Pengertian Badai Matahari dan 3 Efeknya Terhadap Bumi

10 Dec 2021 by Laruan, Last edit: 13 Dec 2021

Badai matahari adalah salah satu dari sekian banyak fenomena alam yang sangat penting untuk dipelajari karena fenomena ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak muda. Kabarnya, fenomena alam yang satu ini bisa mengakibatkan kiamat terhadap jaringan internet.

Internet sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi banyak orang karena peranannya yang sangat penting untuk mempermudah kehidupan manusia. Fenomena matahari bisa menyebabkan gangguan pada jaringan internet sehingga pengguna tidak bisa mengaksesnya untuk waktu yang lama.

Baca juga: 8 Fungsi Internet Banking untuk Kamu

Mengenal Fenomena Alam Unik Badai Matahari

Nama lain dari fenomena alam ini adalah badai magnetik. Fenomena alam yang satu ini merupakan suatu gangguan yang terjadi sesaat di bagian magnetosfer. Biasanya, fenomena alam ini disebabkan oleh suatu gangguan yang terjadi pada interplanetary medium.

Badai magnetik bisa berpotensi mengakibatkan kerusakan pada satelit komunikasi sehingga jutaan pengguna internet akan merasakan kekecewaan mendalam karena dibawa ke keadaan offline. Badai magnetik bisa terjadi karena adanya letupan lidah api berukuran besar di matahari kita.

Matahari mengirimkan berbagai partikel elektromagnetik secara terus menerus. Partikel ini disebut dengan nama angin matahari. Gelombang elektromagnetik dari matahari adalah gelombang yang menciptakan fenomena alam Aurora di Kutub.

Setiap 100 tahun sekali, angin matahari akan mengalami perubahan menjadi super storm atau badai matahari besar. Superstorm ini membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan manusia di Bumi, terlebih lagi bagi masyarakat yang gaya hidupnya sangat modern.

Efek atau Dampak Fenomena Matahari

Seluruh aktivitas yang terjadi di matahari, seperti lontaran massa korona, suar matahari, angin matahari dengan kecepatan tinggi, serta partikel energi matahari didorong oleh suatu medan magnet. Aktivitas yang terjadi di matahari menyebabkan ledakan besar partikel bermuatan.

Kemudian, matahari akan menyemburkan energi yang cukup besar dan mengirimkan aliran yang bermuatan medan magnet dan listrik ke arah Bumi dengan kecepatan hingga 3 juta mil/jam. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menjelaskan beberapa efek dari badai matahari ini.

Terjadi Gangguan Di Atmosfer Bumi

Efek pertama adalah akan terjadi gangguan kondisi, terutama di bagian ionosfer dan di geomagnet Bumi. Skala gangguan yang terjadi bisa berbeda-beda. Selain gangguan di atmosfer Bumi, fenomena matahari ini juga bisa mengakibatkan gangguan teknologi di ruang angkasa.

Berbagai teknologi manusia yang berada di ruang angkasa seperti astronot, stasiun ruang angkasa, satelit, dan sebagainya bisa terkena dampak dari fenomena matahari ini.

Muncul gangguan di permukaan Bumi

Selain di ruang angkasa dan di atmosfer Bumi, gangguan juga akan terjadi di permukaan Bumi. Badai matahari, terutama yang ekstrem bisa menyebabkan suatu fenomena yang dikenal dengan nama kiamat internet. Akibatnya, banyak orang akan kesulitan untuk terhubung ke internet.

Kesulitan yang melanda sebagian besar penduduk Bumi bisa terjadi selama beberapa minggu hingga beberapa bulan lamanya. Jika Superstorm terjadi, akan muncul badai geomagnetik bagian atmosfer Bumi sehingga partikel magnetik akan masuk ke permukaan Bumi.

Infrastruktur Bumi yang belum siap menghadapi Superstorm akan kewalahan dengan munculnya badai ekstrem ini. Sehingga kawasan Bumi bagian utara seperti Inggris dan Amerika Serikat akan lebih rentan terkena fenomena kiamat internet.

Dua wilayah tersebut adalah yang lebih dulu mengalami gangguan koneksi internet. Setelah kedua wilayah tersebut merasakan dampaknya, bisa jadi efek dari Superstorm ini akan merambah ke wilayah lain di muka Bumi.

Baca juga: Lima Tips Dasar Melakukan Forex Trading

Pengaruhnya Terhadap Iklim Bumi

Banyak yang bertanya-tanya apakah badai matahari akan mempengaruhi iklim Bumi atau tidak. Berdasarkan keterangan dari NASA, perubahan jangka pendek yang terjadi dalam radiasi matahari tampaknya tidak terlalu kuat sehingga mampu mempengaruhi iklim Bumi dalam jangka panjang.

Perubahan pancaran matahari yang berkelanjutan, yang terjadi selama beberapa abad atau dekade, berpotensi memberikan dampak pada iklim Bumi. Tapi perubahan jangka pendek dalam penyinaran matahari dengan output energi 0,15% sepanjang siklus tidak akan mempengaruhi perubahan iklim.

Perkiraan Terjadinya Badai Matahari yang Perlu Diantisipasi

Superstorm yang pernah terjadi dalam satu abad terakhir terjadi pada 1859 dan pada tahun 1921. Badai yang terjadi di tahun 1859 dikenal dengan nama Carrington Event. Badai ini cukup dahsyat sehingga menyebabkan terbakarnya kabel telegram serta memunculkan Aurora di Kolombia.

Badai yang termasuk kecil pun mampu memberikan efek yang sangat signifikan. Contohnya adalah badai yang terjadi pada bulan Maret tahun 1989. Badai ini mampu mematikan tenaga listrik di Kanada, tepatnya di Provinsi Quebec selama sembilan jam.

Badai berikutnya diprediksi akan mencapai puncak di tahun 2022. Puncak dari siklus badai ini memungkinkan peningkatan aktivitas matahari yang lebih tinggi sehingga badai akan terjadi dan berdampak pada Bumi.

Badai matahari yang mencapai puncaknya akan meningkatkan berbagai aktivitas matahari seperti lontaran massa korona dan meningkatnya frekuensi kemunculan flare. Kecepatan angin matahari juga akan meningkat sehingga akan terjadi berbagai aktivitas transien.

Fenomena Alam yang Tidak Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Superstorm adalah fenomena alam yang tidak sama dengan berbagai fenomena alam yang lainnya. Badai ini tidak bisa dilihat atau dipantau dengan mata secara langsung. Anda bisa melihat fenomena alam ini dengan menggunakan alat seperti teleskop.

Bahkan pemantauan menggunakan teleskop pun juga tidak bisa dilaksanakan terus menerus. Hal ini karena Bumi terus berputar sehingga terjadi pergantian siang dengan malam. Pemantauan yang paling efektif dilakukan dengan cara mengirimkan satelit ke ruang angkasa.

Aktivitas matahari yang tadinya tidak terlalu sering sudah semakin meningkat sehingga beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa badai matahari akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini membuat para pengguna internet di berbagai belahan dunia bersiap-siap menyambut kiamat internet yang akan datang.

Persiapkan Diri Menyambut Fenomena Matahari

Penelitian menjelaskan bahwa jaringan internet yang berasal dari fiber optic atau serat optik tidak akan menerima banyak resiko kerusakan yang diakibatkan oleh fenomena matahari ini. Hal ini dikarenakan serat optik tidak akan terpengaruh oleh arus gelombang magnetik dari matahari.

Tapi, kabel internet bawah laut tidak seperti kabel serat optik. Badai matahari bisa mengakibatkan gangguan terhadap kabel internet bawah laut yang menyebabkan pemadaman koneksi internet sehingga penggunanya akan dialihkan ke mode offline.

Untuk mengantisipasi gangguan ini, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk beralih ke serat optik. Dengan begitu, ketika matahari mulai sering beraktivitas lagi, jaringan internet Anda tidak akan terpengaruh sehingga bisa tetap beraktivitas seperti biasa.

Baca juga: Cara Registrasi Visa-Online Imigrasi Bagi WNA

Persiapkan Diri Bersama Kredit Pintar

Untuk beralih ke serat optik, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ada banyak layanan internet fiber optic yang bisa Anda pilih dan tersedia dalam pilihan harga yang bervariasi. Berapapun harganya, Kredit Pintar siap membantu Anda mendapatkan koneksi internet yang lebih baik dan kuat.

Dapatkan pinjaman dana sesuai kebutuhan dengan cepat, aman, dan mudah melalui aplikasi Kredit Pintar yang berada di bawah pengawasan OJK Indonesia agar lebih siap menghadapi dampak dari badai matahari.

Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar, perusahaan fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam penyaluran pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapatkan informasi dan tips lain yang bermanfaat.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
13 Dec 2021
Pinjam kilat 20 juta!Download