Contoh Laporan Keuangan Untuk Investor, Kenapa Penting?

05 Jan 2018 by Ary Wibowo, Last edit: 05 Sep 2022

Memilih saham dengan fundamental yang baik pastinya tidak lepas dari yang namanya laporan keuangan. Sebagai langkah pertama dalam memulai investasi saham, sebaiknya anda memahami contoh laporan keuangan untuk investor. 

Laporan Keuangan Untuk Investor

Memangnya, seberapa penting laporan keuangan bagi seorang investor dalam membeli saham? 

Dalam prakteknya, sejumlah aktor investasi kawakan di seluruh dunia telah membuktikan kekuatan dari laporan keuangan sebelum membeli saham. Sejumlah nama besar seperti Lo Kheng Hong hingga Warren Buffet mengaku masih menggunakan laporan keuangan sebelum membeli sejumlah saham. 

Karena hanya dengan data angka-angka tersebutlah, seorang investor dapat mengetahui kondisi internal dari sebuah perusahaan. Dengan data tersebut pula, seorang investor dapat memperkirakan keuntungan hingga kerugian yang bisa didapat setelah membeli sejumlah saham. 

Oleh karena itu, penting bagi seorang investor pemula untuk mengenal apa itu laporan keuangan. 

Apa Itu Laporan Keuangan? 

Secara singkat, laporan keuangan adalah data yang dikeluarkan perusahaan secara berkala yang menggambarkan kondisi finansial dari sebuah perusahaan. Laporan keuangan haruslah dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan menggambarkan secara transparan kondisi dari sebuah perusahaan. 

Dengan demikian, laporan keuangan haruslah disusun sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku dengan menggunakan jasa dari auditor keuangan ataupun akuntan publik. Isi dari laporan keuangan juga harus memberikan pandangan yang sama kepada pembacanya.

Bursa Efek Indonesia sendiri menyediakan hasil laporan keuangan perusahaan yang tercatat di BEI di situs idx.co.id, sehingga memudahkan investor dalam menentukan pembelian saham. 

Baca juga : Ingin Pinjaman Online Aman? Pilih Kredit Pintar

Contoh Laporan Keuangan Untuk Investor

Dikarenakan berisi laporan kinerja dari sebuah perusahaan secara mendetail, laporan keuangan perusahaan biasanya berisi ratusan lembaran yang berisi angka-angka dan data. Tentunya, seorang investor tidak memiliki banyak waktu untuk membaca secara keseluruhan dari laporan keuangan yang diberikan. 

Oleh karena itu, ada 3 jenis laporan keuangan yang menjadi bagian penting bagi investor yang sebisa mungkin harus diteliti, yakni laporan laba rugi, laporan arus kas perusahaan, dan laporan neraca perusahaan.  

  1. Laporan Laba dan Rugi

Laporan laba rugi berisi mengenai data pendapatan sekaligus beban yang ditanggung oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi. Dengan laporan laba rugi, para investor dapat mengetahui kondisi finansial dari sebuah perusahaan yang akan dibeli. 

Kondisi finansial perusahaan dapat dikatakan baik ketika hasil pendapatan melebihi dari biaya beban yang harus dikeluarkan perusahaan, dengan demikian perusahaan dapat dikatakan mendapatkan laba atau keuntungan. 

Sedangkan jika biaya beban melebihi hasil dari pendapatan, maka sebuah perusahaan dapat dikatakan merugi. 

Terdapat dua jenis laporan keuangan laba rugi yang biasanya digunakan oleh perusahaan, yakni single step dan  multiple step. 

  • Jenis Laporan Keuangan Laba Rugi Single Step

Pada jenis laporan laba rugi single step, informasi yang ditawarkan biasanya tidak terlalu mendetail dan cenderung lebih sederhana. Pada laporan laba rugi single step menggunakan persamaan dasar akuntansi yang dapat mudah dipahami dan mudah dalam dibuat. 

Penghasilan Bersih = (Pendapatan + Keuntungan) – (Beban + Kerugian)

Berikut adalah contoh dari laporan laba rugi jenis single step : 

Laporan Keuangan Untuk Investor
  • Jenis Laporan Keuangan Laba Rugi Multiple Step 

Berlainan dengan jenis laporan keuangan laba rugi, single step, pada jenis multiple step, laporan laba rugi diberikan lebih mendetail. Terdapat banyak persamaan akuntansi yang dimasukan agar lebih menggambarkan kondisi dari sebuah perusahaan. 

Biasanya, ada tiga jenis formula akuntansi yang berbeda sebelum mengetahui nilai akhir pada laba bersih sebuah perusahaan. 

  1. Laba Kotor = Penjualan Bersih – Biaya Barang Terjual 
  2. Pendapatan Operasi = Laba Kotor – Beban Operasi 
  3. Penghasilan Bersih = Penghasilan Operasi + Item Non-Operasi 

Pada laporan laba rugi multiple step, biaya dan pendapatan operasional dan nonoperasional dibagi secara terpisah. Begitu pula dengan pendapatan dan pengeluaran baik yang langsung dengan yang tidak langsung dibagi menjadi dua bagian berbeda. 

Baca juga : 10 Aplikasi Saham Terbaik dan Legal di Indonesia

Berikut adalah contoh dari jenis laporan keuangan laba rugi multiple step : Laporan Keuangan Untuk Investor

2. Neraca Keuangan 

Neraca keuangan atau Balance Sheet  memberikan gambaran kepada investor akan aset perusahaan, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham dalam periode waktu akuntansi tertentu. Terdapat beberapa bagian yang ada dalam neraca keuangan laporan keuangan sebuah perusahaan. 

  1. Aset : Aset mencakup aset berjalan, tagihan, deposito, piutang, hingga inventaris yang dimiliki perusahaan. 
  2. Kewajiban : Atau liabilitas adalah pengeluaran yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan seperti hutang jangka panjang, hutang gaji, hingga dividen. 
  3. Ekuitas pemegang saham : Adalah total aset dikurangi kewajiban yang dikeluarkan. Pada bagian ini juga disertakan Retained Earnings yang menjadi laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen kepada investor. 

Contoh Neraca Keuangan : 

Laporan Keuangan Untuk Investor
Laporan Keuangan Untuk Investor

3.  Laporan Arus Kas 

Arus kas dapat diartikan sebagai jumlah bersih kas dan setara kas yang ditransfer masuk dan keluar dari perusahaan. Angka yang diterima disebut dengan arus masuk dan uang yang dihabiskan disebut dengan arus masuk. 

Terdapat tiga jenis arus kas dalam laporan keuangan untuk investor dalam bagian laporan kas, yakni Cash Flows Operations, Cash Flows Investing, Cash Flows From Financing.

  1. Cash Flows From Operations (CFO)

Cash Flows From Operations (CFO) dalam bahasa Indonesia berarti arus kas dari operasi ini menggambarkan kondisi keuangan yang terlibat dalam produksi dan penjualan barang dari operasi biasa. Hasil angka dari CFO dapat memberikan gambaran bagaimana perusahaan dapat memiliki dana untuk membayar tagihan atau biaya operasionalnya. 

  1. Cash Flows Investing (CFI) 

Seperti namanya, Cash Flows Investing (CFI) adalah arus kas dari investasi yang dimiliki perusahaan. Aktivitas investasi tersebut dapat meliputi pembelian aset spekulatif, obligasi, atau penjualan surat berharga atau aset. 

  1. Cash Flows From Financing (CFF) 

Arus kas dari pembiayaan atau CFF ini menunjukan arus kas bersih yang digunakan untuk mendanai perusahaan dan modalnya. Aktivitas pendanaan tersebut mencakup transaksi yang melibatkan penerbitan utang, ekuitas, dan pembayaran dividen. 

Dengan laporan CFF ini seorang investor dapat mengetahui kekuatan keuangan dari perusahaan dan seberapa baik struktur modal yang dimiliki perusahaan. 

Contoh dari laporan keuangan arus kas : 

Baca juga : 6 Cara Agar Pinjol Tidak Sebar Data

Mengapa Laporan Keuangan Penting Bagi Investor? 

Mengapa investor memerlukan adanya laporan keuangan perushaan? Ada 6 manfaat yang bisa didapat oleh investor dari laporan keuangan, diantaranya adalah sebagai berikut : 

  1. Menganalisis Fundamental Perusahaan 

Perusahaan yang baik pastinya memiliki pondasi fundamental yang baik pula. Dalam laporan keuangan, investor dapat mengetahui seberapa banyak modal yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan usahanya. 

  1. Menjadi Gambaran Pertumbuhan Penjualan 

Gambaran pertumbuhan penjualan dario perusahaan menandakan kesehatan dari perusahaan tersebut. Arus kas penjualan haruslah berbanding positive dengan biaya operasional yang dikeluarkan untuk mendapatkan keuntungan. 

  1. Mengidentifikasi Keuntungan 

Dalam berinvestasi, semua investor dipastikan ingin mendapatkan keuntungan. Namun bagaimana seorang investor dapat mendapatkan untung jika perusahaan yang diberi investasi tidak mendapat keuntungan dalam operasionalnya. 

Dengan adanya laporan keuangan, investor dapat mengidentifikasi keuntungan yang didapat perusahaan dalam periode akuntansi tertentu. Investor juga dapat mengetahui timbal balik dari perusahaan kepada para pemegang saham. 

  1. Mengidentifikasi Ekosistem Keuangan Perusahaan 

Ekosistem keuangan perusahaan dapat tergambar jelas dalam laporan keuangan untuk investor. Dari neraca keuangan dapat diketahui bagaimana sebuah perusahaan dapat membayar kewajibannya setiap tahunnya. 

  1. Menganalisis Utang Piutang dengan Aset Perusahaan 

Seorang investor harus pandai dalam menganalisis perputaran piutang dari perusahaan yang menjual sahamnya di pasaran. Pada titik tertentu, investasi di perusahaan yang memiliki jumlah laba yang tidak sebanding dengan utangnya akan sangat beresiko dalam berinvestasi. 

  1. Menjadi Bahan Pertrimbangan Kebrelanjutan Berinvestasi 

Hingga pada akhirnya, seluruh informasi yang didapat investor dalam laporan keuangan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk keberlanjutan investasi. 

Itulah sedikit pembahasan mengenai laporan keuangan untuk investor dan manfaat yang bisa didapat oleh investor dari laporan keuangan sebelum mulai membeli saham dalam jangka panjang.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
05 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download