Mengenal Apa Itu Inklusi Keuangan

06 Oct 2021 by Rindang Maulidia

Kenali lebih dalam mengenai inklusi keuangan melalui artikel ini. Mungkin banyak Sobat Pintar yang kerap mendengar istilah keuangan yang inklusif tapi belum sepenuhnya mengetahui artinya. Secara umum, inklusi keuangan adalah program yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia berdasarkan Peraturan OJK No. 76/POJK.07/2016 tahun 2016 dan didefinisikan sebagai ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengapa hal tersebut dicanangkan oleh OJK dan apa saja dampak penerapannya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Apa Itu Inklusi Keuangan dan mengapa inklusi keuangan dicanangkan oleh OJK dan apa saja dampak penerapannya? Simak selengkapnya di sini

Apa Itu Inklusi Keuangan?

Berdasarkan definisi inklusi keuangan yang terdapat pada Peraturan OJK No. 76/POJK.07/2016, hal tersebut juga bisa diartikan bahwa hal tersebut merupakan suatu kondisi yang membantu agar setiap orang bisa memiliki akses dalam penggunaan produk atau layanan jasa keuangan, misalnya pengajuan pinjaman, kepemilikan asuransi, tabungan, atau pemanfaatan produk transaksi digital, seperti internet dan mobile banking.

Sekilas, definisi mengenai keuangan yang inklusif terbilang sepele, padahal nyatanya, tidak semua masyarakat di Indonesia memiliki pilihan untuk menikmati produk maupun layanan keuangan yang telah ada di Indonesia.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan masyarakat bisa memiliki akses terhadap produk maupun layanan keuangan untuk mengurangi ketimpangan hidup di masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat melalui pemanfaatan produk dan layanan keuangan.

Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai program tersebut, OJK menggelar peringatan Bulan Inklusi Keuangan selama bulan Oktober setiap tahun. 

Dampak Positif Pelaksanaan Inklusi Keuangan

Setelah mengetahui apa itu inklusi keuangan, kini saatnya Sobat Pintar mengetahui dampak positif pelaksanaannya.

1. Keuangan yang inklusif mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara

Pertumbuhan ekonomi negara terlihat melalui banyaknya kegiatan ekonomi yang terjadi pada suatu negara, seperti; produksi, distribusi, dan konsumsi.

Misalnya, selama pandemi melanda dunia, Indonesia dilaporkan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi negara.

Hal tersebut bisa dibenarkan karena banyak masyarakat yang mengalami PHK yang berdampak pada menurunnya aktivitas produksi dan konsumsi.

Dengan keuangan yang inklusif, masyarakat bisa memulai aktivitas produksi dan konsumsi secara mandiri melalui wirausaha yang dimodali dengan dana pinjaman.

Dana pinjaman merupakan produk dari layanan pinjaman, sehingga dengan adanya keuangan yang inklusif, diharapkan masyarakat bisa mengajukan pinjaman dengan mudah untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi selama pandemi.

2. Keuangan yang inklusif dapat membantu masyarakat untuk mempersiapkan rencana keuangan dengan baik

Tabungan adalah salah satu produk keuangan yang bisa membantu masyarakat untuk mempersiapkan rencana keuangan di masa depan dengan baik.

Dengan adanya tabungan, masyarakat bisa membiasakan diri untuk menabung dan mempersiapkan rencana jangka panjang dengan tabungan yang dimiliki.

Dengan adanya keuangan yang inklusif, pembuat produk maupun layanan keuangan akan berusaha untuk menjangkau seluruh masyarakat di Indonesia untuk menggunakan salah satu produk keuangan, yaitu tabungan, agar bisa mempersiapkan rencana keuangan dengan baik.

Selain tabungan, ada juga asuransi yang bisa digunakan sebagai perlindungan apabila ada kejadian tak terduga.

Hal ini, tentunya harus didukung dengan adanya kemudahan akses asuransi agar bisa diakses dengan mudah oleh berbagai lapisan masyarakat.

3. Inklusivitas dalam literasi keuangan membantu peningkatan dalam pemerataan ekonomi

Adanya keuangan yang inklusif wajib didukung dengan adanya pengetahuan dalam pengelolaan keuangan, atau bisa juga disebut sebagai literasi keuangan.

Pemerataan akses terhadap penggunaan produk maupun layanan keuangan dapat mempercepat adanya dampak positif pada penerapan keuangan yang inklusif. 

Poin ini dapat dimisalkan dengan adanya pengajuan pinjaman yang dimanfaatkan dengan baik untuk membuka usaha baru secara mandiri. 

Dengan adanya ilmu yang cukup dalam pengajuan pinjaman serta cara memanfaatkannya, masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan dana pinjaman yang didapatkan. 

Usaha Yang Dilakukan Pemerintah Dalam Peningkatan Keuangan Yang Inklusif

1. Memberikan edukasi tentang keuangan

Beragam produk dan layanan keuangan tersedia dan dapat dengan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat dengan adanya keuangan yang inklusif. 

Berbagai bentuk edukasi diberikan oleh pemerintah untuk mempercepat penerapan keuangan yang inklusif, seperti sosialisasi beragam produk dan layanan keuangan beserta resikonya. 

Selain itu, edukasi mengenai hak perlindungan nasabah juga diberikan sebagai bentuk edukasi tentang keuangan.

2. Memberikan informasi pemanfaatan teknologi keuangan

Dalam beberapa tahun terakhir, kemunculan teknologi keuangan terbilang cukup masif.

Terdapat berbagai produk dan layanan yang ditawarkan dalam inovasi teknologi keuangan.

Tentunya, dengan beredarnya teknologi keuangan, keuangan yang inklusif akan lebih mudah hadir di tengah-tengah masyarakat.

Dalam poin ini, pemerintah memiliki tugas untuk memberikan edukasi dan informasi terkait manfaat teknologi keuangan yang dihadirkan dalam suatu produk maupun layanan. 

3. Sosialisasi fasilitas keuangan publik

Dalam poin ini, pemerintah hadir memberikan fasilitas keuangan bagi publik, baik dengan pemberian syarat maupun tidak.

Contoh fasilitas keuangan publik adalah berbagai macam bantuan sosial yang digelontorkan oleh pemerintah kepada masyarakat akibat adanya pandemi COVID-19.

Pemberian berbagai bansos bagi masyarakat yang terdampak pandemi digolongkan sebagai fasilitas keuangan publik karena bisa diakses oleh berbagai lapisan masyarakat meskipun dengan mematuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Itulah berbagai hal yang perlu Sobat Pintar ketahui mengenai inklusi keuangan.

Selama bulan Oktober 2021, Kredit Pintar akan berkontribusi dalam peringatan Bulan Inklusi Keuangan yang diselenggarakan dengan tema “Inklusi Keuangan Untuk Semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa” . Dengan tema tersebut, Kredit Pintar akan membagikan pengetahuan tentang literasi keuangan melalui konten media sosial, blog, dan webinar.


Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

04 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload