Biaya Overhead Pabrik dan Cara Menghitungnya Agar Bisnis Untung di 2026

26 Jan 2026 by Kredit Pintar., Last edit: 26 Jan 2026

Bagi Sobat Pintar yang sedang menjalankan bisnis manufaktur atau produksi, memahami struktur biaya adalah fondasi utama untuk meraih keuntungan. Seringkali, pebisnis pemula hanya berfokus pada biaya bahan baku dan gaji karyawan produksi, namun melupakan satu komponen “tak terlihat” yang justru bisa menggerogoti profit jika tidak dikelola dengan baik. Komponen tersebut adalah biaya overhead pabrik atau sering disingkat BOP.

biaya overhead pabrik

Di tahun 2026 ini, di mana efisiensi operasional menjadi kunci bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat, pengelolaan biaya overhead menjadi sangat krusial. Biaya ini mencakup segala pengeluaran yang tidak bisa ditelusuri secara langsung ke produk fisik, namun tanpanya, proses produksi tidak akan bisa berjalan. Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa itu biaya overhead pabrik, jenis-jenisnya, serta simulasi cara menghitungnya agar harga jual produk kamu tetap kompetitif dan menguntungkan.

Definisi Biaya Overhead Pabrik dalam Bisnis

Sederhananya, biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini merupakan pengeluaran-pengeluaran tambahan yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses produksi di lantai pabrik. Karena sifatnya yang tidak langsung, biaya ini sering kali sulit dibebankan secara spesifik ke satu unit produk saja, sehingga memerlukan metode alokasi khusus.

Sebagai contoh, jika kamu memproduksi sepatu, kulit dan lem adalah biaya bahan baku langsung. Tukang jahit sepatu adalah tenaga kerja langsung. Namun, listrik yang menyalakan mesin jahit, gaji satpam pabrik yang menjaga keamanan, hingga biaya sewa gedung pabrik adalah bagian dari biaya overhead. Meskipun tidak menempel langsung pada sepatu, tanpa adanya listrik dan gedung, sepatu tersebut tidak akan pernah bisa diproduksi.

Baca juga: Mengenal Jenis Jenis Modal dalam Dunia Bisnis

Jenis Biaya Overhead Berdasarkan Perilakunya

Agar Sobat Pintar lebih mudah dalam mengelola anggaran, biaya overhead biasanya dikelompokkan menjadi tiga kategori utama berdasarkan sifatnya terhadap perubahan volume produksi. Pemahaman ini penting agar kamu bisa memprediksi pengeluaran bulanan dengan lebih akurat.

biaya overhead di pabrik

Biaya Overhead Pabrik Tetap (Fixed Expenses)
Ini adalah jenis biaya yang jumlahnya relatif konstan dan tidak dipengaruhi oleh seberapa banyak produk yang kamu hasilkan. Mau pabrik kamu memproduksi 100 barang atau 1.000 barang, biaya ini tetap harus dibayar dengan nominal yang sama. Contoh paling umum adalah biaya sewa gedung pabrik, biaya penyusutan mesin (depresiasi), gaji manajer pabrik, dan pajak bangunan (PBB).

Biaya Overhead Pabrik Variabel (Variable Expenses)
Kebalikan dari biaya tetap, biaya ini akan berubah seiring dengan volume produksi. Jika produksi meningkat, biaya ini ikut naik, dan sebaliknya. Contohnya adalah biaya perlengkapan pabrik (seperti oli mesin atau kain lap pembersih), biaya listrik untuk mesin produksi (jika dihitung per kwh penggunaan mesin), dan uang lembur karyawan tidak tetap.

Biaya Overhead Pabrik Semi-Variabel (Mixed Expenses)
Jenis ini memiliki karakteristik gabungan antara tetap dan variabel. Ada biaya minimum yang harus dibayar meskipun tidak ada produksi, namun biayanya akan naik jika penggunaan meningkat. Contoh klasiknya adalah biaya telepon, biaya internet pabrik, dan biaya pemeliharaan mesin. Meskipun pabrik libur, biaya abonemen internet tetap harus dibayar, namun jika pemakaian data melonjak saat produksi padat, tagihannya bisa lebih tinggi.

Contoh Konkret Biaya Overhead Pabrik

Untuk memudahkan Sobat Pintar mengidentifikasi mana yang masuk ke dalam BOP, berikut adalah beberapa contoh biaya overhead yang umum ditemui di industri manufaktur tahun 2026:

  • Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung: Gaji mandor, staf quality control (QC), petugas kebersihan pabrik, dan staf gudang. Mereka bekerja di pabrik tapi tidak menyentuh produk secara langsung.
  • Biaya Utilitas Pabrik: Tagihan listrik, air, dan gas yang digunakan khusus untuk area produksi.
  • Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan: Biaya servis mesin rutin, penggantian suku cadang kecil, dan perbaikan atap gudang.
  • Biaya Penyusutan Aset: Penurunan nilai mesin, kendaraan operasional pabrik, dan bangunan pabrik yang dihitung secara tahunan.
  • Biaya Asuransi: Premi asuransi kebakaran atau asuransi kecelakaan kerja untuk area pabrik.

Baca juga: Membuka Lezatnya Ide Bisnis Pabrik Tahu, Apa Saja Persiapannya?

Langkah dan Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik

Menghitung BOP tidak bisa dilakukan sembarangan. Sobat Pintar perlu menentukan tarif BOP di awal periode (biasanya awal tahun) untuk menetapkan harga jual, karena biaya sesungguhnya baru diketahui di akhir bulan. Berikut adalah langkah sederhana menghitung tarif BOP yang dibebankan.

Tentukan Dasar Pembebanan
Kamu harus memilih dasar apa yang paling masuk akal untuk membagi biaya overhead. Dasar yang umum digunakan adalah:

  • Jumlah jam mesin (jika produksi sangat bergantung pada mesin).
  • Jumlah jam tenaga kerja langsung (jika produksi padat karya).
  • Biaya bahan baku.

Rumus Tarif BOP
Tarif BOP = (Estimasi Total Biaya Overhead / Estimasi Dasar Pembebanan)

Simulasi Perhitungan Sederhana
Misalkan Sobat Pintar memiliki usaha konveksi baju.

  • Estimasi Total Biaya Overhead per bulan (Listrik, sewa, gaji mandor): Rp10.000.000.
  • Estimasi Jam Kerja Mesin per bulan: 2.000 jam.

Maka tarif BOP per jam mesin adalah:
Rp10.000.000 / 2.000 jam = Rp5.000 per jam mesin.

Jika satu baju membutuhkan waktu jahit selama 0,5 jam mesin, maka biaya overhead yang harus dibebankan ke satu baju tersebut adalah:
0,5 jam x Rp5.000 = Rp2.500 per baju.

Angka Rp2.500 inilah yang harus kamu tambahkan ke dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) selain biaya kain dan biaya tukang jahit agar kamu tidak rugi.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Perusahaan Retail?

Mengapa Pengelolaan Overhead Sangat Penting di 2026?

Di tahun 2026, teknologi otomatisasi dan software akuntansi berbasis awan (cloud) semakin murah dan mudah diakses. Mengelola biaya overhead bukan lagi sekadar mencatat pengeluaran, tetapi juga strategi untuk memenangkan pasar. Jika Sobat Pintar bisa menekan biaya overhead (misalnya dengan menggunakan mesin hemat energi atau mengurangi limbah bahan pembantu), maka harga pokok produk kamu akan turun.

Dengan HPP yang lebih rendah, kamu memiliki dua pilihan strategis: menurunkan harga jual agar lebih murah dari kompetitor, atau mempertahankan harga jual untuk mendapatkan margin keuntungan yang lebih tebal. Inilah mengapa pemahaman mendalam tentang biaya overhead pabrik adalah senjata rahasia bagi para pengusaha sukses untuk mengembangkan skala bisnisnya.

Mengelola biaya overhead memang terlihat rumit di awal, namun ini adalah langkah wajib bagi Sobat Pintar yang ingin bisnisnya sustainable atau berkelanjutan. Dengan mengetahui rincian biaya tetap dan variabel, kamu bisa membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas, seperti kapan harus menambah mesin atau kapan harus melakukan efisiensi listrik. Mulailah mencatat setiap pengeluaran sekecil apa pun, karena dalam bisnis, setiap rupiah sangat berarti bagi pertumbuhan usaha kamu.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech berizin dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman daring bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
26 Jan 2026
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download