Imposter Syndrome, 6 Ciri dan Cara Mengatasinya!

18 Aug 2021 by Laruan, Last edit: 18 Aug 2021

Sering meragukan pencapaian atau kemampuan diri sendiri? Ternyata ini bisa menjadi tanda bahwa sobat pintar sedang mengalami imposter syndrome, loh.

Imposter syndrome atau ‘sindrom penipu’ merupakan kondisi psikologis dimana seseorang sering kali meragukan atau merasa tidak pantas atas pencapaian atau kemampuannya sendiri. 

Lebih jelasnya, menurut Verywell Mind, orang yang mengalami kondisi ini cenderung merasa bahwa dirinya tidak berbakat, cerdas, atau sekreatif seperti yang dilihat orang lain. Mereka juga menganggap diri sendiri tidak layak atas setiap pencapaian yang diraihnya, karena merasa bahwa itu hanyalah sebuah keberuntungan atau kebetulan semata.

Artikel terbaru: 3 Alasan Kredit Pintar Jadi Fintech P2P Lending Aman 

Imposter Syndrome, Ketahui 6 Ciri dan Cara Mengatasinya!

1. Tanda Seseorang Mengalami Imposter Syndrome

Beberapa ciri bahwa seseorang sedang mengalami sindrom tersebut antara lain:

  1. Selalu meragukan diri sendiri
  2. Tidak mampu menilai kompetensi dan keterampilan diri sendiri secara realistis
  3. Takut berlebihan bahwa apa yang dilakukan atau dikerjakan tidak sesuai dengan ekspektasi
  4. Menghubungkan kesuksesan dan pencapaian apapun dengan faktor seperti keberuntungan dan kebetulan semata
  5. Menetapkan tujuan yang tidak masuk akal dan merasa kecewa berlebihan ketika gagal
  6. Sering mengkritik hasil kinerja diri sendiri

Selain itu, orang yang mengalami sindrom tersebut juga memiliki kecenderungan untuk terus-menerus memotivasi dirinya untuk bekerja sangat keras, sering kali melebihi yang diperlukan. Semata-mata hanya agar tidak ada orang yang menyadari bahwa dirinya adalah seorang ‘penipu’.

Akibatnya, ini justru bisa menyebabkan penurunan kinerja dan kepuasan dalam bekerja karena burnout atau kelelahan. Lebih buruknya, ini bahkan bisa menimbulkan gangguan kecemasan dan depresi.

Karena orang dengan ‘sindrom penipu’ sangat takut akan kegagalan, hal ini mendorong mereka untuk selalu menolak untuk mengambil tanggung jawab baru, mencari pekerjaan baru, atau bahkan menerima promosi.

Imposter Syndrome, Ketahui 6 Ciri dan Cara Mengatasinya!

2. Penyebab Terjadinya Sindrom Imposter

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami ‘sindrom penipu’, antara lain:

  1. Pola asuh orang tua yang cenderung mengutamakan pencapaian dan prestasi
  2. Lingkungan akademik atau dunia kerja yang sangat kompetitif
  3. Sifat perfeksionis

Meskipun cukup jarang terjadi, menjalani peran baru seperti menjadi mahasiswa baru atau pekerja magang juga bisa menyebabkan ‘sindrom penipu’.

Imposter Syndrome, Ketahui 6 Ciri dan Cara Mengatasinya!

3. Perbedaan Imposter Syndrome dengan Self Doubt

Meskipun ciri dari sindrom tersebut dan gejala self-doubt kedengarannya mirip, namun keduanya ternyata memiliki sedikit perbedaan. Letak perbedaannya tidak lain yaitu pada frekuensi.

Seperti yang diketahui, self-doubt selama ini dianggap sebagai kondisi yang masih bisa dianggap wajar karena cenderung hanya terjadi sesekali. Sementara jika keraguan terhadap diri sendiri itu terjadi terus-menerus dan semakin memburuk, itu bisa berujung pada munculnya gejala ‘sindrom penipu’.

Itulah mengapa tidak sedikit orang yang juga menyebut sindrom tersebut sebagai self-doubt kronis.

Dengan kata lain, hampir semua orang pernah mengalami kurangnya rasa percaya diri dan meragukan dirinya sendiri dalam beberapa faktor, tetapi pada orang-orang dengan sindrom tersebut perasaan itu konstan dan lebih parah.

4. Cara Mengatasi Sindrom Imposter

Sindrom tersebut memang tidak termasuk dalam gejala gangguan mental, namun jika dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan sobat pintar mengalami gangguan kesehatan mental. Misalnya, kecemasan dan depresi.

Oleh karena itu, jika sobat pintar merasakan salah satu ciri ‘sindrom imposter’ seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera lakukan tindakan berikut ini:

a. Cobalah lebih membuka diri

Berbagi perasaan atau mendapatkan umpan balik dari teman, kolega, atau anggota keluarga yang dipercaya bisa membantu seseorang dengan ‘sindrom penipu’ mengembangkan sudut pandang yang lebih realistis tentang kemampuannya.

Para ahli juga merekomendasikan terapi kelompok sebagai pilihan pengobatan. Karena banyak orang dengan sindrom ini cenderung menganggap bahwa hanya mereka yang memiliki perasaan semacam itu, yang pada akhirnya membuat mereka menutup diri.

Berkonsultasi dengan terapis kesehatan mental juga patut dicoba karena akan sangat membantu untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebab yang mendasari munculnya ‘sindrom penipu’ dalam diri sobat pintar.

b. Menerima dan menikmati kesuksesan yang telah dicapai

Memiliki sindrom tersebut akan cenderung membuat sobat pintar menyangkal setiap pencapaian yang diraih. Termasuk pencapaian terkecil sekalipun. Maka dari itu, cobalah untuk mengatasinya dengan cara menerima dan menikmati setiap pencapaian yang sudah sobat pintar raih.

Biasakanlah untuk mengatakan pada diri sendiri bahwa pencapaian itu adalah hasil dari kecerdasan, keahlian, dan usaha sobat pintar. Bisa juga menikmatinya dengan cara merayakannya bersama keluarga untuk pergi makan malam bersama, pergi berlibur, mengadakan pesta, atau sekadar membeli barang yang selama ini sangat diinginkan.

Intinya, ingatlah bahwa apa yang sudah sobat pintar capai memang layak untuk didapatkan. Bukan hanya karena keberuntungan ataupun kebetulan semata, tetapi karena usaha dan keputusan yang sudah sobat pintar buat.

c. Lawan perasaan negatif yang muncul

Kapanpun sobat pintar memiliki pemikiran negatif tentang pencapaian dan kemampuan diri sendiri, coba berhenti sejenak dari kesibukan yang sedang dilakukan untuk melawan perasaan itu. 

Cara mencegah munculnya perasaan negatif ini salah satunya adalah dengan mempraktikkan positive self-talk. Misalnya, dengan menyebutkan usaha apa saja yang sudah sobat pintar lakukan untuk sampai pada titik ini atau memuji kerja keras yang sudah sobat pintar lakukan selama ini.

d. Mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri

Mengenali kekuatan dan kelemahan diri faktanya juga bisa menjadi cara mengatasi sindrom tersebut. 

Cobalah untuk meningkatkan kekuatan yang sobat pintar miliki dan belajarlah mengatasi kelemahan dengan cara-cara yang positif. 

Dengan begitu, sobat pintar tidak perlu lagi merasa khawatir tidak mampu memenuhi kualifikasi untuk tugas atau posisi tertentu.

e. Menganggap setiap kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar

Keraguan dan ketakutan tanpa alasan di dalam diri orang yang mengalami sindrom tersebut tanpa sadar akan membentuk orang itu menjadi pribadi yang anti gagal. Kemudian memaksa dirinya untuk bekerja atau berusaha terlalu keras, melebihi batas kemampuannya.

Oleh karena itu, untuk mengatasinya sobat pintar harus bisa menganggap setiap kegagalan yang terjadi sebagai kesempatan belajar yang baru. Bisa jadi itu terjadi bukan karena sobat pintar tidak kompeten, tetapi karena memang belum saatnya saja untuk mendapatkannya.

f. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Setiap kali membandingkan diri dengan orang lain dalam situasi apapun, sobat pintar hanya akan terus-menerus menemukan kesalahan dan kelemahan pada diri sendiri yang memicu timbulnya perasaan tidak layak.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang unik. Sobat pintar mungkin tidak unggul dalam suatu hal, tetapi mungkin lebih unggul dalam hal lainnya. Tidak apa-apa, toh di dunia ini memang tidak ada orang yang sempurna, bukan?

Nah, itu dia sederet fakta dan cara mengatasi sindrom tersebut yang penting untuk sobat pintar ketahui. Jika dirasa sobat pintar sedang mengalami sindrom ini, segeralah untuk mencoba mengatasinya dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan terapis kesehatan mental.

Artikel terbaru: Data KTP Aman Terlindungi Dengan 5 Cara Berikut

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
18 Aug 2021
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download