Bullish dan Bearish Istilah Populer di Trading Saham

16 Sep 2022 by Kredit Pintar., Last edit: 13 Jun 2023

Bullish dan bearish adalah dua istilah populer di dunia saham. Baik bullish maupun bearish punya faktor penyebab dan trik menghadapinya. Meski keduanya merupakan trend pasar saham, tetapi bagi investor pemula masih asing terdengar di telinga mereka. Bila Anda adalah investor pemula, tidak boleh setengah-setengah mengenal kedua istilah gambaran pasar saham tersebut.

Selain menambah wawasan, kedepannya tidak akan membuat Anda bingung. Penasaran?

Bullish dan Bearish Itu Apa

Trading atau investasi saham menjadi instrumen pasar modal favorit yang selalu dikembangkan masyarakat. Tentu penting mengetahui kondisi pasar saham yang sebenarnya.Ini karena sewaktu-waktu harga saham bisa naik bahkan turun.

Di kalangan trader saham, kondisi pasar naik atau tren melonjaknya pasar saham akrab disapa bullish. Sedangkan bearish adalah kebalikannya, yakni tren pasar saham semakin melemah.

Dari pengertian dasarnya kita sudah tahu apa itu bullish dan bearish secara garis besarnya. Namun, supaya tidak terjadi salah pengertian, maka perlu menggali dan mengenal lebih mendalam.

Bullish Saham

Bullish atau juga dikenal dengan bull market adalah suatu kondisi di mana pasar saham mengalami penguatan. Adapun kondisi ini untuk menggambarkan harga saham tanpa terkecuali. Posisi harga saham bullish dan bearish sebenarnya bisa Anda simak melalui Indeks Harga Saham Gabungan.  

Namun ternyata istilah bullish juga menjadi ilustrasi memprediksi harga saham yang mengalami kenaikan. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar saham semakin kuat.

Ternyata kondisi bullish juga bisa menjadi pertanda terjadinya penurunan pasar saham baru. Namun, secara umum menjadi indikator bahwa posisi pasar saham sedang bagus-bagusnya.

Adapun faktor umum penyebab terjadinya bullish adalah terjadinya pertumbuhan ekonomi yang baik di suatu negara atau dunia. Kondisi ini otomatis akan mendorong peningkatan harga saham. 

Faktor lain penyebab bullish adalah kemajuan sektor industri dan menguatnya kepercayaan para trader. Dari ketiga faktor terjadinya bullish, peran terbesar bersumber dari kepercayaan para trader.

Dalam trading saham, bullish berwujud ikon banteng. Jadi, Anda bisa menggambarkan kondisi bullish bak serangan banteng.

Anda tentu paham bukan tentang sifat banteng yang selalu saja berlari, terlebih ketika melihat umpan yang berada tak jauh dari tempatnya berada. Banteng akan langsung menyerbu serta mengangkat tinggi-tinggi tanduk mereka. Tak tanggung-tanggung mereka akan menyeruduk siapapun lawannya.

Nah, gambaran grafik saham ketika dalam posisi bullish pun demikian. Hampir seluruh grafik memiliki warna dominan hijau.

Kenaikan harga saham pun cukup menggiurkan, yakni sebesar 20% dari kedudukan terendah. Bullish membuat investor cenderung memprediksikan peningkatan harga saham.

Nah, ketika posisi inilah para trader saham menjual saham mereka. Investor pemula bisa meniru rekam jejak investor pendahulunya. Menariknya, Anda akan memperoleh pengembalian ketika pasar saham bullish dan melakukan penjualan.

Karakteristik Bullish Market

Ciri khas bullish memang ketika terjadi peningkatan perekonomian. Investor saham pemula bisa mengenalnya melalui karakteristiknya, karena pada dasarnya bullish dan bearish memiliki ciri khas berbeda.

Saat mengalami bullish, maka kondisi pasar saham akan mengalami:

  • Terjadinya kenaikan harga aset yang sebanding dengan permintaan dan penawaran. Hal ini lumrah karena investor cenderung akan menambah kekayaan seperti properti, obligasi, atau saham. Ini karena para investor begitu bahagia terhadap kenaikan harga aset.
  • Posisi pasar saham yang bagus akan berpengaruh terhadap kinerja pemilik pasar saham. Hal ini memberikan peluang untuk menambah jumlah karyawan atau aset suatu perusahaan. Peningkatan inilah yang menjadi penyumbang terjadinya pendapatan bersih sehingga terjadi kenaikan harga saham.

Baca juga: Cara Mulai Investasi Saham Agar Bisa Untung di Masa Depan

Bearish Saham 

Bearish saham atau populer dengan sebutan bearish market merupakan kondisi kebalikan dari bullish market. Bullish dan bearish menjadi penentu para investor bertrading saham.

Jadi, bearish market adalah kondisi melemah atau menurunnya harga saham di pasar modal. Sama seperti bullish, melemahnya harga saham ini juga menggambarkan keseluruhan harga saham. Anda pun bisa memantaunya melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Penyebab bearish antara lain adalah pertumbuhan ekonomi di suatu negara atau dunia sedang melemah atau menurun. Sektor usaha dan bisnis melemah mengakibatkan lonjakan jumlah pengangguran tidak terkendali, neraca perdagangan mengalami fase defisit, pertumbuhan negatif laba perusahaan, dan lain-lain.

Jika bullish market mengalami kenaikan hingga 20%, maka bearish market pun demikian, yakni merosot sebesar 20% atau bahkan bisa lebih. Sontak kondisi ini membuat para investor mengalami penurunan optimisme. Mereka memprediksikan jika harga saham akan mengalami penurunan hingga jangka waktu lama.

Para investor mengilustrasikan kondisi bearish dengan seekor beruang. Karakteristik beruang adalah berjalan sembari mengaiskan cakar di keempat alat geraknya ke tanah.

Gerakan tersebut menggambarkan sebuah grafik harga saham yang mengalami penurunan. Grafik pun didominasi dengan warna merah.

Kondisi ini memang tidak baik bagi investor senior. Namun, bearish justru saat yang tepat melakukan pembelian saham bagi investor pemula.

Bila ingin mendapatkan cuan banyak, lakukan pembelian saham ketika harganya berada di level terendah. Nantinya, Anda akan mendapatkan return tertinggi dari hasil pembelian. 

Karakteristik Bearish Market

Karena bullish dan bearish merupakan 2 hal yang berbanding terbalik dalam pasar saham, maka karakteristiknya pun juga kebalikannya. Tentu hal ini membuat investor serta emiten tidak memberikan perlakuan yang sama ketika harga saham mengalami bearish. Hal yang biasanya menjadi karakteristik bearish adalah:

Menurunnya permintaan dan penawaran terhadap saham di pasar sekunder sehingga membuat investor cepat bertindak demi meminimalisir kerugian. Umumnya, mereka akan menjual aset. 

Menurunnya permintaan dan penawaran memperparah kondisi bearish. Mereka pun tidak akan gegabah mengambil keputusan dalam berinvestasi.

Melemahnya pasar saham juga membuat perusahaan berusaha memangkas anggaran pengeluaran. Mereka akan menerapkan pengurangan karyawan dan pembelian peralatan. Meski kondisi harga saham lesu, tetapi perusahaan tetap menjaga performa kerja mereka.

Baca juga: Cara Bermain Saham dengan Modal 100 Ribu Bagi Pemula

Cara Mengenali dan Identifikasi Bullish Serta Bearish

Mengenal dan mengidentifikasi kemungkinan terjadinya bullish dan bearish harus tepat cara. Ini akan membantu Anda sebagai investor pemula terhindar dari kerugian.

Nah, langkah-langkah supaya identifikasi bullish tepat adalah:

  • Menerapkan analisis fundamental, yakni berbagai faktor luar yang berpotensi menaikkan harga saham.
  • Selalu memperhatikan opini publik. Kedepannya efektif menarik investor supaya bisa masuk ke pasar saham. Inilah mengapa Anda bisa menjual saham untuk meraih cuan.
  • Pantau dan analisa grafik pasar. Apabila ketika melakukan pemantauan Anda melihat pola harga saham turun kemudian berpotensi ke trend naik, maka segera lakukan penjualan saham.

Sedangkan untuk mengidentifikasi bearish, Anda bisa menerapkan trik sebagai berikut:

  • Melakukan analisa teknikal terhadap grafik dan volume perdagangan. Grafik akan menunjukkan penurunan trend secara konsisten. 
  • Melakukan analisis dengan teknik fundamental juga perlu dilakukan. Contoh faktor luar antara lain adalah faktor perekonomian dan keuangan yang terkait harga aset. Anda tentu tahu bukan ketika bearish berlangsung, maka kondisi ekonomi memburuk sehingga para investor memutuskan menjual aset yang mereka miliki.

Baik ketika bullish dan bearish, tetap harus memperhatikan opini umum publik alias sentimen pasar. Bedanya adalah ketika bearish maka kepercayaan investor akan menurun sehingga mendorong terjadinya penurunan harga saham.

Baca juga: 10 Aplikasi Investasi Saham Modal Kecil

Setelah tahu apa itu bullish dan bearish, kini sudah siapkah Anda terjun bertrading saham. Pada intinya, jangan pernah melakukan sesuatu yang sekiranya akan menimbulkan penyesalan di akhir waktu. Bila mengetahui identifikasi bullish dan bearish dengan tepat, kemungkinan investor pemula bisa menghindari kerugian.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
13 Jun 2023
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download