Cara Pintar Memulai Bisnis Properti Pemula

17 Nov 2021 by Laruan, Last edit: 22 Nov 2021

Bisnis properti merupakan salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Bahkan, bisnis ini sudah mulai digeluti oleh para mahasiswa karena memiliki potensi cuan yang cukup banyak. Maka tidak heran banyak pemain bisnis properti pemula yang muncul saat ini.

Sebenarnya menjalani bisnis ini tidak bisa kita bilang mudah. Melakukan sedikit kesalahan saja, makelar bisa mendapatkan kerugian yang cukup besar. Tentunya kejadian ini tidak pernah mereka inginkan, terlebih lagi jika mereka memiliki modal berbisnis properti yang sangat terbatas.

Sumber: Unsplash / Alt Text : Bisnis Properti Pemula

Lalu, bagaimana cara para bisnis properti pemula memulai bisnis ini dengan modal minim? Simak untuk mengetahui rahasia sukses bisnis properti pemula disini.

Tips Membangun Bisnis Properti Pemula

  1. Mulai Dari Properti Pribadi

Salah satu rahasia bisnis properti pemula untuk mendapatkan modal dan cuan yang besar adalah memulai bisnis properti pribadinya. Biasanya, mereka mulai menawarkan properti ke calon pembeli dengan properti milik orang tua mereka. Bisa berupa apartemen, tanah, dan tempat tinggal.

Namun, meskipun mereka sudah memiliki properti yang ingin dijual, mereka tidak bisa semudah itu mendapatkan pembeli. Mereka harus berusaha mencari koneksi dan bersosialisasi untuk mendapatkan koneksi potensi pembeli yang hendak membeli rumah.

Lalu, bagaimana jika Sobat Pintar tidak memiliki aset properti? Sobat Pintar bisa memulainya dengan memulai bisnis kost di rumah Sobat Pintar atau menyewakan lahan kosong yang ada di rumah untuk dijadikan tempat bisnis. Tentunya, Sobat Pintar harus meminta izin kepada orang tua dulu, ya.

  1. Mengiklankan Properti Kerabat Terdekat

Selanjutnya, jika memang cara pertama tidak memungkinkan, Sobat Pintar bisa mencoba membantu mengiklankan properti milik kerabat terdekat. Bisa jadi, salah satu kerabat Sobat Pintar memang sedang ingin menjual atau menyewakan properti mereka, bukan?

Disinilah Sobat Pintar bisa berperan sebagai makelar properti kerabat kamu. Karena Sobat Pintar sudah mengenal kerabat tersebut, dijamin properti yang dimilikinya pasti memang ada, jadi jangan takut terkena tipu. Selain itu, Sobat Pintar juga bisa berdiskusi masalah margin dengan mudah dengan mereka. Setelah setuju dengan perjanjian margin, Sobat Pintar mulailah mencari koneksi dan mengiklankan properti tersebut kepada mereka yang tertarik membeli hunian baru.

  1. Mulai Berinvestasi Properti

Cara ini sangat cocok untuk Sobat Pintar yang ingin memulai bisnis properti dengan cara kolektif. Sekarang sudah ada banyak sekali platform yang menawarkan investasi properti. Sistem kerja mereka pun terbilang hampir sama seperti sistem saham konvensional pada umumnya.

Sobat Pintar bisa mulai membeli properti melalui platform tersebut dalam beberapa persen. Dalam beberapa tahun, keuntungan yang Sobat Pintar dapatkan melalui kerjasama sewa properti atau penjualan properti bisa Sobat Pintar dapatkan dalam beberapa tahun saja.

  1. Membuat Website Properti

Ini merupakan cara ternyaman yang bisa kami rekomendasikan untuk Sobat Pintar. Kamu bisa mencoba membuat sebuah website properti yang berisi properti-properti yang kamu miliki. Bisa berupa rumah, apartemen, ruko, tanah, dan indekos.

Manfaatkan promosi properti melalui website dan pelajari trik digital marketing SEO untuk mendapatkan peringkat pertama di laman pencarian. Jangan lupa juga untuk menulis tips-tips membeli properti atau menyewa properti sehingga Sobat Pintar bisa mendapatkan calon konsumen yang lebih banyak.

4. Tren Hunian Saat Ini

Bekerja sama dengan kerabat sebagai makelar properti memang butuh, tapi Sobat Pintar juga harus tahu tren hunian yang sedang hits saat ini apa.

Setiap tahunnya tren properti akan berubah. Bisa jadi saat ini banyak orang yang mencari rumah yang minimalis dengan taman kecil di belakang, apartemen studio, rumah minimalis di pertengahan kota, atau hunian asri di pinggiran kota.

  1. Lokasi dan Akses

Selain melihat tren hunian terkini, Sobat Pintar juga harus memastikan bahwa properti yang hendak dipasarkan memiliki lokasi dan akses yang terjangkau.

Setiap calon pembeli pasti akan memikirkan hal ini, seperti seberapa dekat mereka ke kota pusat, akses transportasi yang didapatkan apa saja, fasilitas di daerah itu apakah lengkap? Apakah memiliki rumah sakit, sekolah, tempat bermain, dan lain-lain.

Dengan memiliki properti di lokasi yang strategis, Sobat Pintar bisa menjual properti tersebut dengan lebih mudah.

  1. Perubahan Harga Properti

Layaknya investasi, harga properti juga akan meningkat setiap tahunnya. Jika harga apartemen di daerah Tangerang Selatan saat ini berkisar Rp.500 juta, bisa jadi tahun depan akan naik hingga Rp.600 juta.

Biar Sobat Pintar tidak merasa rugi, Sobat Pintar harus selalu update dengan harga pasar properti saat ini. Sobat Pintar bisa melihat tren harga properti melalui situs-situs properti terkenal atau laman berita mengenai properti.

  1. Pelajari Hukum Jual Beli Properti

Jangan hanya asal memulai bisnis properti, Sobat Pintar harus tahu hukum-hukum yang berkaitan dengan properti, seperti surat-surat tanah. Jika Sobat Pintar tidak memahami hal-hal seperti ini bisa menurunkan rasa kepercayaan calon konsumen kepada Sobat Pintar.

Apalagi, disaat tengah transaksi jual beli properti ini, Sobat Pintar terkena masalah terkait surat-surat tanah. Pasti Sobat Pintar akan pusing kepayang memikirkan solusi untuk memecahkan masalah itu. Jadi, belajarlah hukum jual beli properti melalui situs-situs terpercaya, atau beli buku dan berdiskusi dengan para ahli properti yang kamu kenal.

  1. Pelajari Pajak Jual Beli Properti

Seperti hukum, Sobat Pintar juga harus tahu pajak apa saja yang akan keluar saat bertransaksi properti. Saat ini, ada beberapa jenis pajak properti yang wajib dikeluarkan:

NJOP

Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP merupakan besaran nilai yang sudah negara tetapkan yang berperan sebagai dasar penggunaan pajak PBB.

NJKP

Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP adalah besaran nilai jual objek yang dimasukkan ke perhitungan pajak terhutang.

NPOP

Nilai Perolehan Objek Pajak atau NPOP merupakan besaran nilai atas perolehan hak bangunan yang sudah sesuai dengan perhitungan BPHTB.

  1. Menghitung Pajak Jual Beli Rumah

Jangan hanya sekadar tahu saja, Sobat Pintar setidaknya juga harus tahu perhitungan pajak jual beli rumah supaya bisa menjelaskan kepada konsumen dengan baik.

PPH (Pajak Penghasilan)

Contoh hitung:

Pemerintah menetapkan minimal nominal PPh sebesar 2.5% sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016 tentang Tarif Baru PPh Final Atas Pengalihan Hak Atas Tanah atau Bangunan.

Jika harga jual properti senilai Rp.500.000.000 maka besaran nominal PPH adalah:

2,5% x Rp.500.000.000 = Rp.12.500.000

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Pajak ini biasanya dibebankan kepada penjual dan dibayar sekali setiap tahun. Besaran nilai pajak ini adalah 0.5% dari NJKP atau setara dengan 20% dari NJOP.

Cara menghitungnya:

Sebuah hunian memiliki NJOP Rp.1.000.000 serta NJOPTKP Rp.10.000.000 dengan luas 100 meter persegi dan luas tanah 200 meter persegi.

  1. NJOP Bangunan 100 meter x Rp.1.000.000 = Rp.100.000.000
  2. NJOP Bumi = 200 meter x Rp.1.000.000 = Rp.200.000.000
  3. NJOP atas PBB = RP.100.000.000 + Rp.200.000.000 = Rp.300.000.000
  4. NJKP = 20% x (Rp.300.000.000-Rp.10.000.000)

= 20% x Rp.290.000.000

= Rp.58.000.000

  1. PBB = 0,5% x Rp.58.000.000

= Rp.29.000.000

PPn (Pajak Pertambahan Nilai)

Pajak yang satu ini bernilai 10% dari total harga transaksi yang biasanya dibebankan kepada pembeli.

Siap Menjadi Bisnis Properti Pemula?

Semoga setelah membaca artikel ini, Sobat Pintar sudah paham cara memulai bisnis properti pemula. Semoga bisnis properti Sobat Pintar sukses, ya! Jadilah makelar jujur dan hebat!

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
22 Nov 2021
mobile-closeKredit PintarDownload