Cara Menghitung HPHT Menstruasi dan Hari Lahir

26 Jan 2022 by Laruan, Last edit: 11 Mar 2022

Setiap wanita pasti mengalami masa rutin menstruasi setiap bulannya. Namun, terkadang masih banyak wanita yang masih belum paham dan memprediksi datangnya masa bulanan mereka. Padahal, jika dapat mengetahui kapan tepat datangnya waktu haid, wanita tersebut bisa mengetahui apabila sudah telat datang bulan. Dengan mengetahui rutinitas menstruasi, seorang wanita akan dapat dengan mudah mengetahui bagaimana cara menghitung HPHT pada saat ingin merencanakan kehamilan.

Apa itu siklus menstruasi? Seperti yang mungkin sudah banyak orang ketahui, menstruasi atau haid merupakan periode ketika seorang wanita mengalami perdarahan pada alat kelaminnya.

Periode tersebut dimulai saat seorang wanita telah memasuki masa puber dan akan terus terjadi sekali setiap bulannya pada saat kondisi normal. Dalam satu masa haid, rentang berlangsungnya berkisar 2 – 7 hari. Inilah yang dimaksudkan dengan siklus menstruasi. Rentang waktu mulai dari hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya.

Ini merupakan waktu dimana tubuh seorang wanita mengalami beberapa serangkaian perubahan untuk mempersiapkan kehamilan. Pada pertengahan siklus tersebut, seorang wanita akan mengalami masa ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium.

Apabila sel telur terbuahi oleh sperma, maka kehamilan akan terjadi. Namun apabila jika tidak terjadi pembuahan, maka lapisan rahim pada wanita akan luruh dan terjadi menstruasi.

Cara Menghitung HPHT untuk Siklus Menstruasi

Cara termudah untuk menghitung siklus menstruasi yakni dengan menghitung dari pertama dimulai darah haid pada satu bulannya. Tidak termasuk bercak atau flek coklat yang muncul menjelang masa haid.

  1. Tandai kalender hari pertama menstruasi tersebut agar tercatat dan bisa dihitung kemudian
  2. Setelah itu, tandai juga di kalender kapan mulai menstruasi pada bulan berikutnya
  3. Selanjutnya, hitung rentang masa menstruasi bulan pertama dan bulan selanjutnya di hari pertama menstruasi pada satu bulan tersebut sampai bulan berikutnya.

Contohnya, jika mengalami bercak coklat pada tanggal 14 Agustus dan tidak mengalami perdarahan selama satu hari penuh. Kemudian, pada tanggal 15 Agustus baru mengalami perdarahan yang teratur sampai beberapa hari berikutnya. Berarti pada tanggal 15 Agustus ini yang akan jadi hari pertama menstruasi. Pada tanggal ini juga yang perlu ditandai di kalender. Selanjutnya, tunggu hingga sampai menstruasi Anda berakhir.

4. Kemudian, hitung rentang waktu antara hari pertama menstruasi pada 15 Agustus sampai (11 September) untuk masa normal menstruasi dengan satu hari sebelum menstruasi di bulan berikutnya.

Melihat dari cara menghitung tersebut, rentang waktu masa menstruasi antara tanggal haid 15 Agustus hingga 11 September adalah 28 hari. Jadi, angka 28 hari inil yang menjadi siklus haid seorang wanita pada bulan tersebut.

Menghitung HPHT untuk Memperkirakan Hari Lahiran

Bagi para calon ibu ada baiknya mengetahui bagaimana cara menghitung HPHT untuk usia kehamilan juga. Semakin dini saat mengetahui usia kehamilan sudah dipahami dan diketahui, maka risiko kehamilan hingga persalinan dapat makin ditekan. Dalam dunia kebidanan, ada beragam cara menghitung HPHT usia kehamilan. Cara tersebut didasari dengan berbagai rumus yang diterapkan melalui teori yang dapat dipelajari secara formal di dalam ilmu kebidanan.

Namun, tak perlu khawatir bagi para calon ibu yang sedang hamil juga dapat menghitung secara manual bagaimana cara menghitung HPHT usia kehamilan dan lebih mudah untuk dipahami. 

Lantas, apakah dengan mengetahui cara menghitung usia kehamilan ini akan dapat berdampak yang signifikan bagi kandungan dan para ibu? Berikut ini penjelasan yang lengkap saat Kredit Pintar melansir dari berbagai sumber kredibel.

Manfaat Utama Mengetahui Usia Kehamilan Sejak Dini

Tak hanya dokter, perawat, dan bidan yang harus memahami bagaimana cara menghitung HPHT usia kehamilan. Para ibu juga harus mengetahui berbagai manfaat dalam mengetahui usia kehamilan mulai sejak dini dalam mempersiapkan masa melahirkan. Berikut ini beberapa manfaatnya:

  • Dapat memantau perkembangan janin
  • Dapat memperkirakan hari lahir
  • Dapat menjadwalkan pemeriksaan trimester masa kehamilan
  • Memperkirakan berbagai faktor risiko setelah masa persalinan

Usia kehamilan seseorang akan dapat dihitung dengan periode pembuahan hingga si jabang bayi lahir. Untuk dapat mengetahui bagaimana cara menghitung usia kehamilan dapat dengan mudah dan sederhana yakni menggunakan metode Hari Pertama Hari Terakhir (HPHT).

Menghitung dengan cara tersebut akan mengasumsikan bahwa pembuahan terjadi pada hari ke 14 atau minggu kedua dalam masa siklus haid.

Untuk dapat menerapkan cara menghitung HPHT usia kehamilan, seorang ibu harus dapat mengetahui kapan dirinya sedang masa hari pertama hari terakhir. Cara tersebut lebih banyak direkomendasikan untuk para calon ibu yang mempunyai siklus haid teratur selama 28 hari.

Rumus untuk Menghitung HPHT Usia Kehamilan

Akan terdapat dua rumus yang disebut dengan Neagele’s Rule dalam menentukan perhitungan masa usia kehamilan untuk dapat menentukan hari perkiraan lahir (HPL):

1. HPHT terjadi pada bulan April-Desember

Apabila HPHT terjadi diantara bulan April-Desember, misalnya 20 Mei 2021 maka hasil dan perhitungannya seperti berikut:

Tahun: 2021+1 = 2022
Bulan: 5-3 = 2
Hari: 20+7 = 27

Maka hari perkiraan lahirnya adalah 27-2-2022 atau 27 Februari 2022

2. HPHT terjadi pada bulan Januari-Maret

Apabila HPHT terjadi diantara bulan Januari-Maret, misalnya 20 Maret 2021 maka hasil dan perhitungannya seperti berikut:

Tahun: 2021
Bulan: 3+9 = 12
Hari: 20+7 = 27

Maka hari perkiraan lahirnya adalah 27-12-2021 atau 27 Desember 2021

Menggunakan Rumus diatas masih terdapat kelemahannya lantaran hanya akan diterapkan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari. Lantas bagaimana dengan siklus menstruasi kurang atau lebih dari 28 hari? Berikut ini penjelasannya.

Menghitung HPHT usia Kehamilan Menggunakan HPHT dengan Rumus Parikh

Cara menghitung menggunakan rumus Parikh akan dapat menentukan perikraan lahiran dengan menghitung saat terjadinya proses ovulasi dengan mengurangi 14 hari siklus menstruasi.

Keterangan:

Apabila HPHT pada tanggal 1 Januari 2020 dan jika siklus menstruasi ada 28 hari, maka disaat setelah dihitung menggunakan rumus Neagle Rule, akan didapat HPL nya yakni 8 Oktober 2020. Akan tetapi jika siklus menstruasi ternyata lebih dari 28 hari atau tepatnya 35 hari, perhitungan masa persalinannya akan menjadi: HPHT + 9 bulan + (35-21) hari yakni 15 Oktober 2020.

Lantas, Apakah dari kedua rumus diatas akan menunjukkan hasil yang akurat?

Menghitung HPHT memang tak selalu jadi patokan dasar yang tepat untuk dapat menghitung kapan akan melakukan proses persalinan. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor lain yang sulit untuk diprediksi dari kedua rumus diatas. Misalkan, jika hari pertama ovulasi atau kapan hubungan seksual terakhir yang menyebabkan kehamilan. Sedangkan, HPHT yang paling mudah untuk diingat dan dipahami hampir dari kebanyakan wanita.

Bagaimana? Mudah bukan untuk mengetahui cara menghitung HPHT pada siklus menstruasi dan perencanaan hari perkiraan lahir untuk si jabang bayi? Itulah beberapa informasi mengenai cara menghitung HPHT (Hari Pertama Hari Terakhir) pada seorang wanita tiap bulannya dan memperkirakan hari lahiran.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
11 Mar 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download