Data KTP Aman Terlindungi Dengan 5 Cara Berikut

06 Aug 2021 by Rindang Maulidia

Maraknya jual beli data KTP melalui internet merupakan salah satu penyebab banyak melakukan tindak penipuan dengan berbagai modus. Salah satu modus penipuan yang kerap mencatut nama Kredit Pintar adalah modus penipuan dengan skenario pengembalian dana pinjaman ke rekening pribadi.

Modus tersebut seringkali terjadi akibat pencurian data secara digital yang seringkali tidak disadari oleh pemilik masing-masing KTP. Sayang sekali, apabila ternyata selama ini Sobat Pintar pernah secara tidak sengaja memberi celah kepada para oknum tidak bertanggung jawab untuk mengakses data pribadi.

Untuk itu, penting bagi Sobat Pintar untuk mengetahui 5 cara untuk melindungi data KTP agar terhindar dari tindak penipuan yang memanfaatkan data pribadi.

Penting untuk mengetahui 5 cara untuk melindungi data KTP agar terhindar dari tindak penipuan yang memanfaatkan data pribadi.

1. Jangan Unggah Data Pribadi ke Media Sosial Manapun

Dalam beberapa tahun ini, memang sudah ada banyak Sobat Pintar yang secara sadar menolak untuk mengunggah foto KTP ke media sosial. Namun, mungkin beberapa kali Sobat Pintar pernah mendapati rekan di media sosial membuat update berupa tiket keberangkatan yang berisi suatu kode, baik berupa angka, barcode, maupun QR Code.

Dalam kode tersimpan berbagai informasi terkait dengan jadwal keberangkatan dan armada yang dinaiki penumpang sebagai proses verifikasi untuk menghindari percaloan tiket. Namun, bagaimana jika ada pihak tak bertanggung jawab yang bisa mengakses kode tersebut tanpa sepengetahuan pemilik data diri?

Tentu, hal ini memiliki resiko yang cukup membahayakan.

Kesimpulannya, demi menjaga data diri, akan lebih baik apabila Sobat Pintar tidak mengunggah dokumen apapun ke media sosial yang sekiranya berhubungan dengan penggunaan data diri e-KTP.

Artikel menarik lainnya: 6+ Cara Mendapatkan Dana Bantuan Pemerintah 2021 

2. Periksa Gadget, Apakah Sudah Terlindungi dari Serangan Malware?

Jika diibaratkan sebagai senjata perang, malware adalah sebuah ranjau yang dipasang oleh tentara musuh. Letaknya tersembunyi, namun memiliki potensi bahaya yang tinggi.

Pada kenyataannya, malware juga bisa membuat keberadaannya tersembunyi dalam software maupun sistem yang terdapat dalam gadget. Umumnya, malware masuk dari berbagai aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan data internet, misalnya; aktivitas browsing, bertukar pesan melalui chat, dan lain sebagainya.

Jika berhasil menginfeksi sistem, maka malware akan mencuri berbagai data yang tersimpan di sistem dan juga menyerang sistem gadget agar rusak secara perlahan, sehingga biasanya pengguna gadget tidak menyadari bahwa sistem gadgetnya telah terinfeksi oleh malware.

Data yang dicuri oleh malware, bisa saja berupa email, password, akses terhadap akun-akun media sosial yang tersimpan, bahkan kontak yang tersimpan dalam gadget. Untuk itu, periksalah gadget secara rutin dan gunakan aplikasi resmi apabila Sobat Pintar ingin mengakses suatu layanan dari aplikasi.

3. Jangan Sembarangan Gunakan VPN

VPN memberikan keuntungan bagi penggunanya untuk mengakses berbagai situs yang tidak memiliki akses resmi dari jaringan internet yang berada di suatu negara. Banyak VPN yang tersedia secara gratis dan bisa digunakan untuk mengakses berbagai situs tersebut, namun tentu saja tidak ada layanan yang sepenuhnya gratis.

Meskipun Sobat Pintar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mengakses VPN gratis, namun biasanya VPN tersebut mengandung malware maupun spyware yang bisa merekam aktivitas digital Sobat Pintar saat sedang diaktifkan, tak terkecuali merekam akses kredensial media sosial Sobat Pintar dan berbagai data penting lainnya.

Untuk itu gunakanlah VPN yang terpercaya dan aman.

4. Manfaatkan Fitur Keamanan dari Platform

Setiap gadget memiliki fitur keamanannya masing-masing. Untuk itu, jangan sungkan untuk melakukan aktivasi agar semua data yang tersimpan dalam gadgetmu dapat terjaga dengan baik. Namun, jangan lupa untuk selalu melakukan update software agar kemampuan proteksi juga semakin meningkat.

5. Lindungi Data KTP dari Biro Jasa

Adanya layanan biro jasa, sangat memudahkan masyarakat Indonesia untuk mengurus dokumen penduduk tertentu. Namun, praktek biro jasa terkadang dilaksanakan oleh masyarakat yang tidak memahami pentingnya perlindungan data pribadi, sehingga hal ini ditakutkan bisa menjadi pencurian data diri yang terdapat dalam e-ktp.

Itulah 5 cara untuk melindungi data KTP agar tidak terjerumus sebagai korban penipuan secara digital.

Lindungilah data pribadimu, selayaknya Kredit Pintar menjaga keamanan akun pengguna dengan mengirimkan kode OTP untuk penggunaan aplikasi Kredit Pintar sebagai salah satu cara untuk melakukan verifikasi data pengguna.

Ajukan pinjaman hanya dari aplikasi Kredit Pintar yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Artikel menarik lainnya: 3 Cara Dapat Uang 500rb Sehari: Direkomendasikan Oleh Kredit Pintar

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload