugian modal dari investor pada beberapa asetnya.

Baca juga: Keuntungan, Resiko, Cara Membeli dan Arti Saham

Sebelum mulai melakukan investasi, para calon investor harus paham terlebih dahulu apa itu capital loss dan bagaimana cara menghindarinya. Dengan begitu, calon investor dapat melakukan berbagai antisipasi untuk risikonya.

Definisi

Capital loss merupakan kerugian yang dialami investor ketika terjadi penurunan nilai pada aset. Kerugian tersebut dapat terjadi apabila investor menjual instrumen investasi dengan harga jual yang lebih rendah dibanding harga beli. 

Penurunan nilai pada aset tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kerusakan fisik aset, inovasi teknologi lain yang dapat menggantikan aset, dan perubahan hukum. Faktor lain yang dapat mempengaruhi adalah kenaikan suku bunga pasar, penurunan nilai pasar, kinerja ekonomi yang buruk, dan aset sebagai bagian dari restrukturisasi.

Contohnya adalah ketika ada seorang investor yang membeli mobil dengan harga Rp300 juta, berselang empat tahun kemudian, investor tersebut menjual mobilnya dengan harga Rp275 juta. Contoh ini menunjukkan bahwa investor mengalami capital loss karena mobilnya sebagai aset mengalami penurunan nilai saat dijual.

Penurunan nilai dan harga mobil di atas dapat disebabkan karena adanya kerusakan fisik ataupun mobil tersebut sudah usang karena munculnya jenis mobil terbaru yang menggantikan jenis mobil lama. Penurunan harga tersebut juga dapat disebabkan karena adanya penurunan harga mobil di pasar.

Cara menghitung capital loss adalah dengan rumus capital loss = harga jual – harga beli. Rumus tersebut akan menemukan selisih kerugian dari harga beli dan harga jual. Selisih tersebut merupakan capital loss. Seperti contoh penjualan mobil di atas, yang mana selisih Rp25 juta merupakan capital loss yang dialami oleh investor. 

Dalam capital loss ini juga dikenal istilah unrealized loss, yaitu kerugian yang belum direalisasikan. Unrealized loss ini merupakan prediksi pada suatu nilai saham. 

Contoh dari unrealized loss adalah ketika nilai saham suatu perusahaan diprediksi akan mengalami penurunan nilai sebesar Rp15 juta pada periode tertentu. Apabila investor menjual saham pada periode tersebut maka investor akan mengalami kerugian. Namun, jika investor memilih untuk tidak menjualnya, maka prediksi Rp15 juta tersebut akan menjadi unrealized loss. 

Capital loss ini dapat memberikan risiko lain yang berkepanjangan. Salah satu dampak yang dapat disebabkan oleh kerugian capital loss adalah risiko likuiditas. 

Risiko likuiditas merupakan suatu risiko ketika suatu perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya. Capital loss dapat membuat perusahaan mengalami kerugian dan pengurangan aset, sehingga mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.  

Capital Loss

Sumber: Pixabay

Jenis Capital Loss

Capital loss ini dibagi menjadi dua jenis berdasarkan jangka waktunya, yaitu capital loss jangka pendek dan capital loss jangka panjang. Pada dasarnya, yang membedakan kedua jenis tersebut adalah jangka waktu kerugian yang dialami oleh investor.

Capital loss jangka pendek merupakan suatu kerugian modal dalam investasi yang terjadi dalam waktu singkat atau kurang dari satu tahun. Kerugian modal yang pada capital loss jangka pendek biasanya terjadi berdekatan setelah menanamkan modal. Bisa dalam hitungan hari, minggu, ataupun bulan.

Contohnya adalah ketika seorang investor membeli saham senilai Rp75 juta. Setelah dua bulan berselang, nilai saham tersebut semakin menurun dan akhirnya investor tersebut menjual sahamnya senilai Rp50 juta. Kerugian dalam dua bulan tersebut merupakan contoh capital loss yang dialami investor.

Capital loss jangka panjang adalah suatu kerugian modal yang dialami oleh investor dalam kurun waktu yang cukup lama atau lebih dari satu tahun. Kerugian dari capital loss jangka panjang ini tidak langsung terasa seperti capital loss jangka pendek karena terjadi dalam kurun waktu yang jauh setelah investor berinvestasi.

Baca juga: Harga, Tipe dan Spesifikasi Honda HR V 2022 Terlengkap dan Terbaru

Contoh dari capital loss jangka panjang ini dapat dilihat pada penurunan harga mobil di atas. Penurunan nilai mobil tersebut terjadi dalam kurun waktu empat tahun yang membuatnya termasuk ke dalam capital loss jangka panjang.

Capital Loss Vs Capital Gain

Capital loss merupakan keadaan yang menggambarkan kerugian modal dari seorang investor. Sementara itu, capital gain menggambarkan kondisi sebaliknya ketika investor memperoleh keuntungan dari investasinya. 

Text, whiteboard

Description automatically generated

Sumber: Pixabay

Capital gain ini tidak sama dengan dividen. Dividen merupakan keuntungan yang didapatkan secara pasif oleh investor dari hasil profit saham dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan keuntungan dari capital gain diperoleh investor dengan cara menjual sahamnya di pasar modal.

Konsep dari capital gain adalah kebalikan atau lawan dari capital loss. Capital gain dapat diperoleh apabila investor menjual saham atau aset dengan harga jual yang lebih tinggi dibanding harga beli. Jenis capital gain ini juga dibagi berdasarkan jangka waktunya, sama seperti capital loss. 

Contoh dari capital gain adalah ketika seorang investor membeli saham senilai Rp120 juta. Setelah berselang tujuh bulan, saham tersebut mengalami kenaikan nilai dan akhirnya dijual oleh investor dengan nilai Rp150 juta. Selisih Rp30 juta tersebut merupakan capital gain yang diperoleh investor.

Pelaporan Capital Loss

Capital loss yang dialami oleh investor dapat dijadikan sebagai pengurangan pajak. Dalam laporan pajak, capital loss dapat dipergunakan untuk mengklaim kerugian dari investasi yang sudah dilakukan

Capital loss dapat digunakan sebagai penyeimbang keuntungan ataupun penghasilan kena pajak yang diperoleh dari sumber pendapatan lain. Misalnya, dalam jurnal keuangan satu tahun tercatat suatu perusahaan memperoleh keuntungan senilai Rp200 juta dan pada periode yang sama juga mengalami capital loss senilai Rp150 juta. 

Baca juga: Harga Saham GoTo dan 7 Hal Tentang IPO GoTo

Kerugian Rp50 juta tersebut dapat diklaim sebagai kerugian sebagai pengurangan keuntungan dalam laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Apabila dalam satu tahun perusahaan mengalami lebih banyak capital loss, maka dapat dikalim dalam laporan pajak tahun selanjutnya.

Klaim kerugian ini harus dilaksanakan berdasarkan aturan yang berlaku. Setiap perusahaan tidak boleh membeli aset yang dijual dalam waktu 30 hari setelah penjualan dilakukan.

Cara Menghindari

Berikut adalah tips untuk menghindari capital loss:

  1. Mempelajari isu investasi

Investor harus memiliki ilmu tentang investasi yang baik agar pengambilan keputusan didasari pengetahuan.

  1. Selektif dalam memilih investasi yang prospektif

Investor harus dapat mempertimbangkan segala risiko dalam investasi.

  1. Tidak berinvestasi karena rumor

Investor harus bertindak dengan hati-hati dan rasional dalam melakukan investasi.

  1. Menentukan batas capital loss

Investor harus bisa menentukan batas kerugian dalam melakukan investasi.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
29 May 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download