5 Pilihan Investasi Jangka Panjang, Solusi Siap Menghadapi Hari Tua

07 Jun 2021 by kreditpintar, Last edit: 16 Aug 2022

Mendengar istilah investasi jangka panjang, kita akan langsung terpikir mengenai hari tua dan masa pensiun. Benar sekali, investasi jangka panjang merupakan investasi yang dilakukan dengan tujuan untuk dinikmati pada hari tua. Lantas, apa perbedaan investasi jangka panjang dengan menabung di bank? Tentunya kedua hal ini sangat berbeda. Menabung di bank adalah menyimpan uang dalam bentuk tabungan dengan memberikan imbalan bunga dan relatif aman. Namun kekurangannya adalah karena bunga yang kecil menyebabkan tabungan di bank tidak dapat menutupi laju inflasi, mengingat tujuannya adalah untuk kebutuhan jangka panjang. 

Mengenal Investasi Jangka Panjang

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya investasi jangka panjang kegiatan penanaman aset yang dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Bahkan biasanya bisa membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk memperoleh keuntungan yang tinggi. Tidak heran banyak orang yang memanfaatkan ini untuk tujuan jaminan hari tua. Berbeda dengan hanya sekedar menabung di bank, investasi jangka panjang mengalami pertumbuhan keuntungan lebih tinggi dari pada laju inflasi. Sehingga nilai uang yang Sobat Pintar investasikan akan tetap lebih tinggi. 

Investasi jangka panjang sangat menjanjikan untuk dilakukan. Kelebihan melakukan investasi jangka panjang adalah adanya kesiapan dana untuk masa depan, seperti dana pensiun untuk kesejahteraan di hari tua. Kelebihan lainnya adalah potensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Kekurangan dari investasi jangka panjang adalah pengaruh pasar yang dapat menyebabkan nilai investasi menjadi menurun. Investasi jangka panjang sangat dipengaruhi oleh keadaan pasar, seperti likuiditas, inflasi, valas dan nilai suku bunga. Sebenarnya hal-hal ini tidak dapat dihindari sebagai bagian dari suatu investasi. 

Berbagai Jenis Investasi Jangka Panjang

1. Emas

Investasi emas sudah menjadi pilihan banyak orang sejak dulu. Hal ini karena nilai harga emas yang cenderung selalu naik dan tidak dipengaruhi oleh inflasi. Orang-orang dulu banyak yang membeli emas dalam bentuk perhiasan untuk disimpan, dan dijual saat ada kebutuhan dana darurat. Sekarang investasi emas lebih dipermudah karena dapat dilakukan oleh siapa saja dengan mudah. Kemudahan tersebut seperti tabungan emas, artinya adalah Sobat Pintar dapat membeli emas dengan cara dicicil sedikit demi sedikit hingga jumlah banyak dan memiliki nilai yang tinggi. Keamanan investasi tersebut juga lebih tinggi, karena Sobat Pintar tidak perlu was-was dan khawatir saat menyimpan emas. Hal ini karena sistem tabungan emas biasanya tidak mengharuskan Sobat Pintar untuk mencetak emas tersebut. 

2. Saham

Pilihan kedua adalah saham. Saham merupakan suatu sekuritas yang mewakili kepemilikan bagian dari suatu perusahaan. Singkatnya, suatu perusahaan yang menjual sahamnya kepada publik, akan memperoleh tambahan modal dari penjualan saham tersebut. Sehingga keuntungan perusahaan akan dibagikan secara adil kepada pemilik saham, berdasarkan jumlah saham yang ia miliki. 

Kelebihan investasi saham adalah kita tidak perlu mengelola apapun, memiliki likuiditas yang tinggi, hingga kenaikan nilai yang menyebabkan harga saham akan semakin tinggi. Sehingga investasi saham sangat cocok untuk investasi jenis ini. 

3. Properti

Investasi properti seperti rumah atau tanah sudah dilakukan sejak jaman dulu. Hal ini karena harga tanah akan selalu mengalami kenaikan. Apalagi perkembangan suatu daerah yang semakin meningkat mengakibatkan harga tanah akan semakin tinggi. Ingat moto marketing perumahan “senin harga naik”? hal tersebut bukan hanya slogan marketing, karena harga properti terutama di daerah berkembang akan meningkat dengan cepat. 

Investasi dalam bentuk properti sangat cocok dilakukan dalam jangka panjang, karena dalam waktu yang cukup lama harga properti akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga 20% setiap tahunnya.

4. Tabungan berjangka

Walaupun terkesan “jadul”, melakukan investasi dengan tabungan berjangka masih menjanjikan untuk dilakukan. Pada tabungan berjangka, Sobat Pintar akan menabung secara rutin dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati di awal. Suku bunga yang ditawarkan tabungan berjangka juga tinggi, berbeda dengan tabungan biasa. Sehingga tabungan berjangka sangat cocok untuk investasi jangka panjang. Namun kelemahannya adalah tabungan berjangka tidak dapat dicairkan menjelang jangka waktu yang telah ditentukan, jadi tidak dapat ditarik saat mengalami keadaan darurat. Sebagai solusi bagi Sobat Pintar yang memiliki tabungan berjangka dan membutuhkan dana darurat, dapat melakukan pinjaman ke Kredit Pintar yang memiliki bunga rendah serta pilihan jangka waktu dan metode pengembalian yang bervariasi. 

5. Reksadana pasar saham

Artikel sebelumnya mengenai investasi jangka pendek, telah menjelaskan tentang reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Untuk investasi jangka panjang, terdapat reksadana pasar saham. Perbedaan investasi reksadana pasar saham dengan investasi saham adalah, pada reksadana terdapat seorang manajer investasi yang akan membantu dalam mengelola uang Sobat Pintar. Jadi Sobat Pintar hanya perlu menunggu dirumah dan membiarkan uang Sobat Pintar bekerja. Tingkat risiko reksadana pasar saham cukup rendah, mengingat dana investasi dikelola oleh orang yang berpengalaman dalam bidang investasi. 

Tips Melakukan Investasi Jangka Panjang

Melakukan investasi tentunya mengharapkan hasil yang menguntungkan. Sehingga perlu sebuah perencanaan yang matang agar harapan masa tua yang sejahtera dapat terwujud. Berikut adalah tips dalam melakukan investasi jangka panjang.

1. Pilih instrumen investasi yang dimengerti

Investasi jangka panjang terdiri dari beberapa jenis instrumen seperti yang telah dijelaskan di atas. Pilihlah instrumen investasi yang paling Sobat Pintar pahami. Jangan sampai melakukan investasi yang tujuan awalnya agar memperoleh untung malah menimbulkan kerugian yang besar. 

2. Mulai investasi dari sekarang

Jika ditanyakan kapan waktu yang lebih baik untuk memulai investasi? Jawabannya adalah sekarang. Tidak ada alasan untuk menunda-nunda memulai investasi, apalagi investasi jangka panjang yang akan menjamin hari tua Sobat Pintar. Semakin lama uang Sobat Pintar diinvestasikan, maka keuntungan yang diperoleh akan semakin besar. Melakukan investasi juga membantu untuk menjaga aset pribadi Sobat Pintar agar tidak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak berguna.

3. Kesabaran 

Sama seperti investasi lainnya, dalam melakukan investasi jangka panjang juga membutuhkan kesabaran. Bahkan, Sobat Pintar membutuhkan kesabaran yang lebih ekstra. Karena keuntungan yang akan Sobat Pintar peroleh baru dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Biasanya yang sering terjadi adalah karena tidak sabar orang-orang menghentikan investasinya di pertengahan jalan, sehingga keuntungan yang diperoleh pun tidak maksimal.

Kesimpulan 

Dari penjelasan di atas, satu hal yang dapat disimpulkan adalah lakukan investasi jangka panjang mulai dari sekarang untuk menjamin hari tua yang lebih sejahtera. Setiap pilihan investasi pasti memiliki risiko, namun jika Sobat Pintar mempersiapkan strategi dengan matang, maka resiko tersebut dapat diminimalisir dengan baik.

16 Aug 2022
mobile-close
Pinjam kilat 50 juta!Download