Kementerian Investasi: Siapa dan Apa Tugas Mereka?

06 Jan 2022 by Ary Wibowo, Last edit: 21 Sep 2022

Presiden Joko Widodo tidak pernah ada habisnya membuat gebrakan. Pada tahun 2021 saja, Presiden Joko Widodo membentuk sebuah Kementerian Investasi Indonesia yang bertugas untuk menangani berbagai masalah investasi.

Baca juga: Apa Itu Inklusi Keuangan? Cari tahu di sini, yuk!

Apa Itu Kementerian Investasi?

Di era sebelumnya, Indonesia masih belum memiliki sebuah kementerian yang mengurus masalah investasi. Karena melihat tren investasi yang meningkat di Indonesia, akhirnya Presiden Joko Widodo membentuk Kementerian Investasi khusus.

Ini pertama kali dibentuk pada 28 April 2021 dengan harapan dapat menggenjot nilai transaksi investasi di Indonesia dan fokus mengurus investasi baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Siapa Saja yang Masuk Sebagai Jajaran Kementerian Investasi?

Berdasarkan laman CNBC, Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKPM dikabarkan akan menjadi Menteri Investasi. Bahkan, rumor tersebut didukung oleh Ekonom Permata Bank, Josua Pardede yang menilai bahwa Bahlil Lahadalia merupakan orang yang tepat dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Investasi.

Tentu saja opini tersebut berdasarkan hasil kinerja Pak Bahlil yang dapat menarik value investasi di Indonesia meski saat ini sedang dalam tekanan pandemi COVID-19.

Bahlil Lahadalia lahir di Maluku Tengah, 7 Agustus 1976. Bahlil merupakan pemilik dari PT Rifa Capital Holding Company. Selain itu, Bahlil diketahui merupakan anggota aktif dari Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) sejak tahun 2003.

Sebelum menjabat sebagai seorang Menteri Investasi, Bahlil merupakan seorang pengusaha dalam berbagai sektor mulai dari perkebunan, transportasi, pertambangan, properti, hingga konstruksi.

Apa Saja Tujuan dan Tugas Kementerian Investasi?

Selama masa pembentukan, Presiden Joko Widodo telah berkirim surat ke DPR dengan Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian. Hal tersebut disambut dengan hangat dan DPR menyetujui dengan usulan pembentukan Kementerian ini

Nantinya, Kementerian Investasi bertugas untuk membenahi iklim investasi nasional. Selain itu, Kementerian ini disebut memiliki dua peran yaitu, menjadi konsolidator pada setiap perizinan investasi dan mendorong kontribusi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) lebih baik.

Baca juga: Inilah perbedaan masalah keuangan di jaman dulu dan sekarang

Target Kementerian Investasi di Tahun 2022

Meskipun Bahlil Lahadalia belum setahun menjabat sebagai menteri, ia memiliki target bahwa nilai investasi di Indonesia pada tahun 2022 bisa mencapai Rp.1.200 triliun. Bahlil berharap bahwa dengan targetnya tersebut, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

Salah satu strategi Bahlil untuk mencapai targetnya tersebut adalah 40 persen mendorong investasi di sektor hilirisasi. Selain itu, ia juga akan mendorong nilai investasi pada industri ramah lingkungan. 

Dirinya berharap dalam targetnya ini ia dapat mewujudkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan industri yang ramah lingkungan dan dapat bersaing di kancah global.Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
21 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download