Kenaikan Tarif KRL Yeay or Nay? Simak di Sini!

17 Mar 2022 by Laruan, Last edit: 27 Mar 2022

KRL merupakan transportasi umum yang banyak digunakan oleh warga Jabodetabek, dengan tarif KRL yang masih terjangkau membuat KRL menjadi salah satu transportasi favorit warga. Tapi tahukah Sobat Pintar bahwa di awal tahun 2022 ini ada wacana kenaikan tarif KRL?

kenaikan tarif krl

Baca Juga: Ini Besaran Gaji Masinis KAI dan KRL!

Dari wacana yang bersumber dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diusulkan tarif KRL Jabodetabek yang semula Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 untuk 25 km pertama. Kenaikan sebesar Rp 2.000 ini hanya berlaku untuk perjalanan 25 kilometer pertama, untuk 10 kilometer selanjutnya tarif yang dikenakan sebesar Rp 1.000.

Ilustrasinya, jika Sobat Pintar melakukan perjalanan 30 kilometer menggunakan KRL maka 25 kilometer pertama tarifnya Rp 5.000 kemudian di 35 kilometer akan menjadi Rp 6.000. Perhitungan tarif akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jarak.

Fakta kenaikan tarif KRL

Tentu keputusan ini sudah melalui berbagai macam tahap dan pertimbangan. Berikut beberapa fakta yang lebih baik diketahui oleh Sobat Pintar:

1. Direncanakan akan diterapkan tanggal 1 April 2022

Kenaikan tarif KRL ini direncanakan akan diterapkan mulai 1 April 2022. Menurut Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, kenaikan tarif KRL ini didasari oleh beberapa pertimbangan, salah satunya adalah pembangunan sarana dan prasarana KRL sudah semakin baik.

Dengan perbaikan sarana dan prasarana ini membuat waktu tempuh dan waktu antrian masuk ke Stasiun Manggarai berkurang, yang sebelumnya seringkali dikatakan menjadi penghambat aktivitas. Selain itu adanya peningkatan pelayanan dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai operator pun dianggap sebuah perbaikan sistem yang baik serta memberi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi konsumen KRL.

2. Hasil survei  menentukan kenaikan tarif KRL

Menurut Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Arif Anwar, usulan kenaikan tarif KRL ini adalah hasil dari kajian antara kesediaan pengguna untuk membayar (willingness to pay) kereta api perkotaan dengan kemampuan membayar (ability to payment).

Hasil dari survei yang dilakukan pada lingkungan Jabodetabek tersebut, rata-rata kemampuan membayar masyarakat untuk biaya penggunaan KRL adalah sebesar Rp 8.486. selain itu kesediaan membayar pada masyarakat untuk moda transportasi KRL adalah sebesar Rp 4.625.

Total responden dari survei tersebut adalah sebanyak 6.841 responden yang merupakan pengguna semua lintas KRL dari Bogor hingga Tangerang. Persentase responden survei tersebut yaitu responden pria sebesar 51 persen atau sebanyak 3.577 responden dan responden wanita sebesar 49 persen atau sebanyak 3.364 responden.

3. Tarif KRL tidak naik sejak tahun 2015

Kenaikan tarif KRL ini bisa terjadi dikarenakan tarif KRL Jabodetabek belum pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2015. Selain itu berdasarkan survei yang dilakukan, terdapat dukungan terhadap wacana penyesuaian tarif KRL ini.

Menurut Adita, rajar jika muncul wacana kenaikan tarif KRL ini karena sudah terjadi kenaikan berbagai layanan untuk konsumen. Selanjutnya Adita juga memastikan bahwa dalam penyesuaian tarif KRL nanti pemerintah akan melakukan penghitungan yang tepat dan juga sesuai masukan dari masyarakat.

4. Penolakan dari berbagai pihak

Tentunya wacana kenaikan tarif KRL ini tidak langsung diterima oleh semua pihak, contohnya yang berasal dari Anggota Komisi V DPR RI, Toriq Hidayat, yang menyatakan bahwa kenaikan tarif KRL tidak selaras dengan semangat kebijakan untuk menggalakkan penggunaan angkutan umum oleh masyarakat.

Menurut Toriq, kenaikan tarif KRL ini berpotensi melemahkan semangat masyarakat dalam hal penggunaan moda transportasi umum massal. Oleh karena itu hal ini tidak sesuai dengan kampanye yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan kesadaran penggunaan angkutan umum massal perkotaan dan non motorized transportation (NMT).

Selanjutnya Toriq berujar bahwa keputusan ini tidak tepat karena daya beli masyarakat di berbagai daerah pada saat ini dinilai masih rendah dikarenakan akibat dari pandemi Covid-19. Toriq juga kembali mengingatkan peristiwa pada tahun 2021 yang mengalami penurunan pengguna KRL di wilayah operasi Jabodetabek sebesar 19,6 persen jika dibandingkan dengan jumlah pengguna KRL Jabodetabek sepanjang tahun 2020.

Baca juga: Apakah Benar Gaji Masinis Besar? Ketahui Faktanya

Apa saja perbaikan fasilitas layanan KRL?

Jika membahas lebih lanjut mengenai peningkatan layanan yang terjadi pada sarana KRL beberapa tahun ke belakang, berikut beberapa rekapitulasinya:

  1. Sejak akhir 2021, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.0005 perjalanan dengan waktu operasi yang dimulai sejak pukul 04:00 hingga berakhir di pukul 22:00 WIB. Frekuensi perjalanan ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, frekuensi perjalanan KRL adalah sebanyak 936 kali per hari. Di tahun 2019, meningkat menjadi 958 perjalanan KRL per hari. Di masa pandemi tahun 2020, perjalanan KRL sebanyak 964 perjalanan per hari.

  1. Penambahan rangkaian untuk hal pelayanan pengguna dan juga penambahan tiga rangkaian cadangan.
  2. Perbaikan dari sisi infrastruktur yaitu dengan pembangunan double double track (DDT) di Cikarang dan juga peningkatan kapasitas stasiun di sepanjang lintas Bekasi. Pada lintas ini, pemerintah membuka gedung baru Stasiun  Manggarai dan Stasiun Bekasi untuk melayani pengguna pada tahun 2021. Di tahun 2020, hasil revitalisasi Stasiun Jatinegara juga sudah dioperasikan.
  1. Bangunan baru di stasiun hasil dari revitalisasi diklaim memiliki fasilitas layanan dan juga aksesibilitas yang lebih baik. Hal ini dikarenakan stasiun-stasiun hasil revitalisasi ini dilengkapi dengan sarana eskalator, lift, toilet disabilitas, ruang laktasi, pos kesehatan, and juga peron atau pun hall yang memiliki ukuran lebih luas dari sebelumnya.
  2. Penambahan jumlah gate elektronik rutin dilakukan seiring dengan perluasan stasiun. Selain itu Kereta Commuter juga menerapkan sistem kartu multi trip (KMT) yang saat ini diklaim bisa digunakan untuk membayar parkir di stasiun KRL. Kartu ini juga bisa digunakan sebagai alat transaksi untuk penggunaan kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah membaca dan mengetahui fakta-fakta tersebut, bagaimana opini Sobat Pintar? Apakah mendukung kenaikan tarif KRL ini atau tidak?

Baca juga: Hanya untuk Tracing, Rapid Test Gratis Bukan Perjalanan

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
27 Mar 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download