9 Tradisi Idul Adha di Indonesia dan Penjelasan

08 Jun 2023 by kreditpintar, Last edit: 13 Jun 2023

Ada banyak tradisi Idul Adha yang ada di Tanah Air harus Anda kenalkan kepada sang buah hati. Umat muslim di dunia memiliki dua hari raya yakni Idul Adha dan Idul Fitri. Sama halnya Idul Fitri Indonesia juga punya tradisi hari raya Idul Adha yang menarik untuk diulas. Menyembelih hewan kurban memang sebagai kegiatan pokok ketika hari raya Idul Adha. Akan tetapi beberapa daerah dan masyarakat di Tanah Air juga mempunyai tradisi unik. Tradisi ini perlu Anda jaga dan lestarikan. Simak berikut beberapa tradisi hari raya Idul Adha.

tradisi idul adha

1. Manten Sapi di Pasuruan

Tradisi utama yang sering dilakukannya oleh masyarakat Indonesia khususnya Pasuruan yakni manten sapi. Tradisi ini tepatnya di Desa Watestani, Grati, Pasuruan yang dilaksanakan sebelum hari raya Idul Adha. Masyarakat setempat mengadakan tradisi ini guna memberikan penghinaan terhadap saling dan hewan kurban yang akan disembelih pada pagi hari. Guna melakukan tradisi hal utama perlu Anda lakukan adalah memandikan sapi dengan air kembang sama seperti saat siraman pernikahan. Selanjutnya, para sapi juga mengenakannya kalung dari bunga tujuh rupa. Untuk bagian tubuh sapi ditutup menggunakan kain putih. Terakhir akan berlangsung arak-arakan menuju guna menyerahkan mereka ke panitia.

Baca juga: Mengenal Beberapa Rumah Adat di Indonesia

2. Jemur Kasur di Banyuwangi

Banyuwangi juga memiliki tradisi khusus yang dilakukan setiap hari raya Idul Adha. Nama tradisi itu adalah jemur kasur. Ya, tradisi kedua ini memang unik dan menarik. Tradisi mepe kasur khusus dilaksanakan oleh suku Osing yang berada di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi. Prosesnya dimulai dengan Tari Gandrung yang selanjutnya berlanjut dengan penjemuran kasur.

Semut warga akan menjemur kasur di depan rumah dari pagi hingga sore tiba. Uniknya dari tradisi ini adalah kasur-kasur warga desa merupakan kasur gembil dengan corak warna merah dan hitam. Hitam memiliki makna langgeng dan merah itu berani. Berlangsungnya tradisi mepe kasur ini menjelang hari raya kurban dengan tujuan menolak bala. Bukan hanya itu saja tapi juga memiliki tujuan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

3. Accera Kalompoang di Gowa

Sulawesi Selatan tepat di Gowa juga memiliki tradisi sendiri ketika hari Idul Adha tiba. Tradisi sakral ini bernama acer kalompoang. Tradisi kalompoang ini berlangsung selama dua hari berturut. tradisi idul adha

Dimulai ketika sehari menjelang Idul Adha dan hari raya itu sendiri. Tradisi ini sebagai cara resmi untuk mencuci benda-benda sejarah peninggalan Kerajaan Gowa. Untuk prosesi acaranya dilaksanakan di Istana Raja Gowa atau Rumah Adat Balla Lompoa. Acara Idul Adha sendiri menjadi salah satu upayakan guna mempersatukan keluarga kerajaan dengan pemerintah.

4. Kaul Negeri dan Abdau di Maluku Tengah

Tradisi kaul negeri dan abdau dilakukan oleh warga masyarakat Maluku Tengah-tengah. Hal ini merupakan acara adat warga setempat untuk dan tidak akan Anda temukan di tradisi daerah lain. Proses memulai tradisi ini pemuka adat dan agama di Negeri Tulehu menggendong 3 ekor kambing dengan kain setelah melakukan shalat Idul Adha. Pada nantinya mereka berjalan mengelilingi desa bersama lantunan takbir serta shalawat menuju ke masjid. Setelah itu penyembelihan hewan kurban berlangsung setelah Ashar. Peran perayaan tradisi ini berfungsi untuk menolak bala dan meminta perlindungan Tuhan.

tradisi idul adha

Baca juga: 6 Tempat Bulan Madu Terbaik di Indonesia

5. Ngejot di Bali

Berbicara soal Bali memang tidak akan ada habisnya apalagi mengenai tradisinya baik tradisi kebudayaan atau keagamaan. Tradisi keagamaan khusus di hari raya Idul Adha Bali juga tidak mau kalah dengan provinsi lain. Tradisi tersebut dinamakan ngejot. Dimana para warganya memberikan berbagai makanan, minuman, serta buah kepada para tetangga yang non muslim. Kegiatan tradisi tersebut sebagai bentuk rasa syukur warga muslim terhadap tetangganya yang memiliki toleransi tinggi. Ngejot sendiri sudah berjalan turun temurun hingga sekarang ini.tradisi idul adha

6. Toron Dan Nyalase di Madura

Masyarakat Madura juga punya tradisi unik di hari raya Idul Adha. Mereka yang bekerja atau tinggal di luar Madura akan berbondong-bondong guna mudik ketik hari raya kurban. Namun penyebutan mudik dalam Madura adalah toron. Pada saat turun ke Madura warga setempat juga melakukan nyalase. Dalam bahasa Madura, nyalase berarti ziarah ke makam yang mempunyai arti untuk mendoakan leluhur. Tradisi nyalase sendiri juga bisa membuat mereka lakukan setelah pelaksanaan shalat Idul Adha.

7. Grebeg Gunungan di Kota Yogyakarta

Yogyakarta juga tidak mau kalah dengan daerah lain dimana memiliki tradisi unik dan menarik ketika Idul Adha. Nama trada unik tersebut adalah grebeg gunungan. Grebeg gunungan di awal mulai dari halaman Keraton Jogja, ALun-Alun Utara hingga Masjid Gede Kauman. 7 buah gunungan yang tersusun rapi dalam tradisi kota Yogyakarta ini. Pada nantinya warga setempat ikut menonton juga ikut serta dalam merebut hasil tani yang diarak. Menurut kepercayaan setempat, jika Anda berhasil mengambil hasil bumi dalam gunungan. Maka makannya bisa mendapat banyak berkah. Uniknya lagi dari tradisi ini adalah ketika lebaran Idul Fitri. Namun hanya berbeda tradisinya bernama Grebeg Syawal.

8. Gamelan Sekaten Surakarta

Pengaruh Wali Songo dalam tradisi masyarakat di Jawa memang sangat kental. Salah satunya adalah tradisi sekaten di Surakarta. Selain itu ketika Idul Adha saja, gamelan sekaten juga sebagai tradisi Idul Fitri serta Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk hari raya Idul Adha sendiri tabuhan musik gamelan akan dimulai setelah shalat Idul Adha selesai. Tradisi dari Sekaten ini terbuka untuk umum jadi bisa Anda masukkan ke daftar kegiatan ketika hari libur ke Surakarta. Pada umumnya warga yang menyaksikan gamelan sekaten akan mengunyah kinang. Menurut warga setempat, kegiatan mengunyah kinang bertujuan agar bisa mendapat umur panjang dan bisa menyaksikan tradisi ibu di tahun selanjutnya.

tradisi idul adha

Baca juga: Cara Melestarikan Budaya Bangsa

9. Meugang di Aceh

Meugang merupakan tradisi Idul Adha yang bermakna sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Aceh terhadap sang pencipta. Tradisi ini dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh dengan memasak daging dan makan bersama. Proses tradisi ini dimulai dengan membagikan daging ke warga sekitar dan fakir miskin. Walaupun meskipun inti acaranya merupakan penyembelihan dan pembagian daging kurban. Akan tetapi ada juga masyarakat Aceh yang langsung membeku daging di pasar. Adanya tradisi tersebut membentuk upaya mempererat hubungan kekeluargaan di masyarakat Aceh.

9 tradisi Idul Adha di Tanah Air diatas memiliki makna dan arti beda. Namun adanya tradisi tersebut bisa mempertahankan dan mempererat tali persaudaraan.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

13 Jun 2023
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download