Apa itu NFT (Non-Fungible Token)? Simak Penjelasan

15 Sep 2021 by Laruan

Akhir-akhir ini, NFT atau Non-Fungible Token merupakan sejenis aset digital yang sedang banyak diperbincangkan. Non-Fungible Token diperjualbelikan secara online dan sering kali dibayar dengan cara cryptocurrency. Biasanya dibuat kode menggunakan perangkat lunak dasar yang sejenis dengan aset crypto lainnya.

Non-Fungible Token menggunakan basis teknologi blockchain, namun berbeda dengan bitcoin. Jika Bitcoin seperti koin, makan MFT berupa aset digital yang terikat dengan aset digital unik. Dengan begitu, pengguna hanya dapat memiliki Non-Fungible Token lewat catatan kepemilikan digital atas aset fisik.

i.

Non-Fungible Token sendiri sudah ada sejak tahun 2014. Namun kini, semakin marak karena dianggap menjadi metode yang cukup praktis untuk memperjualbelikan karya seni digital atau art. Non-Fungible Token memiliki kode unik yang akan muncul ketika sedang melakukan transaksi.

Karya digital atau art yang dijual, bisa dilihat oleh siapapun secara keseluruhan. Biasanya Non-Fungible Token juga berisi otentikasi bawaan yang fungsinya untuk bukti kepemilikan.

Mungkin Sobat Pintar sempat berfikir kalau Non-Fungible Token masih serupa dengan cryptocurrency. Menurut laman Asia One, perbedaan utama antara Non-Fungible Token dengan Cryptocurrency terletak pada kata ‘fungiable’ yang terdapat pada singkatan Non-Fungible Token (Non-fungiable Token). Kata tersebut mengisyaratkan bahwa ia dapat ditukar dengan objek yang memiliki nilai serupa.

Perbedaan lainnya terdapat pada tujuannya. Cryptocurrency masih serupa dengan menukar mata uang di Money changer. Ketika harga Ethereum naik, maka Sobat Pintar akan menjualnya.

Contoh sederhananya merupakan bila ada aset Non-Fungible Token seharga 700 juta rupiah, maka tidak bisa disamakan dengan harga sebuah mobil atau benda fisik lainnya meskipun dengan harga yang sama. Hal tersebut yang menyebabkan harga jual Non-Fungible Token bervariasi, tergantung keinginan sang penjual.

Sementara untuk Non-Fungible Token sendiri memiliki komponen yang memang dibuat unik. Aspek tersebut yang membuat Non-Fungible Token disebut aset. Non-Fungible Token sendiri bisa digunakan untuk mewakili berbagai jenis barang yang nyata atau virtual, contohnya :

  • Karya Seni yang berupa : Tampilan game, mata uang virtual, musik, lukisan, hero game, dan lain-lain.
  • Barang Koleksi misalnya barang-barang antik, kartu perdagangan digital.

Berikut ini merupakan beberapa alasan untuk membeli NFT :

Apa itu NFT (Non-Fungible Token)? Simak Penjelasan

1. Tidak memiliki Nilai Tukar

Sifatnya yang tidak memiliki nilai tukar membuat investasi Non-Fungible Token terkesan menarik. Dengan demikian hal tersebut merupakan aset digital yang dapat dimiliki khusus oleh pembelinya.

2. Sedang Populer

Aset Non-Fungible Token yang dijual melalui pelelangan merupakan strategi yang tepat untuk mendapatkan uang di zaman sekarang. Alasannya karena memang Non-Fungible Token sedang populer pada saat ini. Contoh sederhananya, seorang seniman yang menjual karya seninya di sebuah pameran dengan harga yang lumayan fantastis.

Berbagai karya seni yang dapat dijadikan Non-Fungible Token merupakan sebuah karya seni berupa video atau gambar yang dapat disimpan dan dilihat oleh orang banyak. Akan tetapi, hanya ada satu orang yang memiliki versi aslinya yang dilengkapi dengan sertifikat kepemilikan digital yang tersimpan dalam blockchain.

Misalnya sebuah lukisan dari seorang seniman yang ternyata menarik, sehingga banyak orang yang menduplikasi lukisan tersebut untuk dijual. Namun, sang pelukis yang memiliki sertifikat kepemilikan karya, atau seseorang yang memang memiliki versi asli dari lukisan tersebut.

Cara  Kerja NFT

Non-Fungible Token merupakan bagian dari buku besar data publik terdistribusi yang mencatat tiap-tiap aktivitas transaksi di ruang lingkup mereka. Biasanya Non-Fungible Token dicetak secara unik yang mewakili wujud benda atau benda tak berwujud, contohnya  Lukisan, Video Game, Album musik, Logo, dan lain sebagainya.

Sederhananya, Non-Fungible Token sama dengan kolektor barang fisik atau digital yang diubah menjadi aset kripto yang bisa diperjualbelikan. Pembeli akan mendapatkan hak kepemilikan khusus dari Non-Fungible Token yang dibelinya. Di samping itu, Non-Fungible Token hanya dapat memiliki satu pemilik dalam satu waktu.

Data unik yang yang tertera pada Non-Fungible Token memudahkannya untuk memverifikasi kepemilikan sang pembeli dan memungkinkan untuk melakukan transfer token antar pemilik Non-Fungible Token. Pemilik asli atau pencipta Non-Fungible Token juga bisa menyimpan data dan informasi spesifik di dalamnya, sebagai contoh tanda tangan pemilik lukisan.

Jangan lewatkan artikel terbaru: Data KTP Aman Terlindungi Dengan 5 Cara Berikut 

Tujuan Diciptakannya NFT

Non-Fungible Token diciptakan untuk memberikan ruang bagi para seniman dan konten kreator untuk memiliki pengalaman unik dalam menjual hasil karya mereka. Sebagai contoh seorang seniman tidak lagi mengandalkan galeri atau balai lelang untuk menjual hasil karyanya.

Sementara art creator atau artis dapat menjual langsung hasil karyanya kepada konsumen menggunakan Non-Fungible Token yang dapat memperbesar peluang mereka untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Di Mana Kita Bisa Membeli Non-Fungible Token?

Ketika muncul niatan Sobat Pintar untuk mulai mengoleksi Non-Fungible Token, Sobat Pintar perlu memperoleh beberapa aplikasi utama seperti :

  1. Uang digital untuk Sobat Pintar gunakan menyimpan aset Non-Fungible Token dan cryptocurrency
  2. Membeli beberapa aset cryptocurrency seperti token kripton, Ether, atau yang lainnya tergantung pada mata uang yang diterima Non-Fungible Token. Sobat Pintar dapat membeli kripton menggunakan kartu kredit di beberapa platform terkenal seperti Kraken, eToro, Coinbase, dan lain sebagainya. Bahkan, PayPal dan Robinhood juga dapat digunakan untuk saat ini.

5 Koin Kripto NFT Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Di atas sudah dijelaskan secara singkat mengenai Non-Fungible Token. Di bawah ini merupakan rangkuman 5 koin kripton Non-Fungible Token pada tahun 2021 berdasarkan kapitalisasi pasar.

1. Theta

Cryptocurrency yang didirikan tahun 2017 silam yang pernah mendirikan perusahaan game mobile dan periklanan digital. Tim Theta mengadakan penjualan token pertamanya pada tahun 2017 dan mendapatkan pemasukan sekitar 20 juta dollar Amerika.

2. Chiliz

Mata uang kripton yang diciptakan sebagai pilihan mata uang yang bisa digunakan untuk membeli produk dan layanan yang didukung oleh blockchain. Tujuan Chiliz adalah untuk menyediakan layanan berbasis blockchain di bidang olahraga dan hiburan.

3. Decentraland (MANA)

Adalah sebuah platform realitas virtual yang didukung oleh Ethereum yang menyediakan ruang bagi penggunanya untuk membuat, memproses, serta menjual konten dan aplikasi. Diluncurkan penawaran koin  (ICO) pada tahun 2017 silam serta mendapatkan dana senilai 24 juta dollar Amerika.

4. Enjin Coin (ENJ)

Adalah sebuah platform yang menawarkan produk terintegrasi yang dapat memudahkan orang dalam mengembangkan bisnisnya dan menghasilkan uang.

Jangan lewatkan artikel terbaru: 3 Alasan Kredit Pintar Jadi Fintech P2P Lending Aman 

5. DigiByte (DGB)

Merupakan blockchain berbasis open source yang terus berkembang pesat hingga saat ini. Termasuk ke dalam blockchain inovatif yang bisa dimanfaatkan untuk aset-aset digital.

Semakin maju zaman teknologi seperti sekarang ini, semakin memudahkan orang untuk mendapatkan uang dengan menjual apa yang mereka bisa, seperti menjual hasil karya dan lain sebagainya.  Seperti halnya Non-Fungible Token yang menyediakan peluang besar bagi para konten kreator untuk memonetisasi karya-karyanya. 

Itulah penjelasan singkat mengenai arti Non-Fungible Token, semoga bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload