Penyebab Tulang Belakang Sakit dan Cara Mengatasinya

29 Sep 2021 by Laruan

Sakit tulang belakang umumnya mengacu pada rasa nyeri yang terjadi di sepanjang ruas tulang belakang. Mulai dari leher hingga tulang ekor. Penyebab tulang belakang sakit bisa berbeda-beda tergantung bagian mana yang sakit. Oleh karena itu, cara mengatasi tulang belakang sakit juga akan berbeda pula.

Ruas tulang belakang secara umum bisa dibagi menjadi lima bagian. Yaitu bagian leher, punggung atas dan tengah, punggung bawah atau pinggang, dan tulang ekor. Di antara bagian-bagian tersebut, bagian punggung bawah dan leher adalah bagian yang paling sering sakit. Hal ini karena dua bagian tersebut lebih rentan mengalami cedera, tegang, dan gangguan dibanding bagian lainnya.

Penyebab Tulang Belakang Sakit

Umumnya, sakit tulang belakang hanya bersifat sementara tapi bisa muncul kembali sewaktu-waktu. Misalnya pada saat penggunaan berlebihan atau cedera tiba-tiba. Anda juga bisa mengurangi rasa sakit pada tulang belakang dengan mengkonsumsi obat tertentu.

Akan tetapi, jika rasa sakit pada tulang belakang tidak berkurang atau sering muncul kembali, ada baiknya Anda segera mengunjungi dokter terdekat. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang lebih tepat.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan tulang belakang sakit. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Kelainan Pada Tulang Belakang

Tulang belakang yang normal memiliki bentuk sejajar lurus ke bawah dengan sedikit lengkungan. Adanya lengkungan berfungsi sebagai penyeimbang dan menjaga postur tubuh Anda. Namun, dalam beberapa kondisi, bentuk tulang belakang bisa mengalami kelainan dari bentuk normalnya. Dengan begitu, tulang belakang Anda akan terasa sakit.

Pada beberapa orang, lengkungan pada tulang belakang bisa cukup ekstrim dan terlihat bengkok. Lengkungan yang berlebihan ini membuat cakram tulang belakang mendapat tekanan yang berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Tergantung pada bentuk lengkungannya, kelainan pada tulang belakang terbagi menjadi tiga macam. Yaitu lordosis, kifosis, dan skoliosis. Jika Anda mengalami salah satu di antara ketiganya, Anda perlu berkonsultasi dan mendapatkan penanganan langsung dari dokter.

2. Patah Tulang

Cedera fisik juga dapat menyebabkan rasa nyeri di bagian tulang belakang. Umumnya, patah tulang di bagian tulang belakang dimulai dari adanya kondisi medis tertentu. Contohnya seperti osteoporosis. Kondisi tersebut membuat tulang menjadi lemah, rapuh, dan lebih beresiko mengalami patah tulang.

3. Degenerasi Cakram Tulang Belakang (Degenerasi Diskus)

Seiring pertambahan usia, kondisi tubuh juga akan mengalami penurunan. Termasuk kondisi tulang belakang. Penuaan dapat membuat cakram tulang belakang atau diskus mengalami degenerasi dan menjadi aus. Selain penuaan, degenerasi cakram tulang belakang juga bisa disebabkan oleh cedera, penyakit pada tulang, dan stress yang berlebihan.

Ketika cakram tulang belakang mengalami degenerasi, resiko iritasi pada saraf tulang belakang juga akan meningkat. Kondisi ini menjadikan saraf menjadi tidak stabil dan menimbulkan rasa sakit.

4. Hernia Cakram Tulang Belakang (Hernia Diskus)

Selain degenerasi, hernia pada bagian cakram tulang belakang juga dapat menyebabkan rasa nyeri. Hernia diskus adalah kondisi ketika gel bantalan yang ada di antara cakram tulang belakang bergeser atau pecah. Kondisi ini menyebabkan saraf tulang belakang mendapatkan tekanan yang berlebihan dan menimbulkan rasa nyeri.

Pada beberapa kasus, tekanan berlebih pada area saraf tulang belakang dapat membuat pinggang dan punggung bawah mengalami sakit yang luar biasa atau bahkan mati rasa. Rasa sakit ini kadang-kadang juga menyebabkan bagian punggung dan kaki menjadi lemah.

5. Stenosis

Stenosis adalah kondisi dimana tulang belakang mengalami penyempitan dan saraf tulang belakang menjadi tertekan. Kondisi ini tentu saja dapat menimbulkan rasa nyeri dan gejala-gejala lainnya juga.

6. Pertambahan Usia

Selain kondisi-kondisi yang disebabkan sakit khusus, usia juga menjadi faktor umum yang menyebabkan tulang belakang sakit. Semakin bertambahnya usia, kemungkinan seseorang mengalami rasa sakit pada tulang belakang juga akan menjadi  semakin besar.

7. Tidak Rutin Olahraga

Kalau Anda termasuk orang yang malas bergerak, rasanya Anda perlu mempertimbangkan kembali kebiasaan tersebut. Orang yang jarang bergerak akan memiliki otot dan persendian yang lebih kaku. Jika tidak sering digunakan dan dilatih, kemungkinan Anda mengalami sakit tulang belakang juga akan semakin tinggi.

8. Kelebihan Berat Badan

Saat seseorang bertambah berat badan, bobot tulangnya tidak akan ikut bertambah. Karena itu, tulang akan mendapatkan tekanan ekstra atas berat badan yang bertambah tersebut. Tekanan ini bisa menimbulkan rasa sakit di bagian tulang belakang.

9. Aktivitas Berat

Aktivitas tertentu seperti mengangkat, mendorong, dan menarik sesuatu yang berat dapat memberikan beban pada tulang belakang Anda. Selain itu, postur yang tidak terjaga dan duduk dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan tulang belakang Anda menjadi sakit.

10. Kebiasaan Merokok

Siapapun tahu kalau merokok memberikan banyak dampak negatif untuk kesehatan. Selain berdampak buruk pada pernafasan, kebiasaan merokok juga meningkatkan resiko nyeri pada tulang belakang dan osteoporosis.

Cara Mengatasi Tulang Belakang Sakit

Cara mengatasi tulang belakang sakit tentu saja harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Biasanya, dokter akan meminta Anda untuk mengurangi aktivitas berat selama 1-3 hari. Namun, jika keluhannya belum berkurang, ada beberapa cara yang biasa direkomendasikan oleh para dokter. Di antaranya adalah:

1. Mengonsumsi Obat Anti Nyeri

Pada beberapa kondisi, obat anti nyeri akan cukup membantu untuk mengatasi tulang belakang sakit. Beberapa jenis obat anti nyeri yang biasa diberikan adalah ibuprofen dan paracetamol. Pada gejala yang lebih parah, dokter bisa saja meresepkan obat berjenis opioid, anti depresan, atau relaksan otot.

2. Menjalani Terapi Fisik

Selain obat-obatan, dokter juga bisa merekomendasikan terapi fisik untuk mengurangi sakit pada tulang belakang. Terapi fisik dapat membantu Anda membangun kekuatan dan fleksibilitas tubuh. Selain itu, menjalani terapi juga membantu Anda mencegah munculnya cedera di masa yang akan datang.

Terapi fisik ini bisa dilakukan dalam bentuk terapi pijat, latihan peregangan, ultrasound, terapi es dan panas, stimulasi menggunakan listrik, atau kombinasi beberapa terapi.

3. Injeksi Tulang Belakang

Ada beberapa jenis injeksi yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit tulang belakang. Pemberian injeksi ini disesuaikan dengan keluhan dan kondisi pasien. Beberapa jenis injeksi yang umum adalah injeksi steroid epidural, injeksi pada persendian kecil, injeksi sendi sacroiliac, atau injeksi di titik pemicu.

4. Pembedahan

Jika diperlukan, dokter juga dapat melakuan pembedahan untuk mengatasi sakit tulang belakang. Hanya saja, tindakan ini baru akan dilakukan jika sakit tulang belakang yang dialami sudah tergolong parah.

5. Mengatasi Tulang Belakang Sakit di Rumah

Jika sakit tulang belakang yang Anda alami tidak terlalu parah, Anda juga bisa mengatasinya sendiri di rumah. Misalnya dengan mengompres bagian tulang belakang yang sakit dengan handuk hangat atau dingin, melakukan peregangan, melakukan yoga, akupunktur, atau mencoba obat herbal.

Namun, perlu diingat juga bahwa Anda harus memastikan bahwa cara mengatasi tulang belakang sakit di rumah yang Anda lakukan memang aman untuk Anda. Jadi, jangan lupa untuk mengkonsultasikan kepada dokter terlebih dulu.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload