Ketahui Cara Menghitung Zakat Fitrah dan 4 Jenis Zakat Dalam Islam

Ketahui Cara Menghitung Zakat Fitrah dan 4 Jenis Zakat Dalam Islam

21 May 2021 by kreditpintar
Cara Menghitung Zakat Fitrah

Mengeluarkan zakat memang sudah menjadi kewajiban bagi seorang umat muslim. Apalagi jika mempunyai sebagian harta lebih atau dapat dikatakan sebagai orang yang berkecukupan hidupnya. Tentu bagi setiap umat muslim, sudah tidak asing lagi dengan zakat fitrah karena zakat jenis ini merupakan yang sering dikeluarkan atau dibayarkan di setiap Ramadan sebelum menjelang hari Raya Idul Fitri. Namun sering sekali, banyak yang bingung bagaimana cara menghitung zakat fitrah itu sendiri, bahkan tak segan-segan banyak umat muslim yang bertanya-tanya kepada Kyai untuk mendapatkan jawaban paling tepat mengenai hal ini, karena apabila tidak tepat maka bisa jadi zakat yang sudah dikeluarkan tidak sah akibat hitungan tidak tepat.

Nah jika Sobat Pintar bingung soal ini, maka tidak ada salahnya bila membaca informasi yang akan disampaikan di bawah ini. Karena disini kami akan ada pembahasan mengenai hal-hal seputar zakat, bahkan sampai jenis-jenisnya selain zakat fitrah. Ada banyak sekali jenis zakat yang harus Sobat Pintar ketahui, setidaknya sebagai pengetahuan agar nantinya tidak keliru memahami. Tunggu apa lagi, yuk langsung saja baca penjelasannya!

Jenis-jenis Zakat Wajib Untuk Dibayarkan

Ada beberapa jenis zakat yang wajib dibayarkan oleh para umat Muslim, kira-kira apa saja ya jenisnya?

1. Zakat Fitrah

Pertama, zakat fitrah di mana merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap umat muslim pada bulan Ramadan sebelum hari raya Idul Fitri. Memang benar, zakat ini masuk dalam kategori kewajiban, namun diperuntukkan hanya bagi orang-orang tertentu yang memang sudah mampu.

Penggolongan ini bertujuan untuk memberi kemudahan agar tidak memberatkan bagi mereka yang tidak mampu membayar sehingga orang-orang tersebut mendapatkan hak mereka sebagaimana mestinya. Jadi pada dasarnya, orang yang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah adalah orang mampu dan sudah bisa mencukupi segala kebutuhan dalam hidupnya.

Mampu di sini berarti memiliki bahan makanan lebih dari satu sha’ untuk kebutuhan dirinya dan keluarganya selama sehari semalam sebelum hari raya Idul Fitri. Untuk kualitas dari zakat yang dibayarkan harus sesuai dengan kualitas yang dipakai untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Adapun untuk zakat fitrah sendiri menunaikannya bisa dengan beras sebanyak 2,5 kg atau setara dengan 3,5liter untuk per orang saja.

2. Zakat Mal

Jenis zakat lainnya selain zakat fitrah adalah zakat mal, atau zakat harta. Zakat jenis ini biasanya yang wajib dibayarkan adalah uang, emas, ataupun aset berharga yang dimiliki dan disewakan. Untuk syarat dari zakat harta antara lain: terbebas dari milik penuh, memenuhi batas minimum, sumber hartanya halal, dan tentunya kepemilikan barang sudah mencapai satu tahun.

Melihat dari surah Al-Baqarah ayat 267,  harta yang diwajibkan untuk dizakatkan itu bukan berasal dari harta yang haram, dan nasabnya telah disepakati yaitu sebesar 85 gram emas pada hari di mana zakat akan ditunaikan. Untuk cara menghitung zakat harta ini yaitu jumlah 25% dikali dengan harta kepemilikan yang sudah mencapai satu tahun lamanya.

Hasil dan Harta yang termasuk ke Dalam Zakat Harta

Jika Sobat Pintar masih bingung apa saja yang termasuk dalam zakat harta, maka berikut penjelasan dari kami:

  1. Berbagai Macam Jenis Logam Mulia Berharga

Jika mempunyai harta berupa logam emas, perak, permata, atau lainnya yang sudah memenuhi syarat nisab dan haul, maka sudah wajib hukumnya bagi Sobat Pintar untuk membayarkan zakatnya. Untuk zakat dari emas atau logam, biasanya nisabnya atau beratnya sebesar delapan puluh lima gram.

  1. Surat atau Uang Berharga

Barang kedua yang termasuk ke dalam zakat harta yaitu uang dan surat-surat berharga yang Sobat Pintar miliki. Untuk jenis ini biasanya dikenakan atas uang, harta, dan surat berharga lainnya dengan syarat telah memenuhi nisab dan juga haulnya.

3. Zakat Perniagaan

Jenis zakat satu ini merupakan zakat yang dikenakan bagi Sobat Pintar pemilik sebuah usaha perniagaan dengan syarat telah memenuhi nisab dan haul. Harta zakat mencapai nisab setelah dikurangi dengan kebutuhan primer, biaya operasional, dan juga membayar hutang. Intinya jika mempunyai perniagaan, maka wajib membayar zakatnya.

  1. Peternakan dan Perikanan

Jika Sobat Pintar seorang peternak hewan dan perikanan dengan hasil sangat berlimpah, maka wajib untuk membayar zakat ini. Misalnya saja jika Sobat Pintar mempunyai seekor unta nisabnya yaitu 30 ekor kambing atau 40 ekor domba.

  1. Pertambangan juga Industri

Selain kegiatan peternakan dan perikanan, rupanya setiap kegiatan pertambangan pun juga ada nilai zakat yang harus dibayarkan bila hasil dari kegiatan pertambangan telah mencapai jumlah nisab dan haulnya. Barang tambang di sini berarti segala sesuatu hasil eksploitasi kedalaman tanah di sebuah negara yang biasanya dilakukan oleh pihak swasta. Begitupun dengan kegiatan perindustrian juga wajib membayar apabila hasilnya sudah mencapai nisab dan haul.

4. Zakat Rikaz

Jenis ini sangat wajib dibayarkan bagi barang temuan. Contoh ketika Sobat Pintar menemukan suatu barang yang masih belum dimiliki orang maka kadarnya yaitu 20% dari manfaat yang diberikan oleh barang temuan tersebut. Barang temuan dapat dikatakan sebagai milikmu, apabila sudah melebihi setahun tidak ada orang mencari keberadaan dari barang tersebut.

Mengenali Tentang Cara Menghitung Zakat Fitrah

Sebelum membayar zakat jenis ini, alangkah baiknya Sobat Pintar memahami terlebih dahulu tentang syarat-syarat bagi orang yang mengeluarkan zakat fitrah. Syaratnya adalah: Islam, merdeka atau tidak budak, berakal baligh, dan harta yang dimiliki telah memenuhi nisab. Bila sudah merasa memenuhi syarat-syarat tersebut, maka wajib bagimu untuk membayar zakat fitrah ini.

Adapun tujuan dari dikeluarkannya yaitu untuk membersihkan diri dan jiwa, serta untuk memperoleh pahala di bulan suci Ramadan. Hukum pembayarannya sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Nah untuk membuat perhitungan zakat fitrah sesuai dengan ajaran agama Islam yaitu sebesar 1 aja (berarti 4 Mud, di mana satu mudnya bernilai 676 gram).

Adalun cara menghitung zakat fitrah yang lebih mudah dan simple, yaitu membayar zakat beras sebesar 2,5 kg. Lalu jika membayar dengan uang, maka harus sesuai dengan harga pengganti makanan pokok sendiri yaitu per kilogram harga makanan pokok dikali jumlah zakat fitrah yang dibayarkan. Contoh harga satu kilogram beras adalah dua belas ribu. Jadi harganya yaitu 12.000 dikali dengan 2,5 kilogram sehingga zakat fitrah sebesar 30.000 rupiah.

Nah, demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar jenis-jenis zakat, harta yang termasuk ke dalam zakat mal, dan juga cara menghitung zakat fitrah. Semoga informasi dari kami ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga puasa ramadan tahun ini dapat berjalan dengan lancar juga mendapatkan banyak keberkahan meski di tengah pandemi virus Covid-19 seperti sekarang ini.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk