Apa Itu Return On Investment? Kenali Seluk Beluk Terlengkapnya di Sini!

Apa Itu Return On Investment? Kenali Seluk Beluk Terlengkapnya di Sini!

09 Jun 2021 by kreditpintar
Apa Itu Return On Investment? Kenali Seluk Beluk Terlengkapnya di Sini!

Dalam melakukan investasi saham pada suatu perusahaan, ada beberapa rasio keuangan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan dan mengelola kebutuhan investasi Sobat Pintar. Salah satunya yaitu rasio return on investment atau ROI. Rasio ROI ini dapat menggambarkan potensi keuntungan dan juga kerugian dalam berinvestasi. Yuk kenali seluk beluk terlengkapnya di sini!

Pengertian Return On Investment

ROI diartikan sebagai profit atau laba yang didapat atas investasi. Return diartikan sebagai laba, dan investment adalah investasi. Dalam menghitung rasio ROI, Sobat Pintar bisa melakukan perhitungan prosentase antara keuntungan atau laba dari investasi yang dilakukan sesuai dengan keseluruhan laba dan jumlah beban atau biaya yang telah dikeluarkan.

Rasio ROI berfungsi dalam memberikan ukuran terkait seberapa tingkat efisiensi dari setiap aktivitas investasi. Dengan adanya ukuran yang pasti dan akurat tersebut, Sobat Pintar bisa mengukur tingkat kelayakan investasi yang dilakukan apakah akan berpotensi menimbulkan risiko yang tinggi atau justru sangat minimal. Berbeda dengan aktivitas investasi yang tidak didasari dengan perhitungan rasio, tentu saja akan lebih sulit untuk mempertimbangkan kebijakan, pengelolaan, hingga pengambilan keputusan.

Sobat Pintar bisa mempertimbangkan dan menyusun rencana untuk berinvestasi terhadap sebuah asset. Apabila hasil perhitungan ROI bernilai positif, maka peluang berinvestasi terhadap aset tersebut dinilai baik dan layak untuk dilakukan karena sangat efisien dalam memberikan laba, setidaknya bisa mengembalikan biaya atau modal investasi yang sudah Sobat Pintar keluarkan sehingga Sobat Pintar tidak mengalami kerugian karena modal investasi yang Sobat Pintar habiskan tidak bisa kembali.

Sebaliknya, apabila hasil perhitungan ROI untuk suatu aset ternyata bernilai negatif atau minus, maka dapat menjadi indikasi buruk bahwa aset tersebut belum layak untuk menjadi tujuan atau alat Sobat Pintar dalam berinvestasi karena kemampuan laba yang dihasilkan atas aset tersebut ternyata sangat minim dan sulit untuk mencapai kondisi balik modal karena peluang kerugian yang sangat besar.

Oleh karena itu, tidak heran apabila banyak investor yang menjadikan ROI sebagai indikator yang tepat untuk menilai kelayakan suatu aset sebagai alat investasi ataukah tidak. Perusahaan juga perlu untuk memperhatikan rasio ini sehingga dapat diketahui apakah aset yang dimilikinya dapat layak dan diminati oleh para investor atau justru sebaliknya.

Kelebihan dan Kekurangan ROI

Setelah mengetahui apa itu definisi dari ROI, Sobat Pintar juga perlu mengenali terlebih dahulu apa saja manfaat dan sisi minus dari ROI. Kelebihan dari ROI dapat memberikan manfaat yang baik untuk keperluan dalam mempertimbangkan dan pengelolaan investasi. Perusahaan dapat melakukan pengukuran efisiensi terhadap berbagai aspek di dalam perusahaan hanya dengan memperhatikan rasio ROI. 

Hal ini dikarenakan ROI merupakan rasio yang sangat menyeluruh sehingga perusahaan dapat melakukan evaluasi yang menyeluruh di segala aspek hanya dengan melihat hasil perhitungan ROI. Begitu pula dengan investor yang dapat menganalisis tingkat efisiensi perusahaan secara menyeluruh hanya dengan melihat hasil perhitungan dari ROI.

Selanjutnya, ROI juga dapat dipergunakan sebagai suatu alat ukur untuk membandingkan perusahaan satu dengan perusahaan lainnya yang berada pada satu jenis industri yang sama. Sobat Pintar bisa menghitung rasio ROI dari perusahaan lain untuk bisa memperoleh data perbandingan yang akurat sehingga Sobat Pintar dapat melihat kemampuan perusahaan mana yang lebih unggul di dalam satu jenis industri.

Tak hanya itu, ROI juga dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan dan juga kebijakan berinvestasi. Setelah mengetahui tingkat kelayakan asset perusahaan beserta tingkat keefisienannya, Sobat Pintar bisa mengetahui seberapa kemampuan laba atas aset tersebut yang mungkin bisa diperoleh, sehingga selanjutnya Sobat Pintar bisa menentukan keputusan apakah akan melakukan pendanaan maupun pembelian saham atas perusahaan terkait.

Setelah membahas manfaat dari rasio return on investment, selanjutnya perlu diketahui pula apa saja kekurangan dari ROI. Yang pertama adalah ROI yang dihasilkan dari perhitungan mungkin saja tidak bisa disamaratakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Hal ini disebabkan karena performa praktik akuntansi antar perusahaan berbeda-beda sehingga mungkin saja terdapat celah error dari hasil ROI yang ada. 

Selain itu, ROI juga memiliki kelemahan karena adanya fluktuasi nilai uang yang dapat mempengaruhi perhitungan margin laba karena nilai uang pada saat pembelian tentu bisa berbeda tergantung kondisi mata uang yang sedang inflasi ataupun tidak saat terjadinya inflasi. Kelemahan lainnya yaitu tidak dapat dipastikan dengan akurat tingkat efektivitas ROI karena dalam perhitungan rasio ini tidak menyertakan biaya modal.

Faktor yang Mempengaruhi ROI

Faktor yang Mempengaruhi ROI

Sama seperti rasio keuangan yang lain, terdapat faktor yang mempengaruhi ROI.Pada umumnya, terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi perhitungan ROI. Yang pertama yaitu Operating Assets atau tingkat perputaran aktiva operasional. Aktiva ini dihitung dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melakukan pemanfaatan terhadap aset operasional yang dimilikinya.

Aktiva operasional yang dimaksud antara lainnya adalah aktiva berwujud maupun tidak berwujud, seperti uang, bangunan, peralatan atau mesin produksi, hingga aktiva tak berwujud seperti hak paten. Faktor tingkat Operating Assets ini dapat digunakan untuk melakukan pertimbangan terkait perkembangan perusahaan menuju arah yang lebih maju atau justru sebaliknya.

Faktor yang mempengaruhi ROI yang selanjutnya adalah profit margin yang didefinisikan sebagai suatu rasio yang menggambarkan profit atau keuntungan bersih dengan jumlah penjualan bersih pula. Kedua jenis variabel tersebut dihitung dengan nominal sebelum dikenakan beban pajak. Faktor yang kedua ini akan menentukan besaran efisiensi suatu perusahaan.

Dalam menghitung profit margin, akan terlihat setiap 1 rupiah keuntungan dapat menghasilkan profit margin dengan persentase seberapa besar. Misalnya setiap 1 rupiah dapat menghasilkan profit margin sebesar 20%, berarti sebesar 0,20 rupiah. Semakin besar persentase profit margin, maka akan semakin besar pula jumlah laba yang akan diperoleh perusahaan tersebut.

Cara Menghitung ROI

Untuk bisa mengaplikasikan rasio ROI dengan baik, maka Sobat Pintar perlu memahami cara mendapatkan perhitungan dengan benar. Cara menghitung rasio ini cukup sederhana yaitu dengan memasukkan angka dari pendapatan investasi dikurangi biaya investasi, kemudian dibagi biaya investasi, dan diakhiri dengan mengalikan hasilnya dengan 100%. 

Rumusnya adalah ROI= (Pendapatan Investasi – Biaya Investasi)/Biaya Investasi x 100%. Hanya dengan rumus sederhana ini, Sobat Pintar bisa mengetahui hasil rasio ROI dari setiap perusahaan. Pastikan untuk melakukan perhitungan secara teliti dan tidak salah dalam memasukkan angka atau nominal pada setiap variabel rumusnya untuk mendapatkan hasil ROI yang akurat.

Demikianlah informasi terkait definisi dari return on investment, kekurangan, manfaat, faktor yang mempengaruhi, dan juga cara mendapatkan perhitungan rasio ROI. Lakukanlah aktivitas pendanaan maupun pembelian saham atau instrumen investasi secara teliti. Perhatikan berbagai rasio lainnya pula untuk bisa memperoleh keputusan investasi yang lebih bijaksana.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk