Investasi Properti: Definisi, Keuntungan dan Resikonya

23 Sep 2022 by Kredit Pintar, Last edit: 23 Sep 2022

Investasi properti merupakan salah satu instrumen investasi yang beberapa waktu belakangan cukup populer. Hal ini disebabkan karena properti cenderung memiliki nilai yang cukup stabil, dan bahkan meningkat setiap tahunnya. 

Sebelum Anda benar-benar terjun ke dalam investasi properti, ada baiknya Anda baca artikel ini sampai habis agar Anda mendapatkan informasi secara keseluruhan. 

Apa yang Dimaksud dengan Investasi Properti

Investasi properti merupakan investasi dengan cara membeli real estate atau properti seperti rumah, villa, atau gedung dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. 

Keuntungan tersebut didapatkan dari penyewaan properti, penjualan kembali, atau bahkan keduanya. 

Sejatinya, investasi properti tidak memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan instrumen investasi lainnya. Hal yang membedakannya adalah terletak pada bentuk aset yang dimiliki investor, yaitu bukan berupa uang tetapi bangunan.

Baca juga: Cara Pintar Memulai Bisnis Properti Pemula

Contohnya, Anda membeli satu villa di sekitar area wisata yang cukup terkenal di Bali. Kemudian villa tersebut Anda sewakan kepada wisatawan yang ingin menginap. Ini merupakan salah satu bentuk sumber penghasilan yang didapat dari investasi properti.

Contoh lainnya, Anda membeli satu properti. Setelah 5 tahun kemudian, Anda memutuskan untuk menjual properti tersebut. Harga beli 5 tahun yang lalu dengan harga jual yang sekarang pastinya berbeda dan relatif meningkat. Investor mendapatkan keuntungan dari sini. 

Keuntungan dalam Berinvestasi Properti

Sama seperti investasi pada umumnya, investasi properti memiliki sejumlah keuntungan. Apa saja keuntungan dari berinvestasi properti ini? 

  1. Salah Satu Sumber Passive Income
    Passive income adalah penghasilan yang dihasilkan dari menyewa properti atau kemitraan terbatas. Artinya, Anda cukup duduk manis, dan uang akan datang dengan sendirinya.

    Baca juga: Apa itu Passive Income: Arti dan Cara Mendapatkannya

    Memiliki properti untuk diinvestasikan dengan membuka penyewaan bisa menjadi salah satu passive income yang cukup menguntungkan, khususnya jika Anda sudah tidak lagi bekerja dan tidak mendapatkan pemasukan pokok.
  2. Harga Properti Relatif Meningkat
    Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, harga properti meroket tajam secara tahunan di kuartal I-2022 sebanyak 1,77%.

    Pertumbuhan di atas jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan IHPR kuartal IV-2021 yang hanya tumbuh sebesar 1,47% (yoy), ataupun para kuartal I-2021 yang hanya 1,35% (yoy).

    Data di atas menunjukkan, bahwa harga properti di Indonesia akan terus meningkat di setiap kuartalnya, sehingga bisa menjadi pilihan investasi yang menguntungkan.
  3. Tidak Perlu Dipantau Setiap Hari
    Investasi saham merupakan salah satu investasi yang cukup kompleks, dimana seorang investor saham haruslah memantau dan memonitor grafik saham setiap waktunya, sehingga ia tahu kapan harus menjual atau membeli saham.

    Berbeda dengan investasi saham, investasi properti tidak perlu Anda pantau setiap hari. Anda cukup mengeluarkan sejumlah modal untuk dijadikan investasi properti yang kemudian Anda sewakan properti tersebut.

    Tentu saja, Anda harus memantau kelayakan properti tersebut, seperti memeriksa kran air, pendingin ruangan, dan fasilitas lain berfungsi dengan baik, namun kegiatan tersebut tidak harus dilakukan setiap hari, bukan?

Resiko yang Mengintai dalam Investasi Properti

Setiap instrumen investasi, pastinya memiliki sejumlah resiko yang harus dihadapi oleh para investornya. Berikut beberapa resiko dari berinvestasi properti. 

  1. Membutuhkan Modal yang Tidak Sedikit
    Berbeda dengan investasi reksadana yang bisa dimulai dengan modal Rp 10 ribu saja, investasi properti tergolong salah satu investasi yang membutuhkan modal yang tak sedikit.

    Adapun harga properti dimulai dari angka milyaran bahkan triliunan rupiah. Tentu saja, ini diluar perbaikan properti jika terjadi kerusakan, penggantian barang atau service bulanan.
  2. Rawan Terkena Bencana
    Kelebihan dari investasi properti adalah minimnya nilai properti akan tergerus oleh inflasi. Namun jika tergerus oleh bencana, tentu ini akan menjadi kerugian tersendiri bagi para investor.

    Maka dari itu, tidak ada salahnya para investor untuk sesegera mungkin mendaftarkan aset properti mereka ke program asuransi.
  3. Sulit Dijual Cepat 
    Sayangnya, investasi properti bukanlah salah satu investasi yang tergolong memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Sebaliknya, proses menjual aset properti tergolong lama. Anda harus menunggu klien terlebih dahulu, kemudian melakukan dealing.

    Tentu saja hal ini berbanding terbalik dengan instrumen investasi lainnya, seperti investasi saham, obligasi, atau emas dimana tingkat likuidasinya sangatlah tinggi dengan proses yang cukup mudah.

Cara Aman Berinvestasi Properti

Tidak ada persyaratan usia untuk melakukan investasi properti. Selama orang tersebut dapat menginvestasikan modalnya di properti, maka ia sudah menjadi seorang investor properti. 

Walau sepertinya hal ini tampak menggiurkan bagi semua orang, tetap saja bagi Anda yang baru saja terjun ke dunia properti, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Jangan gegabah dalam melakukan pembelian atau penjualan properti. 

Salah langkah, maka aset yang seharusnya menguntungkan Anda, justru membuat Anda menjadi buntung. Coba terapkan 6 strategi aman dalam berinvestasi properti di bawah ini.

  1. Pilih Lokasi Properti yang Strategis
    Memilih lokasi properti yang strategis dapat menguntungkan Anda, terlebih jika Anda memang berniat untuk menyewakan properti Anda kepada orang lain. Lalu, bagaimana cara memilih lokasi properti yang terbaik dan strategis?

    Anda dapat memilih properti villa atau penginapan yang dekat dengan banyak area wisata. Selain dekat dengan tujuan wisata, lokasi properti Anda juga harus dekat dengan restoran, pasar, atau pusat perbelanjaan.

    Memilih lokasi yang strategis akan menguntungkan Anda, baik jika ingin melakukan penyewaan properti atau menjual kembali properti dalam durasi singkat maupun panjang.
  2. Riset Harga Pasar dan Pertimbangkan
    Intinya adalah untuk tidak jatuh hati kepada satu properti saja. Cobalah untuk mencari beberapa referensi properti yang ingin Anda investasikan. Bandingkan harga satu properti dengan harga pasar. Apakah harga yang ditawarkan masuk akal atau tidak.

    Dengan cara ini, Anda dapat mendapatkan properti dengan harga yang rasional, sekaligus memaksimalkan hasil investasi.
  3. Persiapkan Dana Investasi
    Hal yang paling terpenting adalah untuk menyiapkan dana investasi. Anda dapat melakukan beberapa metode dalam mengumpulkan dana investasi, salah satunya adalah dengan sistem cicilan per bulannya.

    Adapun dana yang perlu Anda siapkan telah meliputi uang muka, biaya asuransi properti, dan biaya tanda jadi dari pengembang. Jika Anda membeli properti secara kredit, maka Anda wajib untuk menyiapkan dana angsurannya.
  4. Ajukan Persetujuan KPR
    Tidak hanya berfungsi untuk mendapatkan keringanan pembayaran, KPR juga dapat meningkatkan kredibilitas vendor atas niatan Anda dalam melakukan investasi. Selain itu, KPR bertujuan untuk meminimalisir gagalnya transaksi jual beli properti.

    Baca juga: Apa itu KPR? Ketahui Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
     

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
23 Sep 2022
mobile-close
Pinjam kilat 20 juta!Download