5 Macam-macam Puasa dalam Ajaran Agama Islam

10 May 2021 by kreditpintar, Last edit: 30 Aug 2022

Puasa adalah salah satu jenis ibadah yang harus dijalankan oleh umat Islam. Tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, puasa juga menuntut umat Islam untuk dapat menahan hawa nafsunya. Oleh karenanya, segala perbuatan tidak baik serta apapun yang mengatasnamakan hawa nafsu harus dihindari selama berpuasa.

Rupanya puasa dalam Islam ada bermacam-macam. Ia tidak hanya sekadar puasa Ramadan yang selalu dijalankan selama sebulan sebelum perayaan Idul Fitri. Terdapat berbagai macam puasa yang bisa dilaksanakan oleh umat Islam untuk mendapatkan pahala serta ridha Allah SWT. Puasa-puasa ini ada yang bersifat wajib, ada pula yang sifatnya hanya sunnah.

Puasa yang sifatnya wajib, seperti namanya, harus dilaksanakan dan tidak boleh tidak. Asalkan kita memenuhi syarat wajib dan syarat sahnya berpuasa. Untuk puasa wajib, berikut adalah 5 macam puasa yang harus dijalankan umat Islam.

5 Macam Puasa

1. Puasa Ramadan

Puasa Ramadan adalah puasa yang paling dikenal oleh umat Islam. Seperti namanya, puasa ini wajib dilaksanakan selama bulan kesembilan pada kalender penanggalan Hijriyah, yaitu bulan Ramadan. Lamanya waktu puasa adalah selama sebulan penuh. Ia wajib untuk dijalankan oleh orang-orang yang sudah baligh. Kewajiban menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan ada dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.

2. Puasa Nazar

Ini adalah puasa yang harus dijalankan umat Islam sebagai janji. Puasa ini hukumnya wajib, karena seseorang telah janji melaksanakannya apabila keinginannya terpenuhi. Contoh, apabila seseorang berjanji untuk melaksanakan puasa Nazar jika ia diterima di suatu perusahaan, maka orang tersebut wajib berpuasa Nazar jika keinginannya rupanya terkabul.

3. Puasa Kifarat

Memiliki nama lain yaitu puasa denda, puasa ini wajib dijalankan oleh umat Islam sebagai pengganti dam atau denda atas pelanggaran berhukum wajib yang ia lakukan. Contohnya, apabila seseorang sengaja tidak melaksanakan puasa tanpa adanya alasan yang bersifat syariah. Puasa Kifarat bertujuan untuk menghapus dosa sebelumnya yang telah dilakukan.

Selain ketiga puasa wajib di atas, ada pula 2 macam puasa sunah yang bisa dijalankan oleh para umat Islam. Memang bersifat tidak wajib, tetapi umat Islam yang menjalankannya akan mendapatkan pahala.

4. Puasa Syawal

Bulan Syawal tidak hanya identik dengan acara pernikahan yang banyak digelar setelah Idul Fitri. Bulan ini pun memiliki puasa sunah yang bernama Puasa Syawal dan bisa dijalankan oleh para umat Islam agar mendapat pahala.

Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender penanggalan hijriah, yang datang setelah bulan Ramadan. Pada bulan ini, umat Islam bisa berpuasa selama enam hari. Pelaksanaan puasa Syawal dapat berurutan maupun tidak.

5. Puasa Arafah

Ini adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang kebetulan sedang tidak berhaji. Sedangkan untuk umat Islam yang sedang berhaji, mereka tidak diutamakan untuk berpuasa pada hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Berikut adalah hadis mengenai puasa Arafah:

Puasa Arafah sendiri mempunyai keistimewaan bagi pelaksanaannya, yaitu; akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu beserta dosa-dosa di tahun yang akan datang (HR. Muslim).

Itulah kelima macam puasa dalam Islam. Puasa-puasa tersebut apabila dijalankan, tentu akan mendatangkan banyak manfaat bagi pelaksananya, selain mendapatkan pahala dan ridho Allah SWT semata. Manfaat ini dapat berupa kesehatan juga kontrol diri yang amat baik atas segala hawa nafsu yang biasanya menuhankan manusia.

Oleh karenanya, jalani ibadah puasa, terutama yang bersifat wajib, dengan tulus dan ikhlas. Untuk mempertebal keimanan dan keyakinan kita terhadap Allah SWT, jalankan juga puasa sunah dan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

30 Aug 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download