Apa itu Altcoin? Haruskah Anda Investasi di Mata Uang Kripto Ini?

16 Jun 2021 by kreditpintar
Apa itu Altcoin? Haruskah Anda Investasi di Mata Uang Kripto Ini?

Membahas tentang cryptocurrency pasti tidak akan terlepas dari Bitcoin. Tetapi cryptocurrency lebih dari sekedar Bitcoin. Altcoin – diambil dari kata “alternatif” dan “koin” memiliki arti sebagai mata uang kripto apapun selain Bitcoin. Masing-masing mata uang kripto alternatif ini beroperasi di bawah aturannya sendiri tetapi juga memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan Bitcoin.

Berikut adalah penjelasan tentang apa itu Altcoin, jenis, bagaimana kerjanya, serta keunggulan dan kelemahan mata uang kripto ini. Dengan mengetahui apa itu Altcoin, Sobat Pintar bisa memiliki lebih banyak pertimbangan saat memutuskan untuk berinvestasi di mata uang kripto.

Apa Itu Altcoin?

“Altcoin” adalah kombinasi dari dua kata “alt” dan “coin” yang memiliki arti yaitu alternatif dari Bitcoin. Cara kerja  Bitcoin dan Altcoin hampir serupa. Keduanya berbagi kode dan berfungsi sebagai sistem peer-to-peer atau sebagai komputer raksasa yang mampu memproses data dan transaksi dalam jumlah besar pada saat yang bersamaan.

Bagaimana Cara Kerja Altcoin?

Secara umum, Altcoin berfungsi seperti Bitcoin asli. Mata uang kripto ini juga menggunakan kunci pribadi. Selain itu Sobat Pintar dapat mengirim pembayaran dari dompet digital Sobat Pintar ke dompet pengguna lain.

Dalam dunia cryptocurrency atau mata uang kripto, ada teknologi  yang disebut dengan blockchain

Teknologi ini menggunakan sistem buku besar pencatatan, dimana transaksi dicatat secara permanen dan publik, sehingga pertukaran tidak dapat gampang diubah dan jauh lebih aman.

Beberapa tipe Altcoin juga memiliki visi untuk menjadi Bitcoin berikutnya dengan menciptakan kelebihan metode transaksi digital yang tidak mahal. Tetapi ada juga beberapa perbedaan di antara kedua tipe mata uang kripto tersebut. 

Bitcoin adalah salah satu iterasi pertama mata uang kripto dan filosofi serta desainnya menetapkan tolok ukur untuk pengembangan koin lainnya.

Namun dalam implementasinya memiliki beberapa kekurangan. Misalnya, Proof-of-Work (PoW), mekanisme konsensus yang digunakan untuk membuat blok sangat boros energi dan memakan waktu. 

Mata uang kripto ini meningkatkan batasan atau kekurangan yang dimiliki Bitcoin untuk membangun kelebihan yang kompetitif. Beberapa altcoin menggunakan metode konsensus Proof-of-Stake (PoS) untuk meminimalkan konsumsi energi dan waktu yang diperlukan untuk membuat blok dan memvalidasi transaksi baru.

Dengan membedakan diri mereka dari Bitcoin dengan cara ini, Altcoin telah menciptakan pasar tersendiri. Hal ini telah menarik investor yang melihat potensi Altcoin sebagai alternatif dari Bitcoin.

Para investor berharap mendapat untung karena mata uang kripto ini menarik perhatian lebih banyak orang terutama harganya yang masih bisa dijangkau dan tidak semahal Bitcoin. 

Sebagai contoh, salah satu Altcoin yang disebut Litecoin dapat menghasilkan koin setiap 2,5 menit. Sementara, Bitcoin hanya dapat menambang atau menghasilkan Bitcoin setiap 10 menit.  Hal ini membuat Litecoin memiliki keunggulan yaitu dapat memproses pembayaran lebih cepat. 

Litecoin juga menggunakan perangkat yang berbeda dalam hal penambangan. Jika Bitcoin membutuhkan perangkat keras yang mahal untuk menambang, Litecoin dapat ditambang dengan komputer biasa.

Contoh lainnya adalah Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, yang digunakan sebagai gas (atau pembayaran untuk biaya transaksi) dalam kontrak pintar di Ethereum.

Litecoin dan Ethereum hanyalah salah satu dari ribuan Altcoin yang ada di pasaran. Beberapa Altcoin menonjol sebagai alternatif populer untuk Bitcoin, meskipun mereka tidak mencapai kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar $ 100 miliar.

Berbagai Jenis Altcoin

Bergantung pada fungsionalitas dan mekanisme konsensusnya, Mata uang kripto ini tersedia dalam beberapa tipe: 

1. Berbasis Pertambangan (Mining Based)

Seperti namanya, tipe Altcoin ini didapat dengan cara menambang. Sebagian besar mata uang kripto ini berbasis penambangan menggunakan Proof-of-Work (PoW), metode di mana sistem menghasilkan koin baru dengan memecahkan masalah sulit, untuk membuat blok.

Contoh Altcoin berbasis penambangan adalah Litecoin, Monero, dan Zcash. Sebagian besar Altcoin diatas termasuk dalam kategori berbasis penambangan.

Alternatif untuk mata uang kripto ini berbasis penambangan adalah koin yang telah ditambang sebelumnya. Koin semacam itu tidak diproduksi melalui algoritma tetapi didistribusikan sebelum terdaftar di pasar mata uang kripto. Contoh koin yang telah ditambang sebelumnya adalah XRP Ripple.

2. Stablecoin

Perdagangan dan penggunaan cryptocurrency  ditandai dengan volatilitas yang tinggi sejak diluncurkan. Stablecoin bertujuan untuk mengurangi volatilitas keseluruhan ini dengan mematok nilainya dalam sebuah keranjang yang berisi seperti mata uang fiat, logam mulia, atau mata uang kripto lainnya.

Keranjang tersebut dimaksudkan untuk bertindak sebagai cadangan untuk menebus pemegang jika cryptocurrency gagal atau menghadapi masalah.

Diem Facebook adalah contoh stablecoin yang paling terkenal yang berdasarkan dollar. Contoh stablecoin lainnya adalah USDC dan MakerDAO.

3. Token Keamanan (Security Tokens)

Mirip dengan sekuritas yang diperdagangkan di pasar saham, kecuali token keamanan memiliki sumber digital.

Token keamanan menyerupai saham tradisional dan mereka sering menjanjikan ekuitas, dalam bentuk kepemilikan, atau pembayaran dividen kepada pemegangnya.

Prospek apresiasi harga untuk token semacam itu adalah daya tarik utama bagi investor untuk memasukkan uang ke dalamnya. Token keamanan umumnya ditawarkan kepada investor melalui penawaran koin awal atau ICO.

4. Token Utilitas (Utility Tokens)

Token utilitas digunakan untuk menyediakan layanan dalam jaringan yang dapat digunakan untuk membeli layanan atau menukarkan hadiah.

Tidak seperti token keamanan, token utilitas tidak membagikan dividen kepada kepemilikan saham. Contoh token utilitas adalah Filecoin, yang digunakan untuk membeli ruang penyimpanan di jaringan.

Keunggulan Berinvestasi di Altcoin

Ada dua alasan utama mengapa Sobat Pintar harus berinvestasi di Altcoin. Pertama, Sobat Pintar bisa menyimpan mata uang kripto ini dalam waktu lama dengan harapan nilainya akan naik secara signifikan. Kedua, Sobat Pintar dapat meningkatkan tumpukan BTC mereka dengan menjual mata uang kripto ini saat harganya naik.

Selain itu, terdapat berbagai keunggulan lain dari berinvestasi di mata uang kripto ini yaitu:

  1. Ruang untuk evolusi: Masa depan sistem dan proses ini unik, sehingga menawarkan evolusi yang luas.
  2. Fungsi unik: Tidak seperti Bitcoin, Altcoin dibuat dengan fungsionalitas. Jadi, mata uang ini lebih dari sekedar token.
  3. Fluktuasi harga yang lebih renda daripada Bitcoin: Salah satu keuntungan terbaik dari berinvestasi di Altcoin yaitu, fluktuasi harga Altcoin umumnya lebih rendah daripada Bitcoin. Oleh karena itu, jumlah investasi Sobat Pintar tidak akan banyak terpengaruh.
  4. Mudah diakses: Perdagangan mata uang kripto ini lebih mudah dibandingkan dengan Bitcoin. Karenanya, persaingan untuk berinvestasi di Altcoin rendah, sehingga Sobat Pintar dapat dengan mudah berinvestasi dalam aset ini dalam beberapa menit.

Kekurangan Berinvestasi di Altcoin 

Menurut para ahli, Bitcoin mendominasi pasar cryptocurrency karena aset ini terkait dengan pengembalian investasi (ROI) yang tinggi. Kelemahan berinvestasi di Altcoin di antaranya adalah:

  • Pasokan berlebih: Ada terlalu banyak Altcoin yang beredar di pasar kripto. Hal ini membuat Sobat Pintar lebih sulit untuk mendiversifikasi portofolio sendiri, dengan mengandalkan mata uang digital lainnya.
  • Lebih rentan: Mata uang kripto ini tidak memiliki eksposur yang besar dibanding Bitcoin. Investor baru tidak mau berinvestasi di Altcoin karena ROI Bitcoin yang lebih tinggi. 
  • Tidak ada keamanan jika hilang: Altcoin tidak memberikan keamanan apapun jika terjadi kehilangan. Pasar kripto dapat mencuri semua uang hasil jerih payah Sobat Pintar dalam waktu singkat. Dengan demikian, keamanan adalah salah satu pertimbangan utama bagi setiap investor kripto.
  • Nilai kapitalisasi pasar lebih rendah dibandingkan dengan Bitcoin: Sebelum berinvestasi di mata uang kripto ini, perlu diingat bahwa nilai kapitalisasi pasar Altcoin lebih rendah daripada Bitcoin. Dengan demikian, Sobat Pintar akan mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dibandingkan para investor yang telah berinvestasi di Bitcoin.

Mudah-mudahan melalui penjelasan di atas Sobat Pintar bisa memahami apa itu Altcoin, berbagai jenisnya, bagaimana kerjanya, dan juga kelebihan maupun kekurangan berinvestasi di mata uang kripto ini. 

Sobat Pintar bisa mempelajari terlebih dulu cara kerja masing-masing Altcoin sebelum memutuskan untuk berinvestasi di sana.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk