Apa itu Ghosting dan 5 Cara Menyikapinya

30 Jun 2021 by Laruan
Apa itu Ghosting dan 5 Cara Menyikapinya

Sudah tidak asing lagi di telinga Sobat Pintar apabila mendengar kata ghosting. Ghosting dikenal sebagai istilah dalam bahasa gaul yang menggambarkan sebuah kejadian yang umumnya dikaitkan dengan sebuah hubungan percintaan. Tapi sebenarnya, tidak hanya di Indonesia, istilah ghosting juga terkenal dan digunakan oleh masyarakat-masyarakat manca negara dengan menggambarkan kondisi yang sama.

Kalau ditelaah secara harfiah, apa itu ghosting berasal dari kata “ghost” yang memiliki arti “hantu” dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan –ing di situ seperti menjelaskan bahwa kata “ghost” ini sedang dilakukan, atau berbentuk sebuah aktivitas/tindakan. Seperti yang Sobat Pintar tahu, hantu adalah wujud yang tidak kasat mata dan tidak terlihat di kehidupan sehari-hari. Lalu, jadikan pengertian itu sebagai sesuatu yang dapat dilakukan. Lebih spesifiknya lagi, hubungkan kegiatan ini ke dalam hubungan percintaan. Apakah Sobat Pintar sudah menemukan pengertiannya?

Karena keberadaannya yang meluas, banyak pengertian-pengertian dari ghosting yang dapat dicari sebagai bahan referensi bacaan, salah satunya adalah Sobat Pintars umum seperti situs Urban Dictionary. Dalam Sobat Pintars ini, definisi ghosting adalah “when a person cuts off all communication with their friends or the person they’re dating, with zero warning or notice before hand”. Apabila diartikan, maka apa itu ghosting merupakan “kondisi di mana seseorang yang memutus segala bentuk komunikasinya dengan temannya atau seseorang yang sedang ia jalani hubungan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu”. 

Pengertian ini diperkuat oleh Psikolog Kasandra Putranto yang mengatakan bahwa istilah ghosting adalah istilah awam yang diperuntukkan oleh perilaku seseorang yang menghilang bagaikan hantu yang tidak kasat mata, tidak memberitahukan respons, dan tidak diketahui pula keberadaannya. Ghosting juga dapat dikatakan sebagai suatu kondisi yang mana seseorang memutuskan untuk menghilang begitu saja tanpa adanya kejelasan.

Dari kedua pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa ghosting merupakan sebuah aksi yang dilakukan oleh seseorang dan aksinya menyerupai “hantu”, yakni tidak terlihat yang ditandai oleh menghilangnya mereka serta tidak ada kejelasan yang menghantarkan mereka untuk melakukan aksi tersebut. Memilih untuk menghilang dan menjadi “hantu” adalah keputusan yang mereka pilih, dibandingkan menyelesaikan masalah secara baik-baik dan dua arah.

Maka dari itu, ghosting bukanlah tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan mengingat adanya ketidaksesuaian yang dihasilkan dengan menghilangnya seseorang tersebut. Namun, ada beberapa alasan melakukan ghosting dan menghasilkan korban yang hanya bisa melemparkan tanda tanya tanpa mendapatkan jawaban.

Ikhsan Bella Persada, seorang psikolog, mengatakan bahwa alasan seseorang dalam melakukan ghosting dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Beberapa di antaranya adalah:

1. Cara yang mudah dalam mengakhiri hubungan

Apa itu ghosting, terdengar jahat, namun kenyataannya memang sering dilakukan dan sering dijadikan alasan. Melakukan ghosting dengan tujuan mengakhiri hubungan adalah hal yang mudah karena tidak perlu melontarkan alasan serta tidak perlu kembali berhubungan dengan seseorang yang tidak ingin Sobat Pintar melanjutkan hubungannya. Mudah sekali memang melakukannya, tapi di sisi lain ada perasaan seseorang yang Sobat Pintar lupakan dan Sobat Pintar sakiti hanya karena keegoisan untuk mengakhiri segalanya. 

Menghindari perasaan tidak nyaman

2. Menghindari perasaan tidak nyaman

Ghosting juga bisa menjadi alasan seseorang melakukan ghosting bisa jadi menempatkan dirinya yang harus memilih antara menyudahi atau melanjutkan hubungan yang sedang dijalankan itu. Karena adanya tekanan yang mengharuskan dia memilih, maka seseorang tersebut menjadikan ghosting sebagai bentuk pelarian dibanding harus memilih salah satunya secara baik-baik.

Sobat Pintar mungkin berpikir bahwa dengan melakukan ghosting, Sobat Pintar terhindar dari perasaan tidak nyaman ini. Mungkin memang benar, Sobat Pintar terbebas dari tanggung jawabmu yang kemarin bersama seseorang yang terlibat. Namun, Sobat Pintar lupa bahwa Sobat Pintar kembali menyakiti seseorang itu yang seharusnya tidak berhak Sobat Pintar berikan respons tidak bertanggung jawab seperti ini.

Kalau keadaannya dibalik, apakah Sobat Pintar akan terima tindakan seseorang yang melakukan ghosting terhadapmu? Rasanya tidak. Lalu, apa yang harus Sobat Pintar lakukan apabila menghadapi tingkah ghosting yang seseorang telah lakukan padamu?

Tidak ada waktu untuk merasa kalah dari seseorang yang telah melempar tanggung jawabnya itu. Ada beberapa cara untuk menyikapi perlakuan ghosting apabila sudah menimpa dirimu, antara lain:

3. Terima Kenyataan Secara Perlahan

Cara pertama untuk menyikapi patah hati adalah dengan menerima kenyataan. Sobat Pintar tidak meletakkan ekspektasi kepada orang lain hanya untuk memberikan kebahagiaan kepada dirimu.

Ketika tindakan menyakitkannya sudah menyerang, hal yang dapat Sobat Pintar lakukan sudah pasti menerimanya tanpa menuntut apapun karena kebahagiaan yang digantungkan terhadap orang lain sangat mungkin menimbulkan kekecewaan. Begitu sudah tahu bahwa Sobat Pintar sudah di-ghosting, saatnya memikirkan hal-hal yang bisa Sobat Pintar lakukan dan menerima kenyataan tersebut secara perlahan sampai Sobat Pintar benar-benar mengikhlaskannya.

4. Jangan Menyalahi Diri Sendiri

Begitu mendapati sesuatu yang berhubungan dengan Sobat Pintar dan hal itu sifatnya tidak mengenakan, ada kecenderungan di mana Sobat Pintar menyalahkan diri sendiri atas semuanya yang telah terjadi. Tindakan menyalahi diri sendiri (self-blaming) bukanlah hal yang patut Sobat Pintar lakukan mengingat tindakan ghosting yang dilakukan oleh seseorang terhadapmu sepenuhnya memang atas kendali mereka. Jadi, jangan berikan ruang untuk Sobat Pintar menyalahkan diri sendiri yang jelas-jelas tidak melakukan kesalahan apapun. Seseorang itu yang tidak tanggung jawab, dan Sobat Pintar harus tetap menjalani keseharian tanpa harus menyesali apa yang telah terjadi.

Jangan Pendam Emosi yang Dirasa

5. Jangan Pendam Emosi yang Dirasa

Cara kedua untuk menyikapi ghosting adalah tidak memendam perasaan. Perasaan kecewa, sedih, marah, kesal, dan perasaan buruk lainnya yang melanda Sobat Pintar saat mendapati dirimu sudah di-ghosting adalah hal yang wajar. Perasaan Sobat Pintar secara tidak langsung menyesuaikan kondisinya dengan hilangnya kebiasaan yang mungkin sudah sering Sobat Pintar lakukan dengan seseorang tersebut, namun tidak lagi diterapkan pasca hilangnya keberadaan orang itu. Begitu sudah merasakan emosi yang begitu dalam, saatnya Sobat Pintar keluarkan dengan cara menyikapinya baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. 

Saatnya Sobat Pintar meluapkan perasaan tersebut sepuas-puasnya agar setidaknya beban pikiranmu tidak sepenuhnya membebani. Sobat Pintar bisa mencari teman untuk bercerita atau membuat sebuah tulisan yang bertujuan untuk mengungkapkan emosi yang sedang dirasa itu. Hal ini juga dapat mencegah Sobat Pintar untuk merasa tertekan yang akhirnya dapat membuatmu menjadi stressed dan tidak membuatmu produktif dalam menjalankan aktivitas. 

Dilihat dari sisi mana pun, apa itu ghosting tidak dapat dibenarkan. Membuang tanggung jawab dengan cara menghilang tiba-tiba serta memberikan tanda tanya besar kepada pihak yang ditinggalkan adalah tindakan tidak baik. Terutama dalam sebuah hubungan, tindakan yang sifatnya sepihak tidak akan memenuhi syarat sebagai tindakan yang benar. Sebuah tindakan harus berdasarkan kesepakatan bersama, dibicarakan bersama, maupun diselesaikan bersama.

Sayangnya, masih banyak di luar sana pihak-pihak yang memiliki seribu alasan untuk melakukan ghosting dan memilih untuk menghancurkan hubungannya dengan cara ini. Berhati-hatilah dan perhatikan bagaimana caranya menyikapi tindakan ghosting, karena akan selalu ada kemungkinan bahwa semua hal ini dapat terjadi kepada diri Sobat Pintar.

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload