Yuk, Bantu Kurangi Kemiskinan dengan Tingkatkan Inklusi Keuangan

05 Sep 2018 by Edwin

 

Target OJK dalam meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia sedang marak-maraknya. Menurut data yang pernah dirilis OJK, target pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan adalah sebesar 75% di tahun 2019, dari sekarang yang masih berada di angka 59,7%.

Selisih tersebut menunjukan bahwa masih banyak lapisan masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Lapisan masyarakat ini berada di kelas menengah ke bawah yang selama ini tak terjangkau oleh bank. Peningkatan inklusi keuangan dapat membantu peningkatan ekonomi pada lapisan masyarakat tersebut. Secara perlahan langkah ini berdampak pada pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Nah, daripada berpangku tangan saja dan melihat pemerintah menjalankan programnya, kita sebagai warga Indonesia juga bisa ikut ambil bagian dalam strategi peningkatan inklusi keuangan di Negri ini.

Apa saja kontribusi kita untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan inklusi keuangan demi berkurangnya tingkat kemiskinan di Indonesia?

  • Beri pemahaman tentang keuangan

Salah satu sebab rendahnya inklusi keuangan di Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan masyarakat. Pemahaman yang kurang mengenai produk keuangan menyebabkan masih banyak masyarakat yang ragu untuk menggunakan jasa perbankan dalam membantu meningkatkan kondisi keuangan mereka, mulai dari menabung hingga mengajukan pinjaman di bank.

Nah, kalau Sobat Pintar memiliki komunitas yang mungkin bisa memberi sosialisasi mengenai kelebihan dan manfaat yang bisa dirasakan oleh kalangan masyarakat ini jika menggunakan layanan perbankan.

  • Pakai produk lokal (support umkm dan program KUR OJK)

Salah satu strategi OJK dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia adalah dengan perluasan program KUR untuk men-support UMKM. Pembiayaan memang merupakan target utama dari strategi ini karena memang tujuannya untuk mencakup lapisan masyarakat yang belum memiliki akses untuk menikmati pinjaman dari bank. Sehingga jika kita membantu menggunakan produk-produk hasil UMKM, secara langsung kita juga meningkatkan pendapatan UMKM tersebut.

  • Sarankan pakai fintech

Selain pembiayaan melalui KUR, OJK juga mendukung adanya fintech yang menyediakan pinjaman tanpa agunan atau yang sering disebut dengan Fintech P2P lending. Karena penggunaan smartphone sudah semakin luas di semua lapisan masyarakat, pengoptimalan pinjaman dari fintech juga dirasa akan lebih efektif menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini tidak terjamah layanan perbankan. Jadi kalau ada orang di sekitar yang memiliki UMKM dan mengalami masalah pendanaan, Sobat Pintar dapat menyarankan mereka memanfaatkan pinjaman dana tanpa agunan dari fintech.

Kalau ingin lebih bermanfaat, fintech yang disarankan lebih baik fintech yang sudah terbukti kredibilitasnya dalam penyaluran pinjaman, seperti Kredit Pintar. Dengan bunga yang relatif rendah dan proses pengajuan pinjaman yang mudah, pinjam uang dari Kredit Pintar dapat mendukung pertumbuhan angka inklusi keuangan Indonesia.


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan tips mengatur keuangan lain yang bermanfaat. Ingin mengenal Kredit Pintar lebih dekat?

mobile-closeKredit PintarDownload