Memahami Saham Blue Chip yang Digemari

23 Jul 2021 by Laruan

Kalau Sobat Pintar ingin berinvestasi saham tapi takut karena resikonya tinggi, mungkin pilihan yang lebih pas adalah dengan berinvestasi saham blue chip. Saham ini dikeluarkan oleh perusahaan dengan ciri seperti reputasi tinggi dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Mungkin Sobat Pintar kenal dengan perusahaan seperti Johnson & Johnson yang sudah diketahui masyarakat sejak tahun 1886. Percaya atau tidak percaya, perusahaan ini berhasil mempertahankan stabilitas pada aspek finansial dan hutang hingga saat in! Jadi, andaikata terjadi permasalahan pada sektor ekonomi di suatu negara, pengaruhnya terhadap perusahaan-perusahaan ini sangatlah kecil. 

Memahami Saham Blue Chip

Karakteristik dari Saham Blue Chip

Keunggulan

  1. Penghasilan yang Cukup Besar

Salah satu ciri yang disukai oleh banyak investor adalah hasil investasi yang besar. Jelas saja karena perusahaan ini sudah besar dengan data penjualan yang sudah tinggi! 

  1. Stabilitas yang Baik

Stabilitas melihat kondisi finansial suatu perusahaan dan memberikan gambaran mengenai kualitas saham yang akan dikeluarkan. Stabilitas tidak hanya melindungi saham dari kondisi ekonomi yang tidak menentu, tapi dapat membatasi resiko yang tidak diinginkan juga. 

  1. Hutang yang Minim

Perusahaan yang punya hutang besar akan selalu merugikan pihak investor karena seluruh potensi perkembangan perusahaan akan difokuskan untuk melunasi hutang piutangnya. Ingat, bahwa perusahaan yang masuk dalam kategori saham tersebut cenderung memiliki hutang yang minim atau tidak ada hutang sama sekali sehingga debt-to-equity ratio menjadi stabil dan menghasilkan return-on-equity yang tinggi pula.

  1. Bebas Pajak

Yang satu ini pasti banyak yang suka. Investor akan terbebas dari pajak! Sebab,  saham tersebut masuk dalam kategori Stock and Shares yang berarti penghapusan atau pembebasan dari pembayaran pajak saat pembagian dividen nantinya. Jadi, kalau Sobat Pintar adalah salah satu investor saham ini, berarti Sobat Pintar akan mendapatkan 100% hasil dari investasi. Menarik kan?

  1. Mudah Dijual

Saham ini banyak peminatnya, jadi kalau seorang investor sedang membutuhkan uang, maka investor tersebut bisa langsung menjual saham yang dia punya. 

Kekurangan

  1. Perusahaan “Jelek” 

Jangan senang dulu, bukan berarti seorang investor bebas dari resiko investasi saham, ya. Seorang investor yang bijak tetap harus melakukan analisa pasar dan mencatat jejak perusahaan saham jenis ini dulu sebelum menanamkan modal yang besar. Hal ini dikarenakan, beberapa perusahaan memiliki kekurangan. Contohnya: perusahaan Enron tahun 1980 yang dengan sengaja “menutupi” kondisi finansialnya kepada publik seakan-akan memiliki kondisi finansial yang positif. 

  1. Perusahaan Sudah Alot

Segala sesuatunya pasti memiliki akhir yang pasti. Perusahaan yang sudah lama berdiri belum tentu akan selamanya besar karena perusahaan baru akan muncul untuk mengambil alih posisi perusahaan yang lama. Kabar buruknya, perusahaan baru belum bisa masuk ke dalam daftar saham tersebut karena umurnya masih muda, bukan berarti jelek. 

  1. Serat Berkembang Secara Profit

Saham jenis ini memang terbilang stabil tapi karena alasan ini, saham dari perusahaan blue chip tidak dapat bertumbuh seperti beberapa saham lainnya. Sebab, saham blue chip cuma menjadi penggerak index saham aja dan saham-saham blue chip gak pernah “keluar jalur” dari hasil yang bisa dibilang average

Kesimpulan

Berbicara mengenai investasi, gak ada jalan yang bebas resiko. Saham ini memang dikategorikan “aman” selama Sobat Pintar, sebagai investor pemula atau yang sudah mahir sekalipun tetap peka terhadap perkembangan pasar dan mengenali profil risiko Sobat Pintar dengan baik. Karakteristik positif dapat menyeimbangi karakteristik negatif dan bisa dijadikan acuan dalam menuntun Sobat Pintar untuk melakukan investasi. Selamat mencoba!

Kredit Pintar - pinjaman online yang terdaftar di ojk
mobile-closeKredit PintarDownload