Biaya Overhead Pabrik adalah? Mari Cari Tahu

05 May 2022 by Laruan, Last edit: 09 May 2022

Biaya overhead pabrik adalah biaya yang dikeluarkan namun tidak ada kaitannya dengan proses produksi. Meski tidak ada kaitan dengan proses produksi tapi tetap harus dianggarkan oleh perusahaan. Apa saja biaya overhead pabrik?  Bagaimana cara menghitungnya? Mari cari tahu seluk-beluk tentang biaya overhead pabrik melalui ulasan berikut ini.

Cara menghitung biaya overhead pabrik umumnya lebih kompleks daripada biaya lainnya karena setiap divisi memiliki overheadnya sendiri. Bahkan dasar penghitungannya juga bisa berbeda, misal BOP satuan produk, bahan baku hingga BOP tenaga kerja langsung. 

Jenis-jenis Biaya Overhead Pabrik

Secara umum biaya overhead pabrik terbagi menjadi 3 jenis yaitu biaya overhead tetap, semi variabel dan variabel. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Biaya Overhead Tetap

Biaya overhead tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah setiap kali melakukan pembayaran. Contoh biaya overhead pabrik tetap adalah pajak, gaji pegawai non produksi, biaya sewa aset non produksi, asuransi kesehatan tenaga kerja dan lainnya. 

Baca juga: Pengertian Jenis-jenis Biaya Produksi Beserta Contohnya

Dalam kata lain, biaya overhead akan tetap sama terlepas dari naik turunnya volume penjualan.

  1.  Biaya Overhead Variabel

Selain biaya overhead tetap, ada juga biaya overhead variabel yang jumlahnya bisa berubah-ubah karena menyesuaikan intensitas aktivitas perusahaan. Salah satu cirinya perusahaan dapat menyesuaikan pengeluaran dengan strategi bisnis yang diambil. Contohnya biaya iklan, bonus, alat tulis kantor, tinta fotokopi dan pembayaran jasa agensi.

  1. Biaya Semi Variabel

Biaya semi variabel adalah gabungan antara biaya overhead tetap dengan biaya variabel. Karakteristik biaya semi variabel adalah nominalnya cukup bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kegiatan perusahaan. Namun ketika kegiatan mencapai titik 0, perusahaan tetap wajib melakukan pembayaran minimum atas biaya overhead.

Pentingnya Menghitung Biaya Overhead Perusahaan dan Contohnya

Setelah mengetahui pengertian biaya overhead pabrik dan jenisnya. Sobat Pintar perlu mengetahui alasan penting menghitung biaya overhead pabrik dan contohnya. Berikut alasan penting menghitung biaya overhead pabrik, di antaranya:

  1.  Untuk Menyusun Dasar Strategi Perusahaan

Meski biaya overhead tidak ada kaitannya dengan biaya produksi secara langsung tapi sama pentingnya dengan biaya lainnya, bahkan dalam kondisi tertentu biaya overhead pabrik cukup krusial. Misalnya ketika perusahaan menyewa jasa agensi untuk melakukan riset produk sebagai strategi dalam mengembangkan perusahaannya.

  1. Sebagai Estimasi Anggaran Setiap Divisi

Biaya overhead tetap harus dianggarkan sebagai estimasi anggaran setiap divisi yang mungkin berbeda-beda. Dengan menganggarkan biaya overhead, bagian keuangan jadi bisa menganalisa, mengoreksi dan menyusun proposal anggaran dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan.

  1. Mengurangi Biaya Overhead yang Tidak Diperlukan

Alasan penting menghitung biaya overhead pabrik selanjutnya ialah mengurangi biaya overhead yang tidak diperlukan. Dengan begitu, divisi keuangan bisa mengurangi biaya yang tidak prioritas sehingga pengeluaran lebih efektif dan efisien serta keuangan perusahaan pun bisa tetap stabil.

  1. Mengontrol Biaya Non Produksi

Mengontrol biaya non produksi dengan menghitung biaya overhead tidak kalah penting dilakukan. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi risiko karena biaya overhead rawan mengalami pencucian uang. Di samping itu, perusahaan wajib mengontrol cash flow secara akurat.

Untuk lebih jelasnya, Sobat Pintar bisa mengetahui contoh biaya overhead pabrik agar tidak salah input. Berikut contoh biaya overhead pabrik di luar biaya produksi, di antaranya:

  • Tagihan listrik, air dan telepon
  • Biaya asuransi pegawai atau aset perusahaan
  • Biaya perlengkapan kantor (mesin fotokopi, kursi, meja, printer, pengharum ruangan).
  • Biaya pemasaran (banner, daftar pameran, cetak pamflet, iklan)
  • Biaya kegiatan khusus (pelatihan karyawan, CSR, seminar, kunjungan industri dan lainnya).
  • Biaya penyusutan aset

Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik 

Dalam akuntansi, beban operasional perusahaan merupakan hal penting dan tidak bisa Sobat Pintar lewatkan, salah satunya menghitung biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik dapat dikatakan biaya produksi tapi tidak termasuk bahan baku dan biaya tenaga kerja secara langsung. Berikut cara menghitung biaya overhead yang perlu Sobat Pintar ketahui, di antaranya:

Baca juga: Cara Menghitung Laba Untuk Mengetahui Keuntungan

  1.  Memisahkan Biaya Overhead

Langkah pertama menghitung biaya overhead pabrik adalah memisahkan biaya overhead dengan biaya langsung terlebih dahulu. Cara membedakannya cukup mudah yaitu pisahkan mana yang termasuk biaya proses produksi barang dan jasa serta mana biaya yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi.

  1. Menghitung Persentase Biaya Overhead

Menghitung persentase biaya overhead pabrik dapat dilakukan dengan membandingkan biaya tidak langsung dan biaya langsung lalu kalikan 100%. Hasil perhitungan ini akan menunjukan persentase biaya overhead yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam mengelola bisnisnya. Penghitungan persentase biaya overhead diperlukan untuk mengevaluasi pengeluaran perusahaan. 

  1. Mencari Nilai Efisiensi Biaya Overhead

Mencari nilai efisiensi biaya overhead merupakan cara menghitung biaya overhead yang tidak kalah penting Sobat Pintar ketahui. Perusahaan bisa mengetahui biaya overhead yang dikeluarkan dengan mengetahui nilai efisiensi yang dikeluarkan. Caranya dengan membandingkan biaya overhead dengan upah tenaga kerja dikalikan 100%. 

Contoh Menghitung Biaya Overhead Pabrik Berdasarkan Jenisnya

Ada banyak rumus menghitung biaya overhead pabrik (BOP) berdasarkan satuannya. Berikut rumus menghitung BOP berdasarkan satuannya, di antaranya:

  • Rumus Jumlah Satuan Produk. 

BOP per satuan = Anggaran biaya overhead pabrik: Perkiraan jumlah produk 

Contohnya jika Sobat Pintar menafsirkan anggaran sebesar Rp 2 juta dengan perkiraan jumlah produk 20 ribu unit, maka cara menghitungnya:

BOP satuan = Rp 2 juta : 20 ribu = Rp 100 per unit

Jika kedepannya perusahaan mendapat pesanan sebanyak 400 unit maka besar BOP yang terbebani ialah:

Rp 100 x 400 =  Rp 40.000

  • Rumus Biaya bahan baku sebagai dasar persentase BOP

Taksiran BOP : Bahan baku yang terpakai x 100%

Contohnya jika Sobat Pintar menafsirkan BOP 2 juta dan biaya bahan baku Rp 5 juta dalam satu tahun, maka cara menghitungnya:

(Rp 2 juta : Rp 5 juta) x 100% = 40%

Jadi jika ada pesanan yang menggunakan bahan baku Rp 50 ribu maka BOP-nya 40% x Rp 50 ribu = Rp 20 ribu

  • Rumus BOP dengan Satuan  Tenaga Kerja Langsung

Perkiraan biaya overhead pabrik : Biaya Tenaga Kerja Langsung

Contohnya jika Sobat Pintar memberi taksiran BOP sebesar Rp 1 juta dan besar biaya tenaga kerja langsung Rp 2 juta, maka cara menghitungnya:

(Rp 1 juta : Rp 2 juta) x 100%  = 50%

Jika Sobat Pintar mendapat pesanan dengan biaya tenaga kerja langsung Rp 100 ribu, BOP-nya  ialah Rp 100 ribu x 50% = Rp 50 ribu

Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi. Selain mengetahui seluk beluk biaya overhead, Sobat Pintar bisa mengetahui artikel menarik lainnya di blog Kredit Pintar. 

Dapatkan juga aplikasinya di Play Store sebagai solusi keuangan tanpa agunan, telah mendapat izin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
09 May 2022
Pinjam kilat 20 juta!Download